Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Radjiman Wedyodiningrat

Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat adalah seorang dokter, pejuang kemerdekaan, dan pahlawan nasional yang turut mempersiapkan kemerdekaan dan ikut merumuskan dasar Negara Indonesia bersama Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, dan para pendiri bangsa lainnya.

pahlawan nasional Indonesia, dokter di Keraton Surakarta
Diperbarui 22 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Radjiman Wedyodiningrat
Kanjeng Raden Tumenggung
Radjiman Wedyodiningrat
Potret Radjiman, 1952
Ketua Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Masa jabatan
29 April 1945 – 7 Agustus 1945
Informasi pribadi
Lahir(1879-04-21)21 April 1879
Yogyakarta, Hindia Belanda
Meninggal20 September 1952(1952-09-20) (umur 73)
Widodaren, Ngawi, Indonesia
Hubungan
  • Wahidin Soedirohoesodo (saudara)
  • Karaeng Galesong (Buyut)
  • Sultan Hasanuddin (Buyut)
PekerjaanPolitikus
ProfesiDokter
Pahlawan Nasional Indonesia
S.K. Presiden No. 068/TK/2013 tanggal 6 November 2013.
  • Pahlawan Nasional Indonesia Suntingan nilai di Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat (21 April 1879 – 20 September 1952) adalah seorang dokter, pejuang kemerdekaan, dan pahlawan nasional yang turut mempersiapkan kemerdekaan dan ikut merumuskan dasar Negara Indonesia bersama Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, dan para pendiri bangsa lainnya.

Keluarga besar dari silsilah Ayahnya berasal dari Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta dan dari sisi ibunya berasal dari Gorontalo, Sulawesi.[1] Selain itu, Radjiman juga memiliki silsilah keturunan Bugis-Makassar dari sisi Ayahnya yang memiliki hubungan genealogis dengan Karaeng Naba dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Radjiman dikenal sebagai "Dokter Rakyat" karena latar belakangnya yang bukan berasal dari keluarga priayi dan memiliki dedikasi yang kuat dalam memberikan layanan kesehatan dan akses obat-obatan kepada masyarakat luas.[2]

Selain itu, Radjiman juga dikenal sebagai "Bapak Pajak Indonesia" atas usulannya dalam sidang BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 agar pemungutan pajak diatur melalui undang-undang demi keberlangsungan negara.[3]

Riwayat Singkat

Radjiman Wedyodiningrat adalah seorang tokoh politik dan dokter lulusan School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) pada Desember 1898.

Dalam sejarah pergerakan nasional, ia tercatat sebagai anggota organisasi Boedi Oetomo dan kemudian terpilih menjadi Ketua Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada tahun 1945.[4] Dalam kapasitasnya sebagai ketua, Radjiman memimpin jalannya perumusan dasar negara dan konstitusi Indonesia.

Pada 9 Agustus 1945, menyusul peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, ia bersama Soekarno dan Mohammad Hatta terbang ke Saigon untuk bertemu Marsekal Lapangan Hisaichi Terauchi guna membahas kemerdekaan Indonesia. Tanggal 11 Agustus 1945, perjalanan dilanjutkan ke Dalat dan tiba di hari yang sama. Soekarno, Hatta, dan Radjiman beserta rombongan kemudian harus menunggu keesokan hari sesuai jadwal pertemuan dengan Marsekal Hisaichi Terauchi.[5]

Pasca-kemerdekaan, Radjiman melanjutkan pengabdiannya di legislatif dengan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada periode tahun 1950 hingga 1952.[6]

Asal-usul

Dokter Radjiman Wedyodiningrat lahir pada hari Kamis Pahing, tanggal 21 April 1879 di kampung Lempuyangan, Jogjakarta.

Dokter Radjiman Wedyodiningrat adalah saudara misan dokter Wahidin Sudirohusodo, di mana lbu dokter Wahidin Sudirohusodo adalah kakak sepupu dari ayah Radjiman Wedyodiningrat. Kelak, Wahidin Soedirohoesodo, selaku paman dan ayah angkatnya inilah yang membiayai pendidikan Radjiman di Batavia.[7]

Pada tahun 1992, berdasarkan keterangan Prof. Mr. Djojodiguno dalam buku biografi Dr. Wahidin Sudirohusodo terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang dikonfirmasi oleh Ibu Asri (cucu Dokter Wahidin Sudirohusodo)[8], disampaikan bahwa:

