Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kereta rel listrik Tokyo Metro seri 6000

Kereta rel listrik Tōkyō Metro seri 6000 adalah kereta rel listrik buatan Jepang yang beroperasi di lintas Commuter Jabodetabek sejak tahun 2011 hingga saat ini. KRL ini diproduksi oleh Nippon Sharyo, Kawasaki Heavy Industries, Kinki Sharyo, Tokyu Car Corporation, dan Kisha Seizo sejak tahun 1968 hingga 1990 dan juga merupakan seri KRL pertama yang beroperasi di jalur Tokyo Metro Chiyoda Line sejak awal pembukaannya pada tahun yang sama.

tipe kereta api di Indonesia
Diperbarui 9 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kereta rel listrik Tokyo Metro seri 6000
KRL Tokyo Metro seri 6000
Tokyo Metro 6000 (6116) berjalan di antara petak Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet pada Juli 2023
Jenis bakal pelantingTokyo Metro Seri 6000
BeroperasiYa
ProdusenKawasaki Heavy Industries, Kinki Sharyo, Kisha Seizō, Nippon Sharyo, Tokyu Car Corporation
Nama keluargaKAI Commuter
DigantikanTokyo Metro 16000 Series
Konstruksi1968-1990
Mulai beroperasi1968-sekarang
Formasi3, 10 kereta per rangkaian (Jepang)
8, 10 kereta per rangkaian (Indonesia)
Nomor armada6000-1F, 6101F-6135F
Kapasitas1.136 penumpang (rata-rata)
OperatorEidan/TRTA (1971–2004)
Tokyo Metro (2004–2018)
KAI Commuter (2011–Sekarang)
Jalur dilayani
  • Jalur Tokyo Metro Chiyoda
  • JJ JL JR East Jalur Joban
  • Jalur Odakyu Odawara
  • KRL Commuter Line:
  • Lin Bogor
  • Lin Rangkasbitung
  • Lin Lingkar Cikarang
  • Lin Tangerang
  • Lin Tanjung Priok
Data teknis
Konstruksi bodiAluminium Alloy
Panjang kereta20.000 mm (20 m)
Lebar2.800 mm (2,8 m)
Tinggi4.145 mm (4,145 m)
Pintu4 pintu di setiap sisi
Kelajuan maksimumChopper: 100 km/h (28 m/s)
VVVF-IGBT: 110 km/h (31 m/s)
Berat276 t (276.000 kg) (rata-rata)
Sistem traksiArmature Variable Field (AVF) Chopper Control
Chopper Control-Gate Turn Off (Chopper-GTO)
Variable Voltage Variable Frequency-Insulated Gate Bipolar Transistor (VVVF-IGBT)
Daya mesin145 kW per motor
TransmisiStatic Inverter (SIV)
Tipe: Toshiba SIV (INV172-A0)
Mitsubishi Electric SIV (NC-FAT120A)
Percepatan3,3 km/h/s
Perlambatan3,7 km/h/s (normal)
4,7 km/h/s (darurat)
Sistem pembangkitListrik Aliran Atas (LAA)
Pemanas, ventilasi, dan penyejuk udaraCU769
Elektrifikasi1.500 V DC
Penangkap arusPantograf
BogieFS-378/A, FS-378B, FS-523 dengan pegas udara
AbarElectropneumatic Regenerative Brake
Sistem keselamatanTokyo Metro CS-ATC, Odakyu OM-ATS, D-ATS-P, Deadman Pedal
Alat perangkaiShibata Coupling
Lebar sepur1.067 mm (1,067 m)

Kereta rel listrik Tōkyō Metro seri 6000 (東京地下鉄6000系code: ja is deprecated , Tōkyō Chikatetsu 6000-kei) adalah kereta rel listrik buatan Jepang yang beroperasi di lintas Commuter Jabodetabek sejak tahun 2011 hingga saat ini. KRL ini diproduksi oleh Nippon Sharyo, Kawasaki Heavy Industries, Kinki Sharyo, Tokyu Car Corporation, dan Kisha Seizo sejak tahun 1968 hingga 1990 dan juga merupakan seri KRL pertama yang beroperasi di jalur Tokyo Metro Chiyoda Line sejak awal pembukaannya pada tahun yang sama.

Pada masa pengoperasiannya di Jepang, KRL ini berdinas di jalur Tokyo Metro Chiyoda Line dan sering pula meneruskan perjalanan ke jalur East Japan Railway (JR East) Joban Line sebagai Local (layanan lokal) dan ke jalur Odakyu Odawara Line, di mana terkadang ketiga jalur tersebut dapat dilayani dalam sekali jalan.

KRL Tokyo Metro seri 6000 merupakan KRL dengan populasi kedua terbanyak di Jabodetabek dengan 27 rangkaian kereta, dengan 23 rangkaian yang masih beroperasi dan 4 kereta yang sudah Dipensiunkan atau dirucat Sebagian di Dipo Stasiun Depok dan Stasiun Cikaum. KRL ini sempat menjadi KRL dengan populasi terbanyak di Jabodetabek dengan 13 rangkaian, sebelum KRL JR East seri 205 dapat melampauinya dengan 102 rangkaian dengan formasi 8, 10, 12 kereta per 1 rangkaiannya yang didatangkan dari Jepang, sebelum disusun ulang menjadi 45 rangkaian. Perawatan semua rangkaian KRL ini dilakukan di Depo KRL Depok, sedangkan Pemeliharaan Akhir (PA) dilakukan di Depo KRL Depok ataupun Balai Yasa Manggarai.[1]

Sejarah

Pengoperasian di Jepang (1968-2018)

KRL Tokyo Metro 6000 di Jepang.

