Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Arkadius

Arkadius, yang dikenal secara lengkap sebagai Flavius Arcadius, adalah Kaisar Romawi Timur pertama yang memerintah secara mandiri setelah pembagian permanen Kekaisaran Romawi. Ia lahir pada 377 M dan naik takhta pada 395 M setelah kematian ayahnya, Kaisar Theodosius I. Pemerintahannya selama 13 tahun ditandai oleh pengaruh kuat para pejabat istana dan faksi politik, serta stabilitas relatif di wilayah Kekaisaran Romawi Timur dibandingkan dengan bagian barat yang mengalami tekanan berat dari serangan bangsa barbar.

Kaisar Romawi Timur yang berkuasa sejak tahun 395 hingga 408 M
Diperbarui 23 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Arkadius
Arkadius
Kaisar Romawi Timur
Arkadius
BerkuasaJanuari 383 – 395 (Augustus pada masa pemerintahan ayahnya);
395 – 1 Mei 408 (kaisar Romawi Timur, sementara saudaranya Honorius memerintah di barat)
PendahuluTheodosius I
PenerusTheodosius II
Kelahiran377/8
Spanyol
Kematian1 Mei 408 (usia 30 atau 31)
PasanganAelia Eudoxia
KeturunanTheodosius II
Pulcheria
Nama lengkap
Flavius Arcadius Augustus
DinastiDinasti Theodosianus
AyahTheodosius I
IbuAelia Flaccilla

Arkadius (395–408 M), yang dikenal secara lengkap sebagai Flavius Arcadius, adalah Kaisar Romawi Timur pertama yang memerintah secara mandiri setelah pembagian permanen Kekaisaran Romawi. Ia lahir pada 377 M dan naik takhta pada 395 M setelah kematian ayahnya, Kaisar Theodosius I. Pemerintahannya selama 13 tahun ditandai oleh pengaruh kuat para pejabat istana dan faksi politik, serta stabilitas relatif di wilayah Kekaisaran Romawi Timur dibandingkan dengan bagian barat yang mengalami tekanan berat dari serangan bangsa barbar.

Kehidupan Awal

Arkadius lahir pada 377 M di Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Romawi Timur. Ia adalah putra sulung Theodosius I dan Aelia Flaccilla. Sebagai pewaris kekaisaran, Arkadius menerima pendidikan yang dipersiapkan untuk perannya sebagai penguasa, meskipun catatan sejarah mengindikasikan bahwa ia lebih dikenal sebagai pemuda pendiam yang kurang karisma politik dibandingkan ayahnya. Pada 383 M, ia diangkat sebagai Augustus untuk memperkuat posisinya sebagai penerus takhta.

Naik Takhta

Pada Januari 395 M, setelah kematian Theodosius I, Arkadius menjadi kaisar penuh Romawi Timur pada usia 18 tahun. Pembagian kekaisaran antara dia dan adiknya, Honorius, yang menguasai Romawi Barat, merupakan momen penting yang secara de facto memisahkan kekaisaran menjadi dua bagian yang berbeda. Selama masa pemerintahannya, Arkadius sering dianggap sebagai kaisar yang pasif, sementara pemerintahan sehari-hari dijalankan oleh tokoh-tokoh kuat di lingkaran istananya.

Masa Pemerintahan

Pengaruh Eudoxia

Arkadius menikah dengan Aelia Eudoxia, seorang wanita yang dikenal cerdas dan ambisius, pada tahun 395 M. Eudoxia menjadi sosok berpengaruh dalam politik istana dan sering terlibat dalam konflik dengan faksi-faksi oposisi, termasuk dengan Uskup Agung Konstantinopel, Yohanes Krisostomus. Pernikahan mereka menghasilkan beberapa anak, termasuk Theodosius II, yang kelak menjadi penerus Arkadius.

Intrik Istana

Pemerintahan Arkadius ditandai oleh persaingan antara pejabat-pejabat tinggi, seperti Eutropius, seorang kasim yang menjadi konsul dan penasihat utama Arkadius. Eutropius memainkan peran besar dalam awal pemerintahan Arkadius, tetapi akhirnya dijatuhkan dan dieksekusi pada 399 M karena tekanan dari faksi militer dan bangsawan.

Hubungan dengan Romawi Barat

Arkadius dan adiknya Honorius jarang bekerja sama, meskipun hubungan diplomatik antara kedua kekaisaran tetap terjaga. Ketika Romawi Barat menghadapi serangan bangsa Visigoth di bawah Alaric I, Arkadius lebih fokus pada stabilitas di bagian timur kekaisaran.

Kebijakan Dalam Negeri

Arkadius dikenal karena memperkuat posisi Kekaisaran Romawi Timur sebagai pusat kekristenan. Ia mendukung ortodoksi Kristen yang dipromosikan oleh ayahnya, Theodosius I, dan melanjutkan kebijakan melawan paganisme. Namun, keputusan-keputusannya sering kali dianggap dipengaruhi oleh penasihat-penasihat istana daripada inisiatif pribadinya.