Ibu dari Dokter Wahidin diketahui memiliki seorang saudara laki-laki yang berprofesi sebagai prajurit Koninklijk Nederlandsch - Indische Leger (KNIL). Saudara laki-laki tersebut adalah Sutodrono yang kemudian menikah dengan seorang wanita asal Gorontalo dan dikaruniai putra bernama Radjiman Wedyodiningrat.[9]

Pada tahun 1998, melengkapi cetakan buku biografi Dr. Radjiman Wedyodiningrat yang diterbitkan sebelumnya tahun 1985 oleh Depdikbud, ditegaskan bahwa Ki Sutodrono adalah ayahnya memiliki silsilah keturunan suku Bugis-Makassar, dan Ibu dari Radjiman memiliki silsilah suku Gorontalo dan berasal dari Gorontalo.[10][11] Namun, nama lengkap dari ibu Radjiman sendiri belum diketahui.

Dalam catatan silsilah ayahnya, Ki Sutodrono merupakan keturunan ke-7 dari Karaeng Naba, saudara Karaeng Galesong, yang merupakan anak buah dari Kesultanan Mataram.[12] Daeng Naba atau dikenal juga sebagai Karaeng Naba merupakan seorang bangsawan asal Kesultanan Gowa yang melakukan eksodus ke tanah Jawa pasca-Perjanjian Bongaya. Dalam sejarah Mataram, ia dikenal sebagai pemimpin pasukan Bugis-Makassar yang mengabdi pada penguasa Jawa dan berjasa dalam pembentukan bregada prajurit Dhaengan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Karaeng Naba menetap di Desa Mlati, Sleman, yang kemudian menjadi tempat pemakamannya.

Meski memiliki akar keturunan dari Sulawesi, yaitu Gorontalo dan Bugis, Radjiman tidak pernah merasa asing di negerinya sendiri. la telah menyatu dengan daerah di mana ia dilahirkan. Jogjakarta adalah kota kelahirannya, dan Indonesia adalah negerinya.

Pendidikan

Dokter Radjiman Wedyodiningrat dan keluarga (1909).

Dimulai dengan model pembelajaran hanya dengan mendengarkan pelajaran di bawah jendela kelas saat mengantarkan putra dr. Wahidin Soedirohoesodo ke sekolah, kemudian atas belas kasihan guru Belanda disuruh mengikuti pelajaran di dalam kelas sampai akhirnya di usia 20 tahun ia sudah berhasil mendapatkan gelar dokter dan mendapat gelar Master of Art pada usia 24 tahun. Ia juga pernah belajar di Belanda, Prancis, Inggris dan Amerika.

Pilihan belajar ilmu kedokteran yang diambil berangkat dari keprihatinannya ketika melihat masyarakat Ngawi saat itu dilanda penyakit pes, begitu pula ia secara khusus belajar ilmu kandungan untuk menyelamatkan generasi ke depan di mana saat itu banyak ibu-ibu yang meninggal karena melahirkan. Karena keprofesionalannya, pada masa pemerintahan Susuhunan Pakubuwana X di Kesunanan Surakarta Hadiningrat, dr. Radjiman diangkat sebagai dokter keraton, dan sempat berkarier serta mengabdikan diri di beberapa rumah sakit di Surakarta.

Sejak tahun 1934 ia memilih tinggal di Dusun Dirgo, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Ngawi dan mengabdikan dirinya sebagai dokter ahli penyakit pes, ketika banyak warga Ngawi yang meninggal dunia karena dilanda wabah penyakit tersebut. Rumah kediamannya yang sekarang telah menjadi situs sudah berusia 134 tahun. Begitu dekatnya Radjiman dengan Bung Karno sampai-sampai Bung Karno pun telah bertandang dua kali ke rumah tersebut.

Boedi Oetomo

Radjiman terlibat aktif dalam organisasi pergerakan nasional sejak masa awal pembentukannya. Ia merupakan salah satu tokoh utama dalam Boedi Oetomo dan terpilih menjadi Ketua Pengurus Besar Boedi Oetomo pada periode 1914–1915.[13]

Di bawah kepemimpinannya, ia mengarahkan organisasi agar lebih terlibat dalam urusan politik, termasuk memperjuangkan pembentukan Volksraad (Dewan Rakyat) sebagai wadah aspirasi bagi masyarakat pribumi di masa kolonial Hindia Belanda.

