Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia atau yang sering disebut dengan Museum Gajah adalah sebuah museum arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi yang berada di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan terletak di Jalan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara.

museum di Indonesia
Diperbarui 9 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Museum Nasional Indonesia
Museum ilmu pengetahuan in Kecamatan Gambir, Jakarta PusatTemplat:SHORTDESC:Museum ilmu pengetahuan in Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat
Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Republik Indonesia
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°10′34″S 106°49′18″E / 6.17611°S 106.82167°E / -6.17611; 106.82167Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°10′34″S 106°49′18″E / 6.17611°S 106.82167°E / -6.17611; 106.82167Lihat peta diperkecil
Didirikan24 April 1778[1]
LokasiJl. Medan Merdeka Barat No. 12
Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir
Jakarta Pusat 10110[2]
JenisMuseum ilmu pengetahuan
Akses transportasi umumBRT Transjakarta: (halte Monumen Nasional)
KAI Commuter: (stasiun Tanah Abang)
Situs webhttp://www.museumnasional.or.id/
Cagar budaya Indonesia
Gedung Museum Nasional
PeringkatNasional
KategoriBangunan
No. RegnasCB.36
Lokasi
keberadaan
Jakarta Pusat, Jakarta
Tanggal SK1988, 2003 & 2015
PemilikKementerian Kebudayaan Republik Indonesia
PengelolaMuseum dan Cagar Budaya
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°10′34″S 106°49′18″E / 6.17611°S 106.82167°E / -6.17611; 106.82167Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°10′34″S 106°49′18″E / 6.17611°S 106.82167°E / -6.17611; 106.82167Lihat peta diperkecil
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya

Museum Nasional Indonesia atau yang sering disebut dengan Museum Gajah adalah sebuah museum arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi yang berada di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan terletak di Jalan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat.[1][3] Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara.[4]

Sejarah

Museum Royal Batavian Society of Arts and Sciences Batavia (sekarang Museum Nasional) pada tahun 1900-an

Pada tanggal 24 April 1778, para akademisi di Hindia Belanda dan sejumlah pejabat Pemerintah Hindia Belanda bersama-sama membentuk sebuah perhimpunan bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.[5] Perhimpunan ini didirikan dengan tujuan mencapai kemajuan ilmu pengetahuan melalui pengembangan museum.[6] J.C.M. Radermacher, ketua perkumpulan, menyumbang sebuah gedung yang bertempat di Jalan Kalibesar beserta dengan koleksi buku dan benda-benda budaya yang nanti menjadi dasar untuk pendirian museum.[7]

Pada masa pemerintahan Inggris (1811-1816), Sir Thomas Stamford Raffles yang juga merupakan direktur dari Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen memerintahkan pembangunan gedung baru yang terletak di Jalan Majapahit No. 3. Gedung ini digunakan sebagai museum dan ruang pertemuan untuk Literary Society (dahulu bernama "Societeit de Harmonie".) Lokasi gedung ini sekarang menjadi bagian dari kompleks Sekretariat Negara.[8]

Pada tahun 1862, setelah koleksi memenuhi museum di Jalan Majapahit, pemerintah Hindia Belanda mendirikan gedung yang hingga kini masih ditempati. Gedung museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1868.[9]

Setelah kemerdekaan Indonesia, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelola menyerahkan museum tersebut kepada pemerintah Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 September 1962. Sejak itu pengelolaan museum dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mulai tahun 2005, Museum Nasional berada di bawah pengelolaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sehubungan dengan dipindahnya Direktorat Jenderal Kebudayaan ke lingkungan kementerian tersebut.[1]

Museum Nasional juga dikenal sebagai Museum Gajah karena dihadiahkannya patung gajah berbahan perunggu oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871 yang kemudian dipasang di halaman depan museum.[10] Meskipun demikian, sejak 28 Mei 1979, nama resmi lembaga ini adalah Museum Nasional Republik Indonesia.[9]

Pada malam hari tanggal 16 September 2023, terjadi kebakaran di bagian Museum Gedung Gajah yang menyebabkan atap dan dinding belakang bangunan roboh.[11]

Pasca-kemerdekaan

Setelah kemerdekaan Indonesia, pada bulan Februari 1950, lembaga ini berganti nama menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Pada tanggal 17 September 1962, lembaga ini diserahkan kepada pemerintah Indonesia dan dikenal dengan nama Museum Pusat. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 092/0/1979 tanggal 28 Mei 1979, namanya diubah menjadi Museum Nasional.[1]