Kematian dan Warisan

Arkadius meninggal dunia pada 1 Mei 408 M di Konstantinopel pada usia 31 tahun. Ia digantikan oleh putranya, Theodosius II, yang masih berusia tujuh tahun. Meskipun Arkadius sering dianggap sebagai kaisar yang lemah dan kurang berprestasi, masa pemerintahannya memainkan peran penting dalam mempertahankan stabilitas Kekaisaran Romawi Timur pada masa transisi.

Warisan Arkadius dapat dilihat dalam kesinambungan administratif dan budaya Romawi Timur yang berkembang menjadi Kekaisaran Bizantium. Selain itu, kebijakan pro-kristennya memperkuat identitas religius yang menjadi karakteristik utama Kekaisaran Bizantium.

Keluarga

Orangtua

  • Ayah: Theodosius I
  • Ibu: Aelia Flaccilla

Pasangan

  • Aelia Eudoxia

Anak-anak

  • Theodosius II
  • Pulcheria
  • Arcadia
  • Marina

Lihat Pula

  • Kekaisaran Romawi Timur
  • Theodosius I
  • Aelia Eudoxia
  • Theodosius II

Referensi

  • Jones, A. H. M. The Later Roman Empire, 284–602: A Social, Economic, and Administrative Survey. Oxford University Press, 1964.
  • Cameron, Averil. The Byzantines. Wiley-Blackwell, 2006.
  • Heather, Peter. The Fall of the Roman Empire: A New History of Rome and the Barbarians. Oxford University Press, 2006.