BPUPKI

Dokter Radjiman (ketika itu masih bergelar Wedyodipuro) seusai menangani persalinan sesar salah seorang perempuan kerdil di Rumah Sakit Kadipolo, Surakarta (1915).

Dalam perjalanan sejarah menuju kemerdekaan Indonesia, dr. Radjiman adalah satu-satunya orang yang terlibat secara aktif dalam kancah perjuangan berbangsa dimulai dari munculnya Boedi Utomo sampai pembentukan BPUPKI. Manuverinya pada saat memimpin Budi Utomo yang mengusulkan pembentukan milisi rakyat di setiap daerah di Indonesia (kesadaran memiliki tentara rakyat) dijawab Belanda dengan kompensasi membentuk Volksraad dan dr. Radjiman masuk di dalamnya sebagai wakil dari Boedi Utomo.

Pada sidang BPUPKI (29 Mei 1945), ia mengajukan pertanyaan “apa dasar negara Indonesia jika kelak merdeka?” Pertanyaan ini dijawab oleh Bung Karno dengan Pancasila. Jawaban dan uraian Bung Karno tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ini kemudian ditulis oleh Radjiman selaku ketua BPUPKI dalam sebuah pengantar penerbitan buku Pancasila yang pertama tahun 1948 di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Terbongkarnya dokumen yang berada di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi ini menjadi temuan baru dalam sejarah Indonesia yang memaparkan kembali fakta bahwa Soekarno adalah Bapak Bangsa pencetus Pancasila. Masyarakat setempat lebih mengenal kediaman dr. Radjiman dengan sebutan "Kanjengan". Sekarang ini kediaman itu menjadi situs dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat dan masuk wilayah Dusun Paldaplang, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Pada tanggal 9 Agustus 1945, ia membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Saigon dan Dalat untuk menemui pimpinan tentara Jepang untuk Asia Timur Raya terkait dengan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki yang menyebabkan Jepang berencana menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, yang akan menciptakan kekosongan kekuasaan di Indonesia.

Karier selanjutnya

Presiden Soekarno hadir saat pemakaman Radjiman Wedyodiningrat.

Pada masa setelah kemerdekaan RI Radjiman pernah menjadi anggota DPA, KNIP, dan pemimpin sidang DPR pertama pada saat Indonesia kembali menjadi negara kesatuan dari RIS.

Pahlawan Nasional

Radjiman dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 6 November 2013 oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.[14]