Pada kuartal terakhir abad ke-20, koleksi manuskrip dan literatur museum diserahkan kepada Perpustakaan Nasional Indonesia, sementara koleksi seni rupa, termasuk lukisan, dipindahkan ke Galeri Nasional.[12]

Pada tahun 1977, sebuah perjanjian antara Indonesia dan Belanda menghasilkan pemulangan beberapa harta karun budaya ke Indonesia. Di antara harta karun yang dikembalikan adalah harta karun dari Lombok, naskah lontar Nagarakretagama, dan patung Prajnaparamita dari Jawa yang sangat indah. Benda-benda tersebut kini disimpan di Museum Nasional Indonesia.[13]

Pada tahun 1980-an, ada kebijakan pemerintah untuk mendirikan museum negeri di setiap provinsi di Indonesia. Ide ini terwujud pada tahun 1995 ketika semua provinsi di Indonesia memiliki museum negeri. Sejak saat itu, semua temuan arkeologi yang ditemukan di setiap provinsi tidak harus dibawa ke Museum Nasional di Jakarta, tetapi disimpan dan dipajang di museum negeri yang terletak di ibukota provinsi.[14] Namun, ada pengecualian untuk beberapa temuan arkeologi yang sangat penting, seperti temuan Wonoboyo dari abad ke-10 dan arca Siwa dari perunggu.[15][16]

Pada tahun 2007, sebuah gedung baru di sebelah utara gedung yang sudah ada dibuka, yang menampilkan banyak artefak dari zaman prasejarah hingga zaman modern. Gedung baru ini, yang disebut Gedung Arca, menyediakan ruang pameran baru. Gedung lamanya bernama Gedung Gajah.[17]

Pada tanggal 11 September 2013, empat artefak emas berharga dari masa kerajaan Mataram Kuno abad ke-10 dicuri dari museum.[18] Benda-benda tersebut pertama kali ditemukan di reruntuhan pemandian kerajaan kuno Jalatunda dan di candi-candi di lereng Gunung Penanggungan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Empat artefak yang hilang adalah sebuah plakat emas berbentuk naga, sebuah plakat emas berbentuk bulan sabit bertuliskan, dan satu plakat Harihara berwarna emas-perak, serta sebuah kotak kecil berwarna emas. Semua benda yang hilang tersebut dipajang bersama dalam sebuah etalase kaca yang terletak di dalam ruang arkeologi artefak dan harta karun emas di lantai dua Gedung Gajah (sayap lama).[19]

Saat ini, terdapat dua bangunan utama di museum, yaitu Gedung A (Gedung Gajah atau sayap lama) di bagian selatan, dan Gedung B (Gedung Arca atau sayap baru) di bagian utara. Gedung ketiga, Gedung C, direncanakan sebagai perluasan untuk menampung dan melestarikan koleksi museum yang sangat banyak. Pada tahun 2017, Gedung Gajah atau sayap lama sedang direnovasi besar-besaran, sementara Gedung C sedang dalam tahap pembangunan.[20]

Dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada bulan Maret 2020, Raja Willem-Alexander dari Belanda mengembalikan keris Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta ke Indonesia, yang diterima oleh Presiden Joko Widodo.[21] Diponegoro adalah pemimpin karismatik pemberontakan massal melawan pemerintahan kolonial Belanda di Jawa Tengah. Ia dikalahkan dan ditawan setelah berakhirnya Perang Jawa pada tahun 1830.[22] Kerisnya telah lama dianggap hilang, tetapi berhasil ditemukan setelah diidentifikasi oleh Museum Nasional Etnologi Belanda di Leiden.[23] Keris Jawa bertatahkan emas yang luar biasa ini sebelumnya disimpan sebagai bagian dari Koleksi Negara Belanda dan sekarang menjadi bagian dari koleksi Museum Nasional Indonesia.[24]

Museum Nasional Indonesia dikelola oleh BLU Museum dan Cagar Budaya (Indonesia Heritage Agency) sejak 2023