KRL ini mulai beroperasi di Jepang pada tahun 1969/1970, dimulai dengan rangkaian 6000-1F (Prototipe 1) yang terdiri dari 3 kereta dalam 1 rangkaiannya yang dibuat tahun 1968, lalu prototipe kedua yaitu rangkaian 6101F yang dibuat tahun 1969-1971, dan kemudian rangkaian generasi pertama yang diawali dengan rangkaian 6102F, yang dibuat pada tahun 1971.

KRL ini terdiri dari beberapa generasi. Generasi awal KRL Tokyo Metro 6000 terdiri dari generasi 1-3, yaitu rangkaian 6102F-6121F. Awalnya KRL Tokyo Metro 6000 prototipe dan generasi 1-3 ini pada awalnya tidak menggunakan AC. AC mulai dipasang sekitar tahun 1988-1994. KRL Tokyo Metro 6000 prototipe dan generasi 1-3 ini juga jendelanya berukuran kecil. Pada awalnya bentuk jendelanya seperti KRL JR 203. Namun, sejak beberapa rangkaian mengalami perbaikan di Jepang, bentuk jendelanya diubah menjadi seperti KRL yang lebih baru, seperti KRL Tokyo Metro 6000 generasi akhir tetapi lebih kecil. Jendela model baru ini juga memungkinkan penumpang keluar dari jendela jika terjadi keadaan darurat. KRL ini juga awalnya menggunakan persambungan model jamur yang membuat kereta ini terasa lebih luas, tetapi lebih tidak kedap suara. Setelah perbaikan, persambungan dari beberapa rangkaian telah diubah menjadi model pintu konvensional.

Kemudian KRL Tokyo Metro 6000 generasi akhir (4-7) yang terdiri dari rangkaian 6122F-6135F dibuat setelah rangkaian generasi pertama, hingga terakhir pada tahun 1990. rangkaian KRL ini telah dipasang AC sejak pertama kali berdinas di Jepang, dan menggunakan persambungan model pintu dan kaca yang lebar sejak awal beroperasi di Jepang.

Setiap rangkaian Tokyo Metro 6000 memiliki perbedaan yang mencolok antara satu sama lain, baik pada eksterior maupun interior, karena beberapa hal dan KRL ini dibuat secara bertahap dengan ciri-ciri yang berbeda rangkaian tiap generasinya, maupun penambahan fitur pada saat refurbishment di Balai Yasa di Jepang.

Semua KRL Tokyo Metro 6000 pada awalnya bersistem kelistrikan Armature Variable Field (AVF) Chopper Control. Namun, beberapa KRL Tokyo Metro 6000 telah bersistem kelistrikan Chopper-GTO maupun VVVF-IGBT. Seiring bertambahnya usia, dan mulai beroperasinya KRL Tokyo Metro 16000, KRL ini mulai dipensiunkan. Rangkaian yang dipensiunkan pertama kali adalah yang menggunakan sistem propulsi Chopper. KRL Tokyo Metro 6000 pertama kali diekspor ke Indonesia pada tahun 2011. Rangkaian yang pertama kali diekspor ke Indonesia adalah rangkaian 6115F dan 6126F. Selanjutnya antara pada tahun 2012 diekspor lagi ke Indonesia sebanyak 5 rangkaian (6106F, 6107F, 6112F, 6123F dan 6125F) dan pada tahun 2013 sebanyak 6 rangkaian (6105F, 6111F, 6113F, 6127F, 6133F dan 6134F). Keseluruhan 13 rangkaian yang diimpor pada saat itu masih menggunakan sistem propulsi Armature Chopper untuk rangkaian dengan nomor diatas 6122F dan GTO-Chopper untuk rangkaian dengan nomor dibawah 6122F.

Seiring pensiunnya KRL Tokyo Metro 6000 dengan propulsi VVVF-IGBT dan semakin banyaknya KRL Tokyo Metro 16000, beberapa rangkaian yang ada pun akan diekspor ke Indonesia. Pada tahun 2016 ini akan diekspor ke Indonesia lagi sebanyak 6 rangkaian KRL Tōkyō Metro 6000 yang sudah menggunakan sistem propulsi VVVF (Variable Voltage Variable Frequency), dan kedatangannya akan menjadikan ke-6 rangkaian tersebut menjadi KRL tangan kedua dari Jepang pertama yang menggunakan teknologi VVVF. Ke-6 rangkaian tersebut adalah 6101F, 6108F, 6116F, 6117F, 6118F, dan 6131F.[2][3] Pembelian ini bersamaan dengan rencana Tokyo Metro untuk menyeragamkan armada jalur Chiyoda menjadi hanya seri 16000. Pada tahun 2017, PT KCJ kembali mengimpor 6 rangkaian dengan spesifikasi sama dengan rangkaian yang diimpor dari Jepang pada tahun 2016 lalu, dimulai dari rangkaian 6119F.[4] Rangkaian yang didatangkan pada tahun 2017 ini adalah 6119F, 6120F, 6121F, 6124F, 6129F, dan 6132F.

Setelah 12 rangkaian KRL Tokyo Metro 6000 diekspor ke Indonesia pada tahun 2016 dan tahun 2017 lalu, rangkaian yang tersisa di Jepang pada awal Januari 2018 adalah 6102F, 6122F, dan 6130F. Rangkaian 6122F pensiun pada 27 Januari 2018 dan akhirnya diekspor ke Indonesia sebagai rangkaian pertama dalam pengiriman KRL tahun 2018.[5] Ini membuat kereta yang tersisa di Jepang hanyalah rangkaian 6102F dan 6130F. Pada 11 November 2018, rangkaian 6102F dan 6130F menjalani perjalanan terakhirnya di Jepang, dan untuk rangkaian 6130F diekspor ke Indonesia, mengakhiri karier KRL Tokyo Metro seri 6000 ini di Jepang setelah lima puluh tahun berdinas.[6]

Ciri-ciri KRL Tokyo Metro 6000

Terdapat 2 generasi purwarupa (prototype) dan 7 generasi produksi massal KRL Tokyo Metro seri 6000 ini, yaitu:

  1. Purwarupa pertama: 6000-1 (rangkaian 3 kereta)
  2. Purwarupa kedua: 6101F
  3. Rangkaian produksi massal generasi I: 6102F-6113F (mulai berdinas tahun 1971)
  4. Rangkaian produksi massal generasi II: 6114F-6119F (mulai berdinas tahun 1972)
  5. Rangkaian produksi massal generasi III: 6120F-6121F (mulai berdinas tahun 1977)
  6. Rangkaian produksi massal generasi IV: 6122F-6128F (mulai berdinas tahun 1981)
  7. Rangkaian produksi massal generasi V: 6129F-6132F (mulai berdinas tahun 1984-1985)
  8. Rangkaian produksi massal generasi VI: 6133F-6134F (mulai berdinas tahun 1988)
  9. Rangkaian produksi massal generasi VII: 6135F (mulai berdinas tahun 1990)

Setiap rangkaian KRL Tōkyō Metro seri 6000 memiliki perbedaan yang mencolok antara satu sama lain, baik pada eksterior maupun interior, karena beberapa hal dan KRL ini dibuat secara bertahap dengan ciri-ciri yang berbeda setiap generasinya. Tidak hanya itu, dalam setiap perawatan besar-besaran (B-Refurbishment dan C-Refurbishment), juga terjadi berbagai perubahan, perubahan terbesar misalnya adalah perubahan sistem propulsi menjadi VVVF dari yang sebelumnya Chopper.

Rangkaian Purwarupa Pertama (6000-1F)

Rangkaian purwarupa pertama dari KRL Tokyo Metro seri 6000 ini merupakan rangkaian pertama yang diproduksi oleh Kisha Seizo (sekarang menjadi bagian dari Kawasaki Heavy Industries) pada tahun 1968 dengan formasi tiga kereta dalam satu rangkaian. Awalnya, kereta ini disiapkan dengan sistem propulsi Chopper, untuk menjadi kereta pertama yang menggunakan sistem propulsi tersebut. Meskipun pada akhirnya, kereta ini menggunakan sistem propulsi rheostat yang memang sudah ada sejak lama.

Rangkaian purwarupa pertama ini dilengkapi dengan kaca dua bilah, mirip seperti pada KRL JNR (sekarang JR East) seri 101, 103, 201, dan 203, serta Eidan (sekarang Tokyo Metro) seri 3000 dan 5000. Rangkaian ini beroperasi hingga tahun 2014, di mana perannya digantikan oleh KRL Tokyo Metro seri 05 dengan formasi 3 kereta dalam 1 rangkaian, yang sebelumnya beroperasi di Jalur Tozai.

Rangkaian Purwarupa Kedua (6101F)

Rangkaian 6101F terdapat "rok panjang" yang menutupi bagian samping bawah kereta, berbeda dengan rangkaian yang lebih muda. Ini dikarenakan 6101F merupakan rangkaian purwarupa kedua, bukan rangkaian produksi massal.

Ciri-ciri lainnya

Kedua, lubang AC yang digunakan pada rangkaian seri 6000 generasi I-III berbeda dengan rangkaian generasi IV-VII. Ini dikarenakan rangkaian-rangkaian generasi awal diciptakan pada era pra-pendingin udara, di mana pada saat itu tidak ada KRL di Jepang yang menggunakan pendingin udara sehingga pembuatan lubang untuk AC harus dibuat dari awal. Pada rangkaian seri 6000 generasi awal juga terdapat kipas angin pada interiornya, yang sudah ada sebelum KRL ini dipasang AC.

Pendingin udara mulai dipasang pada tahun 1988-1994, dimulai dari rangkaian 6108F-6110F. Sementara KRL Tokyo Metro 6000 generasi akhir, mulai rangkaian 6122F-6135F, rangkaian tersebut telah disiapkan untuk pemasangan sejak pertama kali berdinas di Jepang, dan khusus untuk set 6133F-6135F. ketiga rangkaian tersebut sudah dipasang AC sejak awal berdinas di Jepang. Karena rangkaian 6122F-6132F ini sudah disiapkan untuk dipasang pendingin udara, maka pemasangan pendingin udara menjadi lebih mudah. Lalu, kotak AC pada beberapa rangkaian yang mengalami refurbishment juga berbeda dengan yang tidak, karena tipe AC yang digunakan juga menyesuaikan dengan sistem kelistrikan terbaru yang ada pada KRL yang mengalami refurbishment.