Referensi

  1. ↑ https://repositori.kemendikdasmen.go.id/8305/1/DR KRT RAJIMAN WEDYODININGRAT 1985.pdf
  2. ↑ https://www.historia.id/article/peran-radjiman-wedyodiningratsebagai-dokter-keraton-vqmx0
  3. ↑ https://rri.co.id/lain-lain/818123/radjiman-wedyodiningrat-sosok-bapak-pajak-indonesia
  4. ↑ https://www.tempo.co/ekonomi/profil-ketua-bpupki-radjiman-wedyodiningrat-1183164
  5. ↑ https://tirto.id/sejarah-sukarno-hatta-menjemput-janji-kemerdekaan-ke-dalat-ef51
  6. ↑ https://news.republika.co.id/berita/qxyox4440/dr-radjiman-sosok-di-balik-persiapan-kemerdekaan-indonesia
  7. ↑ Museum Perumusan Naskah Proklamasi (2015) Dr. KRT. Radjiman Wediodiningrat: Dokter Pejuang. Jakarta: Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
  8. ↑ https://repositori.kemdikbud.go.id/23497/1/Dr
  9. ↑ https://repositori.kemdikbud.go.id/23497/1/Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO.pdf
  10. ↑ https://repositori.kemendikdasmen.go.id/8305/1/DR KRT RAJIMAN WEDYODININGRAT 1985.pdf
  11. ↑ https://repositori.kemendikdasmen.go.id/8313/1/DR KRT RAJIMAN WEDYODININGRAT 1998.pdf
  12. ↑ https://repositori.kemendikdasmen.go.id/8305/1/DR KRT RAJIMAN WEDYODININGRAT 1985.pdf
  13. ↑ Mangunwidodo, S. (1994). Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat: Perjalanan Seorang Putra Bangsa 1879-1952. Jakarta: Yayasan Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat.
  14. ↑ https://nasional.kompas.com/read/2013/11/07/1010130/Pemerintah.Tetapkan.Tiga.Pahlawan.Nasional?hl=en-GB
  • l
  • b
  • s
Indonesia Anggota BPUPKI
  • K.H. Abdul Fatah Hasan
  • K.H. Abdul Halim Majalengka
  • Raden Abdul Kadir
  • Abdul Kaffar
  • Abdul Kahar Mudzakkir
  • R. Abdulrahim Pratalykrama
  • Abdurrahman Baswedan
  • K.H. Abdul Wahid Hasjim
  • R. Abikoesno Tjokrosoejoso
  • Agus Musin Dasaad
  • Haji Agus Salim
  • K.H. Ahmad Sanusi
  • Mr. R. Achmad Soebardjo
  • Mr. Alexander Andries Maramis
  • Mas Aris
  • Ir. R. Ashar Sutejo Munandar
  • R. Asikin Natanegara
  • Ki Bagoes Hadikoesoemo
  • Mr. Mas Besar Mertokusumo
  • BPH Bintoro
  • Dr. R. Boentaran Martoatmodjo
  • Prof. Dr. R. Djenal Asikin Widjaja Koesoema
  • Ki Hadjar Dewantara
  • Drs. Moh. Hatta
  • Mr. R. Hindromartono
  • Prof. Dr. Pangeran Ario Hussein Jayadiningrat
  • Ichibangase Yosio
  • Mr. Johannes Latuharhary
  • Liem Koen Hian
  • K.H. Mas Mansoer
  • R.M. Margono Djojohadikoesoemo
  • Mr. R.A. Maria Ulfah Santoso
  • K.H. Masjkur
  • Ir. Pangeran Mohammad Noor
  • Oey Tiang Tjoei
  • Oei Tjong Hauw
  • R. Otto Iskandar di Nata
  • Parada Harahap
  • P.F. Dahler
  • R.A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
  • Pangeran Poeroebojo
  • Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat
  • R. Ruslan Wongsokusumo
  • Ir. Roosseno Soerjohadikoesoemo
  • Dr. Samsi Sastrawidagda
  • Mr. R.M. Sartono
  • Mr. R. Sastromulyono
  • Mr. Raden Panji Singgih
  • R.N. Siti Sukaptinah Sunaryo Mangunpuspito
  • Mr. R. Raden Sjamsoeddin
  • Dra. KRMH Sosrodiningrat
  • Raden Sudirman
  • R. Sukarjo Wiryopranoto
  • Ir. Soekarno
  • Dr. Soekiman Wirjosandjojo
  • Dr. R. Sulaiman Effendi Kusumah Atmaja
  • Prof. Mr. Dr. Soepomo
  • Ir. R.M. Panji Surachman Cokroadisuryo
  • R.M.T. Ario Soerjo
  • Pangeran Soerjohamidjojo
  • R.P. Soeroso
  • Mr. Mas Soesanto Tirtoprodjo
  • Mas Sutardjo Kertohadikusumo
  • Mr. R. Soewandi
  • Tan Eng Hoa
  • R.A.A. Wiranatakusumah V
  • K.R.M.T. Wongsonegoro
  • RMTA Wuryaningrat
  • Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H.
  • l
  • b
  • s
Indonesia Anggota PPKI
  • Abdoel Kadir
  • Mr. Abdul Maghfar
  • H. A.A. Hamidhan
  • K.H. Abdul Wahid Hasyim
  • Achmad Soebardjo
  • Dr. Mohammad Amir
  • Ki Bagoes Hadikoesoemo
  • Dr. Dr. GSSJ Ratulangi
  • Ki Hadjar Dewantara
  • Drs. Mohammad Hatta
  • Teuku Muhammad Hasan
  • Iwa Koesoemasoemantri
  • Mr. Johannes Latuharhary
  • Kasman Singodimedjo
  • Otto Iskandardinata
  • Andi Pangerang Petta Rani
  • I Gusti Ketut Pudja
  • Pangeran Poerbojo
  • K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat
  • Sajoeti Melik
