Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

KAI Commuter

PT Kereta Commuter Indonesia adalah anak usaha dari Kereta Api Indonesia yang bergerak di bidang pengoperasian kereta api komuter, kereta api bandara dan kereta api lokal. Sepanjang tahun 2023, perusahaan ini berhasil mengangkut sebanyak 331,895 juta penumpang di seluruh wilayah operasionalnya.

perusahaan asal Indonesia
Diperbarui 18 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

KAI Commuter
Artikel ini berisi tentang anak perusahaan Kereta Api Indonesia. Untuk layanan kereta api perkotaan berbasis listrik, lihat KRL Commuter Line.
Untuk kegunaan lain, lihat KCI.
PT Kereta Commuter Indonesia
Stasiun Juanda, stasiun yang juga menjadi kantor pusat KAI Commuter
Ikhtisar
Wilayah utama
  • Jabodetabek
  • Gerbangkertosusila
  • Bandung Raya
Wilayah lainnya
  • Kartamantul
  • Solo Raya
  • Serang Raya
  • Malang Raya
Perusahaan indukKereta Api Indonesia (99,78%)
Kantor pusatStasiun Juanda, Jalan Ir.H.Juanda, Jakarta Pusat
Tokoh pentingAsdo Artriviyanto[1]
(Plt. Direktur Utama)
Edy Widyaya[2]
(Komisaris Utama)
Tanggal beroperasiSeptember 15, 2008; 17 tahun lalu (2008-09-15)–sekarang
PendahuluKereta Api Indonesia – Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek
Teknis
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Elektrifikasi1.500 V DC listrik aliran atas (KRL Commuter Line)
Panjang jalur418 km (260 mi)[3]
Kelajuan operasi40–95 km/h (25–59 mph)
Lain-lain
Perusahaan
Nama dagang
KAI Commuter
Nama sebelumnya
PT KAI Commuter Jabodetabek (2008 - 2017)
Jenis perusahaan
Perseroan terbatas
IndustriPerkeretaapian
ProdukKereta api komuter, Kereta api bandara dan kereta api lokal
Merek
  • Commuter Line
  • C-Access
PendapatanKenaikan Rp 2,399 triliun (2021)[4]
Laba operasi
Kenaikan Rp 379,563 miliar (2021)[4]
Laba bersih
Kenaikan Rp 285,192 miliar (2021)[4]
Total asetKenaikan Rp 2,305 triliun (2021)[4]
Total ekuitasKenaikan Rp 1,298 triliun (2021)[4]
Karyawan
Kenaikan 2.580 (2021)[4]
Situs webcommuterline.id
Facebook: CommuterLine Instagram: commuterline Youtube: UC4ii_NtnbhAmltDNutIQOhg Modifica els identificadors a Wikidata

PT Kereta Commuter Indonesia (berbisnis dengan nama KAI Commuter)[5] adalah anak usaha dari Kereta Api Indonesia yang bergerak di bidang pengoperasian kereta api komuter, kereta api bandara dan kereta api lokal. Sepanjang tahun 2023, perusahaan ini berhasil mengangkut sebanyak 331,895 juta penumpang di seluruh wilayah operasionalnya.[6]

Sejarah

Logo yang digunakan sampai September 2020

Pembentukan dan pemisahan dari PT Kereta Api

Perusahaan ini memulai sejarahnya sebagai Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek dari Kereta Api Indonesia yang bertugas untuk mengoperasikan KRL di Jabodetabek, sementara kereta api jarak jauh dan kereta api Lokal di Jabodetabek tetap dioperasikan oleh Daerah Operasi (Daop) I Jakarta. Gagasan untuk memisahkan pengelolaan KRL di wilayah Jabotabek dari PT KA mulai berkembang pada awal 2000-an. Dorongan ini muncul antara lain karena tingginya jumlah penumpang harian, kepadatan pada jam sibuk, keterlambatan perjalanan, hingga persoalan keamanan dan penumpang tanpa tiket. Rencana tersebut mulai dikaji pada tahun 2003 dan diproyeksikan akan terealisasi pada tahun 2005.[7] Pada 2005, Menteri Negara BUMN Soegiharto menyatakan persetujuannya terhadap pemisahan pengelolaan KRL Jabotabek, meskipun bukan dalam bentuk pemisahan penuh (spin-off), melainkan tetap berada di bawah PT Kereta Api dengan status entitas khusus.[8]

Momentum pemisahan muncul setelah Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian disetujui oleh DPR. Dengan disahkannya UU tersebut, hak monopoli PT Kereta Api sebagai operator tunggal perkeretaapian secara otomatis berakhir. Menteri Perhubungan saat itu, Jusman Syafii Djamal mendorong percepatan proses spin-off (pemisahan) divisi ini untuk meningkatkan partisipasi swasta, pelayanan penumpang, dan akuntabilitas.[9]

Pemisahan tersebut terealisasi pada 15 September 2008 dengan diresmikannya PT KAI Commuter Jabodetabek menjadi sebuah perusahaan tersendiri, yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi KAI Commuter.[10] Selanjutnya, peluncuran resmi layanan dilakukan pada 19 Mei 2009 dan dihadiri oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Direktur Utama PT Kereta Api (Persero) Ignasius Jonan, serta Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek Kurniadi Atmosasmito, bertempat di Stasiun Tanjung Barat.[11]

Penyederhanaan layanan dan modernisasi tiket

Pada 19 Agustus 2010, pemerintah meresmikan pengoperasian kereta khusus wanita yang ditempatkan di kereta pertama dan terakhir pada setiap rangkaian KRL. Kebijakan ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Anak Linda Amalia Sari.[12] Selanjutnya, pada 2011, KAI Commuter melakukan penataan layanan dengan menerapkan sistem operasi tunggal jalur lingkar atau loop line. Dalam sistem ini, layanan yang tadinya berjumlah 37 rute langsung (direct), termasuk layanan KRL ekspres yang hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu, disederhanakan menjadi 6 rute tetap yang berhenti di semua stasiun. Sistem ini diujicoba pada tanggal 1 Desember 2011 dan dioperasikan secara resmi pada 5 Desember 2011.[13]

Perubahan sistem tiket mulai dilakukan pada Februari 2012 melalui penggantian Kartu Trayek Bulanan (KTB) dan Kartu Langganan Sekolah (KLS) menjadi kartu elektronik Commuter Electronic Ticketing (COMMET).[14] Sistem tersebut kemudian dihentikan pada Desember 2012, sehingga pembayaran hanya menggunakan tiket harian untuk satu kali perjalanan.