Sejak 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membentuk Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya. Badan ini membawahi museum dan cagar budaya di Ditjen Kebudayaan.[25] Tugasnya adalah memfasilitasi sinergi antara pelestarian, pemanfaatan, dan pengelolaan koleksi melalui penelitian dan pengembangan demi meningkatkan kebermanfaatan bagi masyarakat.[26] Setidaknya ada 18 unit museum dan 34 cagar budaya milik pemerintah yang kini dikoordinasikan langsung melalui badan khusus ini.[27]

Pada malam tanggal 16 September 2023, kebakaran terjadi di Gedung Gajah, menyebabkan atap dan dinding belakang gedung runtuh.[28] Pihak berwenang mengatakan bahwa setidaknya empat ruangan di gedung tersebut, yang menyimpan artefak-artefak prakolonial, hancur, dan api berhasil dikendalikan tanpa ada yang terluka dalam waktu beberapa jam.[29]

Bangunan

Dengan gaya Klasisisme, gedung Museum Nasional Republik Indonesia adalah salah satu wujud pengaruh Eropa, terutama semangat Abad Pencerahan, yang muncul pada sekitar abad 18.[30] Gedung ini dibangun pada tahun 1862 oleh pemerintah sebagai tanggapan atas perhimpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang bertujuan menelaah riset-riset ilmiah di Hindia Belanda.[31]

Sayap baru ditambahkan pada tahun 1996 di sebelah utara gedung lama. Gedung ini disebut dengan Unit B atau Gedung Arca.[31]

  • Monumen Gajah
    Monumen Gajah
  • Gedung Gajah Museum Nasional (Gedung Selatan)
    Gedung Gajah Museum Nasional (Gedung Selatan)
  • Gedung Arca Museum Nasional (Gedung Utara)
    Gedung Arca Museum Nasional (Gedung Utara)
  • Tampilan depan Gedung Arca
    Tampilan depan Gedung Arca
  • Halaman Dalam dari arah Timur
    Halaman Dalam dari arah Timur
  • Halaman Dalam dari arah Barat
    Halaman Dalam dari arah Barat

Koleksi

Arca Adityawarman sebagai Bhairawa, salah satu kekayaan koleksi masa Hindu-Buddha.
Gambar Prasasti dari Singosari, Malang bertarikh tahun 1351 Masehi. Prasasti yang merupakan koleksi museum, terkenal karena menyebut nama 'Mada' yang kemungkinan berkaitan dengan tokoh Gajah Mada.

Museum Gajah banyak mengoleksi benda-benda kuno dari seluruh Nusantara. Antara lain yang termasuk koleksi adalah arca-arca kuno, prasasti, benda-benda kuno lainnya dan barang-barang kerajinan. Koleksi-koleksi tersebut dikategorisasikan ke dalam etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, buku langka dan benda berharga.[32]

Catatan di website Museum Nasional Republik Indonesia pada tahun 2001 menunjukkan bahwa koleksi telah mencapai 109.342 buah.[33] Jumlah koleksi itulah yang membuat museum ini dikenal sebagai yang terlengkap di Indonesia. Pada tahun 2006 jumlah koleksi museum sudah melebihi 140.000 buah, meskipun hanya sepertiganya yang dapat diperlihatkan kepada khalayak.[34]

Sebelum gedung Perpustakaan Nasional RI yang terletak di Jalan Salemba No. 27, Jakarta Pusat didirikan,[30] koleksi Museum Gajah juga meliputi naskah-naskah manuskrip kuno. Naskah-naskah tersebut dan koleksi perpustakaan Museum Gajah lainnya kini disimpan di Perpustakaan Nasional.[34]

Sumber koleksi banyak berasal dari penggalian arkeologis, hibah kolektor sejak masa Hindia Belanda dan pembelian. Koleksi keramik dan koleksi etnografi Indonesia di museum ini cukup lengkap.[30]

Koleksi yang menarik adalah patung Bhairawa. Patung yang tertinggi di Museum Nasional ini (414 cm) merupakan manifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang merupakan perwujudan Boddhisatwa di Bumi.[35] Patung ini berupa laki-laki berdiri di atas mayat dan deretan tengkorak serta memegang cangkir terbuat dari tengkorak di tangan kiri dan keris pendek dengan gaya Arab di tangan kanannya.[32] Diperkirakan, patung yang ditemukan di Padang Roco, Sumatera Barat ini berasal dari abad ke 13 - 14.[36]

