Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bayinnaung

Bayinnaung Kyawhtin Nawrahta dengan nama pribadi Maung Yeh Htut (ရှင်ရဲထွတ်) adalah raja Dinasti Toungoo di Burma. Selama 31 tahun kekuasaannya, yang disebut sebagai "ledakan energi manusia terbesar di Burma", Bayinnaung telah membangun kerajaan terbesar dalam sejarah Asia Tenggara, meliputi wilayah yang sekarang ini adalah Burma, Negeri Shan Tiongkok, Lanna, Lan Xang, Manipur, dan Siam. [.

Wikipedia article
Diperbarui 12 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bayinnaung
Bayinnaung
ဘုရင့်နောင်
Raja Toungoo
Patung Raja Bayinnaung di depan Museum Nasional Myanmar
Raja Burma
  • Hanthawaddy (1552–1581)
  • Ava (1555–1581)
  • Negara Shan (1557–1581)
  • Manipur (1560–1581)
  • Kerajaan Mao Shan China (1562–1581)
  • Arakan Selatan (1580–1581)
Berkuasa30 April 1550 – 10 Oktober 1581
Penobatan11 Januari 1551 di Toungoo
12 January 1554 di Pegu
PendahuluTabinshwehti
PenerusNanda Bayin
Kepala MenteriBinnya Dala (1559–1573)
Penguasa Lanna
Berkuasa2 April 1558 – 10 Oktober 1581
PendahuluJabatan baru
PenerusNanda Bayin
RajaMekuti (1558–1563)
Visuddhadevi (1565–1579)
Nawrahta Minsaw (1579–1581)
Penguasa Siam
Berkuasa18 Februari 1564 – 10 Oktober 1581
PendahuluJabatan baru
PenerusNanda Bayin
RajaMahinthrathirat (1564–1568)
Maha Thammarachathirat (1569–1581)
Penguasa Lan Xang
Berkuasa2 Januari 1565 – c. Januari 1568
Februari 1570 – awal 1572
6 Desember 1574 – 10 Oktober 1581
PendahuluJabatan baru
PenerusNanda Bayin
RajaMaing Pat Sawbwa (1565–1568, 1570–1572)
Maha Ouparat (1574–1581)
KelahiranYe Htut
(1516-01-16)16 Januari 1516
Toungoo
Kematian10 Oktober 1581(1581-10-10) (umur 65)
Pegu
Pemakaman15 Oktober 1581
Istana Kanbawzathadi
PermaisuriAtula Thiri
Sanda Dewi
Yaza Dewi
Suphankanlaya
Keturunan
di antaranya...
Inwa Mibaya
Nanda Bayin
Nawrahta Minsaw
Nyaungyan Min
Min Khin Saw
Yaza Datu Kalaya
Thiri Thudhamma Yaza
Nama lengkap
Thiri Tri Bawa Naditra Pawara Pandita Thudhamma Yaza Maha Dipadi
Nama takhta
Sīri Tribhuvanāditya Pavara Paṇḍita Sudhammarājā Mahādhipati

သီရိ တြိဘု၀နာဒိတျ ပ၀ရ ပဏ္ဍိတ သုဓမ္မရာဇာ မဟာဓိပတိ
Sīri pavara Mahādhammarājādhirāja

သီရိ ပဝရ မဟာဓမ္မရာဇာဓိရာဇ
WangsaToungoo
AyahMingyi Swe
IbuShin Myo Myat
AgamaBuddha Theravāda
Artikel ini mengandung aksara Burma. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan aksara Burma.

Bayinnaung Kyawhtin Nawrahta (bahasa Burma: ဘုရင်နောင်code: my is deprecated ; IPA: [bayìnnaʊ̀n]; bahasa Thai: บุเรงนองกะยอดินนรธาcode: th is deprecated , RTGS: Burengnong Kayodin Noratha; bahasa Portugis: [Braginoco] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan); 16 Januari 1516 – 10 Oktober 1581) dengan nama pribadi Maung Yeh Htut (ရှင်ရဲထွတ်) adalah raja Dinasti Toungoo di Burma. Selama 31 tahun kekuasaannya, yang disebut sebagai "ledakan energi manusia terbesar di Burma", Bayinnaung telah membangun kerajaan terbesar dalam sejarah Asia Tenggara, meliputi wilayah yang sekarang ini adalah Burma, Negeri Shan Tiongkok, Lanna, Lan Xang, Manipur, dan Siam. [.[1]

