Suttavibhaṅga merupakan buku pertama dari kitab Vinaya Pitaka tradisi Theravada. Buku ini berisi tentang komentar-komentar, ulasan-ulasan, serta penjelasan lanjutan dari peraturan Sangha yaitu Patimokkha. Bentuk umum dari ulasan dan penjelasan lanjutan pada buku ini biasanya berupa cerita yang melatarbelakangi munculnya setiap aturan Patimokkha, cerita bagaimana sang Buddha menetapkan dan menerapkan aturan Patimokkha, dan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan & penjelasan tentang tiap aturannya. Buku ini dibagi menjadi dua, yakni meliputi aturan untuk para bhikkhu dan bhikkhuni.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Suttavibhaṅga | |
|---|---|
| Jenis | Kitab kanonis |
| Induk | Vinayapiṭaka |
| Isi | Bhikkhuvibhaṅga, Bhikkhunīvibhaṅga; Pārājika, Pācittiya |
| Atribusi | Bhāṇaka |
| Komentar | Samantapāsādikā (Pārājikakaṇḍa-aṭṭhakathā, Pācittiya-aṭṭhakathā) |
| Pengomentar | Buddhaghosa |
| Subkomentar | Sāratthadīpanī-ṭīkā (Mahāvagga-ṭīkā, Cūḷavagga-ṭīkā); Vajirabuddhi-ṭīkā; Vimativinodanī-ṭīkā |
| Singkatan | Bu; Bi Bhikkhuvibhaṅga: Bu Pj; Bu Ss; Bu Ay; Bu Np; Bu Pc; Bu Pd; Bu Sk; Bu As Bhikkhunīvibhaṅga: Bi Pj; Bi Ss; Bi Np; Bi Pc; Bi Pd; Bi Sk; Bi As |
| Bagian dari seri |
| Tipiṭaka |
|---|
| Buddhisme Theravāda |
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Theravāda |
|---|
| Buddhisme |
Kitab Suttavibhaṅga (Pali untuk "Analisis Aturan"; disingkat Bu untuk biku, Bi untuk bikuni) adalah sebuah kitab suci Buddhisme sebagai kitab pertama dari tiga kitab dalam Vinayapiṭaka, yang merupakan salah satu dari "tiga keranjang" yang menyusun Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh aliran Theravāda. Kitab ini berisi tentang penjelasan lanjutan dari peraturan Sangha yang dinamakan "Pātimokkha". Bentuk umum dari penjelasan lanjutan pada kitab ini biasanya berupa cerita yang melatarbelakangi munculnya setiap aturan, cerita bagaimana Sang Buddha menetapkan dan menerapkan aturan tersebut, dan, kemudian, dilanjutkan dengan pembahasan dan penjelasan tentang tiap aturannya.
Kitab ini dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu:
Suttavibhaṅga berisi aturan-aturan dasar kebiaraan yang disebut sebagai Pātimokkha (ejaan alternatif: Pāṭimokkha; terj. har. 'mengarah pada moksa'). Pātimokkha terdiri atas 227 aturan bagi para biku dan 311 aturan bagi para bikuni yang dibagi ke dalam bagian-bagiannya, yaitu Pārājika, Saṅghādisesa, Aniyata, Nissaggiya-pācittiya, Pācittiya, Pāṭidesanīya, Sekhiya, dan Adhikaraṇa-samatha.[1][2][3]
Selain bagian-bagian aturan tersebut, terdapat pula satu teks yang berisi rangkuman poin-poin Pātimokkha secara ringkas tanpa materi penjelasannya. Teks tersebut juga dinamakan sebagai "Pātimokkha", yang awalnya mungkin berasal dari suatu teks terpisah bernama "Pātimokkha Sutta".[4]
Pārājika (disingkat Pj; Bu Pj untuk biku; Bi Pj untuk bikuni) adalah aturan-aturan yang apabila dilanggar dapat mengakibatkan pengusiran seumur hidup dari Sangha. Jika seorang biku melanggar secara sengaja aturan-aturan ini, maka ia secara otomatis akan terusir dari kehidupan biara dan tidak akan dapat menjadi seorang biku lagi pada masa yang akan datang. Niat atau unsur kesengajaan dalam pelanggaran terhadap aturan-aturan ini diperlukan untuk dianggap sebagai suatu pelanggaran. Berikut adalah empat poin pelanggaran aturan Pārājika, yaitu:[1][2][3]
Pārājika menyajikan aturan lanjutan dari empat aturan pertama dalam Pancasila Buddhis.