  • Ir. Soekarno
  • Prof. Mr. Dr. Soepomo
  • Pangeran Soerjohamidjojo
  • R.P. Soeroso
  • Mas Sutardjo Kertohadikusumo
  • R.A.A. Wiranatakusumah V
  • Drs. Yap Tjwan Bing
  • l
  • b
  • s
Indonesia Pahlawan Nasional Indonesia
Politik
Abdul Halim Majalengka · Abdul Kahar Mudzakkir · Abdurrahman Wahid  · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Sultan Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumban Tobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara · Kasman Singodimedjo · Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja · Mochtar Kusumaatmadja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi · Soeharto  · Soekarni · Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto · Zainal Abidin Syah · Zainul Arifin
Militer
Abdul Haris Nasution · Andi Abdullah Bau Massepe · Basuki Rahmat · Tjilik Riwut · Jamin Ginting  · Gatot Soebroto · Harun Thohir · Hasan Basry · John Lie · R.E. Martadinata · Marthen Indey · Mas Isman · Muhammad Yasin · Sarwo Edhie Wibowo · Syam'un · Soedirman · Soekanto Tjokrodiatmodjo · Soeprijadi · Oerip Soemohardjo · Usman Janatin  · Yos Sudarso · Djatikoesoemo · Moestopo
Kemerdekaan
Agustinus Adisoetjipto · Abdulrachman Saleh · Adisumarmo Wiryokusumo · Andi Djemma · Ario Soerjo · Bagindo Azizchan · Bernhard Wilhelm Lapian · Halim Perdanakusuma · Ignatius Slamet Rijadi · Iswahyudi · I Gusti Ngurah Rai · Muhammad Mangundiprojo · Robert Wolter Mongisidi · Sam Ratulangi · Soepeno · Sutomo (Bung Tomo) · Tahi Bonar Simatupang
Revolusi
Ahmad Yani · Karel Satsuit Tubun · Mas Tirtodarmo Harjono · Katamso Darmokusumo · Donald Izaac Panjaitan · Pierre Tendean · Siswondo Parman · Sugiyono Mangunwiyoto · R. Suprapto · Sutoyo Siswomiharjo
Pergerakan
Abdurrahman Baswedan · Maria Walanda Maramis · dr. Soetomo · Wage Rudolf Soepratman · Wahidin Soedirohoesodo
Sastra
Abdoel Moeis · Agus Salim · Amir Hamzah · Mohammad Yamin · Ali Haji bin Raja Haji Ahmad
Seni
Ismail Marzuki · Usmar Ismail
Pendidikan
Dewi Sartika · Kartini · Ki Hadjar Dewantara · Ki Sarmidi Mangunsarkoro · Muhammad Salahuddin · Rahmah El Yunusiyyah  · Rubini Natawisastra · Sardjito · Soeharto Sastrosoeyoso · Syaikhona Muhammad Kholil
Integrasi
Pajonga Daeng Ngalie Karaeng Polongbangkeng · Silas Papare · Syarif Kasim II dari Siak
Pers
M. Tabrani · Roehana Koeddoes · Tirto Adhi Soerjo
Pembangunan
Moestopo · Pangeran Mohammad Noor · Suharso · Siti Hartinah · Teuku Mohammad Hasan · Wilhelmus Zakaria Johannes
Agama
As'ad Samsul Arifin · Abdul Chalim · Abdul Wahab Hasbullah  · Ahmad Dahlan · Ahmad Hanafiah · Ahmad Sanusi · Albertus Soegijapranata · Bagoes Hadikoesoemo · Fakhruddin · Haji Abdul Malik Karim Amrullah · Hasyim Asy'ari · Hazairin · Ilyas Yakoub · Lafran Pane · Mas Mansoer · Masjkur · Mohammad Natsir · Muhammad Zainuddin Abdul Madjid  · Noer Alie · Nyai Ahmad Dahlan · Syech Yusuf Tajul Khalwati · Wahid Hasjim
Perjuangan
Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Bataha Santiago · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Ida Dewa Agung Jambe · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Marsinah · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyai Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Paku Alam VIII · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Ratu Kalinyamat · Salahuddin bin Talabuddin · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Saifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Tuan Rondahaim Saragih  · Untung Suropati · Zainal Mustafa
Diusulkan · Portal Portal Indonesia
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat Singkat
  2. Asal-usul
  3. Pendidikan
  4. Boedi Oetomo
  5. BPUPKI
  6. Karier selanjutnya
  7. Pahlawan Nasional
  8. Referensi

Artikel Terkait

Kesunanan Surakarta Hadiningrat

kerajaan di Asia Tenggara

Daftar tokoh yang diusulkan menjadi pahlawan nasional Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Hamengkubuwana IX

Sultan Yogyakarta ke-9 (1940–1988) & Wakil Presiden Indonesia ke-2 (1973–1978)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026