Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Yasodharā

Putri Yasodharā adalah istri dari Siddhattha Gotama, pendiri Buddhisme. Setelah suaminya menjadi seorang Buddha dan mendirikan Sangha, dia juga ikut memasuki Sangha dan mencapai tingkat kesucian Arahat.

Wikipedia article
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Yasodharā
Yasodhara
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
  • Istilah
  • Indeks
  • Garis besar
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Mazhab
  • Konsensus pemersatu
Arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílè Dàdào
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Paritta
  • Sastra Pali
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Sutra Mahāyāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
  • Buddha
  • Bodhisatwa
  • Buddha masa ini:
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
  • 4 tempat suci utama:
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
  • Buddha masa lampau:
  • Kassapa
  • Koṇāgamana
  • Kakusandha
  • Vessabhū
  • Sikhī
  • Vipassī
  • dll.
  • Dīpaṅkara
  • Buddha masa depan:
  • Metteyya
  • Bawahan:
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
    • Kwan Im
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
Keyakinan
  • Ketuhanan
  • Hukum Alam
  • Pandangan
  • Kesesatan
  • Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia
  • Perlindungan
  • Pancasila
  • Karma
    • Kehendak
    • Akibat
  • Punarbawa
  • Alam Kehidupan
  • Samsara
  • Māra
  • Pencerahan
  • Nirwana
  • Acinteyya
Tiga corak
  • Ketidakkekalan
  • Penderitaan
  • Tanpa atma
Gugusan
  • Rupa
  • Kesadaran
  • Persepsi
  • Perasaan
  • Saṅkhāra
  • Nāmarūpa
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Kontak indra
  • Kemunculan Bersebab
Faktor mental
  • Malu
  • Takut
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Delusi
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Kewawasan
  • Bodhipakkhiyā
  • dll.
Meditasi
  • Samatha-vipassanā
    • Jhāna
    • Satipaṭṭhāna
    • Sampajañña
    • Kammaṭṭhāna
      • Anussati
        • Maraṇasati
        • Ānāpānasati
      • Paṭikūlamanasikāra
    • Brahmawihara
      • Cinta kasih
      • Belas kasih
      • Simpati
      • Ketenangan / Keseimbangan batin
  • Abhiññā
    • Iddhi
Bakti
  • Puja
  • Pelimpahan jasa
  • Namaskara
  • Pradaksina
  • Pindapata
  • Ziarah
Praktik lainnya
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Dana
  • Sila
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Usaha
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Astasila
  • Fangseng
  • Sādhu
  • Sangha
  • Parisā
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Pandita
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
  • Kepala wihara
  • Saṅgharāja
Murid penting
  • Biksu:
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • Mahākassapa
  • Ānanda
  • 10 murid utama
  • Biksuni:
  • Pajāpatī Gotamī
  • Khemā
  • Uppalavaṇṇā
  • Kisā Gotamī
  • Upasaka:
  • Tapussa dan Bhallika
  • Anāthapiṇḍika
  • Citta
  • Hatthaka
  • Upasika:
  • Sujātā
  • Khujjuttarā
  • Veḷukaṇḍakiyā
  • Visākhā
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Dhammasālā
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Kelenteng
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Magha
  • Waisak
  • Asalha
  • Kathina
  • Uposatha
  • Hari Lahir Buddha
  • Hari Bodhi
  • Hari Abhidhamma
  • Ulambana
  • Hari Parinirwana
  • Budaya
  • Masyarakat
Produk
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Bendera
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Darmacakra
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Humanisme
  • Kalender
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Sarira
    • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seni rupa
Hubungan dengan …
  • Agama timur
  • Baháʼí
  • Dunia Romawi
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Hinduisme
  • Jainisme
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Penindasan
  • Yahudi
Pandangan tentang …
  • Aborsi
  • Anikonisme
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Ilmu pengetahuan
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Masturbasi
  • Orientasi seksual
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarianisme
  •  Portal Buddhisme
  • l
  • b
  • s

Putri Yasodharā adalah istri dari Siddhattha Gotama, pendiri Buddhisme. Setelah suaminya menjadi seorang Buddha dan mendirikan Sangha (komunitas persaudaraan para biksu dan biksuni), dia juga ikut memasuki Sangha (menjadi seorang biksuni) dan mencapai tingkat kesucian Arahat.

Riwayat Hidup

Yasodharā adalah anak perempuan dari Raja Suppabuddha,[1][2] dan Pamitā, adik perempuan ayah Pangeran Siddhatta, Raja Suddhodana. Ayahnya adalah pemimpin suku Koliya [3] dan ibunya berasal dari suku Shakya. Sakya dan Koliya adalah cabang dari klan Ādicca atau Ikśvāku. Tidak ada klan lain yang dapat menyamai kedua keluarga ini di daerah tersebut sehingga banyak pernikahan yang dilakukan antara kedua keluarga ini.[4]

Yasodharā menikah dengan Pangeran Siddhatta ketika mereka bedua berusia 16 tahun karena mereka lahir pada tanggal yang sama. Pada usia 29 tahun, dia melahirkan seorang putra yang diberi nama Rāhula. Pada hari kelahiran anaknya itu Pangeran Siddhatta pergi meninggalkan istana. Yasodharā menjadi sangat sedih. Mendengar kabar bahwa suaminya telah meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi seorang pertapa, dia pun memutuskan untuk tidak lagi memakai perhiasan dan hanya mengenakan jubah kuning dan makan sehari sekali.[5] Meskipun keluarga aslinya mengirimkan pesan untuk menerimanya kembali, dia tidak menerima tawaran tersebut. Beberapa pangeran pun melamarnya tetapi dia menolaknya. Selama enam tahun pengembaraan Pangeran Siddhatta, demikian pula Putri Yasodhara mengikuti kabar suaminya.

