Kitab Vimānavatthu adalah sebuah kitab suci Buddhisme sebagai bagian dari Khuddakanikāya dalam Suttapiṭaka, yang merupakan bagian dari Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh Buddhisme Theravāda. Nama kitabnya dalam bahasa Pali biasa diterjemahkan sebagai "heavenly abodes" atau "divine mansions" dalam bahasa Inggris. Kitab Vimānavatthu berisi antologi dengan 83 cerita pendek yang ditulis dalam bentuk syair, dibagi dalam tujuh bab atau vagga. Setiap cerita menjelaskan kehidupan dan perbuatan karakter-karakter yang telah terlahir di alam surgawi, di "Wisma", karena kebajikan mereka.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Vimānavatthu | |
|---|---|
| Jenis | Kitab kanonis |
| Induk | Khuddakanikāya |
| Atribusi | Moggallāna; Bhāṇaka |
| Komentar | Paramatthadīpanī (Vimānavatthu-aṭṭhakathā) |
| Pengomentar | Dhammapāla |
| Singkatan | Vv |
| Bagian dari seri |
| Tipiṭaka |
|---|
| Buddhisme Theravāda |
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Theravāda |
|---|
| Buddhisme |
Kitab Vimānavatthu (Pali untuk "Cerita Wisma"; disingkat Vv) adalah sebuah kitab suci Buddhisme sebagai bagian dari Khuddakanikāya dalam Suttapiṭaka, yang merupakan bagian dari Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh Buddhisme Theravāda. Nama kitabnya dalam bahasa Pali biasa diterjemahkan sebagai "heavenly abodes" atau "divine mansions" dalam bahasa Inggris.[1] Kitab Vimānavatthu berisi antologi dengan 83 cerita pendek yang ditulis dalam bentuk syair, dibagi dalam tujuh bab atau vagga. Setiap cerita menjelaskan kehidupan dan perbuatan karakter-karakter yang telah terlahir di alam surgawi, di "Wisma", karena kebajikan mereka.[1]
Setiap cerita dalam Vimānavatthu mengikuti pola yang sama, menggunakan kerangka cerita tentang murid Buddha, Mahāmoggallāna, yang bertanya kepada seorang dewa tentang alasan mereka tinggal di alam surgawi. Dewa tersebut kemudian menceritakan perbuatan baik mereka di kelahiran sebelumnya yang menyebabkan mereka terlahir kembali di alam-alam surgawi.[1]
Kitab ini umumnya dianggap oleh berbagai cendekiawan sebagai tambahan belakangan ke dalam set Tripitaka Pali, kemungkinan satu dari beberapa kitab yang ditambahkan terakhir ke bagian Khuddakanikāya sebelum Kanon tersebut dikukuhkan.[1] Beberapa cerita dalam kitab Vimānavatthu mungkin bersumber dari kitab-kitab Buddhis masa awal, beberapa teksnya ditulis dalam pola kebahasaan kuno metrum Arya dan beberapa teks lainnya kemungkinan menggambarkan penulisan ulang dari cerita-cerita kuno, termasuk cerita-cerita yang diambil dari koleksi Jātaka.[1] Isi dari kitab ini sangat mirip dengan suatu bagian dari kitab Mahāvastu, juga fragmen-fragmen teks aliran Sarvāstivāda dalam kitab Kṣudrakāgama (paralel Khuddakanikāya) bernama Vimānāvadāna, yang menandakan bahwa kitab Vimānavatthu dari sumber koleksi yang lebih tua.[1]
Narasi-narasi yang digunakan kitab Vimānavatthu serta kitab serupa, kitab Petavatthu, juga diperluas/dikembangkan menjadi narasi-narasi dalam tradisi kitab komentar (aṭṭhakathā), dan menjadi bahan materi khotbah yang populer.[2] Kitab ini secara keseluruhan kemungkinan ditujukan untuk upasaka-upasika karena menyajikan pandangan tentang karma yang cenderung sederhana, dengan penjelasan tentang perbuatan baik (kebajikan) yang membuahkan pahala berupa kelahiran kembali di alam yang baik.[1] Akan tetapi, banyak dewa juga meratapi kenyataan bahwa mereka tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang lebih baik lagi sehingga mereka masih belum mencapai Nirwana, meskipun sudah dapat terlahir di alam surga.