Reformasi sistem tiket kembali dilakukan pada 1 Juli 2013 dengan penerapan sistem tarif progresif berbasis jarak antarstasiun. Sistem ini disertai dengan penghapusan KRL Ekonomi Non-AC, penerapan sistem tiket elektronik berupa Kartu Multi Trip (KMT) yang dapat diisi ulang dan Kartu Single Trip (KST) yang dapat dibeli untuk satu kali perjalanan dan dimasukkan ke gate pada saat tap-out.[15] Akibat tingginya angka kehilangan Kartu Single Trip yang tidak dikembalikan, yang mencapai sekitar 800.000 keping atau senilai Rp4 miliar pada Juli 2013,[16] KAI Commuter mengganti penggunaan Kartu Single Trip dengan Tiket Harian Berjaminan (THB) sebagai tiket satu kali perjalanan yang disertai jaminan kartu sebesar Rp5.000, efektif mulai 20 Agustus 2013.[17]

Perpanjangan rangkaian dan perluasan sistem pembayaran

Pada bulan Januari 2014, Kereta Api Indonesia mengalihkan pengelolaan pegawainya yang berhubungan langsung dengan operasional KRL ke perusahaan ini. Pada bulan Maret 2014, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line dengan stamformasi 10 kereta (SF10) di lintas Bogor. Pada bulan Juni 2014, perusahaan ini meluncurkan integrasi kartu uang elektronik terbitan BRI, BNI, dan Mandiri sebagai alat pembayaran tiket Commuter Line. Pada bulan April 2015, perusahaan ini mulai menerapkan tarif progresif per kilometer jarak tempuh. Kereta Api Indonesia juga mengalihkan pengelolaan sebagian Balai Yasa Manggarai yang digunakan untuk perawatan tahunan Commuter Line ke perusahaan ini. Pada bulan September 2015, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line dengan stamformasi 12 kereta (SF12) di lintas Bogor. Pada bulan Desember 2015, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line relasi Tanjung Priok–Jakarta Kota pp. dan mesin tiket Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Sudirman.

Perubahan nama

Pada bulan Januari 2016, perusahaan ini meluncurkan integrasi antara Commuter Line dengan Transjakarta di Stasiun Tebet, Manggarai, dan Palmerah. Pada bulan Juli 2016, perusahaan ini meluncurkan aplikasi KRL Access. Pada bulan April 2017, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line hingga Stasiun Rangkasbitung, membuka Stasiun Citeras, dan membuka kembali Stasiun Angke. Pada bulan September 2017, perusahaan ini mengubah namanya menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI),[18] seiring dengan rencana perluasan wilayah kerja yang akan dilakukannya.[19] Pada bulan Oktober 2017, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line hingga Stasiun Cikarang. Pada bulan Februari 2018, perusahaan ini mulai mengoperasikan bangunan baru Stasiun Cisauk. Pada bulan November 2018, perusahaan ini mendapat izin dari Bank Indonesia untuk mengelola uang elektronik.

Ekspansi dan integrasi

Pada bulan Juni 2020, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Juanda, dan Pasar Senen sebagai stasiun integrasi. Pada bulan Oktober 2020, Kereta Api Indonesia mengalihkan pengelolaan kereta api Lokal Merak di Daop I Jakarta dan Kereta api Prambanan Ekspres di Daop VI Yogyakarta ke perusahaan ini.[20][21] Pada tahun 2021, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line relasi Yogyakarta–Solo Balapan pp dan Prambanan Ekspres relasi Yogyakarta–Kutoarjo pp. Pada bulan Maret 2021, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Commuter Line relasi Yogyakarta–Solo Balapan pp.

Pada bulan Desember 2021, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan Alun-Alun Bogor yang terintegrasi dengan pintu timur Stasiun Bogor.[4][22] Pada bulan April 2022, Kereta Api Indonesia mengalihkan pengelolaan kereta api lokal dan kereta api komuter di Daop II Bandung dan VIII Surabaya ke perusahaan ini.[23] Pada bulan Mei 2022, seiring dengan perubahan sistem persinyalan di Stasiun Manggarai, Lin Lingkar pun dinonaktifkan, sementara Lin Cikarang dan Lin Sentral diubah menjadi sistem balon, yakni melalui Cikarang–Tanah Abang–Kampung Bandan–Cikarang dan percabangan ke Stasiun Nambo. Walaupun begitu, lin lainnya, seperti Lin Sentral antara Bogor dan Jakarta Kota di jalur utama, Tangerang, Tanjung Priuk dan Rangkasbitung tidak mengalami perubahan.[24]

Per 1 Januari 2023, KAI Commuter resmi mengakuisisi layanan KRL Bandara Soekarno-Hatta dari KAI Bandara dengan ditekennya dokumen peralihan operator pelayanan dan akta jual beli pada 30 Desember 2022.[25]

Pembelian sarana baru untuk Lin Jabodetabek

Pada September 2022, KAI Commuter mengajukan izin impor 348 unit KRL bekas dari Jepang untuk menggantikan sarana yang sudah tua dan meningkatkan kapasitas penumpang pada 2023. Setelah tidak melakukan pengadaan pada 2021–2022 akibat pandemi, tetapi izin tersebut ditolak oleh Kementerian Perindustrian RI pada Januari 2023, penolakan tersebut menjadi polemik.

