Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Stasiun Palmerah

Stasiun Palmerah (PLM) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Jalan Palmerah Timur, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang berjarak 11,3 km sebelah timur laut dari Kampung Bandan. Meskipun bernama Palmerah stasiun ini tidak terletak di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, tetapi berada di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +13 meter ini hanya melayani perjalanan KRL Commuter Line saja.

stasiun kereta api di Indonesia
Diperbarui 6 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Stasiun Palmerah
Stasiun Palmerah
KAI Commuter
R02

KRL JR East seri 205 memasuki jalur 2 Stasiun Palmerah.
Lokasi
  • Jalan Palmerah Timur
  • Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270
  • Indonesia
Koordinat 6°12′26.518″S 106°47′50.896″E / 6.20736611°S 106.79747111°E / -6.20736611; 106.79747111[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Stasiun_Palmerah&params=6_12_26.518_S_106_47_50.896_E_type:railwaystation_region:[[Category:Wikipedia page with obscure subdivision]] <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">6°12′26.518″S</span> <span class=\"longitude\">106°47′50.896″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">6.20736611°S 106.79747111°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">-6.20736611; 106.79747111</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwAw\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt5\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBA\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBQ\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Stasiun_Palmerah&amp;params=6_12_26.518_S_106_47_50.896_E_type:railwaystation_region:\" class=\"external text\" id=\"mwBg\"><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Wikipedia_page_with_obscure_subdivision\" id=\"mwBw\"/> <span class=\"geo-default\" id=\"mwCA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwCg\">6°12′26.518″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwCw\">106°47′50.896″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDg\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwDw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEA\">6.20736611°S 106.79747111°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwEw\">-6.20736611; 106.79747111</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFA\"/></span>"}' id="mwFQ"/>
Ketinggian+13 m
Operator
  • KAI Commuter
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda
Letak
km 10+116 lintas Batavia BOS—Tanah Abang—Rangkasbitung—Merak[1]
Jumlah peronDua peron sisi tinggi
Jumlah jalur2:
  • jalur 1: sepur lurus arah Serpong—Rangkasbitung
  • jalur 2: sepur lurus arah Tanah Abang
LayananKRL Commuter Line
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
  • PLM
  • 0217[2]
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka1 Oktober 1899
Dibangun kembali2013-2015
Elektrifikasi1993-1997
Nama sebelumnyaPaal-merah
Perusahaan awalStaatsspoorwegen
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Tanah Abang
Terminus
Commuter Line Rangkasbitung
Tanah Abang–Rangkasbitung
Kebayoran
menuju Rangkasbitung
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Parkir sepeda Eskalator Tangga naik/turun Lift Pemesanan langsung di loket Mesin tiket Musala Toilet Ruang menyusui Pos kesehatan Barang hilang Wi-Fi Galeri ATM Isi baterai Air minum Pengering payung/payung gratis Pertokoan/area komersial Restoran 
Diagram lintasan stasiun
Legenda
ke Kebayoran
Jl. Gelora
ke Tanah Abang
Lokasi pada peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Palmerah (PLM) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Jalan Palmerah Timur, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang berjarak 11,3 km sebelah timur laut dari Kampung Bandan. Meskipun bernama Palmerah stasiun ini tidak terletak di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, tetapi berada di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +13 meter ini hanya melayani perjalanan KRL Commuter Line saja.

Letaknya cukup strategis karena berada di dekat perkantoran, termasuk stasiun televisi SCTV serta dekat dengan Gelora Bung Karno & Kompleks Parlemen Republik Indonesia.

Sejarah

Agar mobilitas penumpang dari Batavia hingga kawasan Banten semakin lancar, maka pada tahun 1890-an perusahaan Staatsspoorwegen (SS) berencana membangun sebuah jalur kereta api yang menghubungkan daerah Duri hingga daerah Serang, melalui daerah Tangerang dan Cikande.[3] Proyek jalur pun sudah dikerjakan. Di tengah jalannya pembangunan, rencana trase jalur ini akhirnya dibatalkan dan diubah menjadi melalui daerah Parung Panjang hingga ke Rangkasbitung,[3] jalur ini selesai pada 1 Oktober 1899 (termasuk membuka Stasiun Palmerah).[4] Trase jalur kereta api pertama yang sudah telanjur dibangun pun dicukupkan pembangunannya hanya sampai di daerah Tangerang saja, dan diresmikan sebagai jalur kereta api Tangerang-Duri yang berstatus sebagai jalur cabang. Jalur ini selesai dibangun pada 2 Januari 1899.[5]

Jalur kereta api dari Stasiun Rangkasbitung diteruskan pembangunannya oleh Staatsspoorwegen (SS) hingga ke daerah Serang pada 1 Juli 1900,[6][7] yang kemudian dilanjutkan kembali hingga ke dekat Pelabuhan Anyer Kidul pada 1 Desember 1900. Pada 1 Desember 1914, dibuat sebuah jalur percabangan di Stasiun Krenceng yang mengarah ke daerah Merak untuk mengakomodasi Pelabuhan Merak yang lebih dekat untuk menyeberang ke Lampung.[8] Jalur yang menuju ke Anyer Kidul pada awalnya berstatus sebagai jalur utama, sedangkan jalur yang menuju ke Merak berstatus sebagai jalur cabang. Di kemudian waktu, status kedua jalur ini ditukar.