Pada rangkaian generasi akhir, persambungan yang digunakan seluruhnya merupakan persambungan tertutup, sementara rangkaian generasi awal menggunakan persambungan terbuka dengan bentuk seperti jamur, yang kemudian pada beberapa rangkaian dijadikan persambungan biasa pada saat refurbishment.

Pada awalnya, KRL seri 6000 generasi awal menggunakan kaca dengan bilah ganda, yang kemudian diganti menjadi bilah tunggal saat refurbishment, tetapi tetap dengan bingkai aslinya. Namun, beberapa rangkaian di antaranya yaitu 6105F, 6107F, 6108F, 6109F, 6110F, 6112F dan 6113F tetap menggunakan kaca bilah ganda hingga saat-saat terakhir beroperasi di Jepang.

Rangkaian 6134F mengikuti pola formasi Tokyo Metro 6000 (VVVF-IGBT) generasi I-III yang sudah menggunakan traksi VVVF. Rangkaian 6107F sebelumnya pernah digunakan sebagai Rangkaian Khusus Wanita (RKW) antara Oktober 2012 hingga Mei 2013 tetapi kini telah kembali menjadi kereta Commuter seperti biasanya.

Rangkaian 6122F, 6124F, 6128F, 6129F, 6130F, 6131F dan 6132F memiliki ukuran kaca pintu yang lebih besar dibandingkan rangkaian lainnya, seperti pada KRL TM seri 05. Ini dikarenakan rangkaian-rangkaian tersebut merupakan rangkaian yang mengalami B-Refurbishment di atas tahun 2000. Aslinya, rangkaian-rangkaian tersebut memiliki ukuran kaca pintu yang kecil seperti rangkaian lainnya.

Formasi rangkaian

Pada tahun 1968, rangkaian purwarupa pertama dengan traksi GTO-Chopper dibuat dengan formasi 3 kereta sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 123
Kodefikasi CM6001
M6002
CM'6003
Komponen Cont x1Cont x2MG,CP

Pada tahun 1971, sistem penomoran Eidan (pendahulu Tokyo Metro) diubah, dan pada tahun yang sama rangkaian ini mengalami perubahan sistem traksi menjadi rheostatik, dengan formasi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 123
Kodefikasi CT6000-1 M6000-2 CM'6000-3
Komponen SIVCont x2MG,CP

Kemudian pada tahun 1969, rangkaian purwarupa kedua dengan traksi GTO-Chopper dibuat dengan formasi 6 kereta sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 123456
Kodefikasi CM6011 M'6012 M6013 M'6014 M6015 CM'6016
Komponen Cont x1MG,CPCont x2MG,CPCont x2MG,CP

Pada tahun 1971, rangkaian purwarupa kedua dijadikan 10 kereta dengan menambahkan 4 kereta trailer tak bermesin, yang diikuti oleh perubahan sistem penomoran rangkaian, dengan formasi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 12345678910
Kodefikasi CM6101 M'6201 M6301 M'6401 Tc6501 Tc'6601 T'6701 T6801 M6901 CM'6001
Komponen Cont x1MG,CPCont x2MG,CP  Cont x1MGCont x2MG,CP

Kereta 6701 merupakan kereta trailer dengan kontaktor untuk mengambil daya yang disalurkan ke unit MG (main generator) tambahan pada kereta 6801.

Pada tahun 1999, rangkaian ini mengalami peremajaan sistem traksi menjadi VVVF-IGBT, dan pada tahun 2012 rangkaian ini mengalami perubahan formasi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 12345678910
Kodefikasi CM6101 M'6201 T'6701 Tc'6601 M6301 M'6401 Tc6501 T6801 M6901 CM'6001
Komponen Cont x1MG,CPCont x1SIVCont x2MG,CPSIVMGCont x2MG,CP

Pada tahun 1971, selain pembuatan 4 kereta tambahan untuk rangkaian purwarupa kedua, dibuatlah rangkaian formasi massal pertama yaitu 6102F. Rangkaian dengan tahun pembuatan 1971 (6102F-6113F), 1972 (6114F-6119F), 1977 (6120F-6121F), 1981 (6122F-6128F), dan 1984-1985 (6129F-6132F) pada awalnya tidak memiliki pendingin udara, menggunakan traksi GTO-Chopper pada rangkaian buatan 1971-1977 dan AVF-Chopper pada rangkaian buatan 1981-1985, dan memiliki formasi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 12345678910
Kodefikasi CM6100 T6200 M6300 M'6400 Tc6500 Tc'6600 M6700 M'6800 M6900 CM'6000
Komponen Cont x1 Cont x2MG,CP  Cont x2MG,CPCont x2MG,CP

Pada tahun 1988, dibuatlah dua rangkaian yaitu 6133F dan 6134F, yang disusul dengan pembuatan rangkaian 6135F pada tahun 1990. Rangkaian ini tidak memiliki kontaktor (pantograf, Cont) pada kereta 6100 dan sudah memiliki pendingin udara sejak dari pabrik. Ketiga rangkaian ini memiliki formasi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 12345678910
Kodefikasi CT6100 T6200 M6300 M'6400 Tc6500 Tc'6600 M6700 M'6800 M6900 CM'6000
Komponen   Cont x2MG,CPSIVSIVCont x2MG,CPCont x2MG,CP

Formasi ini kemudian diikuti oleh seluruh rangkaian buatan tahun 1972-1985, sejalan dengan program pemasangan pendingin udara pada rangkaian-rangkaian tersebut pada tahun yang sama. Khusus pada rangkaian purwarupa kedua dan beberapa rangkaian produksi massal buatan 1972-1977 juga mengalami perubahan kaca penumpang dari dua bilah menjadi satu bilah pada periode ini.