Tiga belas aturan Saṅghādisesa (disingkat Ss; Bu Ss untuk biku; Bi Ss untuk bikuni) adalah aturan yang mengharuskan pertemuan awal dan selanjutnya dari Sangha (pertemuan komunal). Jika seorang biku melanggar aturan apa pun di sini, ia harus menjalani masa percobaan atau disiplin, yang setelahnya, jika ia menunjukkan penyesalan, ia dapat diterima kembali oleh sangha yang terdiri dari tidak kurang dari dua puluh biku. Seperti aturan Pārājika, pelanggaran Saṅghādisesa hanya dapat terpenuhi jika ada niat dari biku itu sendiri, dan bukan merupakan pelanggaran jika dilakukan secara tidak sengaja. Tiga belas poin pelanggaran Saṅghādisesa untuk biku adalah:[1][2][3]
Aniyata (disingkat Ay; Bu Ay untuk biku; Bi Ay untuk bikuni) adalah dua aturan yang tidak pasti ketika seorang biku dituduh telah melakukan pelanggaran dengan seorang wanita di tempat yang tertutup atau pribadi oleh seorang awam. Aturan ini disebut tidak pasti karena hasil akhirnya bergantung pada apakah biku tersebut mengakui pelanggaran yang dilakukannya. Praduga tak bersalah diberikan kepada seorang biku kecuali ada bukti yang kuat:[1][2][3]
Jadi, tidak pantas bagi seorang biku untuk berduaan dengan seorang wanita, terutama di tempat yang tertutup atau pribadi.
Nissaggiya-pācittiya (disingkat Np; Bu Np untuk biku; Bi Np untuk bikuni) adalah tiga puluh peraturan yang sebagian besarnya mengatur perihal kepemilikan para biku atas barang-barang yang tidak diizinkan atau barang-barang yang didapatkan dengan cara yang tidak diizinkan. biku tersebut harus menyerahkan barang tersebut dan kemudian mengakui kesalahannya kepada biku lain. Ada tiga puluh poin pelanggaran Nissaggiya-pācittiya:[1][2][3]
Pācittiya (disingkat Pc; Bu Pc untuk biku; Bi Pc untuk bikuni) merupakan sekumpulan peraturan yang mengharuskan atau memerlukan adanya pengakuan dari biku yang melanggar. Pācittiya juga disebut sebagai Sudhika Pācittiya untuk membedakannya dengan Nissaggiya-pācittiya. Sudhika Pacittiya merupakan peraturan yang tidak berdampak pengusiran atau penghapusan status seorang biku sebagai seorang anggota Sanġha. Pacittiya terdiri atas 92 peraturan yang dibagi dalam 9 sub peraturan, yaitu:[1][2][3]
Pāṭidesanīya (disingkat Pd; Bu Pd untuk biku; Bi Pd untuk bikuni) merupakan 4 peraturan yang pelanggarannya membutuhkan pengakuan dari pelanggar peraturan ini. Pelanggaran aturan Pāṭidesanīya terjadi jika seorang biku:[1][2][3]
Sekhiyavatta (disingkat Sk; Bu Sk untuk biku; Bi Sk untuk bikuni), atau biasa disebut Sekhiya, merupakan 75 peraturan pelatihan yang berkaitan dengan tingkah laku yang tepat bagi seorang biku. Sekhiya dibagi dalam 4 sub-peraturan, yaitu:[1][2][3]
Adhikaraṇa-samatha (disingkat As; Bu As untuk biku; Bi As untuk bikuni) merupakan 7 peraturan tentang penyelesaian proses hukum terkait masalah perselisihan yang hanya melibatkan para biku.[1][2][3]
Selain berbagai bagian aturan terpisah, terdapat satu teks rangkuman yang juga dinamakan sebagai "Pātimokkha" (disingkat Bu untuk biku; Bi untuk bikuni). Teks tersebut berisi aturan-aturan inti dari kehidupan monastik dalam bentuk daftar panjang dari berbagai jenis peraturan Suttavibhaṅga (Pārājika, Saṅghādisesa, Aniyata, Nissaggiyapācittiya, Pācittiya, Pāṭidesanīya, Sekhiya, dan Adhikaraṇasamatha) tanpa materi penjelasannya. Pada awalnya, teks Pātimokkha ini mungkin muncul sebagai teks independen, yang dikenal sebagai Pātimokkha Sutta. Hal ini dapat dilihat dari fakta bahwa suatu aturan terkadang merujuk pada aturan lain yang mendahuluinya, suatu hubungan yang kini terputus karena materi dalam Suttavibhaṅga memisahkan berbagai aturan satu sama lain.[4]
The Book of the Discipline, tr I. B. Horner, volumes I-III, 1938–40, Pali Text Society , Lancaster.