Melalui pembangunan-kekaisaran yang sangat bagus dan selalu diingat, warisan abadi Raja Bayinnaung adalah penyatuan Negara-negara Shan ke dalam sistem kepengurusan lembah Irrawaddy. Setelah menaklukkan Negara-negara Shan selama periode 1557 hingga 1563, Sang Raja mengadakan pembenahan kepengurusan yang bertujuan mengurangi kekuasaan penguasa secara turun-temurun, yang dikenal sebagai Saopha. Selain itu, misi Sang Raja juga melakukan penyelarasan antara pemerintahan dan adat istiadat Shan dengan norma-norma Burma dataran rendah. Pembenahan ini secara efektif berhasil menghilangkan ancaman serangan Shan yang terus-menerus ke wilayah Burma Hulu, sumber ketidakstabilan sejak abad ke-13. Kebijakan penyatuan Raja Bayinnaung menjadi model bagi kekuasaan para raja Burma setelahnya, yang melanjutkan pendekatannya hingga tahun 1885.

Namun, Raja Bayinnaung sebagian besar mengikuti model pemerintahan Mandala yang berlaku di seluruh kerajaannya yang luas dan memiliki keragaman budaya. Pemerintahannya atas Kekaisaran Toungoo Pertama digambarkan sebagai "seorang raja (kaisar) tanpa negara (kekaisaran)" yang memegang kendali melalui kesetiaan pribadi kepada raja sebagai Cakrawartin (Raja Alam) dari negara-negara bawahannya, bukan kepada lembaga yang lain. Meskipun kesetiaan ini terus bertahan semasa hidupnya, kesetiaan ini runtuh dengan cepat pasca Sang Raja mangkat pada tahun 1581. Kedua kerajaan, Ava dan Ayutthaya memberontak selama kurang-lebih dua tahun, dan pada tahun 1599, semua negara bawahan telah melepaskan diri, yang mengakibatkan runtuhnya Kekaisaran Toungoo Pertama sepenuhnya.

Ia dianggap sebagai salah satu dari tiga Raja Burma terbesar, bersama dengan Anawrahta dan Alaungpaya. Beberapa tempat terkenal di Myanmar sekarang ini diberi nama sesuai dengan namanya. Ia juga terkenal di Thailand sebagai Phra Chao Chana Sip Thit (พระเจ้าชนะสิบทิศ, "Raja Sepuluh Arah").

Keluarga

Sang raja memiliki tiga permaisuri ratu utama dan lebih dari 50 ratu junior lain. Secara keseluruhan, ia memiliki 97 anak.[note 1] Berikut adalah daftar ratu-ratu terkenal dan keturunannya.

Ratu Peringkat Keturunannya
Atula Thiri Ratu utama Inwa Mibaya, Permaisuri ratu Ava (berkuasa 1555–1584)
Nanda, Raja Burma (berkuasa 1581–1599)
Sanda Dewi Ratu senior (berkuasa 1553–1568)
Ratu utama (berkuasa 1568–1581)
Min Khin Saw, Permaisuri ratu Toungoo (berkuasa 1584–1609)
Yaza Dewi Ratu senior Nawrahta Minsaw, Raja Lanna (berkuasa 1579–1607/1608)
Yaza Datu Kalaya, Putri Mahkota Burma (1586–1593)
Thiri Thudhamma Yaza, Viceroy Martaban (berkuasa 1581–1584)
Khin Pyezon Ratu junior Shin Ubote, Gubernur Nyaungyan (berkuasa 1573–81)
Nyaungyan, Raja Burma (berkuasa 1599–1605)

Ratu Bayinnaung yang terkenal dalam sejarah Thailand adalah Suphankanlaya, putri Raja Maha Thammarachathirat dari Siam.

Catatan

  1. ↑ Baik Maha Yazawin (Maha Yazawin Vol. 3 2006: 77) maupun Hmannan Yazawin (Hmannan Vol. 3 2003: 73) menyebutkan bahwa ia memiliki 3 putra dan 3 putri dari ratu-ratu senior serta 35 putra dan 56 putri dari ratu-ratu junior, sehingga total 97 anak. Tapi, rincian daftar ratu-ratu dan anak-anak mereka menurut Hmannan (Hmannan Vol. 3 2003: 68–73) hanya menyebutkan 86 anak (32 putra dan 54 putri). Anak-anak yang lain disebutkan dalam berbagai bagian kronik. Total akhir ada sedikitnya 92 nama yang berbeda terdiri atas 33 putra dan 59 putri. Perbedaan tersebut mungkin terjadi karena kesalahan pencatatan jenis kelamin dan/atau jumlah anak-anak yang belum diberi nama yang meninggal muda.

