Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Valentinianus II

Valentinianus II adalah seorang Kaisar Romawi Barat yang memerintah dari tahun 375 hingga kematiannya pada tahun 392. Ia naik takhta sebagai seorang anak di bawah umur setelah kematian ayahnya, Valentinianus I, dan pemerintahannya ditandai dengan ketegangan politik internal serta pengaruh signifikan dari pejabat dan jenderal yang kuat. Meskipun masa kekuasaannya penuh gejolak, pemerintahan Valentinianus II berperan penting dalam mempertahankan stabilitas Kekaisaran Romawi Barat selama periode transisi yang sulit.

Kaisar Romawi Barat yang memerintah dari tahun 375 hingga kematiannya pada tahun 392
Diperbarui 12 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Valentinianus II
Valentinianus II
Kaisar Romawi Barat
Berkuasa22 November 375 – 15 Mei 392
PendahuluValentinianus I
PenerusEugenius dan Theodosius I
Kelahiran371
Trier
Kematian15 Mei 392
Vienne
WangsaValentinianus

Valentinianus II adalah seorang Kaisar Romawi Barat yang memerintah dari tahun 375 hingga kematiannya pada tahun 392. Ia naik takhta sebagai seorang anak di bawah umur setelah kematian ayahnya, Valentinianus I, dan pemerintahannya ditandai dengan ketegangan politik internal serta pengaruh signifikan dari pejabat dan jenderal yang kuat. Meskipun masa kekuasaannya penuh gejolak, pemerintahan Valentinianus II berperan penting dalam mempertahankan stabilitas Kekaisaran Romawi Barat selama periode transisi yang sulit.

Kehidupan Awal

Valentinianus II lahir pada tahun 371 di Treveri (sekarang Trier, Jerman) sebagai putra bungsu Kaisar Valentinianus I dan istri keduanya, Justina. Sebagai anggota Dinasti Valentinianus, ia dibesarkan dalam lingkungan istana yang penuh dengan intrik politik dan militer. Saat ayahnya meninggal mendadak pada tahun 375, Valentinianus II baru berusia empat tahun.

Kenaikan Takhta

Setelah kematian Valentinianus I, pasukan Romawi di Pannonia memproklamirkan Valentinianus II sebagai kaisar untuk menjaga stabilitas wilayah. Penunjukan ini terutama didorong oleh kebutuhan untuk melindungi wilayah barat kekaisaran dari ancaman eksternal, terutama suku-suku barbar.

Karena usianya yang muda, kekuasaan sebenarnya berada di tangan ibunya, Justina, serta pejabat tinggi dan panglima militer seperti Merobaudes dan kemudian Magnus Maximus.

Pemerintahan

Pengaruh Justina dan Pertikaian dengan Gratianus

Selama masa kecilnya, Valentinianus II berada di bawah naungan kakak tirinya, Kaisar Gratianus, yang memerintah Kekaisaran Romawi Barat secara de facto. Namun, hubungan antara Justina dan Gratianus sering kali tegang, terutama karena perbedaan agama. Justina adalah seorang Arianis, sedangkan Gratianus mendukung kebijakan pro-Nicene.

Perebutan Kekuasaan Magnus Maximus

Pada tahun 383, Magnus Maximus, seorang jenderal di Britania, memberontak melawan Gratianus dan membunuhnya. Setelah itu, Maximus mencoba mengambil alih wilayah Valentinianus II. Dengan dukungan Theodosius I, Kaisar Romawi Timur, Valentinianus II berhasil mempertahankan takhta.

Peran dalam Konflik Agama

Valentinianus II menghadapi konflik agama yang semakin intens antara Arianis dan Nicene. Justina mencoba melindungi umat Arianis, tetapi upayanya sering mendapat perlawanan dari uskup-uskup Nicene, terutama Santo Ambrosius dari Milan.

Pada tahun 386, Valentinianus II terpaksa menghadapi tekanan besar dari Theodosius I untuk mendukung ortodoksi Nicene, meskipun ibunya terus mendukung Arianisme.

Hubungan dengan Theodosius I

Setelah kematian Justina pada tahun 388, Valentinianus II menjadi lebih bergantung pada Theodosius I. Dalam kenyataan, kekuasaan efektifnya semakin berkurang karena Theodosius mengambil peran sebagai pelindung dan penasihat utama.