Nama Palmerah merujuk pada patok-patok berwarna merah yang terletak di pinggir jalan pada wilayah tersebut, dan masyarakat setempat pun kemudian menyebutnya sebagai Paal Merah. Patok-patok tersebut difungsikan sebagai penanda batas wilayah Batavia ke arah Buitenzorg.[9]

Desain bangunan Stasiun Palmerah memiliki model yang serupa yang juga terdapat di lintas ini, seperti bangunan Stasiun Kebayoran, Sudimara, dan Serpong. Layaknya stasiun-stasiun kecil Staatsspoorwegen pada umumnya, bangunan Stasiun Palmerah pada awalnya tidak memiliki ruangan untuk petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), dan tuas persinyalan diletakkan di tempat terbuka di samping bangunan stasiun. Pada masa orde lama, dibangun ruangan untuk PPKA serta tuas-tuas persinyalan yang menyatu dengan bangunan utama stasiun. Pada dinding bangunan sisi ujung, terdapat ukiran nama stasiun 'Palmerah', yang di kemudian waktu juga ditambahkan ukiran serupa pada bangunan sisi samping. Pada dekade 2000-an, salah satu dinding pada sisi samping bangunan lama ini pun dibongkar guna memperlebar akses keluar-masuk penumpang, membuat ukiran 'Palmerah' yang sebelumnya terdapat di dinding tersebut ikut hilang.

Selain itu, genteng atap bangunan stasiun yang sebelumnya menggunakan genteng keramik pun kini juga telah diubah menjadi genteng metal. Saat bangunan lama Stasiun Palmerah tidak digunakan lagi sebagai akses keluar-masuk penumpang karena telah digantikan oleh bangunan baru pada tahun 2015, bangunan lama ini beralih fungsi menjadi minimarket. Meskipun begitu, bangunan peninggalan Staatsspoorwegen dan ruangan PPKA lama ini tetap dipertahankan dan ditetapkan sebagai aset cagar budaya.

Ilustrasi emplasemen Stasiun Palmerah lawas dalam buku Ikhtisar Lintas Jawa PJKA, dengan keterangan jalur 1 dan 2 sepanjang 758,50 meter, dan jalur 3 sepanjang 752 meter.
Ilustrasi emplasemen Stasiun Palmerah lawas dalam buku Ikhtisar Lintas Jawa PJKA, dengan keterangan jalur 1 dan 2 sepanjang 758,50 meter, dan jalur 3 sepanjang 752 meter.

Stasiun Palmerah memiliki emplasemen yang luas. Terdapat 2 jalur untuk lintasan, sepur badug, sepur simpang, bahkan percabangan. Sejak dekade 1960-an, dibuat 2 buah jalur percabangan atau sepur simpang dari Stasiun Palmerah. Percabangan pertama mengarah ke Pejompongan guna membawa material-material pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), begitu pula hal sama dengan percabangan kedua yang mengarah ke Senayan untuk pembangunan Gelora Bung Karno (GBK). Pembangunan IPA Pejompongan tersebut merupakan satu paket pembangunan dengan GBK, dengan menggunakan pinjaman dana dari Uni Soviet.[10] Material-material pembangunan dibawa menggunakan moda kereta api dari Sungai Cisadane di daerah Serpong dan Rawa Buntu. Sebuah lokomotif uap B51 digunakan untuk aktivitas langsiran pada emplasemen stasiun, dan perlahan digantikan oleh lokomotif-lokomotif diesel seperti seri D300.

Saat dilakukan pembangunan Jalan Tentara Pelajar yang membentang di kedua sisi stasiun dan rel eksisting pada dekade 1980-an, jumlah jalur di emplasemen Stasiun Palmerah dikurangi menjadi hanya 3 jalur saja, dengan jalur 1 dan 2 sebagai jalur persilangan dan sebuah sepur simpan. Beberapa waktu kemudian, sepur simpan ini ikut dibongkar sehingga menyisakan 2 jalur utama saja. Kegiatan bongkar muat gerbong barang pun terhenti, dikarenakan percabangan rel dan sepur simpang sudah tidak digunakan lagi.

Yang tersisa dari percabangan rel Palmerah-Pejompongan guna membawa material-material pembangunan IPA, tersembunyi di tengah pemukiman padat penduduk.