Pada tahun 1995, peremajaan untuk rangkaian-rangkaian buatan tahun 1972-1977 dimulai. Peremajaan tersebut di antaranya adalah mengganti sistem traksi dari GTO-Chopper menjadi VVVF-IGBT 3 tahap. Peremajaan untuk rangkaian-rangkaian di kelompok ini berakhir pada tahun 2000. Rangkaian-rangkaian yang telah mengalami peremajaan tersebut, bersama dengan 6134F yang merupakan buatan tahun 1988 dan tidak sama sekali mengalami peremajaan kemudian mengalami perubahan formasi pada tahun 2007 sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 12345678910
Kodefikasi CT6100 M6300 M'6400 Tc6500 M6700 M'6800 Tc'6600 T6200 M6900 CM'6000
Komponen  Cont x2MG,CPSIVCont x2MG,CPSIV Cont x2MG,CP

Mulai tahun 2004 sampai 2007, rangkaian dengan tahun pembuatan 1981-1985 juga diremajakan dengan mengganti sistem traksi dari AVF Chopper menjadi VVVF-IGBT 2 tahap, serta pengubahan pintu dari pintu berkaca kecil menjadi pintu berkaca besar, dengan formasi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 12345678910
Kodefikasi CT6100 T6200 M6300 M'6400 Tc6500 Tc'6600 M6700 M'6800 M6900 CT'6000
Komponen   Cont x2CPSIVSIVCont x2CPCont x2 

Rangkaian-rangkaian dengan traksi AVF-Chopper yang tidak mendapatkan peremajaan antara tahun 1995-2007, sebagian kecil dirucat dan sebagian besar diimpor oleh PT KAI Commuter Jabodetabek dan diekspor ke Jakarta mulai tahun 2011-2013. Di Jakarta, rangkaian-rangkaian tersebut, salah satunya adalah 6134F yang mengalami perubahan formasi pada tahun 2007, dioperasikan dengan formasi 8 kereta sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
 
 
 
Nomor 12345678
Kodefikasi CT6100 T6200 M6300 M'6400 Tc6500 Tc'6600 M6700 CM'6000
CT6100 T6200 M6300 M'6400 Tc6500 Tc'6600 M6900 CM'6000
Komponen   Cont x2MG,CPSIVSIVCont x2MG,CP
Kodefikasi CT6134 M6334 M'6434 Tc6534 Tc'6634 T6234 M6934 CM'6034
Komponen  Cont x2MG,CPSIVSIV Cont x2MG,CP

Sedangkan ke-12 rangkaian bertraksi VVVF-IGBT yang diimpor oleh PT KAI Commuter Jabodetabek sebanyak 6 rangkaian pada tahun 2016 (6101F, 6108F, 6116F, 6117F, 6118F, dan 6131F) dan 6 rangkaian pada tahun 2017 (6119F, 6020, 6121F, 6124F, 6129F, dan 6132F) dioperasikan dengan formasi yang digunakan pada saat berdinas untuk terakhir kalinya di Jepang.

Nomor rangkaian

  • 6101F
  • 6105F*
  • 6106F*
  • 6107F
  • 6108F
  • 6111F*
  • 6112F*
  • 6113F*
  • 6115F*
  • 6116F
  • 6117F
  • 6118F
  • 6119F
  • 6120F
  • 6121F
  • 6122F
  • 6123F
  • 6124F**
  • 6125F*
  • 6126F*
  • 6127F*
  • 6129F
  • 6130F
  • 6131F* [a]
  • 6132F
  • 6133F*
  • 6134F*

Catatan:

- Rangkaian 6112F dan 6113F tidak beroperasi karena kerusakan parah pada komponen Static Inverter (SIV)-nya. Rangkaian 6112F telah dirucat di Stasiun Cikaum sementara rangkaian 6113F dirucat di Depo KRL Depok.

- Rangkaian 6105F, 6111F, 6115F, 6125F, dan 6126F sudah ditanahkan di Dipo KRL Depok sejak 2025. Ini disebabkan karena suku cadangnya sangat langka dan karena umurnya yang tua.

- Ini kemudian menyusul oleh rangkaian 6027F, 6033F, 6034F dan 6006F yang saat ini sudah ditanahkan di dipo Depok.

- Saat ini, kereta kabin 6124F sudah ditanahkan di Dipo KRL Depok. Karena pada Juni 2025, rangkaian 6124F menabrak Truk Canter di Tanah Tinggi (Poris) dan mengalami kerusakan berat pada kabinnya. Saat ini rangkaian kabin 6124F bertukar kabin dengan rangkaian kabin 6131F.