Kematian

Valentinianus II ditemukan tewas di Vienne (sekarang di Prancis modern) pada 15 Mei 392, dalam kondisi yang mencurigakan. Penyebab kematiannya diperdebatkan, dengan beberapa sumber menyebutkan bunuh diri, sementara yang lain mencurigai pembunuhan atas perintah jenderalnya, Arbogast.

Kematian Valentinianus II membuka jalan bagi Theodosius I untuk menyatukan Kekaisaran Romawi Barat dan Timur untuk terakhir kalinya sebelum pembagian permanen kekaisaran pada tahun 395.

Referensi

  1. Heather, Peter. The Fall of the Roman Empire: A New History. Oxford University Press, 2005.
  2. Matthews, John. Western Aristocracies and Imperial Court, AD 364-425. Oxford University Press, 1975.
  3. Burns, Thomas S. Barbarians Within the Gates of Rome. Indiana University Press, 1994.

Pranala luar

Media terkait Valentinianus II di Wikimedia Commons

Valentinianus II
Wangsa Valentinianus
Lahir: 371 Meninggal: 15 Mei 392
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Valentinianus I
Kaisar Romawi Barat
371–392
Bersama dengan: Valens, Gratianus dan Theodosius I
Diteruskan oleh:
Theodosius I
  • l
  • b
  • s
Daftar kaisar Romawi bersatu, Barat, dan Timur
  • Kaisar Romawi
  • Raja Romawi
Principatus
27 SM – 235 M
  • Augustus
  • Tiberius
  • Caligula
  • Claudius
  • Nero
  • Galba
  • Otho
  • Vitellius
  • Vespasianus
  • Titus
  • Domitianus
  • Nerva
  • Trajanus
  • Hadrianus
  • Antoninus Pius
  • Marcus Aurelius dan Lucius Verus
  • Commodus
  • Pertinax
  • Didius Julianus
  • (Pescennius Niger)
  • (Clodius Albinus)
  • Septimius Severus
  • Caracalla dgn Geta
  • Macrinus dgn Diadumenian
  • Elagabalus
  • Alexander Severus
Krisis
235–284
  • Maximinus Thrax
  • Gordian I dan Gordian II
  • Pupienus dan Balbinus
  • Gordian III
  • Filipus si Arab dan Philippus II
  • Decius dgn Herennius Etruscus
  • Hostilian
  • Trebonianus Gallus dgn Volusianus
  • Aemilianus
  • Valerian
  • Gallienus dgn Saloninus dan Valerianus II
  • Klaudius Gothikus
  • Kuintillus
  • Aurelianus
  • Tacitus
  • Florianus
  • Probus
  • Carus
  • Carinus dan Numerianus
  • Kaisar-kaisar Galia:
  • Postumus
  • (Laelianus)
  • Marius
  • Victorinus
  • (Domitianus II)
  • Tetricus I dgn Tetricus II sbg Caesar
Dominatus
284–395
  • Diokletianus (seluruh kekaisaran)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat) dgn Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) dgn Severus (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) Severus (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Maxentius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Licinius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Maxentius (sendiri)
  • Licinius (Barat) dan Maximinus II (Timur) dgn Konstantinus Agung (proklamasi sendiri sbg Augustus) dan Valerius Valens
  • Licinius (Timur) dan Konstantinus Agung (Barat) dgn Lisinius II, Konstantinus II dan Krispus sbg Caesar
  • Martinianus
  • Konstantinus Agung (seluruh kekaisaran) dgn putra Krispus sbg Caesar
  • Konstantinus II
  • Konstans
  • Magnentius
  • Decentius sbg Caesar
  • Konstantius II dgn Vetranio
  • Flavius Claudius Julianus
  • Yovianus
  • Valentinianus I
  • Valens
  • Gratianus
  • Valentinianus II
  • Magnus Maximus dgn Victor
  • Theodosius I
  • Flavius Eugenius
Romawi Barat
395–480
  • Honorius
  • Konstantinus III dgn putra Konstans II
  • Priskus Attalus
  • Konstantius III
  • Ioannes
  • Valentinianus III
  • Petronius Maximus dgn Palladius
  • Avitus
  • Majorianus
  • Libius Severus
  • Anthemius
  • Olybrius
  • Glycerius
  • Julius Nepos
  • Romulus Augustus
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
  • Arcadius
  • Theodosius II
  • Marcianus
  • Leo I
  • Leo II