Ketika Buddha mengunjungi Kapilavatthu sesaat setelah pencerahan-Nya, Yasodharā tidak pergi melihat suaminya, tetapi meminta Rāhula untuk pergi menghadap Buddha dan meminta warisan padanya. Beberapa waktu setelah anaknya menjadi seorang samanera, Yasodharā juga memasuki Sangha dan menjadi seorang biksuni. Dia dianggap sebagai yang terpandang dalam hal penguasaan kekuatan supernatural di antara para biksuni. Yasodharā meninggal pada usia 78 tahun,[6] dua tahun sebelum Parinibbāna Buddha.

Nama

Nama Yasodharā (Pali) terdiri dari kata yasa yang berarti "kemenangan, kegemilangan" + dhara yang berarti "pembawa" (berasal dari akar kata dhri yang artinya "membawa, mendukung"]. Oleh karena itu, Yasodharā berarti Pembawa Kemenangan. Nama-nama lain yang disematkan padanya selain Yasodharā adalah Yasodharā Therī, Bimbādevī, Bhaddakaccānā, dan Rāhulamātā (ibu Rāhula).[7]

Referensi

  1. ↑ "IX:12 King Suppabuddha blocks the Lord Buddha's path". Members.tripod.com. 2000-08-13. Diakses tanggal 2009-09-23.
  2. ↑ "Dhammapada Verse 128 Suppabuddhasakya Vatthu". Tipitaka.net. Diakses tanggal 2009-09-23.
  3. ↑ "Koliyā". Palikanon.com. Diakses tanggal 2009-09-23.
  4. ↑ Why was the Sakyan Republic Destroyed? by S. N. Goenka Diarsipkan 2007-02-09 di Wayback Machine. (Translation and adaptation of a Hindi article by S. N. Goenka published by the Vipassana Research Institute in December 2003.)
  5. ↑ "The Compassionate Buddha". Geocities.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-21. Diakses tanggal 2009-09-23.
  6. ↑ The Lord Buddha and His Teachings
  7. ↑ French text: Yashodhara (glorieuse) est la cousine et l’épouse principale de Gautama, mère de son fils Rahula. Connue par les Jatakas (légendes de la vie du Bouddha), elle serait devenue du vivant de Gautama une ascète, une nonne prééminente et l’un des quatre arahants de son entourage possédant l’intuition absolue 1. Les détails de sa légende sont de nos jours surtout populaires dans le bouddhisme theravada. Elle est également nommée Yashodhara Theri (doyenne Yashodhara), Bimbadevi, Bhaddakaccana ou Rahulamata (mère de Rahula). Diarsipkan 2011-07-16 di Wayback Machine.
  • The Buddha and His Teaching, Nārada, Buddhist Missionary Society, Kuala Lumpur, Malaysia, 1988, ISBN 967-9920-44-5

Literatur

  • The First Buddhist Women: Translations and Commentaries on the Therigatha Author: Susan Murcott, ISBN 0-938077-42-2
  • Life of Princess Yashodara: Wife and Disciple of the Lord Buddha Author: Devee, Sunity, ISBN 978-0-7661-5844-3 (13), ISBN 0-7661-5844-6 (10), KESSINGER PUB CO
  • Yashodhara: Six Seasons Without You, by Subhash Jaireth, Wild Peony Pty Ltd, Broadway, NSW, Australia, 2003, ISBN 1-876957-05-0

Pranala luar

  • A Mysterious Being: The Wife of Buddha Diarsipkan 2010-02-04 di Wayback Machine. by Professor Andre Bareau Universite de France (Translated by Kyra Pahlen), the apparent source being a series of three articles published as Recherches sur la biographie du Buddha, Presses de l'École française d'extrême-orient, 1963, 1970 & 1971.
  • Dipankara meets Sumitta and Sumedha
  • Mahásammata
  • The Life of Princess Yashodara: Wife and Disciple of the Lord Buddha
  • Cover 1929
  • IMMEDIATE FAMILY OF THE BUDDHA, 4. Yasodhara by Radhika Abeysekera
  • Theri (500s-200s BCE) Diarsipkan 2011-08-14 di Wayback Machine. Other Women's Voices
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat Hidup
  2. Nama
  3. Referensi
  4. Literatur
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Siddhattha Gotama

Filsuf India dan pendiri Buddhisme (623 atau 563 SM – 543 atau 483 SM)

Buddhisme

Agama dan tradisi filosofis dari anak benua India

Nafsu (Buddhisme)

Konsep Buddhis tentang nafsu keinginan dan kemelekatan yang menjadi akar dari kejahatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026