- Rangkaian 6231-6031 akhirnya dipensiunkan bersama 6124 karena kepala 6124 mengalami kerusakan parah di kabinnya (tidak memungkinkan melakukan perbaikan), sehingga pada akhirnya ditanahkan 4 Januari 2026 lalu.

Daftar rangkaian

Rangkaian 6131F, rangkaian kedatangan tahun 2016

Rangkaian Formasi 8 Kereta (Propulsi AVF-Chopper/GTO-Chopper)

Kereta 6700-6800 atau kereta 6800-6900 dilepas dari rangkaian untuk membuat formasi 8 kereta. Rangkaian 6112F dan 6113F sudah tidak beroperasi. Rangkaian generasi 1-3 menggunakan sistem propulsi GTO-Chopper yang merupakan sistem propulsi Chopper yang lebih baru, sedangkan rangkaian generasi 4-7 yang ada masih menggunakan sistem propulsi AVF-Chopper.

Daftar rangkaian AVF-Chopper/GTO-Chopper (Formasi 8 Kereta)
  Susunan rangkaian
 
 
 
Nomor 12345678
6105F* 6105 6205 6705
(6305)
6405 6505 6605 6905 6005
6106F* 6106 6206 6306 6406 6507
(6506)
6606 6706 6006
6107F*

<

6107 6207 6307 6426
(6407)
6506
(6507)
6611
(6607)
6707 6007
6111F* 6111 6211 6311 6411 6511 6607
(6611)
6711 6011
6112F* 6112 6212 6312 6412 6512 6612 6712 6012
6113F* 6113 6213 6315
(6313)
6413 6515
(6513)
6613 6713 6013
6115F* 6115 6215 6313
(6315)
6415 6513
(6515)
6615 6715 6015
6123F* 6123 6223 6323 6423 6523 6623 6923 6023
6125F* 6125 6225 6325 6425 6525 6625 6725 6025
6126F* 6126 6226 6326 6407
(6426)
6526 6626 6926 6026
6127F* 6127 6227 6327 6427 6527 6627 6927 6027
6133F* 6133 6233 6333 6433 6533 6633 6933 6033
6134F* 6134 6334 6434 6534 6634 6234 6934 6034

Catatan:

- Mulai 15 November 2025, keseluruhan formasi chopper tidak beroperasi lagi seiring dengan pensiunnya armada KRL bertraksi chopper di indonesia.[7]

- Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu

- Tanda bintang menandakan rangkaian sudah tidak lagi beroperasi

- Tanda < menandakan rangkaian memakai pantograf satu lengan

Rangkaian Formasi 10 Kereta (Propulsi VVVF-IGBT)

Rangkaian dengan formasi 10 kereta (kecuali TM 6032) keseluruhannya menggunakan sistem traksi VVVF-IGBT.

Daftar rangkaian VVVF-IGBT (Formasi 10 Kereta kecuali TM 6030 dan 6032)
  Susunan rangkaian
 
 
 
Nomor 12345678910
6101F* 6101 6201 6701 6601 6301 6401 6501 6801 6901 6001
6108F 6108 6308 6408 6508 6708 6808 6608 6208 6908 6008
6116F 6116 6316 6416 6516 6716 6816 6616 6216 6916 6016
6117F 6117 6317 6417 6517 6717 6817 6617 6217 6917 6017
6118F 6118 6318 6418 6518 6718 6818 6618 6218 6918 6018
6119F* 6119 6321

(6319)

6419 6519 6719 6819 6619 6219 6921

(6919)

6019
6120F 6120 6320 6420 6520 6720 6820 6620 6220 6920 6020
6121F 6121 6319

(6321)

6421 6521 6721 6821 6621 6221 6919

(6921)

6021
6122F < 6122 6222 6322 6422 6522 6622 6722 6822 6922 6022
6124F < 6124

(6131)

6224 6324 6424 6524 6624 6724 6824 6924 6024
6129F 6129 6229 6329 6429 6529 6629 6729 6829 6929 6029
6130F 6130 6230 6330 6430 6530 6630 6730* 6830* 6930 6030
6131F* 6131

(6124)

6231 6331 6431 6531 6631 6731 6831 6931 6031
6132F 6132 6232 6332 6432 6532 6632 6732 6032 6832* 6932*

Catatan:

- Potongan rangkaian TM 6032 seperti TM 6832 & TM 6932 telah dirucat & ditanahkan di Dipo Depok karena suku cadangnya telah diambil TM 6030 agar TM 6030 dapat kembali berdinas sebagai 10 Kereta.

- Pada tanggal 20 Juni 2025 lalu, rangkaian seri TM 6024 menabrak truk di perlintasan JPL 27 (Tangerang - Tanah Tinggi) yang menyebabkan kerusakan parah pada bagian kabin 6124. Saat ini, rangkaian kabin TM 6124 sedang menjalani TSGO untuk melakukan perbaikan di Dipo KRL Depok.[8]

- Rangkaian TM 6130 dioperasikan hanya dengan formasi 8 kereta sehubungan dengan dilakukannya pemotongan pada kereta 6730 dan 6830. [9]

- Rangkaian Tokyo Metro 6231-6031 saat ini sudah dalam keadaan rucat. (Terlihat dari ac yang dicopot) menandakan rangkaian ini akan ditanahkan dalam waktu dekat. (mungkin setelah TM 6027 ditanahkan) Hal ini terjadi karena masalah traksi di rangkaian ini sehingga tidak lagi memungkinkan untuk kembali ke jalur krl utama.