Pranala luar

Media terkait Arcadius di Wikimedia Commons

  • Laws of Arcadius, extracted from Justinian's Corpus Juris Civilis
  • Watts, Edward, "the motifs of Imperrial authority in the bust of Arcadius"
  • This list of Roman laws of the fourth century shows laws passed by Arcadius relating to Christianity.
  • l
  • b
  • s
Daftar kaisar Romawi bersatu, Barat, dan Timur
  • Kaisar Romawi
  • Raja Romawi
Principatus
27 SM – 235 M
  • Augustus
  • Tiberius
  • Caligula
  • Claudius
  • Nero
  • Galba
  • Otho
  • Vitellius
  • Vespasianus
  • Titus
  • Domitianus
  • Nerva
  • Trajanus
  • Hadrianus
  • Antoninus Pius
  • Marcus Aurelius dan Lucius Verus
  • Commodus
  • Pertinax
  • Didius Julianus
  • (Pescennius Niger)
  • (Clodius Albinus)
  • Septimius Severus
  • Caracalla dgn Geta
  • Macrinus dgn Diadumenian
  • Elagabalus
  • Alexander Severus
Krisis
235–284
  • Maximinus Thrax
  • Gordian I dan Gordian II
  • Pupienus dan Balbinus
  • Gordian III
  • Filipus si Arab dan Philippus II
  • Decius dgn Herennius Etruscus
  • Hostilian
  • Trebonianus Gallus dgn Volusianus
  • Aemilianus
  • Valerian
  • Gallienus dgn Saloninus dan Valerianus II
  • Klaudius Gothikus
  • Kuintillus
  • Aurelianus
  • Tacitus
  • Florianus
  • Probus
  • Carus
  • Carinus dan Numerianus
  • Kaisar-kaisar Galia:
  • Postumus
  • (Laelianus)
  • Marius
  • Victorinus
  • (Domitianus II)
  • Tetricus I dgn Tetricus II sbg Caesar
Dominatus
284–395
  • Diokletianus (seluruh kekaisaran)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat) dgn Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) dgn Severus (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) Severus (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Maxentius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Licinius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Maxentius (sendiri)
  • Licinius (Barat) dan Maximinus II (Timur) dgn Konstantinus Agung (proklamasi sendiri sbg Augustus) dan Valerius Valens
  • Licinius (Timur) dan Konstantinus Agung (Barat) dgn Lisinius II, Konstantinus II dan Krispus sbg Caesar
  • Martinianus
  • Konstantinus Agung (seluruh kekaisaran) dgn putra Krispus sbg Caesar
  • Konstantinus II
  • Konstans
  • Magnentius
  • Decentius sbg Caesar
  • Konstantius II dgn Vetranio
  • Flavius Claudius Julianus
  • Yovianus
  • Valentinianus I
  • Valens
  • Gratianus
  • Valentinianus II
  • Magnus Maximus dgn Victor
  • Theodosius I
  • Flavius Eugenius
Romawi Barat
395–480
  • Honorius
  • Konstantinus III dgn putra Konstans II
  • Priskus Attalus
  • Konstantius III
  • Ioannes
  • Valentinianus III
  • Petronius Maximus dgn Palladius
  • Avitus
  • Majorianus
  • Libius Severus
  • Anthemius
  • Olybrius
  • Glycerius
  • Julius Nepos
  • Romulus Augustus
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
  • Arcadius
  • Theodosius II
  • Marcianus
  • Leo I
  • Leo II
  • Zeno (pemerintahan pertama)
  • Basiliskus dgn putra Marcus sbg rekan-kaisar
  • Zeno (pemerintahan kedua)
  • Anastasius I Dicorus
  • Yustinus I
  • Yustinianus I
  • Yustinus II
  • Tiberius II Konstantinus
  • Mauricius dgn putra Theodosius sbg rekan-kaisar
  • Phocas
  • Heraklius
  • Heraklius Konstantinus
  • Heraklonas
  • Konstans II
  • Konstantinus IV dgn saudara-saudara Heraklius dan Tiberius dan kemudian Yustinianus II sbg rekan-kaisar
  • Yustinianus II (pemerintahan pertama)
  • Leontios
  • Tiberius III
  • Yustinianus II (pemerintahan kedua) dgn putra Tiberius sbg rekan-kaisar
  • Filippikos Bardanes
  • Anastasius II
  • Theodosius III
  • Leōn III
  • Kōnstantinos V
  • Artabasdos
  • Leōn IV Khazar
  • Kōnstantinos VI
  • Irene
  • Nikēphoros I
  • Stavrakos
  • Mikhaēl I Rangabes dgn putra Theophylaktos sbg rekan-kaisar
  • Leo V Armenia dgn Konstantinus sbg kaisar junior
  • Mikhaēl II
  • Theophilos
  • Mikhaēl III
  • Basileios I
  • Leōn VI
  • Alexander
  • Konstantinus VII
  • Romanos I Lekapenos dgn putra-putra Christopher Lakapenos, Stefanos Lakapinos dan Konstantinos Lakapinos sbg rekan-kaisar junior
  • Rōmanos II
  • Nikēphoros II Phōkas
  • Iōannēs I Tzimiskēs
  • Basileios II Boulgaroktonos
  • Kōnstantinos VIII
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Rōmanos III Argyros
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Mikhaēl IV Paphlagōn
  • Mikhael V Kalafatis
  • Zōē (pemerintahan kedua) dgn Theodōra dan Kōnstantinos IX Monomakhos
  • Kōnstantinos IX Monomakhos (kaisar tunggal)
  • Theodōra
  • Mikhaēl VI Bringas
  • Isaakius I Komnenos
  • Konstantinus X Doukas
  • Mikhaēl VII Doukas dgn saudara-saudara Andronikos dan Konstantios dan putra Kōnstantinos
  • Rōmanos IV Diogenēs
  • Nikephoros III Botaneiates
  • Alexios I Komnenos
  • Iōannēs II Komnēnos dgn Alexius Komnenus sbg rekan-kaisar
  • Manouēl I Komnēnos
  • Alexios II Komnēnos
  • Andronikos I Komnenos
  • Isaakius II Angelus
  • Alexius III Angelus
  • Alexios IV Angelus
  • Nikolaos Kanavos (dipilih oleh Senat)
  • Alexios V Doukas
Kekaisaran Nicea
1204–1261
  • Konstantinos Laskaris
  • Theodōros I Laskaris
  • Iōannēs III Doukas Vatatzēs
  • Theodōros II Doukas Laskaris
  • Ioannes IV Laskaris
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
  • Mikhaēl VIII Paleologos
  • Andronikos II Palaiologos dgn Mikhaēl IX Paleologos sbg rekan-kaisar
  • Andronikos III Palaiologos
  • Iōannēs V Paleologos
  • Iōannēs VI Kantakouzēnos dgn Iōannēs V Palaiologos dan Matthaios Asanēs Kantakouzēnos sbg rekan-kaisar
  • Iōannēs V Palaiologos
  • Andronikos IV Palaiologos
  • Iōannēs VII Palaiologos
  • Andronikos V Palaiologos
  • Manouel II Palaiologos
  • Iōannēs VIII Paleologos
  • Kōnstantinos XI Dragasēs Paleologos
  • Dēmētrios Palaiologos
  • Thōmas Palaiologos
  • Andreas Palaiologos
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
  • Republik Romawi
  • Julius Caesar
    Kekaisaran Romawi Suci
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Belanda
  • Norwegia
  • Yunani
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Te Papa (Selandia Baru)
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal
  2. Naik Takhta
  3. Masa Pemerintahan
  4. Pengaruh Eudoxia
  5. Intrik Istana
  6. Hubungan dengan Romawi Barat
  7. Kebijakan Dalam Negeri
  8. Kematian dan Warisan
  9. Keluarga
  10. Orangtua
  11. Pasangan
  12. Anak-anak
  13. Lihat Pula
  14. Referensi
  15. Pranala luar

Artikel Terkait

Kekaisaran Romawi Timur

bagian timur Kekaisaran Romawi

Daftar kaisar Romawi Timur

Kaisar Romawi di wilayah Timur dari tahun 330 hingga 1453

Kekaisaran Romawi

periode Romawi kuno setelah era Republik

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026