Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kepolisian Daerah Riau

Kepolisian Daerah Riau atau Polda Riau adalah pelaksana tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia di wilayah Provinsi Riau. Markas Kepolisian Daerah Riau beralamat di Jalan Pattimura Pekanbaru, Riau.

kepolisian daerah di Indonesia
Diperbarui 3 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kepolisian Daerah Riau
Kepolisian Daerah Riau
Lambang Polda Riau
SingkatanPolda Riau
Struktur yurisdiksi
Wilayah hukumProvinsi Riau
Markas besarJl. Pattimura Pekanbaru

Pejabat eksekutif
  • Irjen. Pol. Herry Heryawan, Kepala
  • Brigjen. Pol. Hengki Haryadi, Wakil Kepala
Lembaga indukKepolisian Republik Indonesia
Situs web
riau.polri.go.id

Kepolisian Daerah Riau atau Polda Riau (dulu bernama Komando Daerah Kepolisian (Komdak atau Kodak) IV/Riau) adalah pelaksana tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia di wilayah Provinsi Riau. Markas Kepolisian Daerah Riau (Mapolda Riau) beralamat di Jalan Pattimura Pekanbaru, Riau.

Sejarah

Sebelum dikeluarkannya Undang-undang No.16 Tahun 1958, Riau yang berstatus keresidenan merupakan bagian administratif dari Propinsi Sumatra Tengah. Luasnya 9.456 Ha, terdiri dari daratan dan lautan dengan sejumlah pulau dan penduduk mencapai 1.244.800 jiwa. Luas daerahnya di sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara, di barat dengan Sumatra Barar, di selatan dengan Jambi, dan di Timur dengan Selat Malaka, Selat Singapura dan Laut Cina Selatan.

Dengan di kelaurkannya undang-undang No 60 tahun 1958 tentang pembentukan daerah Propinsi Riau, maka di Tanjung Pinang diresmikan berdirinya berbagai jawatan dan dinas Pemerintah Tingkat I Riau, termasuk Kepolisian. Pada saat itu sedang memuncaknya pergolakan PDRI. Pemerintah kemudian membentuk RTP (Resimen Tim Pertempuran), yang dalam waktu singkat berhasil menguasai seluruh Riau Daratan. RTP mendarat di Pekanbaru dalam rangka operasi "Tigas" dan mengisi kekosongan kepemimpinan aparat keamanan. Sehingga pada tahun 1958, KASAD selaku penguasa Perang Pusat menunjuk Mayor PM Purnomo sebagai pemimpin sementara kepolosoan Riau.

Sementara waktu di Jawatan Kepolisian Negara mengirim Tim Kepolisian yang di pimpin oleh Komisaris Polisi Tingkat I R.Moedjoko. Kepolisian Komisaris Riau saat itu terdiri dari Polres Kampar yang bermakas di Pekanbaru dan tugasnya meliputi Kabupaten Kampar serta kota Praja Pekanbaru, Polres Indragiri Bermarkas di Rengat meliputi Kabupaten Indragiri, Polres Bengkalis bermarkas di Bengkalis meliputi Kabupaten Bengkalis, dan Polres Kepulauan Riau bermarkas di Tanjung Pinang meliputi Kepulauan Riau. Berdasarkan Surat Keputusan Perdana Menteri No Pol 75/71/1958/PM tertanggal 26 Maret 1958, ditetapkan Komisaris Besar Polisi R. Sadikoen sebagai Kepala Kepolisian Komisariat Riau yang berkedudukan di Tanjung Pinang. Tugas utamanya antara lain, melakukan konsolidasi personil dalam rangka realisasi pembentukan Kepolisian Komisariat Riau, menyempurnakan organisasi secara bertahap, dan meneruskan koordinasi "Tim bantuan Kepolisian" terhadap komando operasi militer daerah Riau.

Di awal terbentuknya Kepolisian Komisariat Riau yang menjad modal pertama adalah anggota polisi yang berada di daerah Riau. Setelah di bentuk, pada Juli 1958, KPKOM ( Kepala Polisi Komisariat) Riau langusng mengambil langkah-langkah dan kebijakan dalam rangka menyusun dan melengkapi organisasi Kepolisian Komisariat Riau, dengan memindahkan beberapa anggota dari kantor Polisi Resort Kepulauan Riau ke kantor Kepolisian Komisariat Riau. Di samping kekurangan tenaga pegawai, sangat terasa pula Kepolisian Komisariat Riau kekurangan logistik dan perumahaan. Kantor pun harus menumpang pada kantor Kepolisian Resort Kepulauan Riau.