Setelah penolakan tersebut, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merekomendasikan KAI Commuter untuk tidak mengimpor KRL bekas dan mengusulkan rekondisi 29 rangkaian yang akan dipensiunkan. Kajian BPKP menilai kapasitas KRL masih mencukupi secara keseluruhan, tetapi terdapat kekurangan saat jam sibuk.[26]

Menanggapi rekomendasi tersebut, akhirnya Pemerintah Pusat memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada KAI untuk membeli KRL baru dari PT Industri Kereta Api (INKA) dan pabrikan luar negeri. Kontrak pembelian tersebut diteken dengan INKA ditandatangani pada Maret 2023,[27] kemudian kontrak pembelian 3 rangkaian KRL baru dari CRRC Qingdao Sifang ditandatangani di Tiongkok pada akhir Januari 2024.[28] Pada Juli 2024, INKA juga mendapatkan PMN guna meningkatkan kapasitas produksi agar dapat meningkatkan kapasitas produksi agar dapat menyelesaikan pesanan tersebut dengan tepat waktu.[29]

KRL seri SFC120-V di Stasiun Jakarta Kota saat masa uji coba.

Pada saat RDP dengan Komisi XI DPR RI, 1 Juli 2024, Direktur utama KAI menyatakan bahwa dilakukan pembelian 8 rangkaian KRL tambahan kepada CRRC Qingdao Sifang, sehingga total pesanan kepada pabrikan Tiongkok tersebut menjadi 11 rangkaian. Penambahan tersebut dilakukan setelah 17 dari 19 rangkaian yang dikirim menuju pabrik INKA Madiun untuk dilakukan rekondisi dibatalkan dengan alasan yang tidak diberitahukan kepada publik[30]

Pada akhir Januari 2025, satu rangkaian 12 kereta KRL seri SFC120-V yang dipesan oleh KAI Commuter dari CRRC Qingdao Sifang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan setelahnya menjalani uji coba di jalur kereta api Lintas Jakarta.[31] Pada Februari 2025, KRL baru yang dipesan dari INKA juga telah mulai terlihat menjalani uji coba di lingkungan internal pabrik,[32] setelah pada Agustus 2024, desain dari KRL produksi INKA tersebut dirilis oleh KAI Commuterline secara resmi.[33] Keseluruhan KRL pesanan KAI Commuter berbahan baja nirkarat pada bagian bodi dengan lebar standar yang ditentukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Layanan

Sejak pemberlakuan Gapeka 2023, seluruh layanan kereta api komuter, lokal, dan bandara (hanya untuk tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Kota Tangerang, Banten) yang dikelola KAI Commuter menggunakan nama Commuter Line.[34]

Kereta api Komuter
Kereta api Lokal
Kereta api Bandara

Kereta api bandara

Daerah Operasi 1 Jakarta
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta Manggarai–Bandara Soekarno-Hatta 1
  • Sudirman Baru, Duri, Rawa Buaya, Batuceper

Kereta api komuter

Wilayah I Jabodetabek

Jakarta Kota–Cikampek
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Cikarang Kampung Bandan–Cikarang via Pasar Senen (searah jarum jam) 1
  • Rajawali, Kemayoran, Pasar Senen (hanya arah utara), Gang Sentiong, Kramat, Pondok Jati, Jatinegara, Klender, Buaran, Klender Baru, Cakung, Kranji, Bekasi, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, Metland Telagamurni
  • Perpanjangan relasi menuju Stasiun Jakarta Kota hanya beroperasi pada jam malam hari setelah 22:00 WIB.
  • Perjalanan kereta api berlanjut dari/menuju Stasiun Kampung Bandan melalui Manggarai (lihat dibawah).
Jakarta Kota–Bogor
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Bogor Jakarta Kota–Bogor 1
  • Jayakarta, Mangga Besar, Sawah Besar, Juanda, Gondangdia, Cikini, Manggarai, Tebet, Cawang, Duren Kalibata, Pasar Minggu Baru, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Lenteng Agung, Universitas Pancasila, Universitas Indonesia, Pondok Cina, Depok Baru, Depok, Citayam, Bojonggede, Cilebut
Jakarta Kota–Nambo ½
  • Jayakarta, Mangga Besar, Sawah Besar, Juanda, Gondangdia, Cikini, Manggarai, Tebet, Cawang, Duren Kalibata, Pasar Minggu Baru, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Lenteng Agung, Universitas Pancasila, Universitas Indonesia, Pondok Cina, Depok Baru, Depok, Citayam, Pondok Rajeg, Cibinong
Anyer Kidul–Kampung Bandan
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Rangkasbitung Tanah Abang–Rangkasbitung 1
  • Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurangmangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, Jatake, Cicayur, Parung Panjang, Cilejit, Daru, Tenjo, Tigaraksa, Cikoya, Maja, Citeras
Duri–Tangerang
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Tangerang Duri–Tangerang 1
  • Grogol, Pesing, Taman Kota, Bojong Indah, Rawa Buaya, Kalideres, Poris, Batuceper, Tanah Tinggi
Lintas Jakarta – Tanah Abang–Jatinegara
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Cikarang Kampung Bandan–Cikarang via Manggarai (berlawanan arah jarum jam) 1
  • Angke, Duri, Tanah Abang, Karet, Sudirman Baru, Sudirman, Manggarai, Matraman, Jatinegara, Klender, Buaran, Klender Baru, Cakung, Kranji, Bekasi, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, Metland Telagamurni
  • Perjalanan kereta api berlanjut dari/menuju Stasiun Kampung Bandan melalui Pasar Senen (lihat diatas).
Lintas Jakarta – Jakarta Kota–Tanjung Priuk
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Tanjung Priuk Jakarta Kota–Tanjung Priuk 1
  • Kampung Bandan, Ancol

Wilayah VI Yogyakarta

Cilacap–Yogyakarta
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
P Commuter Line Prambanan Ekspres Yogyakarta–Kutoarjo 1
  • Wates, Wojo, Jenar
Yogyakarta–Solo Balapan
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Y Commuter Line Yogyakarta Yogyakarta–Solo Balapan 1
  • Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Delanggu, Gawok, Purwosari
  • Perjalanan kereta api berlanjut dari/menuju Stasiun Palur melalui Solo Jebres (lihat dibawah).
Solo Balapan–Kedungbanteng
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Y Commuter Line Yogyakarta Solo Balapan–Palur 1
  • Solo Jebres
  • Perjalanan kereta api berlanjut dari/menuju Stasiun Yogyakarta melalui Solo Jebres (lihat dibawah).