Bekas railbed dari percabangan rel dan sepur simpang tersebut kini menjadi Jalan Tentara Pelajar, Jalan Gelora, bahkan pemukiman padat Pejompongan. Sisa potongan rel dari percabangan ke arah Instalasi Pengolahan Air Pejompongan ini ditemukan di tengah-tengah pemukiman padat warga, begitu pula dengan sisa potongan rel lainnya yang sempat ditemukan saat dilakukan penggalian tanah di bekas emplasemen lama Stasiun Palmerah yang telah berubah menjadi Jalan Tentara Pelajar.

Sejak dahulu, terdapat sebuah perlintasan sebidang di sebelah barat Stasiun Palmerah. Perlintasan yang kelak diberi nomor JPL 43 ini sudah ada jauh sebelum Jalan Tentara Pelajar dibangun di kedua sisi stasiun dan rel eksisting. Hingga pada November 2020, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta akhirnya menutup perlintasan sebidang ini dengan tujuan agar menghilangkan pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di area tersebut.[11]

Saat dilakukan eletrifikasi dan pemasangan tiang listrik aliran atas (LAA) di petak jalan Tanah Abang-Serpong oleh Systra (Prancis) pada tahun 1993, jalur di emplasemen Stasiun Palmerah kembali mengalami rombakan besar-besaran. Trase jalur 1 lama yang merupakan trase asli peninggalan Staatsspoorwegen (SS) pun dibongkar dan digeser guna lahannya akan dipakai pembangunan peron serta atap baru, kondisi yang serupa juga dilakukan di Stasiun Kebayoran dan Sudimara. Layaknya emplasemen stasiun-stasiun kecil peninggalan Staatsspoorwegen pada umumnya, jalur 1 lama Stasiun Palmerah merupakan sepur belok dan terletak sangat berdekatan dengan bangunan stasiun. Sebagai ganti dari pembongkaran jalur 1 tersebut, dibangunlah jalur 2 yang baru.

Setelah semua pembenahan emplasemen dan peron selesai, tiang serta kabel LAA pun dipasang. Jaringan LAA ini akhirnya resmi beroperasi pada 3 Juni 1997 bersamaan dengan peresmian bangunan baru Stasiun Tanah Abang, setelah sempat tertunda selama beberapa tahun dikarenakan beberapa faktor kendala seperti faktor pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Saat masa elektrifikasi pada 1993-1997 ini pula direncanakan untuk membangun stasiun baru pada petak jalan antara Palmerah-Kebayoran, tepatnya di daerah Simprug, ditandai dengan dipasangnya tiang LAA yang mengakomodir 2 jalur kereta pada lokasi calon stasiun. Namun, hingga kini hal tersebut tidak terealisasikan.

Sejak pengoperasian jalur ganda pada petak jalan Tanah Abang-Serpong per 4 Juli 2007, emplasemen Stasiun Palmerah dirombak dengan menambahkan jalur 2 sebagai sepur lurus baru.[12] Meskipun pada petak jalan tersebut emplasemen Stasiun Palmerah memiliki kesamaan seperti Stasiun Pondok Ranji yang sama-sama hanya memiliki 2 jalur, tetapi wesel di emplasemen stasiun ini tetap dipertahankan dan tidak dibongkar meskipun jalur ganda telah beroperasi, sehingga kereta dapat berpindah ke jalur lain untuk berjalan sepur salah jika terdapat suatu keadaan darurat.

Untuk meningkatkan okupansi penumpang KRL Green Line, maka pada tahun 2013-2015 Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) mulai merenovasi secara besar-besaran Stasiun Palmerah menjadi 2 tingkat dengan arsitektur yang modern dan megah serta fasilitas yang lengkap. Proyek ini memakan dana sekitar Rp36 miliar, serta diresmikan pada 6 Juli 2015.[13] Renovasi ini pun juga sekaligus memperpanjang jarak peron Stasiun Palmerah dan mengakomodasi KRL dengan 10 stamformasi.

Sejak 1 Agustus 2019, stasiun ini, bersama Stasiun Sudirman, Cikini, UI, dan Taman Kota, resmi menghapus penjualan kartu single trip (Tiket Harian Berjaminan/THB) untuk KRL Commuter Line. Hal ini karena mayoritas penumpang KRL Commuter Line sudah terbiasa menggunakan kartu multi trip maupun uang elektronik. Dengan cara ini, antrean panjang pembelian tiket KRL dapat dipangkas. Namun, pengguna jasa tetap dapat melakukan tap-in/tap-out dengan THB di stasiun ini, sebelum akhirnya sistem THB resmi dihapuskan pada 3 September 2022.[14][15][16]

Bangunan dan tata letak

Stasiun Palmerah memiliki dua jalur kereta api yang keduanya merupakan sepur lurus. Stasiun ini diapit oleh Jalan Tentara Pelajar yang berlawanan arah di kedua sisi stasiun dan rel, serta dekat dengan gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Lapangan Tembak Senayan, bahkan gedung DPR & MPR RI.