Guna menampung para polisi yang datang dari luar daerah, kepala Polisi Resort Kepulauan Riau meminjamkan sebuah rumah kopel, yang kemudian di kenal dengan mess I dan mess II. Dengan kelaurnya otoritasi noodinkwartening tahun 1958, maka secara berangsur-angsur dapat diselesaikan sejumlah bangunan, berupa satu bangunan semi permanent, terdiri dari 12 ruangan untuk kantor Polisi Komisariat Riau dan lima rumah semi permanent untuk perumahan kader dan pada kepala bagian, yang semuanya terletak di Jl. Kijang Tanjung Pinang.

Pada 20 Januari 1959 terjadi lagi perkembangan baru. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No Des 52/1/44/25 tanggal 20 Januari 1959, ditetapkan secara formal Pekanbaru sebagai ibu kota daera Swatantra tingkat I Riau. Konsekwensi dari keputusan itu semua Jawatan dan Dinas Pemerintah Tingkat I Riau beserta personil dan peralatannya harus dipindahkan dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru. Guna menampung segala persoalan berkenaan dengan keputusan kepindahan Ibu Kota Propinsi Riau tersebut keluarlah Keputusan Perdana Menteri No 389/PM/59 tanggal 22 Agustus 1959. Panitia Interde Partemental Negeri dan untuk tingkat daerah, yaitu Daerah Riau Daratan dan lautan masing-masing diketuai oleh peperda dan KDMR (Peperda= Penguasa perang daerah, KDMR = Komando Daerah Maritim Riau).

Dalam rangka persiapan pemindahan Polisi Komisariat dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru, KPKOM Riau menunjuk Kepala Polisi kabupaten Kampar KP Tk I R Rochjat Winatakusuma, untuk duduk dalam kepanitian inter departemental daerah di Pekanbaru, mewakili KPKOM, untuk menghadapi segala sesuatu yang menyangkut Kepolisian dalam panitian tersebut. Di samping itu, Kepala Polisi Kabupaten Kampar mengkoordinasi Polisi Riau darat yang meliputi Indragiri, Bengkalis, dan Kampar.

Realisasi pemindahan para pegawai Polisi Komisariat dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru dilakukan dari Februari hingga Maret 1960. Tahap pertama 13 orang dan tahao kedua 85 orang, termasuk tiga orang KPKOM Kombes Pol R Sadikun KPKOM Riau, AKBP H Hutabarat, dan KP Tk II MK Situmorang. Pemindahan pegawai gelombang kedua dilakukan September,Oktober, dan Nopember 1960. Tahap pertama sebanyak 36 orang, tahap kedua 11 dan tahap tiga 7 orang. Meski demikian Polisi Kemisariat Riau tetap memiliki dua Kantor, di Pekanbaru dan Tanjung Pinang. Namun, di Tanjung Pinang disebut perwakilan. Tugasnya, mewakili KPKOM Riau dalam hubungan keluar, mengkoordinasi pekerjaan rutin bagian-bagian, menerima/ meneruskan surat-surat yang bersifat prinsipil kepada KPKOM Riau, dan meneruskan pelaksanaan pemindahan pegawai dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru.

Barulah di akhir tahun 1960 hampir kegiatan kepolisian komisariat Riau berjalan di Pekanbaru, sekalipun sebagian pegawai masih ada tinggal di Tanjung Pinang. Sebab itu jabatan-jabatan koordinator Kepolisian daerah Riau Daratan dan Perwakilan KPKOM Tanjung Pinang dihapuskan. Pelaksanaan pemindahan dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru berakhir pad tanggal 26 Juni 1961. Semua barnag yang tersisa diangkut dengan kapal laut dan pesawat udara AURI. Setelah selesai pemindahan seluruh pegawai dan peralatan dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru, persoalan baru muncul lagi. Kantor dan perumahana yang ada tidak cukup untuk seluruh pegawai. Akibatnya, kantor kepolisian Komisariat Riau terpencar di empat tempat, KPKOM dan wakilnya, berikut Kabag I dan II menempati kantor yang di peruntukan bagi kantor Polres Kampar di JL Bangkinang (sekarang Polresta Pekanbaru di Jl. A yani). Kabag II dan V beserta stafnya berkantor di kompleks kantor gubernur. Kabag IV dan stafnya berkantor di Jl Rintis. Kabag IV dan kepala bagian keuangan berkantor di Jl. Pintu Angin.