- Hal itu akhirnya dilakukan pada hari Minggu, 4 Januari 2026 lalu dimana potongan rangkaian 6124F dan 6231-6031F ditanahkan di Depo Depok

- Pada 22 Januari 2026, Tokyo Metro 6019 - 6119 Mengalami Gangguan pada Static Inverter (SIV) Di Stasiun Cikarang & Ditarik Oleh NR Djoko Tingkir dibawa ke Dipo Bukit Duri, Namun pada 23 Januari 2026, Tokyo Metro 6019 - 6119 Dinyatakan Konservasi & Dibawa ke Dipo Depok Menggunakan NR Djoko Tingkir.[10]

- Pada 24 Januari 2026, Kabarnya Tokyo Metro 6030 - 6130 Menjadi Rangkaian 8 Stamformasi Permanen, Rangkaian 6730 dan 6830 Disebut konservasi pada permasalahan traksi, Tokyo Metro 6030 - 6130 Menjalani Kiriman KLB Dari Dipo Bogor Ke Dipo Depok Menjadi Rangkaian 10 Stamformasi Sehubungnya Rangkaian 6730 & 6830 Konservasi.

- Tokyo Metro 6001 - 6101 Resmi Tidak Beroperasi Di Jabodetabek & Konservasi Pada 18 Maret 2026, Perjalanan Terakhir Sebagai KA1192 (Manggarai - Bogor) Pada 17 Maret 2026 Kemudian Pulang Dipo Depok.

- Tokyo Metro 6021 - 6121 Terjadi Rangkaian Beda Traksi Dari Rangkaian 6321 & 6921 Tukar rangkaian traksi dari 6319 & 6919 milik 6019 - 6119, Dan Rangkaian 6021 - 6121 Memiliki beda traksi Yaitu Hitachi VVVF (6319 & 6919) & Mitsubishi VVVF (6721).

Galeri

  • Rangkaian 6122F berada di Stasiun Pondok Rajeg
    Rangkaian 6122F berada di Stasiun Pondok Rajeg
  • Rangkaian 6118F berada di Stasiun Kebayoran
    Rangkaian 6118F berada di Stasiun Kebayoran
  • KRL Tokyo Metro 6106F salah satu rangkaian yang masih menggunakan GTO-Chopper
    KRL Tokyo Metro 6106F salah satu rangkaian yang masih menggunakan GTO-Chopper
  • KRL Tokyo Metro 6107F merupakan salah satu rangkaian yang masih memiliki 8 Set Formasi
    KRL Tokyo Metro 6107F merupakan salah satu rangkaian yang masih memiliki 8 Set Formasi
  • Rangkaian 6123F memasuki Stasiun Cikini
    Rangkaian 6123F memasuki Stasiun Cikini
  • KRL Tokyo Metro 6119F dengan Skema Livery baru
    KRL Tokyo Metro 6119F dengan Skema Livery baru
  • Tokyo Metro 6131F yang saat ini bertukar kabin dengan Tokyo Metro 6124F
    Tokyo Metro 6131F yang saat ini bertukar kabin dengan Tokyo Metro 6124F
  • KRL Tokyo Metro 6105F saat ini sudah pensiun
    KRL Tokyo Metro 6105F saat ini sudah pensiun
  • KRL Tokyo Metro 6000 masuk Stasiun Cisauk
    KRL Tokyo Metro 6000 masuk Stasiun Cisauk
  • Tokyo Metro trainset 6116F berangkat dari stasiun Juanda
    Tokyo Metro trainset 6116F berangkat dari stasiun Juanda
  • KRL Tokyo Metro 6034 - 6134 Berangkat Dari Stasiun Mangga Besar, Saat ini KRL Ini Sudah Di-tanahkan di Dipo Depok
    KRL Tokyo Metro 6034 - 6134 Berangkat Dari Stasiun Mangga Besar, Saat ini KRL Ini Sudah Di-tanahkan di Dipo Depok
  • KRL Tokyo Metro 6022 - 6122 Berada Di Stasiun Duri Peron 5 Lintas Tangerang
    KRL Tokyo Metro 6022 - 6122 Berada Di Stasiun Duri Peron 5 Lintas Tangerang
  • KRL Tokyo Metro 6030 - 6130 Tiba Di Stasiun Jayakarta Saat Menjalani Rangkaian 8 Stamformasi.
    KRL Tokyo Metro 6030 - 6130 Tiba Di Stasiun Jayakarta Saat Menjalani Rangkaian 8 Stamformasi.
  • KRL Tokyo Metro 6000—6101F (Rangkaian purwarupa kedua) saat memasuki Stasiun Manggarai
    KRL Tokyo Metro 6000—6101F (Rangkaian purwarupa kedua) saat memasuki Stasiun Manggarai