Bangunan lama stasiun ini yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen dan ruangan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) lama masih dipertahankan hingga sekarang dan dijadikan sebagai aset cagar budaya, meskipun tidak lagi digunakan sebagai akses keluar-masuk penumpang sejak tahun 2015 karena telah digantikan dengan bangunan baru. Desain bangunan lama Stasiun Palmerah memiliki model yang serupa yang juga terdapat di lintas ini, yaitu bangunan Stasiun Kebayoran dan Sudimara. Pada dinding bangunan sisi ujung, terdapat ukiran nama stasiun 'Palmerah'. Sebelumnya, pada salah satu dinding sisi samping pun juga terdapat ukiran yang serupa, tetapi sudah hilang karena dinding tersebut telah dibongkar. Bangunan lama stasiun kini beralih fungsi menjadi minimarket, dan bekas dinding tersebut sudah digantikan dengan dinding kaca. Selain itu, genteng atap bangunan stasiun yang sebelumnya menggunakan genteng keramik pun kini juga telah diubah menjadi genteng metal.

Stasiun ini dilengkapi dengan 2 lantai. Terdapat 2 peron tinggi yang disertai dengan atap, fasilitas penumpang seperti lift, eskalator, mushola, toilet, minimarket, dan lain-lain. Di kedua ujung bangunan lantai 2 stasiun, terdapat ejaan besar stasiun 'Palmerah'. Stasiun ini juga menyediakan fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terintegrasi dengan Halte Stasiun Palmerah milik Transjakarta.

R02

G Bangunan utama stasiun
P
Lantai peron
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 1 ← (Kebayoran)      Commuter Line Rangkasbitung menuju Serpong/Parung Panjang/Tigaraksa/Rangkasbitung
Jalur 2 ←      Commuter Line Rangkasbitung menuju Tanah Abang (Tanah Abang) →
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan

Layanan kereta api

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Commuter Line Rangkasbitung Tanah Abang Rangkasbitung –

Antarmoda pendukung

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Bus kota Transjakarta 1B Stasiun Palmerah-Simpang Temu Dukuh Atas
1F Stasiun Palmerah-Halte BRT Bundaran Senayan
8C Stasiun Tanah Abang-Stasiun Kebayoran
9E Halte BRT Jelambar-Halte BRT Kebayoran

Galeri

  • Tampak bangunan Stasiun Palmerah. Terdapat ejaan besar 'Palmerah' di kedua ujung lantai 2 stasiun.
    Tampak bangunan Stasiun Palmerah. Terdapat ejaan besar 'Palmerah' di kedua ujung lantai 2 stasiun.
  • Emplasemen Stasiun Palmerah.
    Emplasemen Stasiun Palmerah.
  • Lidah wesel emplasemen Stasiun Palmerah (arah Kebayoran) dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Layout ini merupakan hasil rombakan pada tahun 1993 saat dilakukan elektrifikasi.
    Lidah wesel emplasemen Stasiun Palmerah (arah Kebayoran) dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Layout ini merupakan hasil rombakan pada tahun 1993 saat dilakukan elektrifikasi.
  • Bangunan lama Stasiun Palmerah peninggalan Staatssporwegen yang merupakan aset cagar budaya. Jalur 1 yang lama dahulu berada tepat di depan bangunan ini, lalu dibongkar pada tahun 1993 untuk pembangunan peron.
    Bangunan lama Stasiun Palmerah peninggalan Staatssporwegen yang merupakan aset cagar budaya. Jalur 1 yang lama dahulu berada tepat di depan bangunan ini, lalu dibongkar pada tahun 1993 untuk pembangunan peron.
  • Ornamen klasik pada bangunan lama Stasiun Palmerah yang masih dipertahankan.
    Ornamen klasik pada bangunan lama Stasiun Palmerah yang masih dipertahankan.
  • Bangunan lama Stasiun Palmerah yang kini tidak digunakan lagi sebagai akses penumpang sejak tahun 2015, dengan genteng atap yang sudah diganti dari genteng keramik menjadi genteng metal.
    Bangunan lama Stasiun Palmerah yang kini tidak digunakan lagi sebagai akses penumpang sejak tahun 2015, dengan genteng atap yang sudah diganti dari genteng keramik menjadi genteng metal.
  • Ornamen klasik pada pintu masuk bangunan lama Stasiun Palmerah yang masih dipertahankan, masih terdapat pula di Stasiun Kebayoran dan Sudimara.
    Ornamen klasik pada pintu masuk bangunan lama Stasiun Palmerah yang masih dipertahankan, masih terdapat pula di Stasiun Kebayoran dan Sudimara.
  • Tampak bagian depan bangunan lama Stasiun Palmerah. Salah satu dinding telah dibongkar, menghilangkan ukiran 'Palmerah' yang sebelumnya terdapat di dinding tersebut. Kini digantikan dengan dinding kaca sebagai minimarket.
    Tampak bagian depan bangunan lama Stasiun Palmerah. Salah satu dinding telah dibongkar, menghilangkan ukiran 'Palmerah' yang sebelumnya terdapat di dinding tersebut. Kini digantikan dengan dinding kaca sebagai minimarket.
  • Ukiran 'Palmerah' pada dinding ujung bangunan lama stasiun.
    Ukiran 'Palmerah' pada dinding ujung bangunan lama stasiun.
  • Ruang PPKA lama Stasiun Palmerah yang ikut dipertahankan dan masih digunakan hingga sekarang.
    Ruang PPKA lama Stasiun Palmerah yang ikut dipertahankan dan masih digunakan hingga sekarang.
  • Kondisi lantai 2 Stasiun Palmerah.
    Kondisi lantai 2 Stasiun Palmerah.
  • Kondisi lantai 2 Stasiun Palmerah.
    Kondisi lantai 2 Stasiun Palmerah.
  • Jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Palmerah menuju Transjakarta melalui Halte Stasiun Palmerah.
    Jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Palmerah menuju Transjakarta melalui Halte Stasiun Palmerah.
  • Pintu masuk Stasiun Palmerah melalui parkiran motor.
    Pintu masuk Stasiun Palmerah melalui parkiran motor.
  • KRL memasuki jalur 1 Stasiun Palmerah.
    KRL memasuki jalur 1 Stasiun Palmerah.
  • Kereta api batu bara melintas jalur 2 Stasiun Palmerah.
    Kereta api batu bara melintas jalur 2 Stasiun Palmerah.