Kereta api lokal

Nama kereta api Relasi perjalanan
Daerah Operasi 1 Jakarta
LM Commuter Line Merak Rangkasbitung Merak
Daerah Operasi 2 Bandung
LJ Commuter Line Jatiluhur Cikarang Cikampek
LW Commuter Line Walahar Purwakarta
B Commuter Line Bandung Raya Purwakarta/Padalarang Cicalengka
C Commuter Line Garut Garut
Cibatu
Daerah Operasi 8 Surabaya
D Commuter Line Dhoho Surabaya Kota Blitar Via Kertosono
Surabaya Kota
P Commuter Line Penataran Surabaya Kota
Blitar Via Malang
SP Commuter Line Supas Pasuruan
A Commuter Line Arjonegoro Sidoarjo Babat
Bojonegoro
B Commuter Line Blorasura Surabaya Pasarturi Cepu
J Commuter Line Jenggala Babat Mojokerto
Sidoarjo

Gerai penjualan cendera mata

KAI Commuter, kala itu bernama PT KAI Commuter Jabodebek (KCJ), membuka gerai penjualan cendera mata dan suvenir bernama "C-Corner" pada Januari 2017 di Stasiun Juanda. Gerai ini tersedia secara daring di berbagai lokapasar dan juga luring (on site) di Stasiun Juanda dan Stasiun Bogor pada April 2017, terbaru dibuka pula di loket Stasiun BNI City pada tahun 2024.[35] Pada 14 Februari 2026, gerai ini berubah nama menjadi "C-Merch".[36]

Meskipun sebelumnya sempat ditutup selama Pandemi COVID-19, berikut merupakan daftar stasiun yang membuka gerai C-Merch per 6 April 2026:

  • Stasiun Juanda
  • Stasiun Bogor
  • Stasiun Jakarta Kota
  • Stasiun Duri
  • Stasiun Tanah Abang
  • Stasiun BNI City
  • Stasiun Manggarai
  • Stasiun Bekasi

Beragam suvenir yang dijual di C-Merch mulai dari magnet kulkas, kaus, botol minum, payung, buku, tas, stiker, hingga miniatur KRL dan mainan rubik yang bertemakan KRL Commuter Line. Meskipun bukan menjadi sumber pendapatan utama, kehadiran gerai C-Merch ini dapat menjadi sarana promosi sekaligus meningkatkan brand engagement dengan pengguna Commuter Line.

Tiket cendera mata

Papan reklame iklan KMT cendera mata.
Papan reklame iklan KMT cendera mata.

Pada beberapa kesempatan, KAI Commuter pernah menjual berbagai cendera mata yang dapat berfungsi sebagai KMT, seperti Gelang Multi Trip (GMT), Gantungan Kunci Multi Trip, dan Stiker Multi Trip (SMT). Pada ulang tahun ke-7 KAI Commuter, yang kala itu bernama PT KAI Commuter Jabodetabek, diluncurkan Stiker Multi Trip bersamaan dengan peluncuran perdana mesin penjualan tiket yang melayani pengambilan THB dan pengisian ulang KMT untuk tahap awalnya. Stiker Multi Trip berbentuk persegi dan dapat ditempelkan pada barang apapun seperti ponsel dan barang-barang lain yang bisa dibawa saat naik KRL seperti kartu pegawai. Lalu, PT KCI merilis Gelang Multi Trip pertama pada 3 Februari 2015. Gelang kemudian dirilis kembali pada 6 Februari 2016 bersamaan dengan Gantungan Kunci Multi Trip serta Kartu Multi Trip edisi khusus menyambut Tahun Baru Imlek 2567 Kongzili yang tersedia di Stasiun Jakarta Kota, sebelum kemudian sempat tersedia di 18 stasiun KRL di Jabodetabek.[37][38]

Ketiga jenis tiket cendera mata non-KMT bekerja serupa dengan KMT dengan memanfaatkan teknologi komunikasi medan dekat RFID dengan sistem FeliCa yang disediakan oleh Sony. Tak ayal, pengisian jenis tiket tersebut hanya dapat dilakukan di loket dengan stiker bertanda "Sony FeliCa" di depan loket. Penjualan tiket cendera mata tersebut mulai berangsur terbatas sejak tahun 2019, hingga kemudian tidak dapat digunakan kembali.[39]

Jasa penyelenggaraan Kartu Uang Elektronik

Artikel utama: Kartu Multi Trip
Desain sisi muka Kartu Multi Trip.
Desain sisi muka Kartu Multi Trip.