Dengan terpencar-pencarnya lokasi perkantoran tersebut, kepolisian komisariat riau merencanakan pembangunan markas terpadunya. Hanya saja biaya pembangunan kompleks perkantoran yang disediakan panitia sangat minim, yakni Rp 5,5 juta, untuk membangun gedung yang bersifat semi permanent. Akhirnya, KPKOM Riau Kombes Sadikoen memperjuangkan tambahan anggaran menjadi Rp 30 juta, guna membangun gedung permanen. Sayangnya, usulan itu tidak dikabulkan. Tahun 1962, kantor kepolisian komisariat dipindahkan ke bangunan yang diperuntukkan bagi perwakilan P dan K Propinsi Riau. Sejak itu hingga sekarang markas kepolisian Riau berada di tempat ini.

Meski dalam kondisi terbatas Kepolisian Komisariat Riau berhasil membentuk pasukan perintis untuk setiap polres. April 1961 denan keputusan KPKOM Riau masing-masing Polres ditetapkan memiliki pasukan perintis sebanyak dua regu. Pada waktu itu, Kepolisian Komisariat Riau mencakup wilayah seluruh Propinsi Riau yang luasnya 94.562 Km2, dengan penduduk berjumlah 1.243.338 orang. Komisariat Riau terdiri dari 4 Resort, yang membawahi 10 distrik dan 21 sektor.

Setelah 12 tahun menyandang Kepolisian Komisariat, pada 1970 namanya berubah menjadi Komando Daerah Kepolisian (Kodak) Riau. Bersamaan dengan itu Kepala Kepolisian RI memberikan anugerah Pataka yang bernama "Tuah Sakti Hamba Negeri". Pemberian ini berdasarkan surat keputusan No. Pol: 15/SK/KAPOLRI/1970 tanggal 4 februari 1970:

a. Tuah

Dapat diartikan suatu keistimewaan dan suatu hal yang luar biasa. Tuah itu, adalah merupakan kodrat/karunia dari Tuhan Yang Maha Esa bagi mahluknya. Seseorang yang memiliki tuah, atau apa yang diartikan "orang bertuah", adalah orang istimewa dan luar biasa, melibihi orang-orang lain.

b. Sakti

Dapat diartikan sebagai kesanggupan yang melibihi kodrat alam. Orang yang memiliki ke-SAKTI-an, merupakan orang yang gagah berani bahwa ke-sakti-an itu dapat diperoleh dengan jelas (tapah/bertapah) dan juga ada kepercayaan terhadap jimat-jimat yang sakti (bahwa yang memiiki jimat, menyangka dirinya kebal terhadap peluru dan terhadap senjata tajam dan lain-lain.

c. Hamba negeri

Dapat diartikan sebagai ABDI dari tanah air, ABDI daripada nusa dan bangsa.

Arti keseluruhannya adalah bahwa Kepolisian Daerah Riau memiliki Tuah dan ke-sakti-an itu yang diperoleh, baik sebagai kodrat atau karunia daripada Tuhan Yang Maha Esa maupun dari Negara rakyat dan Bangsa. Oleh karena itu maka TUAH dan ke-sakti-an tersebut harus pula di ABDI kan kepada Tanah Air, Negara dan Bangsa. TUAH SAKTI HAMBA NEGERI, adalah kata-kata mutiara yang mengandung pengertian dan nilai-nilai filsafah yang tinggi, yang pernah diucapkan Pahlawan Melayu Laksamana HANGTUAH. Dalam hubungan ini, ada ungkapan-ungkapan kata sebagai berikut: "untuk apa mencuri TUAH, untuk apa mencari SAKTI kalau tidak berguna bagi negeri?" TUAH dan KESAKTIAN itu terletak dalam PENGABDIAN kepada negeri, kepada nusa dan bangsa.