Kehilangan koleksi

Kehilangan koleksi terjadi karena kebakaran yang terjadi pada hari Sabtu, 16 September 2023. Tercatat sebanyak 817 koleksi pra sejarah yang terletak di Gedung A terbakar dari total 194.000 koleksi.[37] Menurut Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, sumber kebakaran diduga berasal dari bedeng tempat para pekerja melakukan renovasi di bagian belakang museum.[38]

Kebakaran ini menyebabkan api menjalar ke Gedung A, salah satu bangunan utama di kompleks Museum Nasional. Selain itu, dilaporkan adanya letupan dari sistem pendingin udara yang mempercepat penyebaran api, terutama di bagian belakang Gedung A1. Akibat kejadian ini, beberapa artefak berharga dan koleksi sejarah di dalam museum mengalami kerusakan.[39]

Koleksi pameran repatriasi

Setelah sempat ditutup akibat kebakaran, Museum Nasional Indonesia kembali dibuka untuk publik pada 15 Oktober 2024.[40] Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah berhasil melakukan repatriasi atau pemulangan kembali benda cagar budaya dari Belanda sejak tahun 1949.[41]

Ada sembilan arca dari masa Kerajaan Singosari, salah satunya arca Nandi tersenyum. Nandi adalah kendaraan Dewa Siwa sekaligus penjaga kediaman Siwa, yang dalam Bahasa Sanskerta berarti kebahagiaan atau kepuasan.[42] Selama ini Indonesia belum pernah mengoleksi Nandi dengan keadaan tersenyum dan memiliki bagian-bagian tubuh yang lebih lengkap dibandingkan arca sebelumnya.[43] Ada pula Arca Brahma bertangan empat. Selama ini, Brahma dikenal memiliki dua tangan.[42]

Koleksi lainnya adalah arca Prajnaparamita, yang melambangkan sosok dewi kebijaksanaan, dan dikenal sebagai dewi yang paling cantik paras serta bentuk tubuhnya. Terdapat juga arca Ganesha dari abad 1970.[43]

Di lantai dua, terdapat koleksi perhiasan dari masa kerajaan Lombok, selain itu juga beberapa koleksi jarahan Belanda dari Puputan (perang) Badung, Klungkung, dan Tabanan, Bali.[44]

Pameran Wajah Nusantara

Gedung A berfungsi sebagai area Pameran Wajah Nusantara. Pengunjung dapat memindai wajah dengan teknologi kecerdasan artifisial atau AI untuk melihat kemiripan dengan suku-suku yang menempati wilayah Sabang hingga Merauke.[41] Di gedung A bagian selasar selatan, ada koleksi dari Mataram Kuno abad ke-8 dan 9, sedangkan di selasar utara ada koleksi dari Kerajaan Majapahit pada abad 10-15. Ada 30 arca yang ditampilkan di gedung A.[43]

Muruah Indonesia

Di Gedung B, pengunjung dapat melihat koleksi “Muruah Indonesia”, menceritakan tentang perjuangan Bangsa Indonesia saat kemerdekaan.[43]

Melihat konservator bekerja

Di gedung C, pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman para konservator bekerja. Terdapat laboratorium terbuka yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Publik juga dapat melihat pameran kontemporer yang dilengkapi dengan fasilitas digital di gedung C.[45]

Kegiatan

Museum Nasional Indonesia mengadakan kegiatan lain selain menyajikan koleksi seperti melaksanakan pembuatan rancangan pameran benda bernilai budaya berskala nasional.[46] Kegiatan lain yang diadakan di Museum Nasional Indonesia meliputi ceramah, penelitian lapangan, dan penerbitan.[47]

Pada awal tahun 2019, @serrum_studio dan @spektakel.id mengadakan Ramai Damai Festival di. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari ini, 9 sampai 10 Februari, berisi talkshow dan penampilan musik.[48]

Kegiatan yang cukup besar yang dilaksanakan di Museum Nasional pada 2018 adalah Festival Panji Internasional. Festival Panji Internasional dilaksanakan pada 27 Juni hingga 13 Juli 2018 di delapan kota di Indonesia (Denpasar, Surabaya, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Yogyakarta, dan Jakarta). Museum Nasional menjadi tempat pelaksanaan di Jakarta sekaligus tempat pembukaan kegiatan ini.[48]