Kartu Multi Trip (KMT) adalah Kartu Uang Elektronik yang diselenggarakan oleh KAI Commuter. Dikenal sebelumnya sebagai Commuter Ticket (Commet), kartu ini diterbitkan untuk mendampingi kartu Tiket Harian Berjaminan (THB) yang kala itu menjadi metode pembayaran utama untuk mengakses layanan KRL Commuter Line. Sehingga awalnya penggunaan kartu ini hanya dapat dipakai untuk naik KRL Commuter dan perparkiran elektronik (e-parking) di lingkungan stasiun saja.[40]

Usai memperoleh izin dari Bank Indonesia pada 14 November 2018 sebagai penerbit Kartu Uang Elektronik, penggunaan KMT pun semakin diperluas ke seluruh layanan transportasi Commuter Line di Jakarta dan Yogyakarta-Palur, serta transportasi umum lain seperti Transjakarta, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, LRT Jakarta, Trans Jogja Istimewa, Trans Jateng, dan Trans Jatim. Selain perparkiran, KMT juga dapat digunakan untuk berbagai pembayaran di gerai makanan yang disediakan oleh KAI Services yakni Loko Cafe, Loko Cafe Go!, dan Loko Geprek. Selain itu, pengguna juga dapat melakukan pengisian ulang melalui gawai telepon pintarnya, di samping melalui loket dan mesin tiket, serta menarik seluruh sisa saldo dengan menyerahkan KMT-nya apabila sudah tidak mengunakan KMT lagi.[41][42][43]

Referensi

  1. ↑ "Dewan Direksi". PT Kereta Commuter Indonesia. Diakses tanggal 5 Agustus 2023.
  2. ↑ "Dewan Komisaris". PT Kereta Commuter Indonesia. Diakses tanggal 5 Agustus 2023.
  3. ↑ "New Cikarang Line Will Start Operating on Sunday". Jakarta Globe. Diakses tanggal 7 October 2017.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2021" (PDF). PT Kereta Commuter Indonesia. Diakses tanggal 5 Agustus 2023.
  5. ↑ Tri, Rahma (2020-10-01). "PT KAI Limpahkan Pengelolaan Kereta Api Lokal di Yogya dan Jakarta ke KCI". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-02.
  6. ↑ antaranews.com (2024-01-11). "KAI Commuter layani 331 juta penumpang selama 2023". Antara News. Diakses tanggal 2024-10-10.
  7. ↑ "Pengelolaan KA Jabotabek Kemungkinan Dipisah dari KAI". Liputan6. 2023-09-28. Diakses tanggal 2025-09-09.
  8. ↑ "Kereta Jabotabek Akan Dikelola Terpisah". Tempo. 2005-09-07. Diakses tanggal 2025-09-09.
  9. ↑ "Spin Off Divisi Jabodetabek dan Sumsel KAI Februari". Kompas.com. 2008-01-14. Diakses tanggal 2026-01-26.
  10. ↑ "Tentang Kami". KAI Commuter. Diakses tanggal 2026-01-26.
  11. ↑ antaranews.com (2009-05-19). "Layanan KA Commuter Jabodetabek Resmi Beroperasi". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-26.
  12. ↑ "MENHUB RESMIKAN KERETA KHUSUS WANITA Kementerian Perhubungan Republik Indonesia". kemenhub.go.id. Diakses tanggal 2026-01-26.
  13. ↑ "Jalur Lingkar KRL Berlaku Mulai 1 Desember". Tempo. 2011-11-23. Diakses tanggal 2026-01-26.
  14. ↑ Agency, ANTARA News. "Penumpang KRL di Stasiun Bogor Antusias Dapatkan Commet". ANTARA News Megapolitan. Diakses tanggal 2026-01-26.
  15. ↑ antaranews.com (2013-06-26). "Mulai 1 Juli, hanya Rp2.000 untuk lima stasiun". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-26.
  16. ↑ "Ratusan ribu hilang, KCJ terapkan sistem THB". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 2026-01-26.
  17. ↑ Okezone (2013-08-20). "Kartu Single Trip KST KRL Jabodetabek akan diganti dengan Tiket Harian Berjaminan THB : Okezone News". https://news.okezone.com/. Diakses tanggal 2026-01-26.
  18. ↑ State Run Commuter Line Operator PT KCJ Transform Into PT KCI The Jakarta Post, 20 September 2017
  19. ↑ Tugas Lebih Luas, PT KCJ Berubah Nama Menjadi PT KCI
  20. ↑ "KCI Dapatkan Izin Operasi KA Lokal Merak dan Prameks". Berita Satu. 2020-07-10.
  21. ↑ "Oktober, KCI Jalankan KA Prameks Solo-Yogyakarta". Bisnis.com. 2020-09-30.
  22. ↑ "Sekilas Perusahaan". PT Kereta Commuter Indonesia. Diakses tanggal 5 Agustus 2023.
  23. ↑ Abraham, Willy (2022-04-01). "Mulai 1 April 2022, Operator Kereta Api Lokal di Stasiun Indro Kabupaten Gresik Berganti". Harian Surya. Surabaya: KG Media.
  24. ↑ Ema Fitriyani. "Mulai 28 Mei KRL Bogor hanya ke Jakarta Kota, Rute Bekasi ke Tanah Abang". Kumparan. Diakses tanggal 2022-05-21.
  25. ↑ "KAI Commuter Kelola Kereta Bandara Soekarno-Hatta". Commuterline. 1 Januari 2023. Diakses tanggal 10 Oktober 2024.
  26. ↑ "BPKP Tak Anjurkan Impor KRL Bekas dari Jepang". Kompas. 6 April 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Juli 2023. Diakses tanggal 16 April 2023.
  27. ↑ https://money.kompas.com/read/2023/03/10/062821926/pt-kai-kci-dan-inka-teken-kontrak-pengadaan-krl-baru?page=all
  28. ↑ Mahardhika, Lorenzo Anugrah (2024-02-08). "KCI Pilih Impor KRL dari China Ketimbang Jepang, Kemenhub Tak Masalah". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-02-20.
  29. ↑ antaranews.com (2024-07-09). "Inka usul PMN 2025 Rp976 miliar untuk kembangkan industri dalam negeri". Antara News. Diakses tanggal 2025-02-20.
  30. ↑ https://money.kompas.com/read/2024/07/01/203800426/indonesia-tambah-impor-8-krl-baru-dari-china-pada-2025-nilainya-rp-2-20?page=all
  31. ↑ Adventy, Artha (2025-01-31). "1 Trainset KRL Impor dari China Tiba di Tanjung Priok Hari Ini". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-02-20.
  32. ↑ Hayat, Wiji Nur. "Wamen BUMN Pamer KRL Made in Madiun, Begini Penampakannya". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-02-20.
  33. ↑ Media, Kompas Cyber (2024-08-16). "KCI Evaluasi Prototipe KRL Baru INKA Sebelum Diproduksi, Intip Bocorannya". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-02-20.
  34. ↑ "Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. KP-DJKA/67/2023 tentang Gapeka 2023" (PDF) (Document). hlm. I-1B. Diakses tanggal 2023-06-01. ; ;
  35. ↑ Trishandian, Hessy (2017-05-30). "C-Corner, Tempat Hunting Cenderamata Unik Serba KRL". Okezone News. Diakses tanggal 2025-04-06.
  36. ↑ Rochimawati (2026-02-14). "KAI Commuter Luncurkan C-Merch, Perluas Bisnis Merchandise dan Lifestyle Brand". Majalah Lintas. Jakarta: Lintas Media Infrastruktur. Diakses tanggal 2026-02-17.
  37. ↑ Nugroho, Lingga Arvian (2016-02-08). Nurdin, Wahid (ed.). "Wow! Gantungan Kunci dan Gelang Keren Ini Ternyata Tiket Commuter Line - Tribunnews.com". TribunNews. Jakarta. Diakses tanggal 2025-04-06.
  38. ↑ Fasubkhanali (2015-09-19). "Ulang Tahun Ke-7, PT. KCJ Hadirkan Vending Machine dan Stiker Multi Trip". KAORI Nusantara. Diakses tanggal 2025-04-06.
  39. ↑ "Kami mohon maaf untuk saat ini penjualan Gelang Multi Trip tidak tersedia di seluruh Stasiun …". X (d.h. Twitter). 2019-01-11. Diakses tanggal 2025-04-06.
  40. ↑ "KMT (Kartu Multi Trip) dari PT Kereta Commuter Indonesia adalah solusi praktis untuk transaksi tiket elektronik Commuter ..." Instagram. KAI Commuter. 2024-02-21. hlm. 2. Diakses tanggal 2025-05-15.
  41. ↑ Kusuma, Dewi Rachmat (2020-01-25). "Penjualan KMT KRL Capai 751.122 Kartu di 2019, Naik 86 Persen". kumparanBISNIS. Diakses tanggal 2025-05-15.
  42. ↑ Rahayu, Isna Rifka Sri (2024-07-09). Sukmana, Yoga (ed.). "Kartu Multi Trip Sudah Bisa Digunakan untuk Transaksi di Loko Cafe". KOMPAS. Diakses tanggal 2025-05-15.
  43. ↑ "PT KCI Berlakukan Ketentuan Redeem KMT Mulai 1 Juli 2019". KAI Commuter. Diakses tanggal 2025-05-15.