Ucapan penganugerahan Pataka Tuah Sakti Hamba Negeri dilakukan dalam suatu upacara kebesaran di lapangan hangtuah pekanbaru, bertepatan dengan Tri Windu Hari Bhayangkara tanggal 1 july 1970. Pada upacara tersebut kapolri komisaris jenderal polisi Drs Hoegeng diwakili oleh korandak I/Sumatra, Irjen Pol Drs Murhadi Danuwilogo menganugerahkan Pataka kepada Pangdak IV/Riau Kombes Pol Drs Achmad Mauluhdin.

Naik Tipe

Kenaikan tipologi dari tipe B ke tipe A untuk Polda Riau ini, berdasarkan surat keputusan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian dengan nomor Kep.1125/X/2016 tertanggal 28 Oktober 2016. Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Pol Syafruddin, meresmikan status Kepolisian Daerah (Polda) Riau menjadi Tipe A. Peresmian ini nantinya akan disusul dengan kenaikan pangkat Kapolda Riau Brigjen Pol Zulkarnain Adinegara menjadi Irjen serta pejabat lainnya. Upacara pengukuhan ini dilaksanakan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, di Jl Pattimura, Pekanbaru.[1][2][3]

Unsur Pimpinan

Kapolda

Artikel utama: Daftar Kepala Kepolisian Daerah Riau

Kepolisian Daerah Riau dipimpin oleh seorang perwira tinggi Polri berpangkat bintang dua atau Inspektur Jenderal Polisi. Saat ini posisi Kapolda Riau dijabat oleh Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum.

Wakapolda

No. Nama Masa Jabatan Ref.
1. Kombes. Pol.
Drs. Gatot Subiyaktoro
2010 23 Februari 2012
2. Kombes. Pol.
Drs. Agus Sofyan Abadi, S.H.
23 Februari 2012 9 September 2013 [4]
3. Kombes. Pol.
Drs. Abdul Ghofur, S.H., M.H.
9 September 2013 14 Mei 2015 [5]
4. Kombes. Pol.
Drs. Joko Hartanto, S.H., M.Si.
14 Mei 2015 April 2016 [6]
5. Kombes. Pol.
Drs. Suharsono, S.H., M.Hum.
April 2016 23 September 2016
6. Kombes. Pol.
Drs. Ermi Widyanto, M.M.
23 September 2016 20 Desember 2016 [7][8]
Naik Tipe A[9] ⭐
Brigjen. Pol.
Drs. Ermi Widyanto, M.M.
20 Desember 2016 8 Maret 2018 [10]
7. Brigjen. Pol.
Drs. Entot Permadi, S.H., M.H.
8 Maret 2018 14 Oktober 2018 [11]
8. Brigjen. Pol.
Drs. Wahyu Widada, M.Phil.
14 Oktober 2018 21 Oktober 2019 [12]
9. Brigjen. Pol.
Drs. Sutrisno Yudi Hermawan
21 Oktober 2019 1 Mei 2020 [13]
10. Brigjen. Pol.
Drs. Tabana Bangun, M.Si .
1 Mei 2020 23 Desember 2022 [14]
11. Brigjen. Pol.
Drs. Kasihan Rahmadi, S.H., M.H.
23 Desember 2022 29 Desember 2024 [15]
12. Brigjen. Pol.
Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han.
29 Desember 2024 15 Desember 2025 [16]
13. Brigjen. Pol.
Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H.
15 Desember 2025 Petahana [17]

Pejabat Utama

Unsur Pimpinan

Kapolda
Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum.
Wakapolda
Brigjen. Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H.