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. 1 2 Anne Reitsma, Steven (1916). Indische Spoorweg-Politiek. Batavia: Landsdrukkerij. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Oegema, J.J.G. (1982). De Stoomtractie op Java en Sumatra. Antwerpen: Kluwer Technische Boeken B.V.
  5. ↑ Anne Reitsma, Steven (1928). Korte Geschiesdenis der Nederlands-Indische Staatsspoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. KOLLF & Co. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken.
  7. ↑ Spoor- & Tramgids van Nederlandsch-Indie. Semarang: Semarang-Drukkerij en Boekhandel. 1901. hlm. 10. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ "ZWP - Haltestempels Ned.Indië". studiegroep-zwp.nl. Diakses tanggal 2022-10-22.
  9. ↑ Abdullah, Nurudin (2015-01-06). "Tahukah Anda Nama Palmerah di Jakarta Barat?". Bisnis.com. Diakses tanggal 2023-10-29.
  10. ↑ "Di Balik Pembangunan Stadion GBK". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2018-02-20. Diakses tanggal 2023-10-29.
  11. ↑ Kusuma, Hendra. "Perlintasan Sebidang Palmerah Ditutup buat Minimalisir Kecelakaan". detikfinance. Diakses tanggal 2022-07-02.
  12. ↑ "SBY Resmikan Stasiun Serpong, Lalu Lintas KA Tetap Normal". detikcom. 2007-07-04. Diakses tanggal 2017-10-18.
  13. ↑ Rahayu, Juwita Trisna (6 Juli 2015). "Menhub resmikan Stasiun Palmerah dan jalur ganda". Antaranews.com. Diakses tanggal 15 Oktober 2017.
  14. ↑ Kompas.com. "KCI Hapus Kartu THB Di Lima Stasiun Ini Mulai 1 Agustus 2019". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-08-02.
  15. ↑ Mantalean, Vitorio. Gatra, Sandro (ed.). "PT KCI Bakal Hapus Pembelian Tiket Harian KRL di 5 Stasiun". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-08-02.
  16. ↑ KAI Commuter, 'author' (2022-09-08). "#RekanCommuters sudah tau belum apa itu Stasiun Uang Elektronik..." Twitter. Diakses tanggal 2022-09-08.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Palmerah Station.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kebayoran
menuju Merak
Merak–Tanah Abang–Kampung Bandan Tanah Abang
menuju Kampung Bandan
  • l
  • b
  • s
Stasiun KRL Commuter Line dan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta
Commuter Line Bogor
  • Jakarta Kota (JAKK)
  • Jayakarta (JAY)
  • Mangga Besar (MGB)
  • Sawah Besar (SW)
  • Juanda (JUA)
  • Gondangdia (GDD)
  • Cikini (CKI)
  • Manggarai (MRI)
  • Tebet (TEB)
  • Cawang (CW)
  • Duren Kalibata (DRN)
  • Pasar Minggu Baru (PSMB)
  • Pasar Minggu (PSM)
  • Tanjung Barat (TNT)
  • Lenteng Agung (LNA)
  • Univ. Pancasila (UP)
  • Univ. Indonesia (UI)
  • Pondok Cina (POC)
  • Depok Baru (DPB)
  • Depok (DP)
  • Citayam (CTA)
  • Bojonggede (BJD)
  • Cilebut (CLT)
  • Bogor (BOO)
Jalur cabang Nambo
  • Pondok Rajeg (PDRG)
  • Cibinong (CBN)
  • Nambo (NMO)
Commuter Line Cikarang
  • Pondok Jati (POK)
  • Kramat (KMT)