Pranala luar

  • Portal Perkeretaapian Indonesia
  • (Indonesia) Situs web resmi Sunting ini di Wikidata
  • (Jepang) JABOTABEK RAILNEWS - Informasi tentang KRL JabotabekDiarsipkan 2007-12-17 di Wayback Machine.


  • l
  • b
  • s
Kereta Api Indonesia
  • KAI Bandara
  • KAI Commuter
  • KAI Logistik
  • KAI Properti
  • KAI Services
  • KAI Wisata
  • Pilar Sinergi BUMN Indonesia
  • l
  • b
  • s
KAI Commuter
Armada
KRL non-AC,
tak beroperasi
  • ABB-Hyundai *)
  • BN-Holec *)
  • INKA-Hitachi *)
  • Rheostatik *)
KRL AC impor dari
Jepang dan buatan PT INKA, tak beroperasi
Tokyo Metropolitan Government (Toei)
  • 6000
JR East
  • 103
  • 203
Toyo Rapid Railway
  • 1000
Tokyo Metro
  • 5000
  • 7000
PT INKA
  • KRL-I
  • Repowering (Holec AC)
Tokyu Corporation
  • 8000
  • 8500
KRL AC impor
dari Jepang, Tiongkok dan buatan PT INKA
Tokyo Metro
  • 05
  • 6000
JR East
  • 205
PT INKA
  • KfW i9000
  • EA203
  • iE305 (CLI-225)
CRRC
  • SFC120-V (CLI-125)
Non-KRL
  • MCW 302 *)
  • KRDI
  • KRDE
    • C-KRDE
    • ME204
  • Kereta penumpang ekonomi
Layanan yang beroperasi (Commuter Line ...)
Kereta api bandara****
  • Basoetta
Kereta api komuter*
  • Bogor
  • Cikarang
  • Rangkasbitung
  • Tangerang
  • Tanjung Priuk
  • Y Yogyakarta
  • J Jenggala
  • P Prameks
Kereta api lokal***
  • A Arjonegoro
  • B Bandung Raya
  • B Blorasura
  • D Dhoho
  • C Garut
  • LJ Jatiluhur
  • LM Merak
  • P Penataran
  • SP Supas
  • LW Walahar
Layanan yang tidak beroperasi**
  • Bekasi Ekspres
  • Bojonggede Ekspres
  • Ciujung
  • Depok Ekspres
  • Lingkar Jakarta
  • Pakuan Ekspres
  • Prajayana (KRL AC Ciliwung Blue Line)
  • Serpong Ekspres
  • Tangerang Ekspres
  • Lingkar Jatinegara–Bogor*
  • Sindro
  • Tumapel
Topik terkait
  • C-Access
  • Stasiun
*)Tidak pernah dioperasikan KAI Commuter secara langsung, namun pernah beroperasi di layanan-layanan yang kemudian diambil alih KAI Commuter di Jabodetabek, Bandung, Yogya-Solo, dan Surabaya

*dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (hingga 20 September 2017) dan PT Kereta Commuter Indonesia (hingga saat ini)
**dioperasikan oleh PT Kereta Api Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek (hingga 15 September 2008) & PT KA Commuter Jabodetabek (hingga 2 Juli 2011)
***operasional dialihkan dari swakelola perusahaan induk karena berfokus pada layanan antarkota dan aglomerasi.
****operasional dialihkan dari KAI Bandara