  • Zeno (pemerintahan pertama)
  • Basiliskus dgn putra Marcus sbg rekan-kaisar
  • Zeno (pemerintahan kedua)
  • Anastasius I Dicorus
  • Yustinus I
  • Yustinianus I
  • Yustinus II
  • Tiberius II Konstantinus
  • Mauricius dgn putra Theodosius sbg rekan-kaisar
  • Phocas
  • Heraklius
  • Heraklius Konstantinus
  • Heraklonas
  • Konstans II
  • Konstantinus IV dgn saudara-saudara Heraklius dan Tiberius dan kemudian Yustinianus II sbg rekan-kaisar
  • Yustinianus II (pemerintahan pertama)
  • Leontios
  • Tiberius III
  • Yustinianus II (pemerintahan kedua) dgn putra Tiberius sbg rekan-kaisar
  • Filippikos Bardanes
  • Anastasius II
  • Theodosius III
  • Leōn III
  • Kōnstantinos V
  • Artabasdos
  • Leōn IV Khazar
  • Kōnstantinos VI
  • Irene
  • Nikēphoros I
  • Stavrakos
  • Mikhaēl I Rangabes dgn putra Theophylaktos sbg rekan-kaisar
  • Leo V Armenia dgn Konstantinus sbg kaisar junior
  • Mikhaēl II
  • Theophilos
  • Mikhaēl III
  • Basileios I
  • Leōn VI
  • Alexander
  • Konstantinus VII
  • Romanos I Lekapenos dgn putra-putra Christopher Lakapenos, Stefanos Lakapinos dan Konstantinos Lakapinos sbg rekan-kaisar junior
  • Rōmanos II
  • Nikēphoros II Phōkas
  • Iōannēs I Tzimiskēs
  • Basileios II Boulgaroktonos
  • Kōnstantinos VIII
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Rōmanos III Argyros
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Mikhaēl IV Paphlagōn
  • Mikhael V Kalafatis
  • Zōē (pemerintahan kedua) dgn Theodōra dan Kōnstantinos IX Monomakhos
  • Kōnstantinos IX Monomakhos (kaisar tunggal)
  • Theodōra
  • Mikhaēl VI Bringas
  • Isaakius I Komnenos
  • Konstantinus X Doukas
  • Mikhaēl VII Doukas dgn saudara-saudara Andronikos dan Konstantios dan putra Kōnstantinos
  • Rōmanos IV Diogenēs
  • Nikephoros III Botaneiates
  • Alexios I Komnenos
  • Iōannēs II Komnēnos dgn Alexius Komnenus sbg rekan-kaisar
  • Manouēl I Komnēnos
  • Alexios II Komnēnos
  • Andronikos I Komnenos
  • Isaakius II Angelus
  • Alexius III Angelus
  • Alexios IV Angelus
  • Nikolaos Kanavos (dipilih oleh Senat)
  • Alexios V Doukas
Kekaisaran Nicea
1204–1261
  • Konstantinos Laskaris
  • Theodōros I Laskaris
  • Iōannēs III Doukas Vatatzēs
  • Theodōros II Doukas Laskaris
  • Ioannes IV Laskaris
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
  • Mikhaēl VIII Paleologos
  • Andronikos II Palaiologos dgn Mikhaēl IX Paleologos sbg rekan-kaisar
  • Andronikos III Palaiologos
  • Iōannēs V Paleologos
  • Iōannēs VI Kantakouzēnos dgn Iōannēs V Palaiologos dan Matthaios Asanēs Kantakouzēnos sbg rekan-kaisar
  • Iōannēs V Palaiologos
  • Andronikos IV Palaiologos
  • Iōannēs VII Palaiologos
  • Andronikos V Palaiologos
  • Manouel II Palaiologos
  • Iōannēs VIII Paleologos
  • Kōnstantinos XI Dragasēs Paleologos
  • Dēmētrios Palaiologos
  • Thōmas Palaiologos
  • Andreas Palaiologos
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
  • Republik Romawi
  • Julius Caesar
    Kekaisaran Romawi Suci
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
    • 3
    • 4
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
  • Norwegia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal
  2. Kenaikan Takhta
  3. Pemerintahan
  4. Pengaruh Justina dan Pertikaian dengan Gratianus
  5. Perebutan Kekuasaan Magnus Maximus
  6. Peran dalam Konflik Agama
  7. Hubungan dengan Theodosius I
  8. Kematian
  9. Referensi
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar kaisar Romawi Timur

Kaisar Romawi di wilayah Timur dari tahun 330 hingga 1453

Augustus

Kaisar Romawi pertama dari 27 SM hingga 14 M

Makedonia (kerajaan kuno)

kerajaan bangsa Yunani Kuno

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026