  • Gang Sentiong (GST)
  • Pasar Senen (PSE)†
  • Kemayoran (KMO)
  • Rajawali (RJW)
  • Kampung Bandan (KPB)
  • Angke (AK)
  • Duri (DU)
  • Tanah Abang (THB)
  • Karet (KAT)
  • BNI City (SUDB)
  • Sudirman (SUD)
  • Manggarai (MRI)
  • Matraman (MTR)
  • Jatinegara (JNG)
  • Klender (KLD)
  • Buaran (BUA)
  • Klender Baru (KLDB)
  • Cakung (CUK)
  • Kranji (KRI)
  • Bekasi (BKS)
  • Bekasi Timur (BKST)
  • Tambun (TB)
  • Cibitung (CIT)
  • Metland Telagamurni (TLM)
  • Cikarang (CKR)
Commuter Line Rangkasbitung
  • Tanah Abang (THB)
  • Palmerah (PLM)
  • Kebayoran (KBY)
  • Pondok Ranji (PDJ)
  • Jurangmangu (JMU)
  • Sudimara (SDM)
  • Rawa Buntu (RU)
  • Serpong (SRP)
  • Cisauk (CSK)
  • Cicayur (CC)
  • Jatake (JTK)
  • Parungpanjang (PRP)
  • Cilejit (CJT)
  • Daru (DAR)
  • Tenjo (TEJ)
  • Tigaraksa (TGS)
  • Cikoya (CKY)
  • Maja (MJ)
  • Citeras (CTR)
  • Rangkasbitung (RK)
Commuter Line Tangerang
  • Tangerang (TNG)
  • Tanah Tinggi (THI)
  • Batu Ceper (BPR)
  • Poris (PI)
  • Kalideres (KDS)
  • Rawa Buaya (RW)
  • Bojong Indah (BOI)
  • Taman Kota (TKO)
  • Pesing (PSG)
  • Grogol (GRG)
  • Duri (DU)
Commuter Line Tanjung Priok
  • Jakarta Kota (JAKK)
  • Kampung Bandan (KPB)
  • Ancol (AC)
  • Tanjung Priok (TPK)
Y Commuter Line Yogyakarta
  • Palur (PL)
  • Solo Jebres (SK)
  • Solo Balapan (SLO)
  • Purwosari (PWS)
  • Gawok (GW)
  • Delanggu (DL)
  • Ceper (CE)
  • Klaten (KT)
  • Srowot (SWT)
  • Brambanan (BBN)
  • Maguwo (MGW)
  • Lempuyangan (LPN)
  • Yogyakarta (YK)
Commuter Line Basoetta
  • Manggarai (MRI)
  • BNI City (SUDB)
  • Duri (DU)
  • Rawa Buaya (RW)
  • Batu Ceper (BPR)
  • Bandara Soekarno-Hatta (BST)
  • Tebal: Stasiun awal/akhir dan stasiun transit
    †: hanya melayani arah Kampung Bandan
  • l
  • b
  • s
Topik mengenai Batavia
Daerah
Duizendeilanden
  • Noord Wachter
  • Hoorn Eiland
  • Kokosnoot Eiland
  • Kuyper Eiland
  • Purmerend Eiland
  • Onrust Eiland
  • Edam Eiland
  • Kherkof Eiland
  • Rotterdam Eiland
  • Schiedam Eiland
  • Amsterdam Eiland
  • Middbur Eiland
Benedenstad
  • Oud Batavia
  • Anké
  • Pekodjan
  • Pendjaringan
  • Zoutelande/Antjol
  • Tandjong Priok
  • Tjilintjing
  • Maroenda
  • Glodokplein
  • Molenvliet
  • Harmonieplein
Bovenstad
  • Weltevreden
  • Senen
  • Kemajoran
  • Kramatplein
  • Salemba
  • Menteng
  • Koningsplein
  • Waterlooplein
  • Tanah Abang
  • Meester Cornelis
  • Kampong Melajoe
Ommelanden
  • Pantjoran
  • Tjililitan
  • Tsji Ondet
  • Paal Merah
  • Tjenkarang
  • Kebajoran
  • Tjigandjoer
  • Ragoenan
  • Tjipoetat
  • Tjiledoek
  • Tangerang
  • Depok
  • Tjimanggis
  • Bekasi
  • Djaboeng
  • Komzeen
  • West Tandjoeng
  • Oost Tandjoeng
  • Tjitrap
  • Tjiseeng
  • Paroeng
  • Tjibinong
  • Buitenzorg
  • Tjileungsi
  • Soekaboemi
  • Tjiandjoer
Lambang Kota Batavia
Lambang Kota Batavia
Jalan

