Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hadrianus

Hadrianus adalah kaisar Romawi yang berkuasa dari 117 M hingga 138 M. Ia adalah salah satu dari "Lima Kaisar Baik" dalam sejarah Kekaisaran Romawi, dikenal karena reformasi administratif, upaya memperkuat batas-batas kekaisaran, serta minatnya yang besar pada seni, arsitektur, dan filsafat. Pemerintahannya menandai periode perdamaian relatif, stabilitas, dan konsolidasi kekaisaran setelah ekspansi besar-besaran oleh pendahulunya.

Kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 117 hingga 138 M
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hadrianus
Hadrian

Hadrianus (Publius Aelius Hadrianus) adalah kaisar Romawi yang berkuasa dari 117 M hingga 138 M. Ia adalah salah satu dari "Lima Kaisar Baik" dalam sejarah Kekaisaran Romawi, dikenal karena reformasi administratif, upaya memperkuat batas-batas kekaisaran, serta minatnya yang besar pada seni, arsitektur, dan filsafat. Pemerintahannya menandai periode perdamaian relatif, stabilitas, dan konsolidasi kekaisaran setelah ekspansi besar-besaran oleh pendahulunya.

Kehidupan Awal

Hadrianus lahir pada 24 Januari 76 M di Italica, dekat Hispania (Spanyol modern). Keluarganya adalah keturunan bangsawan Italia yang telah lama menetap di Hispania. Ayahnya, Publius Aelius Afer, meninggal ketika Hadrianus masih muda, dan Hadrianus kemudian berada di bawah pengawasan sepupunya, Trajanus, yang nantinya menjadi kaisar. Hadrianus menerima pendidikan formal yang sangat baik, dengan penekanan pada sastra Yunani, filsafat, dan seni militer, yang nantinya akan sangat memengaruhi masa pemerintahannya.

Karier Militer dan Awal Politik

Hadrianus memulai karier militernya di bawah pemerintahan Kaisar Nerva, dan selama masa kekuasaan Trajanus, Hadrianus menunjukkan kemampuan luar biasa dalam administrasi dan strategi militer. Ia bertugas di beberapa kampanye militer, terutama selama perang Dacia yang dipimpin oleh Trajanus. Kesetiaannya kepada Trajanus membuatnya diangkat ke beberapa jabatan penting, termasuk sebagai legatus (komandan militer) di beberapa provinsi kekaisaran.

Pada tahun 117 M, ketika Trajanus meninggal, Hadrianus dipilih sebagai penerusnya. Ada spekulasi bahwa Trajanus, yang tidak memiliki anak, mengadopsi Hadrianus sebagai putranya beberapa saat sebelum kematiannya, meskipun hal ini diragukan oleh beberapa sejarawan.

Pemerintahan (117–138 M)

Konsolidasi Kekuasaan

Hadrianus naik takhta pada masa ketegangan di perbatasan kekaisaran, terutama di Timur. Meskipun Trajanus telah memperluas kekaisaran melalui penaklukan di wilayah Mesopotamia, Hadrianus memilih untuk mundur dari beberapa wilayah baru ini untuk memperkuat dan mengkonsolidasikan perbatasan kekaisaran. Ia menghentikan ekspansi Romawi dan menegakkan kebijakan defensif yang lebih kuat, fokus pada pembangunan dan perlindungan batas-batas yang ada.

Tembok Hadrianus

Artikel utama: Tembok Hadrianus

Salah satu pencapaian terbesar Hadrianus adalah pembangunan Tembok Hadrianus di Britania pada tahun 122 M, yang dirancang untuk menjaga provinsi Romawi dari serangan suku-suku barbar di utara. Tembok ini membentang sekitar 117 kilometer dan dilengkapi dengan kastil-kastil kecil, menara pengawas, serta parit-parit pertahanan. Proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai benteng militer, tetapi juga sebagai simbol kekuatan dan kekuasaan Romawi.

Reformasi Militer dan Administrasi

Hadrianus dikenal sebagai seorang administrator yang efisien. Ia mengunjungi hampir setiap provinsi Romawi selama masa pemerintahannya, memperkuat pasukan militer di perbatasan dan memperbaiki administrasi daerah-daerah kekaisaran. Salah satu reformasi pentingnya adalah reorganisasi militer dengan meningkatkan efisiensi pasukan di perbatasan dan memperkenalkan disiplin yang lebih ketat di antara legiun Romawi. Hadrianus juga memperkuat birokrasi pusat dengan menunjuk pejabat-pejabat yang kompeten dan mengurangi pengaruh aristokrasi Romawi dalam pemerintahan.

Kebijakan Luar Negeri

Hadrianus menerapkan kebijakan luar negeri yang jauh lebih damai dibandingkan pendahulunya. Ia menegosiasikan perjanjian dengan tetangga kekaisaran, seperti Parthia, dan menjaga stabilitas di wilayah-wilayah perbatasan melalui aliansi serta pernikahan politik. Fokusnya adalah pada stabilitas jangka panjang daripada ekspansi teritorial yang terus-menerus.

Minat pada Seni dan Budaya Yunani

Hadrianus sangat terpesona dengan budaya Yunani, yang terlihat dari kegemarannya terhadap filsafat, sastra, dan seni Yunani. Ia dikenal sebagai Philhellene (pecinta Yunani) dan sering mengunjungi Athena, tempat ia membangun banyak bangunan dan kuil. Salah satu kontribusi utamanya adalah penyelesaian Kuil Zeus Olimpius di Athena, yang telah lama terbengkalai. Ia juga mendirikan kota baru bernama Hadrianopolis (sekarang Edirne di Turki modern).

Hadrianus juga menghidupkan kembali institusi Yunani kuno seperti Panhellenion, sebuah liga yang menghubungkan kota-kota Yunani di bawah kepemimpinan simbolis Athena.

Hubungan dengan Antinous

Artikel utama: Antinous

Hadrianus terkenal karena hubungannya yang erat dengan seorang pemuda Yunani bernama Antinous. Ketika Antinous meninggal secara tragis di Sungai Nil pada tahun 130 M, Hadrianus sangat terpukul dan memutuskan untuk mendirikan berbagai monumen untuk menghormati kekasihnya itu, termasuk mendirikan kota Antinopolis di Mesir dan membangun patung-patung Antinous di seluruh kekaisaran.

Akhir Kehidupan dan Warisan

Pada tahun-tahun terakhir masa pemerintahannya, Hadrianus menderita berbagai masalah kesehatan, yang membuatnya tidak dapat memerintah secara efektif. Pada tahun 136 M, ia mengadopsi Aelius Caesar sebagai pewarisnya, tetapi setelah kematian Aelius pada tahun 138 M, Hadrianus mengadopsi Antoninus Pius, yang akhirnya menggantikannya sebagai kaisar.

Hadrianus meninggal pada 10 Juli 138 M di Baiae, Italia, dan dimakamkan di Mausoleum Hadrianus (sekarang Castel Sant'Angelo) di Roma. Pemerintahannya selama 21 tahun dianggap sebagai salah satu yang paling damai dan sejahtera dalam sejarah Romawi. Kaisar Hadrianus dikenang karena reformasinya yang efektif, fokusnya pada seni dan budaya, serta pencapaiannya dalam memperkuat batas-batas kekaisaran.

Lihat Pula

  • Tembok Hadrianus
  • Kekaisaran Romawi
  • Trajanus
  • Antoninus Pius

Referensi

  • Barnes, T. D. (1967). "Hadrian and Lucius Verus". Journal of Roman Studies. 57 (1/2): 65–79.
  • Birley, Anthony R. (1997). Hadrian. The restless emperor. London: Routledge. ISBN 0-415-16544-X.
  • Lambert, Royston (1997). Beloved and God: the story of Hadrian and Antinous. London: Phoenix Giants. ISBN 1-85799-944-4.
  • Speller, Elizabeth (2003). Following Hadrian: a second-century journey through the Roman Empire. London: Review. ISBN 0-7472-6662-X.
  • Syme, Ronald (1997) [1958]. Tacitus. Oxford: Oxford University Press. ISBN 0-19-814327-3.
  • Syme, Ronald (1988). "Journeys of Hadrian" (PDF). Zeitschrift für Papyrologie und Epigraphik. 73: 159–170. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2007-06-21. Diakses tanggal 2006-12-12. Reprinted in Syme, Ronald (1991). Roman Papers VI. Oxford: Clarendon Press. hlm. 346–357. ISBN 0-19-814494-6.
  • Yourcenar, Marguerite. Memoirs of Hadrian. New York: Farrar, Straus and Giroux. ISBN 0-374-52926-4.
  • Edward Gibbon, The Decline and Fall of the Roman Empire, vol. I, 1776;