Unsur Pembantu Pimpinan

Irwasda
Kombes. Pol. Prabowo Santoso, S.I.K., M.H.
Karo Ops
Kombes. Pol. Ino Harianto, S.I.K., M.M.
Karo Rena
Kombes. Pol. Daniel Widya Mucharam, S.I.K., M.P.A.
Karo SDM
Kombes. Pol. Dr. Boy Jeckson Situmorang, S.H., S.I.K., M.H.
Karo Log
Kombes. Pol. Imran Amir, S.I.K., M.H.
Dirbinmas
Kombes. Pol. Eko Budhi Purwono, S.I.K.
Dirintelkam
Kombes. Pol. Wimboko, S.I.K., M.Si.
Dirreskrimsus
Kombes. Pol. Ade Kuncoro Ridwan, S.I.K., M.H.
Dirreskrimum
Kombes. Pol. Muhammad Hasyim Risahondua, S.I.K., M.Si.
Dirresnarkoba
Kombes. Pol. Putu Yudha Prawira, S.I.K., M.H.
Dirtahti
AKBP. Hicca Alexfonso Siregar, S.I.K.
Dirlantas
Kombes. Pol. Jeki Rahmat Mustika, S.I.K.
Dirpolairud
Kombes. Pol. Apri Fajar Hermanto, S.I.K.
Dirsamapta
Kombes. Pol. Syahrial Mohammad Said, S.I.K.
Dirpamobvit
Kombes. Pol. Suherman Zein, S.H., M.H.
Kabid Humas
Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si.
Kabid Propam
Kombes. Pol. Harissandi, S.I.K., M.H.
Kabid Kum
Kombes. Pol. Mohamad Qori Oktohandoko, S.H., S.I.K., M.H.
Kabid TIK
Kombes. Pol. Andi Yul Lapawesean Tenri Guling, S.I.K., S.H., M.H.
Kabid Dokkes
Kombes. Pol. dr. Parluhutan Sitindaon
Kabid Labfor
Kombes. Pol. Dr. Ungkap Siahaan, S.Si., M.Si.
Kabid Keu
Kombes. Pol. Marsono, S.H.
Dansat Brimob
Kombes. Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K.
Kepala SPN
Kombes. Pol. Indra Duaman, S.I.K.

Unsur Kewilayahan

Kapolresta Pekanbaru
Kombes. Pol. Muharman Arta, S.I.K., M.H.
Kapolres Bengkalis
AKBP. Fahrian Saleh Siregar, S.I.K.
Kapolres Dumai
AKBP. Angga Febrian Herlambang, S.I.K., S.H.
Kapolres Indragiri Hilir
AKBP. Farouk Oktora, S.H., S.I.K.
Kapolres Indragiri Hulu
AKBP. Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si.
Kapolres Kampar
AKBP. Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K.
Kapolres Kep. Meranti
AKBP. Aldi Alfa Faroqqi, S.H., S.I.K., M.H.
Kapolres Kuantan Singingi
AKBP. Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H.
Kapolres Pelalawan
AKBP. John Louis Letedara, S.I.K.
Kapolres Rokan Hilir
AKBP. Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H.
Kapolres Rokan Hulu
AKBP. Emil Eka Putra, S.I.K., S.H., M.Si.
Kapolres Siak
AKBP. Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H.

Galeri

  • Berkas:Gedung-baru-polda-riau-raja-adil-detikcom 169.jpg
    Gedung baru Polda Riau

Referensi

  1. ↑ "Polda Lampung, Riau dan Kepri Naik Jadi Tipe A"
  2. ↑ "Diresmikan Wakapolri, Polda Riau naik jadi tipe A"
  3. ↑ "Wakapolri Komjen Syafruddin Resmikan Polda Riau Menjadi Tipe A"
  4. ↑ Agus Sofyan Abadi Wakapolda Riau
  5. ↑ 138 Pergantian Tugas Kepala di Tubuh Polri
  6. ↑ Kapolda Lantik Kombes Pol Joko Hartanto sebagai Waka Polda Riau
  7. ↑ Mutasi Polri, Kapolda dan Wakapolda Riau Juga Diganti
  8. ↑ Mutasi, Ermi Widyanto Gantikan Suharsono Sebagai Wakapolda Riau
  9. ↑ Polda Riau Naik Kelas Jadi Tipe A
  10. ↑ Polda Riau Jadi Tipe A, Wakapolda Dijabat Jenderal Bintang Satu
  11. ↑ Brigjen Pol HE Permadi Jabat Wakapolda Riau
  12. ↑ Wakapolda Riau Baru Resmi Dijabat Lulusan Terbaik Adhimakayasa
  13. ↑ Brigjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan Jadi Wakapolda Riau
  14. ↑ Mutasi Lengkap Jenderal Polri, 1 Mei 2020
  15. ↑ Sosok Brigjen Pol Kasihan Rahmadi, Wakapolda Riau yang Baru Berpengalaman di Bidang Lalu Lintas
  16. ↑ Wakapolda dan empat Kapolres di Riau dimutasi
  17. ↑ Brigjen Pol Hengki Haryadi Resmi Jabat Wakapolda Riau

