Anastasius II adalah seorang kaisar Bizantium yang memerintah dari tahun 713 hingga 715. Ia naik takhta setelah pemberontakan melawan Kaisar Philippikos Bardanes. Masa pemerintahannya tergolong singkat, tetapi ia diingat sebagai penguasa yang berusaha memperbaiki administrasi dan pertahanan Kekaisaran Bizantium yang kala itu menghadapi ancaman eksternal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Anastasius II | |
|---|---|
| Kaisar Bizantium Kekaisaran Bizantium | |
Koin Anastasius II | |
| Berkuasa | 713–715 |
| Pendahulu | Filippikos |
| Penerus | Theodosius III |
| Kematian | 719 |
Anastasius II (bahasa Yunani: Ἀναστάσιος Β΄; nama asli: Artemius; wafat sekitar tahun 719) adalah seorang kaisar Bizantium yang memerintah dari tahun 713 hingga 715. Ia naik takhta setelah pemberontakan melawan Kaisar Philippikos Bardanes. Masa pemerintahannya tergolong singkat, tetapi ia diingat sebagai penguasa yang berusaha memperbaiki administrasi dan pertahanan Kekaisaran Bizantium yang kala itu menghadapi ancaman eksternal.
Anastasius II lahir dengan nama Artemius dan berasal dari latar belakang yang tidak tercatat secara rinci dalam sejarah. Kariernya mulai dikenal ketika ia dilibatkan dalam pemerintahan sebagai pejabat kekaisaran, meskipun detail kehidupannya sebelum menjadi kaisar tidak banyak diketahui.
Anastasius II naik takhta pada Juni 713 setelah pasukan di Konstantinopel memberontak melawan Kaisar Philippikos Bardanes yang kehilangan dukungan karena kebijakan dan ketidakstabilannya. Pasukan berhasil menggulingkan Philippikos, dan Artemius kemudian dinobatkan sebagai kaisar dengan nama Anastasius II.
Setelah naik takhta, Anastasius II berupaya melakukan reformasi dan memperbaiki kondisi dalam negeri. Berikut beberapa kebijakan utamanya:
Meskipun Anastasius melakukan reformasi yang signifikan, pemerintahannya tidak berlangsung lama. Pada tahun 715, muncul pemberontakan di wilayah Opsikion yang mendukung Theodosius III sebagai kaisar. Anastasius berusaha melawan pemberontakan ini tetapi gagal mempertahankan kekuasaannya, sehingga ia melarikan diri ke Nicea. Di sana, ia akhirnya dipaksa menyerah, dan Theodosius III dinobatkan sebagai kaisar baru.
Setelah menyerah, Anastasius memilih kehidupan religius dan menjadi seorang biarawan. Pada tahun 719, ia diduga terlibat dalam pemberontakan yang mencoba menggulingkan Kaisar Leo III. Namun, pemberontakan tersebut gagal, dan Anastasius ditangkap serta dihukum mati.
| Gelar | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Philippikos |
Kaisar Bizantium 713–715 |
Diteruskan oleh: Theodosius III |