  • Project page Proyek
  • Portal Portal
  • Category Kategori
  • Commons page Commons
  • l
  • b
  • s
Stasiun KRL Commuter Line dan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta
Commuter Line Bogor
  • Jakarta Kota (JAKK)
  • Jayakarta (JAY)
  • Mangga Besar (MGB)
  • Sawah Besar (SW)
  • Juanda (JUA)
  • Gondangdia (GDD)
  • Cikini (CKI)
  • Manggarai (MRI)
  • Tebet (TEB)
  • Cawang (CW)
  • Duren Kalibata (DRN)
  • Pasar Minggu Baru (PSMB)
  • Pasar Minggu (PSM)
  • Tanjung Barat (TNT)
  • Lenteng Agung (LNA)
  • Univ. Pancasila (UP)
  • Univ. Indonesia (UI)
  • Pondok Cina (POC)
  • Depok Baru (DPB)
  • Depok (DP)
  • Citayam (CTA)
  • Bojonggede (BJD)
  • Cilebut (CLT)
  • Bogor (BOO)
Jalur cabang Nambo
  • Pondok Rajeg (PDRG)
  • Cibinong (CBN)
  • Nambo (NMO)
Commuter Line Cikarang
  • Pondok Jati (POK)
  • Kramat (KMT)
  • Gang Sentiong (GST)
  • Pasar Senen (PSE)†
  • Kemayoran (KMO)
  • Rajawali (RJW)
  • Kampung Bandan (KPB)
  • Angke (AK)
  • Duri (DU)
  • Tanah Abang (THB)
  • Karet (KAT)
  • BNI City (SUDB)
  • Sudirman (SUD)
  • Manggarai (MRI)
  • Matraman (MTR)
  • Jatinegara (JNG)
  • Klender (KLD)
  • Buaran (BUA)
  • Klender Baru (KLDB)
  • Cakung (CUK)
  • Kranji (KRI)
  • Bekasi (BKS)
  • Bekasi Timur (BKST)
  • Tambun (TB)
  • Cibitung (CIT)
  • Metland Telagamurni (TLM)
  • Cikarang (CKR)
Commuter Line Rangkasbitung
  • Tanah Abang (THB)
  • Palmerah (PLM)
  • Kebayoran (KBY)
  • Pondok Ranji (PDJ)
  • Jurangmangu (JMU)
  • Sudimara (SDM)
  • Rawa Buntu (RU)
  • Serpong (SRP)
  • Cisauk (CSK)
  • Cicayur (CC)
  • Jatake (JTK)
  • Parungpanjang (PRP)
  • Cilejit (CJT)
  • Daru (DAR)
  • Tenjo (TEJ)
  • Tigaraksa (TGS)
  • Cikoya (CKY)
  • Maja (MJ)
  • Citeras (CTR)
  • Rangkasbitung (RK)
Commuter Line Tangerang
  • Tangerang (TNG)
  • Tanah Tinggi (THI)
  • Batu Ceper (BPR)
  • Poris (PI)
  • Kalideres (KDS)
  • Rawa Buaya (RW)
  • Bojong Indah (BOI)
  • Taman Kota (TKO)
  • Pesing (PSG)
  • Grogol (GRG)
  • Duri (DU)
Commuter Line Tanjung Priok
  • Jakarta Kota (JAKK)
  • Kampung Bandan (KPB)
  • Ancol (AC)
  • Tanjung Priok (TPK)
Y Commuter Line Yogyakarta
  • Palur (PL)
  • Solo Jebres (SK)
  • Solo Balapan (SLO)
  • Purwosari (PWS)
  • Gawok (GW)
  • Delanggu (DL)
  • Ceper (CE)
  • Klaten (KT)
  • Srowot (SWT)
  • Brambanan (BBN)
  • Maguwo (MGW)
  • Lempuyangan (LPN)
  • Yogyakarta (YK)
Commuter Line Basoetta
  • Manggarai (MRI)
  • BNI City (SUDB)
  • Duri (DU)
  • Rawa Buaya (RW)
  • Batu Ceper (BPR)
  • Bandara Soekarno-Hatta (BST)
  • Tebal: Stasiun awal/akhir dan stasiun transit
    †: hanya melayani arah Kampung Bandan
Pranala ke artikel terkait
  • l
  • b
  • s
Transportasi umum di Jakarta
Sarana transportasi
Bus dan angkot
  • BRT Transjakarta
  • JR Connexion
  • JA Connexion
Kereta api
  • KAI Commuter
    • Lin Bogor
    • Lin Rangkasbitung
    • Lin Lingkar Cikarang
    • Lin Tangerang
    • Lin Tanjung Priok
    • Lin Soekarno-Hatta
Angkutan cepat
  • MRT Jakarta
    • Lin Utara–Selatan
    • Lin Timur–Barat
    • Lin Lingkar Luar
  • LRT Jakarta
    • Lin Selatan
    • Lin Utara
  • LRT Jabodebek
    • Lin Cibubur
    • Lin Bekasi
Infrastruktur
Jalan bebas hambatan
dan tol dalam kota
  • JIRR
  • JORR-I
  • JORR-II
  • Akses Tanjung Priuk
  • JLNT Antasari
  • JLNT Kp. Melayu–Tanah Abang
Jalur kereta api
  • Lintas Jakarta
    • Jakarta–Manggarai
    • Tanahabang–Manggarai–Jatinegara
    • Jakarta–Angke–Tanahabang
    • Jakarta–Tanjung Priuk
  • Segmen Kalideres–Duri
  • Segmen Manggarai–Univ. Pancasila
  • Segmen Rajawali–Cakung
  • Segmen Kebayoran–Tanahabang
Transportasi air
  • Angkutan Sungai Jakarta
Organisasi dan perusahaan
Operator
  • Bianglala Metropolitan
  • DAMRI
  • Eka Sari Lorena
  • Jakarta Mega Trans
  • Jakarta Propertindo
    • LRT Jakarta
  • Jakarta Trans Metropolitan
  • Kereta Api Indonesia
    • Daop I Jakarta
    • KAI Commuter
    • KAI Logistik
    • KAI Wisata
  • Kopaja
  • Koperasi Wahana Kalpika
  • Mayasari Bakti
  • MetroMini
  • MRT Jakarta
  • Pengangkutan Penumpang Djakarta
  • Primajasa
  • Trans Mayapada Busway
  • Transportasi Jakarta
Tiket
  • Tiket KRL Commuter Line
    • COMMET
    • Kartu Multi-trip
    • Tiket Harian Berjaminan
