Mohammad Choirul Anam adalah seorang advokat dan aktivis hak asasi manusia di Indonesia, yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi Kepolisian Nasional sejak November 2024.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Mohammad Choirul Anam | |
|---|---|
Choirul Anam pada tahun 2024 | |
| Lahir | 25 April 1977 Malang, Jawa Timur, Indonesia |
| Almamater | Universitas Brawijaya (S.H.) |
| Pekerjaan | Pengacara |
| Dikenal atas | Aktivis hak asasi manusia |
Mohammad Choirul Anam (lahir 25 April 1977) adalah seorang advokat dan aktivis hak asasi manusia di Indonesia, yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi Kepolisian Nasional sejak November 2024.[1]
Ia dikenal atas keterlibatannya dalam berbagai organisasi hak asasi manusia dan peran pentingnya di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dari tahun 2017 hingga 2022.[2] Karier Choirul Anam di bidang hukum dan HAM dimulai dengan perannya sebagai volunteer di LBH Surabaya, berlanjut dengan jabatan strategis di YLBHI dan HRWG.[3] Pengalamannya mencakup advokasi hukum di berbagai kasus penting, termasuk pembelaan hak-hak marginal dan pekerjaan di Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir.
Di panggung internasional, ia telah mewakili Indonesia di forum HAM di Jenewa dan aktif dalam kampanye serta advokasi untuk isu-isu global. Anam juga dikenal atas kemampuannya dalam memimpin dan berkontribusi pada organisasi-organisasi yang berfokus pada pemberdayaan komunitas dan penguatan kapasitas di bidang HAM.
Choirul Anam menempuh pendidikan program studi hukum di Universitas Brawijaya. Ia mendapat gelar sarjana hukum pada tahun 1996.
Selain pendidikan formal, ia juga menjalani pendidikan nonformal di bidang hak asasi manusia, termasuk pelatihan di Hongkong, Jakarta, Jenewa, dan Selandia Baru.
Salah satu pengalaman Anam adalah menjadi tim legal, lawyer dan sekretaris KASUM (Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir). Di samping itu Choirul Anam pernah menjadi Dewan pengawas CMARS (Center for Marginalized Communities Studies) Surabaya dan fasilitator sekolah HAM untuk santri (SEHATI) Jawa Timur.
Sejumlah pengalaman lainnya adalah menjadi Lawyer and Campaign untuk Koalisi Anti Deportasi terutama untuk BMI korban deportasi Malaysia selama 2 tahun sejak 2002. Ia juga menjadi advokasi dan campaigner AWG (Aceh Working Group) untuk perdamaian dan penegakan HAM di tahun 2003 sampai 2006. Anam juga sempat didelegasikan untuk sidang Komisi HAM di Jenewa ke-60 dan 61 pada tahun 2004 dan 2005, serta delegasi NGO Indonesia untuk sidang Komite CERD di Jenewa, Agustus 2007.
Pada Pemilihan Presiden Indonesia Tahun 2024, Choirul Anam tergabung dalam Tim Pemenangan Nasional untuk mendukung pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.[4]
Salah satu pengalaman Anam adalah menjadi tim legal, lawyer dan sekretaris KASUM (Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir).[6] Di samping itu Choirul Anam pernah menjadi Dewan pengawas CMARS (Center for Marginalized Communities Studies) Surabaya dan fasilitator sekolah HAM untuk santri (SEHATI) Jawa Timur. Sejumlah pengalaman lainnya adalah menjadi Lawyer and Campaign untuk Koalisi Anti Deportasi terutama untuk BMI korban deportasi Malaysia selama 2 tahun sejak 2002. Ia juga menjadi advokasi dan campaigner AWG (Aceh Working Group) untuk perdamaian dan penegakan HAM di tahun 2003 sampai 2006. Anam juga sempat didelegasikan untuk sidang Komisi HAM di Geneva ke-60 dan 61 pada tahun 2004 dan 2005, serta delegasi NGO Indonesia untuk sidang Komite CERD di Geneva, Agustus 2007.