Terdapat juga pameran-pameran khusus seperti pameran ImmersivA, di mana museum menampilkan sejarah, alam, masyarakat dan budaya Indonesia secara imersif, dengan cara menayangkan cuplikan berdurasi 30 menit mengenai segala aspek keindahan manusia dalam 360°, yang tercapai dengan menampilkan video dari layar-layar yang ditempatkan di seluruh ruangan, termasuk pada lantainya.[49]

Ada pula pameran temporer “Menabuh Nekara, Menyiram Api” yang mengisahkan tentang penyelamatan koleksi-koleksi Museum Nasional terdampak kebakaran berisi data tentang jumlah koleksi terdampak, mulai dari yang berhasil hingga tak dapat diselamatkan.[45]

Angkutan umum

  • KAI Commuter: (di stasiun Tanah Abang)
  • Transjakarta: di halte Monumen Nasional

Lihat pula

  • Pariwisata

Referensi

Wikimedia Commons memiliki media mengenai National Museum (Indonesia).
  1. 1 2 3 4 "Halaman Depan - Museum Nasional Indonesia". Diakses tanggal 2025-05-20.
  2. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. GAMBIR". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 29 Mei 2025. ;
  3. ↑ Eka Saputra Harahap, M. Hilal (2025-02-14). "Wisata edukatif bareng keluarga, coba museum ini di Jakarta Pusat". Antara News. Diakses tanggal 2025-05-28.
  4. ↑ "Museum Nasional | Merdeka Square & Central Jakarta, Jakarta | Attractions". Lonely Planet. Diakses tanggal 2024-05-21.
  5. ↑ Arsip Nasional Republik Indonesia. (2023). Inventaris arsip Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (KBG) 1778–1962.
  6. ↑ Syarifuddin, dkk. (Februari 2023). Koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan (PDF). Palembang: Bening Media Publishing. hlm. 1. ISBN 978-623-8006-53-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Kompasiana.com (2022-12-26). "Mengunjungi Museum Nasional Indonesia". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2024-06-03.
  8. ↑ "Sejarah Museum Indonesia yang Kebakaran, Berdiri sejak 1778, Ada 140.000 Koleksi Bersejarah". www.kompas.tv. Diakses tanggal 2025-06-02.
  9. 1 2 "Tentang Kami - Museum Nasional Indonesia". 2016-11-20. Diakses tanggal 2025-05-20.
  10. ↑ Tjahjopurnomo, R.; Munandar, Agus Aris; Perdana, Andini; Rahayu, Andriyati; Gultom, Annissa Maulina (2011-01-01). Sejarah Permuseuman di Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan. ISBN 978-602-19627-1-8.
  11. ↑ "Museum Nasional Kebakaran, Bagian Belakang Bangunan Ambruk". kompas.com. Diakses tanggal 2023-08-16.
  12. ↑ "National Museum of Indonesia". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2024-05-19.
  13. ↑ Damarjati, Danu. "Penampakan Harta Karun Lombok yang Akan Dikembalikan Belanda ke RI". detiknews. Diakses tanggal 2024-06-03.
  14. ↑ Munandar, A. A., Perdana, A., Rahayu, A., Gultom, A. M., Susanto, D., Asiarto, L., Supardi, N., Tjahjopurnomo, T., & Arbi, Y. (2011). Sejarah permuseuman di Indonesia. Direktorat Permuseuman, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
  15. ↑ klaten. "Website - Kecamatan Jogonalan". Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten. Diakses tanggal 2025-05-20.
  16. ↑ "Grafico Arts: Indonesian Gold: Sue Smith reviews a Queensland Art Gallery Exhibition 1999". www.grafico-qld.com. Diakses tanggal 2025-05-20.
  17. ↑ "Presiden Resmikan Gedung Arca Museum Nasional". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2007-06-20. Diakses tanggal 2024-05-21.
  18. ↑ "Inilah Keempat Artefak Emas Museum Nasional yang Dicuri Itu - Semua Halaman - National Geographic". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 2025-05-20.
  19. ↑ Post, The Jakarta. "Artifacts stolen from National Museum - National". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-21.
  20. ↑ Priherdityo, Endro. "Wajah dan Harapan Baru Museum Nasional Indonesia". gaya hidup. Diakses tanggal 2024-05-21.
  21. ↑ Ihsanuddin, Kristian Erdianto. "Dikembalikan Belanda, Keris Pangeran Diponegoro Akan Disimpan di Museum". Kompas. Diakses tanggal 2025-06-01.
  22. ↑ Post, The Jakarta. "Prince Diponegoro's kris returned ahead of Dutch royal visit - National". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-21.