Referensi

  1. ↑ Majalah KA Edisi Juni 2014
  2. ↑ "Tokyo Metro 6000 Siap Diberangkatkan!". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-17. Diakses tanggal 2016-09-07.
  3. ↑ "Tokyo Metro 6116F Bersiap Menuju Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-30. Diakses tanggal 2016-09-07.
  4. ↑ "Awali 2016, Tokyo Metro 6119F Migrasi ke Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-02-11. Diakses tanggal 2017-02-11.
  5. ↑ "Nyaris Datang Tahun Lalu, KRL Seri 6000 Rangkaian 6122F Buka Impor KRL 2018". www.re-digest.web.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-04. Diakses tanggal 2018-03-01.
  6. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-04-09. Diakses tanggal 2018-12-17.
  7. ↑ "さよなら‼チョッパ制御車、全編成定期運行終了(10月30日)". JABODETABEK COMMUTERS NEWS (dalam bahasa Jepang). 2025-11-07. Diakses tanggal 2025-11-15.
  8. ↑ "Truk Tabrak KRL di Tangerang, Polisi Duga Palang Pintu Belum Ditutup Total". kumparan. Diakses tanggal 2025-06-25.
  9. ↑ "Informasi Pemotongan dan Perubahan Sementara Stamformasi KRL Jabodetabek – GM-MarKA" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-15.
  10. ↑ SHN Railway (2026-01-22), EVAKUASI KRL GANGUAN !! Moment KRD NR Djoko Tingkir Membawa KRL TM'6019/6119F Yang Mengalami Ganguan, diakses tanggal 2026-02-09

Pranala luar

  • Situs web resmi KRL Diarsipkan 2021-04-13 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
KAI Commuter
Armada
KRL non-AC,
tak beroperasi
  • ABB-Hyundai *)
  • BN-Holec *)
  • INKA-Hitachi *)
  • Rheostatik *)
KRL AC impor dari
Jepang dan buatan PT INKA, tak beroperasi
Tokyo Metropolitan Government (Toei)
  • 6000
JR East
  • 103
  • 203
Toyo Rapid Railway
  • 1000
Tokyo Metro
  • 5000
  • 7000
PT INKA
  • KRL-I
  • Repowering (Holec AC)
Tokyu Corporation
  • 8000
  • 8500
KRL AC impor
dari Jepang, Tiongkok dan buatan PT INKA
Tokyo Metro
  • 05
  • 6000
JR East
  • 205
PT INKA
  • KfW i9000
  • EA203
  • iE305 (CLI-225)
CRRC
  • SFC120-V (CLI-125)
Non-KRL
  • MCW 302 *)
  • KRDI
  • KRDE
    • C-KRDE
    • ME204
  • Kereta penumpang ekonomi
Layanan yang beroperasi (Commuter Line ...)
Kereta api bandara****
  • Basoetta
Kereta api komuter*
  • Bogor
  • Cikarang
  • Rangkasbitung
  • Tangerang
  • Tanjung Priuk
  • Y Yogyakarta
  • J Jenggala
  • P Prameks
Kereta api lokal***
  • A Arjonegoro
  • B Bandung Raya
  • B Blorasura
  • D Dhoho
  • C Garut
  • LJ Jatiluhur
  • LM Merak
  • P Penataran
  • SP Supas
  • LW Walahar
Layanan yang tidak beroperasi**
  • Bekasi Ekspres
  • Bojonggede Ekspres
  • Ciujung
  • Depok Ekspres
  • Lingkar Jakarta
  • Pakuan Ekspres
  • Prajayana (KRL AC Ciliwung Blue Line)
  • Serpong Ekspres
  • Tangerang Ekspres
  • Lingkar Jatinegara–Bogor*
  • Sindro
  • Tumapel
Topik terkait
  • C-Access
  • Stasiun
*)Tidak pernah dioperasikan KAI Commuter secara langsung, namun pernah beroperasi di layanan-layanan yang kemudian diambil alih KAI Commuter di Jabodetabek, Bandung, Yogya-Solo, dan Surabaya

*dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (hingga 20 September 2017) dan PT Kereta Commuter Indonesia (hingga saat ini)
**dioperasikan oleh PT Kereta Api Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek (hingga 15 September 2008) & PT KA Commuter Jabodetabek (hingga 2 Juli 2011)
***operasional dialihkan dari swakelola perusahaan induk karena berfokus pada layanan antarkota dan aglomerasi.
****operasional dialihkan dari KAI Bandara


  • Project page Proyek
  • Portal Portal
  • Category Kategori
  • Commons page Commons
  1. ↑ hanya bagian 6231-6031

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Pengoperasian di Jepang (1968-2018)
  3. Ciri-ciri KRL Tokyo Metro 6000
  4. Rangkaian Purwarupa Pertama (6000-1F)
  5. Rangkaian Purwarupa Kedua (6101F)
  6. Ciri-ciri lainnya
  7. Formasi rangkaian
  8. Nomor rangkaian
  9. Daftar rangkaian
  10. Rangkaian Formasi 8 Kereta (Propulsi AVF-Chopper/GTO-Chopper)
  11. Rangkaian Formasi 10 Kereta (Propulsi VVVF-IGBT)
  12. Galeri
  13. Referensi
  14. Pranala luar

Artikel Terkait

Persinyalan dan semboyan kereta api di Indonesia

Daftar-daftar semboyan kereta api Indonesia

Kereta Api Indonesia

perusahaan operator kereta asal Indonesia

Kereta api penumpang di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026