Komite Standar Akuntansi Pemerintahan adalah komite yang dibentuk dalam rangka mempersiapkan penyusunan konsep Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Standar Akuntasi Pemerintahan sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang wajib diterapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan/atau Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, KSAP melaporkan kegiatannya secara berkala kepada Menteri Keuangan. KSAP bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Keuangan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Komite Standar Akuntansi Pemerintahan KSAP | |
|---|---|
| Gambaran umum | |
| Singkatan | KSAP |
| Didirikan | 5 Oktober 2004 |
| Dasar hukum pendirian | Keputusan Presiden Nomor 84 Tahun 2004[1] |
| Sifat | berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden |
| Struktur | |
| Ketua/ merangkap anggota | Direktur Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan |
| Wakil ketua/ merangkap anggota | Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri |
Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (disingkat KSAP) adalah komite yang dibentuk dalam rangka mempersiapkan penyusunan konsep Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Standar Akuntasi Pemerintahan sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang wajib diterapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan/atau Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, KSAP melaporkan kegiatannya secara berkala kepada Menteri Keuangan. KSAP bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Keuangan.
Komite Standar Akuntansi Pemerintahan terdiri dari Komite Konsultatif, Komite Kerja, Kelompok Kerja, dan Sekretariat. Keanggotaan KSAP ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 84 Tahun 2004[1] tentang Komite Standar Akuntansi Pemerintahan pada tanggal 5 Oktober 2004, yang telah diubah dengan Keputusan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2005[2] tanggal 4 Januari 2005, kemudian untuk kedua kalinya dengan Keputusan Presiden RI Nomor 3 Tahun 2009.[3] tanggal 2 Maret 2009, ketiga kali diubah dengan Keppres Nomor 21 Tahun 2013[4] tanggal 12 Juli 2013, keempat kali Keputusan Presiden RI Nomor 30 Tahun 2016, kelima kali Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 28 Tahun 2017.[5]
Komite Kerja terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Anggota
| Komite Kerja KSAP (2004–2009) | ||
|---|---|---|
| Jabatan | Nama[1][2] | |
| Ketua | Dr. Binsar H. Simanjuntak, CMA. | |
| Wakil Ketua | Dr. Ilya Avianti, SE., M.Si., Ak. | |
| Sekretaris | Sonny Loho, Ak., MPM. | |
| Anggota |
| |
| Komite Kerja KSAP (2009–2013) | ||
|---|---|---|
| Jabatan | Nama[3] | |
| Ketua | Dr. Binsar H. Simanjuntak, CMA. | |
| Wakil Ketua | Dr. Ilya Avianti, SE., M.Si., Ak. | |
| Sekretaris | Sonny Loho, Ak., MPM. | |
| Anggota |
| |
| Komite Kerja KSAP (2013–2016) | ||
|---|---|---|
| Jabatan | Nama[4] | |
| Ketua | Dr. Binsar H. Simanjuntak, CMA. | |
| Wakil Ketua | Drs. A. B. Triharta, Ak., M.M. | |
| Sekretaris | Sonny Loho, Ak., MPM. | |
| Anggota |
| |
| Komite Kerja KSAP (2016–2017) | ||
|---|---|---|
| Jabatan | Nama | |
| Ketua | Dr. Binsar H. Simanjuntak, CMA. | |
| Wakil Ketua | Sumiyati, Ak., M.F.M. | |
| Sekretaris | Firmansyah N. Nazaroedin, Ak., M.Sc. | |
| Anggota |
| |
| Komite Kerja KSAP (2017–sekarang) | ||
|---|---|---|
| Jabatan | Nama[5] | |
| Ketua | Sumiyati, Ak., M.F.M. | |
| Wakil Ketua | Dr. Dwi Martani, C.A., C.P.A. | |
| Sekretaris | Firmansyah N. Nazaroedin, Ak., M.Sc. | |
| Anggota |
| |