Referensi

  1. ↑ Lieberman 2003, hlm. 150-154.

Bibliografi

Aung-Thwin, Michael A.; Maitrii Aung-Thwin (2012). A History of Myanmar Since Ancient Times (Edisi illustrated). Honolulu: University of Hawai'i Press. ISBN 978-1-86189-901-9.
Damrong Rajanubhab (2012). Phra Prawat Somdet Phra Naresuan Maha Rat พระประวัติสมเด็จพระนเรศวรมหาราช [Royal Biography of King Naresuan the Great] (dalam bahasa Thai) (Edisi 5th). Bangkok: Matichon. ISBN 9789740209805. ;
Fernquest, Jon (Autumn 2005). "Min-gyi-nyo, the Shan Invasions of Ava (1524–27), and the Beginnings of Expansionary Warfare in Toungoo Burma: 1486–1539" (PDF). SOAS Bulletin of Burma Research. 3 (2). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 2016-02-25. ;
Harvey, G. E. (1925). History of Burma: From the Earliest Times to 10 March 1824. London: Frank Cass & Co. Ltd.
Htin Aung, Maung (1967). A History of Burma. New York and London: Cambridge University Press.
Kala, U (1724). Maha Yazawin (dalam bahasa Burmese). Vol. 1–3 (Edisi 2006, 4th printing). Yangon: Ya-Pyei Publishing. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Lieberman, Victor B. (2003). Strange Parallels: Southeast Asia in Global Context, c. 800–1830, volume 1, Integration on the Mainland. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-80496-7.
Myint-U, Thant (2006). The River of Lost Footsteps—Histories of Burma. Farrar, Straus and Giroux. ISBN 978-0-374-16342-6.
Phayre, Lt. Gen. Sir Arthur P. (1883). History of Burma (Edisi 1967). London: Susil Gupta.
Royal Historical Commission of Burma (1832). Hmannan Yazawin (dalam bahasa Burmese). Vol. 1–3 (Edisi 2003). Yangon: Ministry of Information, Myanmar. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Sandamala Linkara, Ashin (1931). Rakhine Razawin Thit (dalam bahasa Burmese). Vol. 1–2 (Edisi 1997). Yangon: Tetlan Sarpay. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Sein Lwin Lay, Kahtika U (1968). Mintaya Shwe Hti and Bayinnaung: Ketumadi Taungoo Yazawin (dalam bahasa Burmese) (Edisi 2006, 2nd printing). Yangon: Yan Aung Sarpay. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Simms, Peter; Sanda Simms (2001). The Kingdoms of Laos: Six Hundred Years of History (Edisi illustrated). Psychology Press. ISBN 9780700715312.
Smith, Ronald Bishop (1966). Siam; Or, the History of the Thais: From 1569 A.D. to 1824 A.D. Vol. 2. Decatur Press.
Tarling, Nicholas (1999). The Cambridge History of Southeast Asia. Vol. 2 (Edisi illustrated). Cambridge University Press. ISBN 9780521663700.
Than Tun (1985). The Royal Orders of Burma, A.D. 1598–1885. Vol. 2. Kyoto University.
Thaw Kaung, U (2010). Aspects of Myanmar History and Culture. Yangon: Gangaw Myaing.
Thein Hlaing, U (2000). Research Dictionary of Burmese History (dalam bahasa Burmese) (Edisi 2011, 3rd). Yangon: Khit-Pya Taik. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Wyatt, David K. (2003). Thailand: A Short History (Edisi 2). Yale University Press. ISBN 978-0-300-08475-7.
Yazataman (1579). Hanthawaddy Hsinbyushin Ayedawbon (Edisi 1967). Yangon: Nant-tha.
Yule, Capt. Henry (1857). Dr. Norton Shaw (ed.). "On the Geography of Burma and Its Tributary States". The Journal of the Royal Geographical Society. 27. London: The Royal Geographical Society.