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Publius Aelius Traianus Hadrianus.
  • Historia Augusta: Life of Hadrian Diarsipkan 2020-06-10 di Wayback Machine.
  • Hadrian, in: De Imperatoribus Romanis, An Online Encyclopedia of Roman Emperors Diarsipkan 2011-04-08 di Wayback Machine.
  • Hadrian coinage Diarsipkan 2008-05-17 di Wayback Machine.
  • Temple of Hadrian Diarsipkan 2010-04-15 di Wayback Machine. Quicktime VR, Rome
  • Catholic Encyclopedia article Diarsipkan 2007-04-06 di Wayback Machine.
  • A Bibliography Diarsipkan 2007-06-06 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Daftar kaisar Romawi bersatu, Barat, dan Timur
  • Kaisar Romawi
  • Raja Romawi
Principatus
27 SM – 235 M
  • Augustus
  • Tiberius
  • Caligula
  • Claudius
  • Nero
  • Galba
  • Otho
  • Vitellius
  • Vespasianus
  • Titus
  • Domitianus
  • Nerva
  • Trajanus
  • Hadrianus
  • Antoninus Pius
  • Marcus Aurelius dan Lucius Verus
  • Commodus
  • Pertinax
  • Didius Julianus
  • (Pescennius Niger)
  • (Clodius Albinus)
  • Septimius Severus
  • Caracalla dgn Geta
  • Macrinus dgn Diadumenian
  • Elagabalus
  • Alexander Severus
Krisis
235–284
  • Maximinus Thrax
  • Gordian I dan Gordian II
  • Pupienus dan Balbinus
  • Gordian III
  • Filipus si Arab dan Philippus II
  • Decius dgn Herennius Etruscus
  • Hostilian
  • Trebonianus Gallus dgn Volusianus
  • Aemilianus
  • Valerian
  • Gallienus dgn Saloninus dan Valerianus II
  • Klaudius Gothikus
  • Kuintillus
  • Aurelianus
  • Tacitus
  • Florianus
  • Probus
  • Carus
  • Carinus dan Numerianus
  • Kaisar-kaisar Galia:
  • Postumus
  • (Laelianus)
  • Marius
  • Victorinus
  • (Domitianus II)
  • Tetricus I dgn Tetricus II sbg Caesar
Dominatus
284–395
  • Diokletianus (seluruh kekaisaran)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat) dgn Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) dgn Severus (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) Severus (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Maxentius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Licinius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Maxentius (sendiri)
  • Licinius (Barat) dan Maximinus II (Timur) dgn Konstantinus Agung (proklamasi sendiri sbg Augustus) dan Valerius Valens
  • Licinius (Timur) dan Konstantinus Agung (Barat) dgn Lisinius II, Konstantinus II dan Krispus sbg Caesar
  • Martinianus
  • Konstantinus Agung (seluruh kekaisaran) dgn putra Krispus sbg Caesar
  • Konstantinus II
  • Konstans
  • Magnentius
  • Decentius sbg Caesar
  • Konstantius II dgn Vetranio
  • Flavius Claudius Julianus
  • Yovianus
  • Valentinianus I
  • Valens
  • Gratianus
  • Valentinianus II
  • Magnus Maximus dgn Victor
  • Theodosius I
  • Flavius Eugenius
Romawi Barat
395–480
  • Honorius
  • Konstantinus III dgn putra Konstans II
  • Priskus Attalus
  • Konstantius III
  • Ioannes
  • Valentinianus III
  • Petronius Maximus dgn Palladius
  • Avitus
  • Majorianus
  • Libius Severus
  • Anthemius
  • Olybrius
  • Glycerius
  • Julius Nepos
  • Romulus Augustus
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
  • Arcadius
  • Theodosius II
  • Marcianus
  • Leo I
  • Leo II
  • Zeno (pemerintahan pertama)
  • Basiliskus dgn putra Marcus sbg rekan-kaisar
  • Zeno (pemerintahan kedua)
  • Anastasius I Dicorus
  • Yustinus I
  • Yustinianus I
  • Yustinus II
  • Tiberius II Konstantinus
  • Mauricius dgn putra Theodosius sbg rekan-kaisar
  • Phocas
  • Heraklius
  • Heraklius Konstantinus
  • Heraklonas
  • Konstans II
  • Konstantinus IV dgn saudara-saudara Heraklius dan Tiberius dan kemudian Yustinianus II sbg rekan-kaisar