Pranala luar

  • Polda Riau Diarsipkan 2012-12-01 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pimpinan
  • Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
  • Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pengawas dan Pembantu Pimpinan
serta Pelayanan
  • Inspektorat Pengawasan Umum
  • Staf Utama Operasi
  • Staf Utama Perencanaan Umum dan Anggaran
  • Staf Sumber Daya Manusia
  • Staf Logistik
  • Divisi Profesi dan Pengamanan
  • Divisi Hukum
  • Divisi Hubungan Masyarakat
  • Divisi Hubungan Internasional
  • Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi
  • Sahli Kapolri
  • Staf Pribadi Pimpinan
  • Sekretariat Umum
  • Pelayanan Markas
Pelaksana Tugas Pokok
  • Badan Intelijen dan Keamanan
Badan Pemelihara Keamanan
  • Korps Pembinaan Masyarakat
  • Korps Samapta Bhayangkara
  • Korps Kepolisian Perairan dan Udara
    • Direktorat Kepolisian Perairan
    • Direktorat Kepolisian Udara
Badan Reserse Kriminal
  • Pusat Laboratorium Forensik
  • Pusat Informasi Kriminal Nasional
  • Pusat Indonesian Automatic Finger Indentification System
  • Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
  • Korps Lalu Lintas
  • Korps Brigade Mobil
  • Detasemen Khusus 88 Anti Teror
Pendukung
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan
  • Sekolah Staf dan Pimpinan
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian
  • Akademi Kepolisian
  • Sekolah Pembentukan Perwira
  • Pendidikan dan Pelatihan Khusus Kejahatan
    Transnasional
  • Pendidikan dan Pelatihan Reserse
  • Pusat Pendidikan Korps Brimob
  • Sekolah Polisi Wanita
  • Sekolah Bahasa
  • Pusat Pendidikan Administrasi
  • Pusat Pendidikan Intelijen
  • Pusat Pendidikan Lalu Lintas
  • Pusat Pendidikan Samapta Bhayangkara
  • Pusat Pendidikan Brigade Mobil
  • Pusat Pendidikan Kepolisian Perairan
  • Pusat Pendidikan Pembinaan Masyarakat
  • Sekolah Polisi Negara
  • Pusat Penelitian dan Pengembangan
  • Pusat Keuangan
Pusat Kedokteran dan Kesehatan
  • Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I
  • Pusat Sejarah
Kepolisian Daerah
Sumatra
  • Polda Aceh
  • Polda Sumut
  • Polda Sumbar
  • Polda Riau
  • Polda Jambi
  • Polda Bengkulu
  • Polda Sumsel
  • Polda Lampung
  • Polda Kep. Babel
  • Polda Kepri
Jawa
  • Polda Metro Jaya
  • Polda Jabar
  • Polda Jateng
  • Polda DIY
  • Polda Jatim
  • Polda Banten
Kepulauan Nusa Tenggara
  • Polda Bali
  • Polda NTB
  • Polda NTT
Kalimantan
  • Polda Kalbar
  • Polda Kalteng
  • Polda Kalsel
  • Polda Kaltim
  • Polda Kaltara
Sulawesi
  • Polda Sulut
  • Polda Gorontalo
  • Polda Sulteng
  • Polda Sulsel
  • Polda Sultra
  • Polda Sulbar
Maluku
  • Polda Malut
  • Polda Maluku
Papua
  • Polda Papua Barat
  • Polda Papua Barat Daya
  • Polda Papua
  • Polda Papua Tengah
  • Polda Papua Pegunungan (rencana)
  • Polda Papua Selatan (rencana)
Bekas Teritorial
  • Polda Timtim
  • Presiden Indonesia
  • Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia
  • Komisi Kepolisian Nasional

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Naik Tipe
  3. Unsur Pimpinan
  4. Kapolda
  5. Wakapolda
  6. Pejabat Utama
  7. Unsur Pimpinan
  8. Unsur Pembantu Pimpinan
  9. Unsur Kewilayahan
  10. Galeri
  11. Referensi
  12. Pranala luar

Artikel Terkait

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya

kepolisian daerah di Indonesia

Daftar Kepala Kepolisian Daerah di Indonesia

Kepolisian Daerah (Polda) dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Polda tipe A-Khusus dan tipe A dipimpin oleh seorang Kapolda yang berpangkat

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan

kepolisian daerah di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026