Pranala luar

  • The Changing Nature of Conflict between Burma and Siam as seen from the Growth and Development of Burmese States from the 16th to the 19th Centuries Diarsipkan 2015-07-02 di Wayback Machine., by Pamaree Surakiat,Mar 2006, Asia Research Institute, Singapore.
  • Biography of King Bayinnaung (r. 1551-1581) Diarsipkan 2009-04-01 di Wayback Machine., by U Thaw Kaung.
  • Account of Pegu (c. 1569) Diarsipkan 2009-02-05 di Wayback Machine., by Cesar Fedrici.
  • Voyage to Pegu, and Observations There, Circa 1583 Diarsipkan 2009-02-19 di Wayback Machine., Gaspero Balbi
  • A king of Burma and the Sacred Tooth Relic[pranala nonaktif permanen]
  • The Flight of Lao War Captives from Burma back to Laos in 1596:A Comparison of Historical Sources Diarsipkan 2006-05-18 di Wayback Machine. Jon Fernquest, Mae Fa Luang University, SOAS bulletin, Spring 2005
  • The Kinder Side of a Burmese King Diarsipkan 2012-02-10 di Wayback Machine. The Back Page, The Irrawaddy, February 2007
  • Thai-Burmese Historical Film Breaks Box Office Records Diarsipkan 2012-02-10 di Wayback Machine. Khun Sam, The Irrawaddy, January 25 2007
  • Thai Tourists in Burma Diarsipkan 2012-02-10 di Wayback Machine. Sai Silp, The Irrawaddy, February 2007
Didahului oleh:
Tabinshwehti
Penguasa Dinasti Toungoo
1551-1581
Diteruskan oleh:
Nanda Bayin
  • l
  • b
  • s
Daftar tokoh dengan gelar yang Agung
Asia
selain Timur Tengah
  • Akbar
  • Anawrahta
  • Anyakrakusuma
  • Asoka
  • Bayinnaung
  • Bhumibol Adulyadej
  • Buddha Yodfa Chulaloke
  • Chulalongkorn
  • Gwanggaeto
  • Kangxi
  • Kanishka
  • Mengrai
  • Narai
  • Naresuan
  • Parakramabahu I
  • Raja Raja Chola I
  • Rajendra Chola I
  • Ramkhamhaeng
  • Sejong
  • Sri Baduga Maharaja
  • Taksin
  • Taizong
  • Yu
Eropa
  • Albertus
  • Alfonso III
  • Alfred
  • Bolesław I
  • Fernando
  • Friedrich II
  • Friedrich Wilhelm
  • Gustav II Adolf
  • Henri IV
  • Hugues
  • Ivan III
  • João
  • Karel
  • Kazimierz III
  • Knut
  • Konstantinus
  • Lajos I
  • Llywelyn
  • Louis XIV
  • Paus Dionisius
  • Paus Gregorius
  • Paus Leo
  • Pedro III
  • Pompeius
  • Pyotr I
  • Rhodri
  • Roman
  • Sancho III
  • Simeon I
  • Stefan III
  • Tamar
  • Theoderikus
  • Theodosius I
  • Tigranes
  • Tiridates
  • Valdemar I
  • Valentinianus I
  • Vladimir I
  • Vytautas
  • Yekaterina II
  • Yustinianus I
Timur Tengah
dan Afrika
  • Abbas
  • Antiokhos
  • Ahasyweros I
  • Aleksander
  • Askia Mohammad I
  • Darius
  • Herodes
  • Koresh
  • Mithridates II
  • Mubarak Al-Sabah
  • Nebukadnezar II
  • Radama I
  • Ramses II
  • Reza Shah
  • Sargon
  • Syapur II
  • Süleyman I
  • Timur
  • Umar
Di Amerika
  • Kamehameha I
  • Pacal
  • Yuknoom Ch'een II
  • Motecuzoma II


Flag of MyanmarBiography icon

Artikel bertopik biografi Myanmar ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Keluarga
  2. Catatan
  3. Referensi
  4. Bibliografi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Nyaungyan Min

penyatuan kembali setelah jatuhnya Kekaisaran Toungoo. Ia adalah anak Raja Bayinnaung dan secara perlahan memperoleh kekuasaan di Burma Hulu pada pertengahan

Yangon

kota terbesar di Myanmar

Kerajaan Lan Xang

kerajaan di Asia Tenggara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026