  • Yustinianus II (pemerintahan pertama)
  • Leontios
  • Tiberius III
  • Yustinianus II (pemerintahan kedua) dgn putra Tiberius sbg rekan-kaisar
  • Filippikos Bardanes
  • Anastasius II
  • Theodosius III
  • Leōn III
  • Kōnstantinos V
  • Artabasdos
  • Leōn IV Khazar
  • Kōnstantinos VI
  • Irene
  • Nikēphoros I
  • Stavrakos
  • Mikhaēl I Rangabes dgn putra Theophylaktos sbg rekan-kaisar
  • Leo V Armenia dgn Konstantinus sbg kaisar junior
  • Mikhaēl II
  • Theophilos
  • Mikhaēl III
  • Basileios I
  • Leōn VI
  • Alexander
  • Konstantinus VII
  • Romanos I Lekapenos dgn putra-putra Christopher Lakapenos, Stefanos Lakapinos dan Konstantinos Lakapinos sbg rekan-kaisar junior
  • Rōmanos II
  • Nikēphoros II Phōkas
  • Iōannēs I Tzimiskēs
  • Basileios II Boulgaroktonos
  • Kōnstantinos VIII
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Rōmanos III Argyros
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Mikhaēl IV Paphlagōn
  • Mikhael V Kalafatis
  • Zōē (pemerintahan kedua) dgn Theodōra dan Kōnstantinos IX Monomakhos
  • Kōnstantinos IX Monomakhos (kaisar tunggal)
  • Theodōra
  • Mikhaēl VI Bringas
  • Isaakius I Komnenos
  • Konstantinus X Doukas
  • Mikhaēl VII Doukas dgn saudara-saudara Andronikos dan Konstantios dan putra Kōnstantinos
  • Rōmanos IV Diogenēs
  • Nikephoros III Botaneiates
  • Alexios I Komnenos
  • Iōannēs II Komnēnos dgn Alexius Komnenus sbg rekan-kaisar
  • Manouēl I Komnēnos
  • Alexios II Komnēnos
  • Andronikos I Komnenos
  • Isaakius II Angelus
  • Alexius III Angelus
  • Alexios IV Angelus
  • Nikolaos Kanavos (dipilih oleh Senat)
  • Alexios V Doukas
Kekaisaran Nicea
1204–1261
  • Konstantinos Laskaris
  • Theodōros I Laskaris
  • Iōannēs III Doukas Vatatzēs
  • Theodōros II Doukas Laskaris
  • Ioannes IV Laskaris
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
  • Mikhaēl VIII Paleologos
  • Andronikos II Palaiologos dgn Mikhaēl IX Paleologos sbg rekan-kaisar
  • Andronikos III Palaiologos
  • Iōannēs V Paleologos
  • Iōannēs VI Kantakouzēnos dgn Iōannēs V Palaiologos dan Matthaios Asanēs Kantakouzēnos sbg rekan-kaisar
  • Iōannēs V Palaiologos
  • Andronikos IV Palaiologos
  • Iōannēs VII Palaiologos
  • Andronikos V Palaiologos
  • Manouel II Palaiologos
  • Iōannēs VIII Paleologos
  • Kōnstantinos XI Dragasēs Paleologos
  • Dēmētrios Palaiologos
  • Thōmas Palaiologos
  • Andreas Palaiologos
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
  • Republik Romawi
  • Julius Caesar
    Kekaisaran Romawi Suci
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
    • 3
    • 4
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Portugal
  • Belanda
  • Norwegia
  • Kroasia
  • Chili
    • 2
  • Yunani
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
  • Belgia
Seniman
  • ULAN
Orang
  • Structurae
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • Te Papa (Selandia Baru)
  • RISM
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal
  2. Karier Militer dan Awal Politik
  3. Pemerintahan (117–138 M)
  4. Konsolidasi Kekuasaan
  5. Tembok Hadrianus
  6. Reformasi Militer dan Administrasi
  7. Kebijakan Luar Negeri
  8. Minat pada Seni dan Budaya Yunani
  9. Hubungan dengan Antinous
  10. Akhir Kehidupan dan Warisan
  11. Lihat Pula
  12. Referensi
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Kaisar Romawi

gelar yang digunakan oleh penguasa Kekaisaran Romawi

Kekaisaran Romawi

periode Romawi kuno setelah era Republik

Augustus

Kaisar Romawi pertama dari 27 SM hingga 14 M

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026