  • Kartu Jak Lingko
  • Kartu Jelajah
Regulator
  • Dinas Perhubungan DKI Jakarta
  • Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda
Integrator
  • Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek
  • Integrasi Transportasi Jakarta
  • Jakarta Lingko Indonesia (Jak Lingko)
  • * dalam tahap pengerjaan
  • ** dalam tahap penyelesaian
  • Coret: tidak beroperasi
  • l
  • b
  • s
Transportasi umum di Kota Bandung
Jalur transportasi umum
Bus
  • DAMRI Reguler
    • D2
    • D6A
    • D8
    • D11
    • KBP
  • Metro Jabar Trans
    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5
    • 6
    • FD1
    • FD2
  • Pengumpan Stasiun Tegalluar
    • TL1
  • Trans Metro Bandung
    • K1
    • K2
    • K3
    • K4
    • K5
    • F1
    • F2
Kereta api lokal
  • B Lin Bandung Raya
  • C Lin Garut
  • KC Pengumpan Kereta Cepat
Kereta api antarkota
  • Argo Wilis
  • Baturraden Ekspres
  • Cikuray
  • Ciremai
  • Harina
  • Kahuripan
  • Kutojaya Selatan
  • Lodaya
  • Malabar
  • Mutiara Selatan
  • Pangandaran
  • Papandayan
  • Parahyangan
  • Pasundan
  • Serayu
  • Turangga
Infrastruktur
Jalan bebas hambatan
  • Padalarang–Cileunyi
  • Soreang–Pasirkoja
Jalur kereta api
  • Bandung–Ciwidey*
  • Bogor–Padalarang–Kasugihan
  • Halim–Tegalluar Summarecon
Bandar udara
Bandar Udara Husein Sastranegara
Terminal bus
  • Terminal Cicaheum
  • Terminal Leuwipanjang
Stasiun kereta api
  • Cimindi
  • Ciroyom
  • Andir**
  • Bandung
  • Cikudapateuh
  • Kiaracondong
  • Gedebage
  • Cimekar
Organisasi dan perusahaan
Operator dan regulator
  • Big Bird Pusaka
  • DAMRI
  • Jasa Sarana
  • Kementerian Perhubungan
    • Direktorat Jenderal Perhubungan Darat
    • Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
    • Direktorat Jenderal Perkeretaapian
  • Kereta Api Indonesia
    • Daerah Operasi 2 Bandung
    • KAI Commuter
    • KAI Logistik
    • KAI Wisata
  • Kobanter Baru
  • Kobutri
  • Kopamas
  • Surveyor Indonesia
  • * dalam tahap perencanaan
  • ** dalam tahap pembangunan/pengadaan
  • Miring: tidak beroperasi
  • l
  • b
  • s
Transportasi umum di Surabaya
Sarana transportasi
Bus
  • Suroboyo Bus
  • Trans Semanggi Suroboyo
  • Trans Jatim
Angkutan pengumpan bus
  • Wirawiri Suroboyo
Kereta api
  • Kereta api komuter
    • J
  • Kereta api lokal
    • SP
    • A
    • B
    • P
    • D
Infrastruktur
Bandara
Juanda
Pelabuhan
Tanjung Perak  • Ujung  • Teluk Lamong  • Kalimas
Terminal
Tipe A
Purabaya  • Tambak Osowilangon
Tipe B
Bratang  • Joyoboyo  • Kedung Cowek
Tipe C
Balongsari  • Benowo  • Dukuh Kupang  • Kalimas Barat  • Kasuari  • Keputih  • Lidah Kulon  • Manukan  • Menanggal
Pangkalan
Bulak  • DTC Wonokromo  • Jembatan Merah (JMP)  • Kenjeran  • Ujung Baru
Stasiun
Kelas A
Lintas selatan Jawa: Surabaya Gubeng  • Lintas utara Jawa: Kalimas (hanya kereta api barang) dan Surabaya Pasarturi
Kelas B
Lintas selatan Jawa: Surabaya Kota
Kelas C
Lintas selatan Jawa: Sidotopo  • Wonokromo
Lain-lain
Benowo  • Benteng  • Kandangan  • Tandes
Moda transportasi umum
Angguna  • Angkutan kota (bemo)  • Angkutan pedesaan (perbatasan)  • Taksi  • MPU Antarkota  • Bus kota  • Kereta api komuter  • Kereta api lokal • Suroboyo Bus  • Trans Semanggi Suroboyo  • Wirawiri Suroboyo  • Trans Jatim  • Bus antarkota  • Kapal feri  • Pesawat terbang
Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Pembentukan dan pemisahan dari PT Kereta Api
  3. Penyederhanaan layanan dan modernisasi tiket
  4. Perpanjangan rangkaian dan perluasan sistem pembayaran
  5. Perubahan nama
  6. Ekspansi dan integrasi
  7. Pembelian sarana baru untuk Lin Jabodetabek
  8. Layanan
  9. Kereta api bandara
  10. Kereta api komuter
  11. Kereta api lokal
  12. Gerai penjualan cendera mata
  13. Jasa penyelenggaraan Kartu Uang Elektronik
  14. Referensi
  15. Pranala luar

Artikel Terkait

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan

organisasi yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tahun 1945 ketika menduduki Indonesia

Daftar badan usaha milik negara di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Hermanto Tanoko

Komisaris, PT Avia Avian Tbk

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026