  23. ↑ Setiawan, Andri. "Hilang Ratusan Tahun, Keris Diponegoro Ditemukan di Belanda". historia. Diakses tanggal 2025-06-02.
  24. ↑ Murray, Rose (2020-12-04). "Museum Nasional Indonesia | Berita Museum di Indonesia Saat Ini - Vinkovci". vinkovci.net. Diakses tanggal 2025-06-02.
  25. ↑ antaranews.com (2024-09-19). "Kemendikbud: BLU Museum dan Cagar Budaya perbaiki tata kelola wisata". Antara News. Diakses tanggal 2025-06-02.
  26. ↑ Hikmia, Zalzilatul. "Kemendikbudristek Bentuk BLU untuk Museum-Cagar Budaya - Jawa Pos". Kemendikbudristek Bentuk BLU untuk Museum-Cagar Budaya - Jawa Pos. Diakses tanggal 2025-06-02.
  27. ↑ antaranews.com (2024-05-16). "18 museum dan 34 cagar budaya nasional resmi menjadi satu badan". Antara News. Diakses tanggal 2025-06-02.
  28. ↑ Media, Kompas Cyber (2023-09-16). "Museum Nasional Kebakaran, Bagian Belakang Bangunan Ambruk". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-05-21.
  29. ↑ ArtDependence. "ArtDependence | National Museum of Indonesia Ravaged by Fire". www.artdependence.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-22.
  30. 1 2 3 Wahdah, Anisa Bahril (2025-05-26). "Musnas Merupakan Museum Terbesar di Asia Tenggara, Ada Apa Aja di Dalamnya ?". KaltengPos. Diakses tanggal 2025-06-02.
  31. 1 2 "Museum Nasional Indonesia Menjadi Pusat Sejarah Terlengkap di Indonesia - Kompasiana.com". www.kompasiana.com. Diakses tanggal 2025-06-02.
  32. 1 2 DISWAY. "Mengenal Museum Gajah dan Koleksinya sebagai Museum Pertama dan Terbesar Asia Tenggara". disway.id. Diakses tanggal 2025-06-02.
  33. ↑ "virtual museum - HEIKELMEDIA - to Preserve Knowledge and Heritage". heikelmedia.com. Diakses tanggal 2025-06-02.
  34. 1 2 "Berwisata ke Museum Nasional Indonesia". kumparan. Diakses tanggal 2025-06-02.
  35. ↑ "Ketertarikan Museum Nasional Indonesia - Kompasiana.com". www.kompasiana.com. Diakses tanggal 2025-06-02.
  36. ↑ "Deretan Keunikan Fenomenal Museum Nasional". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-06-02.
  37. ↑ ADRI, STEPHANUS ARANDITIO, AGUIDO (2023-09-19). "817 Koleksi Prasejarah di Museum Nasional Terbakar". kompas.id. Diakses tanggal 2023-09-21. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  38. ↑ "Kebakaran Museum Nasional: Apa penyebab dan dampak kebakaran di Museum Gajah - Empat hal yang perlu Anda ketahui". BBC News Indonesia. 2023-09-17. Diakses tanggal 2024-09-30.
  39. ↑ "Museum Nasional: Ratusan benda bersejarah rusak akibat kebakaran - 'Sebagian masih cukup utuh, dan dapat diidentifikasi'". BBC News Indonesia. 2023-09-19. Diakses tanggal 2024-09-30.
  40. ↑ "Museum Nasional Indonesia Dibuka Lagi 15 Oktober 2024 Usai Tutup akibat Kebakaran". www.kompas.tv. Diakses tanggal 2025-06-02.
  41. 1 2 antaranews.com (2024-10-12). "Museum Nasional buka lagi 15 Oktober, ini daftar koleksinya". Antara News. Diakses tanggal 2025-06-02.
  42. 1 2 "Hore! Museum Nasional Buka Kembali 15 Oktober, Ini Daftar koleksi yang Bisa Dilihat |Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2025-06-02.
  43. 1 2 3 4 Gorontalo, ANTARA News. "Ini daftar koleksi Museum Nasional yang bisa dilihat mulai 15 Oktober". ANTARA News Gorontalo. Diakses tanggal 2025-06-02.
  44. ↑ developer, medcom id (2024-10-15). "Daftar Koleksi Museum Nasional yang Bisa Dilihat Mulai Hari ini". medcom.id. Diakses tanggal 2025-06-02.
  45. 1 2 Budiyanti Prameswari, Lintang (2024-10-12). "Museum Nasional buka lagi 15 Oktober, ini daftar koleksinya". Antara News. Diakses tanggal 2025-05-28.
  46. ↑ Mulyadi, Ujang (2020-06-10). "Penyajian dan Publikasi Museum Nasional - Museum Nasional Indonesia". Diakses tanggal 2025-06-02.
  47. ↑ Husni, M., dkk. (1994). Direktori Museum-Museum di Indonesia (PDF). Jakarta: Proyek Pengembangan Permuseuman Jakarta. hlm. 16. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  48. 1 2 https://www.museumnasional.or.id/yuk-hadiri-kegiatan-ramaidamai-festival-1944
  49. ↑ "Mengulik Literasi di Museum Nasional Indonesia". kumparan. Diakses tanggal 2025-04-23.

Pranala luar

  • Koleksi Museum Nasional Indonesia via Google Cultural Institute
  • l
  • b
  • s
Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Kategori
Benda

  • Arca Bhairawa
  • Arca Buddha Dipangkara
  • Arca Durga Mahisasuramardhini
  • Arca Harihara
  • Arca Prajnyaparamita
  • Bendera Pusaka
  • Biola WR Supratman
  • Bokor emas cerita Ramayana
  • Mahkota Sultan Siak
  • Kakawin Nagarakretagama
  • Lukisan Penangkapan Diponegoro
  • Lukisan Pengantin Revolusi
  • Lukisan Prambanan/Seko
  • Naskah Proklamasi
  • Prasasti Ciaruteun
  • Prasasti Cidanghiang
  • Prasasti Jambu
  • Prasasti Kebonkopi I
  • Prasasti Muara Cianten
  • Prasasti Pasir Awi
  • Prasasti Yupa
  • Teks Proklamasi
  • Tengkorak Manusia Fosil Ngawi I
Bangunan

  • Benteng Belgica
  • Benteng Duurstede
  • Benteng Marlborough
  • Benteng Van der Wijck
  • Benteng Vastenburg
  • Gedung Bank Indonesia
  • Gedung Dwi Warna
  • Gedung Merdeka
  • Gedung NIAS
  • Gedung Pancasila
  • Gedung Perundingan Linggarjati
  • Gedung Petronella
  • Gedung PTPN XI Surabaya
  • GPIB Immanuel Jakarta
  • GPIB Sion Jakarta
  • Hotel Majapahit
  • Hotel Savoy Homann
  • Candi Jabung
  • Kantor Pos Besar Bandung
  • Lawang Sewu
  • Masjid Agung Surakarta
  • Monumen Pers Nasional
  • Museum Asi Mbojo
  • Museum Geologi Bandung
  • Gedung Kebangkitan Nasional
  • Museum Nasional
  • Museum Sumpah Pemuda
  • Observatorium Bosscha
  • Pesanggrahan Ngeksiganda
  • Rumah Pengasingan Bung Hatta
  • Rumah Pengasingan Bung Karno
  • Rumah Rasuna Said
  • Eks Rumah Raden Saleh
  • RSUP dr. Kariadi
  • Rumah Tjong A Fie
  • Rumah W. R. Soepratman
  • Stasiun Yogyakarta
Struktur

  • Makam Imam Bonjol
  • Tugu Jong Soematra
  • Tugu Muda
  • Tugu Lilin
  • Tugu Pahlawan
  • Jembatan Lama Kota Kediri
Situs

  • Benteng Oranje
  • Benteng Victoria
  • Candi Ceto
  • Candi Jawi
  • Candi Penataran
  • Fort Rotterdam
  • Gereja Katedral Jakarta
  • Gua Braholo
  • Gua Sunyaragi
  • GPIB Immanuel Semarang
  • Gunung Padang
  • Istana Bung Hatta
  • