Komisi Kepolisian Nasional atau disingkat Kompolnas adalah sebuah lembaga kepolisian nasional di Indonesia yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab pada Presiden Indonesia. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Perpres No. 17 Tahun 2005 yang dikeluarkan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lembaga ini bertugas untuk membantu Presiden dalam menetapkan arah kebijakan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan memberikan pertimbangan ke Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri. Sebagai lembaga negara, Kompolnas mendapatkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Komisi Kepolisian Nasional Kompolnas | |
|---|---|
| Gambaran umum | |
| Singkatan | Kompolnas |
| Didirikan | 7 Februari 2005 |
| Dasar hukum pendirian | |
| Sifat | Berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden |
| Struktur | |
| Ketua | Menteri Koordinator Politik dan Keamanan |
| Wakil Ketua | Menteri Dalam Negeri |
| Anggota | Menteri Hukum |
| Sekretaris/Anggota | Irjen Pol. (Purn.) Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo |
| Anggota | Irjen Pol. (Purn.) Ida Oetari Poernamasasi, S.AP., M.A. |
| Anggota | Dr. Supardi Hamid, S.Sos., M.Si. |
| Anggota | Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H. |
| Anggota | Mohammad Choirul Anam, S.H. |
| Anggota | Gufron, S.H.I. |
| Kantor pusat | |
| Jl. Tirtayasa VII No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan | |
| Situs web | |
| kompolnas.go.id | |
Komisi Kepolisian Nasional atau disingkat Kompolnas adalah sebuah lembaga kepolisian nasional di Indonesia yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab pada Presiden Indonesia. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Perpres No. 17 Tahun 2005[1] yang dikeluarkan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lembaga ini bertugas untuk membantu Presiden dalam menetapkan arah kebijakan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan memberikan pertimbangan ke Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri.[3] Sebagai lembaga negara, Kompolnas mendapatkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kompolnas bekerja dengan mengumpulkan dan menganalisis data sebagai bahan pemberian saran kepada Presiden. Saran yang diberikan oleh Kompolnas berkaitan dengan anggaran Polri, pengembangan sumber daya Polri, dan pengembangan sarana dan prasarana Polri, dalam upaya mewujudkan Polri yang profesional dan mandiri. Kompolnas juga menerima saran dan keluhan masyarakat mengenai kinerja kepolisian untuk diteruskan kepada kepada Presiden. Keluhan yang diterima Kompolnas adalah pengaduan masyarakat yang menyangkut penyalahgunaan wewenang, dugaan korupsi, pelayanan yang buruk, perlakuan diskriminasi, dan penggunaan diskresi kepolisian yang keliru. Pengumpulan data dan keluhan masyarakat ini dilakukan melalui jalur media komunikasi elektronik, terutama internet, di mana masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan staf Kompolnas yang sedang aktif di situs Kompolnas.
Komposisi Komisi Kepolisian Nasional terdiri dari ketua, wakil ketua, dan anggota berasal dari unsur pemerintah, pakar kepolisian, dan tokoh masyarakat. Ketua dijabat oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Wakil Ketua dijabat oleh Menteri Dalam Negeri, dan anggota yang terdiri dari Menteri Hukum, pakar kepolisian, tokoh masyarakat.
| Periode 2006–2009 | |||
|---|---|---|---|
| Jabatan | Nama[4] | Unsur | |
| Ketua | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
|
Pemerintah | |
| Wakil Ketua | Menteri Dalam Negeri
|
Pemerintah | |
| Sekretaris merangkap Anggota |
Irjen Pol. (Purn.) Ronny Lihawa | Pakar Kepolisian | |
| Anggota | Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
|
Pemerintah | |
| Adnan Pandu Praja, S.H., LL.M. | |||
| Novel Ali | |||
| Sukarni Ilyas, S.H. | |||
| Prof. Dr. H. Laode Husein, S.H., M.H. | |||
| Prof. Erlyn Indarti, S.H., M.A., Ph.D. | |||
| Periode 2009–2012 | |||
|---|---|---|---|
| Jabatan | Nama | Unsur | |
| Ketua | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
|
Pemerintah | |
| Wakil Ketua | Menteri Dalam Negeri
|
Pemerintah | |
| Sekretaris merangkap Anggota |
Adnan Pandu Praja, S.H., LL.M. | ||
| Anggota | Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
|
Pemerintah | |
| Irjen Pol. (Purn.) Ronny Lihawa | Pakar Kepolisian | ||
| Novel Ali | |||
| Sukarni Ilyas, S.H. | |||
| Prof. Dr. H. Laode Husein, S.H., M.H. | |||
| Prof. Erlyn Indarti, S.H., M.A., Ph.D. | |||
| Periode 2012–2016 | |||
|---|---|---|---|
| Jabatan | Nama[5] | Unsur | |
| Ketua | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
|
Pemerintah | |
| Wakil Ketua | Menteri Dalam Negeri
|
Pemerintah | |
| Anggota | Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
|
Pemerintah | |
| Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc. | Pakar Kepolisian | ||
| Irjen Pol. (Purn.) Drs. Logan Siagian, M.H. | Pakar Kepolisian | ||
| Brigjen Pol. (Purn.) Syafriadi Cut Ali | Pakar Kepolisian | ||
| Drs. Edi Saputra Hasibuan | Tokoh Masyarakat (pers) | ||
| Dr. Hamidah Abdurrachman | Tokoh Masyarakat (akademisi) | ||
| Dr. dr. M. Nasser, Sp.KK, D.Law. | Tokoh Masyarakat | ||
| Periode 2016–2020 | |||
|---|---|---|---|
| Jabatan | Nama[6] | Unsur | |
| Ketua | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
|
Pemerintah | |
| Wakil Ketua | Menteri Dalam Negeri
|
Pemerintah | |
| Anggota | Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
|
Pemerintah | |
| Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Bekto Suprapto, M.Si. | Pakar Kepolisian | ||
| Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Yotje Mende, S.H., M.Hum. | Pakar Kepolisian | ||
| Andrea H. Poeloengan, S.H, M.Hum, M.Tc. | Pakar Kepolisian | ||
| Poengky Indarti, S.H., LL.M. | Tokoh Masyarakat | ||
| Dr. Benedictus Bambang Nurhadi, S.H. | Tokoh Masyarakat | ||
| Ir. Dede Farhan Aulawi, S.T., M.M. | Tokoh Masyarakat | ||
| Periode 2020–2024 | |||
|---|---|---|---|
| Jabatan | Foto | Nama[7][8][9] | Unsur |
| Ketua | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
|
Pemerintah | |
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
| |||
| Wakil Ketua | Menteri Dalam Negeri
|
Pemerintah | |
| Sekretaris merangkap anggota |
Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Benny Josua Mamoto, S.H., M.Si. | Pakar Kepolisian | |
| Anggota | Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
|
Pemerintah | |
Menteri Hukum
| |||
| Irjen Pol. (Purn.) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M | Pakar Kepolisian | ||
| Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si. | Pakar Kepolisian | ||
| Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H. | Tokoh Masyarakat | ||
| H. Mohammad Dawam, S.H.I., M.A.. | Tokoh Masyarakat | ||
| Poengky Indarti, S.H., LL.M. | Tokoh Masyarakat | ||
| Periode 2024–2028 | |||
|---|---|---|---|
| Jabatan | Foto | Nama[10] | Unsur |
| Ketua | Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
|
Pemerintah | |
| Wakil Ketua | Menteri Dalam Negeri
|
Pemerintah | |
| Sekretaris merangkap anggota |
Irjen Pol. (Purn.) Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo | Pakar Kepolisian | |
| Anggota | Menteri Hukum
|
Pemerintah | |
| Irjen Pol. (Purn.) Ida Oetari Poernamasasi, S.AP., M.A. | Pakar Kepolisian | ||
| Dr. Supardi Hamid, S.Sos., M.Si. | Pakar Kepolisian | ||
| Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H. | Tokoh Masyarakat | ||
| Mohammad Choirul Anam, S.H. | Tokoh Masyarakat | ||
| Gufron, S.H.I. | Tokoh Masyarakat | ||