Molenvliet Oost · Molenvliet West · De Groote Postweg · Rijswijk · Noordwijk · Princen Laan · Sluisburg Straat · Nieuwpoort Straat · Parapattan Straat · Nassau Boulevard · Van Heutsz Boulevard · Orange Boulevard · Oude Tamarinde Laan · Jacatraweg · Koningsplein Straat · Landhuisweg · JP Coenweg · Mampangweg · Nieuwe Vliegveldlaan · Senenweg · Rijswrjkstraat · Kemajoranweg · Matramanweg · Drukkerijweg · Bacharachtsgracht · Passerstraat

Taman

Stadhuisplein · Wilhelminapark · Voetbalbond Indische Omstreken Sport · Burgemeester Bischoplein · Planten En Dierentuin

Tim Sepak Bola

Voetbalbond Batavia en Omstreken · VIJ Jacatra

Bangunan
Pelabuhan
  • Batavia
  • Tandjoengpriok
Stasiun Kereta Api
  • Tandjoengpriok
  • Batavia Noord
  • Batavia Zuid
  • Kleine Boom
  • Hemradenplein
  • Batavia-Benedenstad
  • Pasar Pagi
  • Amsterdamse Port
  • Kampoengbandan
  • Antjol
  • Doeri
  • Goenoengsarie
  • Pisangbatoe
  • Kemajoran
  • Passar Senen
  • Salemba
  • Kramat
  • Sawah Besaar
  • Noordwijk
  • Batavia-Koningsplein
  • Gondangdia
  • Dierentuin
  • Tjikini
  • Pegangsaän
  • Tanah-Abang
  • Karet
  • Mampang
  • Manggarai
  • Meester Cornelis NIS
  • Kebonpala
  • Gang Solitude
  • Meester Cornelis SS
  • Pasarminggoe
  • Tjililitan
  • Paal-Merah
  • Kebajoran
Halte Trem
  • Pasar Ikan
  • Amsterdamse Port
  • Batavia
  • Asemka
  • Djembatan Lima
  • Glodok
  • Tangki
  • Prinsenlaan
  • Pisangbatoe
  • Kali Groot
  • Goenoeng Sahari
  • Sawah Besaar
  • Pintoe Besi
  • Harmonie
  • Koningsplein Noordwest
  • Rijswijk
  • Noordwijk
  • Schouwburg
  • Departement van Marine
  • Kebondjahe
  • Fromberg Park
  • Waterlooplein
  • Koningsplein
  • Stoviaweg
  • Pasar Senen
Bandara
  • Tjililitan
  • Kemajoran
Tempat Pemerintahan
  • Gebouw van de Raad van Justitie te Batavia
  • De Hooggerechsgebouw
  • Stadhuis van Batavia
  • Stad Gemeentehuis Batavia
  • Paleis te Rijswijk
  • Paleis te Koningsplein
  • Gebouw van de Raad van Indië te Batavia
  • Gebouw Volksraad
Rumah Besar
  • Landhuis Tjilintjing
  • Raden Saleh Huis
  • Baron van Inhof Huis
  • Landhuis van Reinier de Klerk
  • Landhuis Djipang
  • Landhuis Tjililitan
  • Landhuis Paal Merah
  • Landhuis van de Majoor-Chinees Khouw
  • Landhuis Tjenkarang
  • Landhuis Weltevreden
  • Het Groote Huis
  • Landhuis Pondok Ge deh
  • Tandjoeng-Oost Huis
Penjara
  • Glodok
  • Tjipinang
  • Gang Tengah
  • Boekit Doeri
Kastel/Benteng/Bastion
  • De Amsterdamse Poort
  • Oude Utrechtse Poort
  • Kasteel Batavia
  • Westzijdsche Pakhuizen
  • Oostzijdsche Pakhuizen
  • Waterkasteel
  • Bastion Amsterdam
  • Bastion Buren
  • Bastion Cuylenburg
  • Bastion Groningen
  • Bastion Grimbergen
  • Bastion Diest
  • Bastion Oranje
  • Bastion Enkhuizen
  • Bastion Overrijsel
  • Bastion Friesland
  • Bastion Gelderland
  • Bastion Hollandia
  • Bastion Vierkant
  • Bastion Zeeburg
  • Bastion Zeeland
  • Bastion Middelburg
  • Bastion Utrecht
  • Bastion Nassau
  • Bastion Rotterdam
  • Fort Anké
  • Fort Noordwijk
  • Fort Rijswijk
  • Fort Ancol
  • Fort Zouteland
  • Fort Jacatra
  • Fort Jacarta Buiten Batavia
  • Fort Meester Cornelis
  • Fort Prins Frederik Hendrik
  • Defensielijn Van Den Bosch
  • Defensielijn Van Den Bosch
  • Defensielijn Van Den Bosch
  • Fort Vijfhoek
Tempat Ibadah
  • Haantjes Kerk
  • De Portugeesche Binnenkerk
  • De Portugeesche Buitenkerk
  • Armeensche Kerk
  • De Portugeesche Kerk
  • Nassaukerk
  • De Hollandsche Kerk
  • Christelijke Kerk
  • De Bethelkerk
  • Engelsekerk
  • De Kathedraal
  • De St. Theresiakerk
  • De Willemskerk
  • Mesigit Loearbatang
  • Langgar Tinggi
  • Mesigit Pekojan
  • Mesigit Kampongsawah
  • Mesigit Manggadoea
  • Mesigit Kampongdalem
  • Mesigit Kampongbaroe
  • Mesigit Karet
  • Mesigit Angké
  • Mesigit Tjikini
  • Mesigit Tanahabang
  • Jin De Yuan Tempel
  • Antjol Tempel
Tempat Hiburan
  • Societiet Harmonie
  • Schouwburg
  • Bioscoop Metropool
  • Bioscoop Menteng
  • Bioscoop Manggarai
  • Bioscoop Rex Batavia
  • Bataviasche Kunstkring
Rumah Sakit
  • Groot Militair Hospitaal Weltevreden
  • Vereniging voor Ziekenverpleging Koningen Emma Ziekenhuis Tjikini
  • Centrale Burgelijke Ziekeninrichting
  • Koninklijke Paketvaart Maatschappij Ziekeninrichting
Kantor Pos
dan Kantor Telegraf
  • Stadhuisplein
  • Tjikini
  • Weltevreden
  • Meester Cornelis
Kantor Telepon
  • Menteng
  • Koningsplein
Hotel
  • Hotel Schompler
  • Hotel des Indes
  • Grand Hôtel Java
  • Hotel der Nederlanden
  • Hotel Cavadino
  • Hotel des Galeries
Museum
  • Museum Van Het Koninklijk Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen Batavia
  • Oude Bataviasche Museum
Lapangan Bola
  • Viosveld
  • Vijveld
Pasar
  • Vismarkt
  • Passer Baroe
  • Pasar Gambir
  • Meester Passer
  • Pasar Senen
  • Pasar Tanah Abang
Mercusuar
  • Vuurtoren Batavia
  • De Uitkijk
Lain-Lain
  • Tugu Jam Batavia
  • Engelse Brug
  • Oger Freres
  • Standbeeld van Jan Pieterzoon Coen
  • Mohr observatory
  • Indonesische Clubhuis
  • Manggarai Sluis
  • Michiel Monument
  • Loge nummer 14
  • De Scheepswerf
Perusahaan Layanan
Masyarakat

Koninklijke Paketvaart Maatschappij · De Nederlandsche Handel-Maatschappij · Landarchief · Bataafsche Petroleum Maatschappij · Landsdrukkerij · Eijkman Instituut · N.V. de Bouwploeg · Batavia Oosterspoorweg Maatschappij · Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij · Staatsspoorwegen · Bataviasche Verkeers Maatschappij

Bank

De Javasche Bank · Postspaarbank · De Chartered Bank

Sarana Pendidikan

St. Aloysius Broederschool · School tot Opleiding van Indische Artsen · Geneeskundige Hoogeschool te Batavia · Rechtshoogeschool te Batavia · Ursulinen Klooster · Eerste School D · Meer Uitgebreid Lager Onderwijs · Prins Hendrick School · Algemene Middlebare School · Carpentier Alting Stichting Nassau School · Koning Willem III School te Batavia

Taman
Pemakaman Umum

Europese Kerkhof · Kerkhof Petamboeran · Ereveld Menteng Poelo · Ereveld Antjol

Transportasi
  • Tram
  • Dos-à-dos
  • Betjak
  • Oplet
  • Taxi
  • Eendaagsche Express
Daftar bangunan dan struktur kolonial di Jakarta

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Bangunan dan tata letak
  3. Layanan kereta api
  4. Antarmoda pendukung
  5. Galeri
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar stasiun kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Kereta Api Indonesia

perusahaan operator kereta asal Indonesia

Persinyalan dan semboyan kereta api di Indonesia

Daftar-daftar semboyan kereta api Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026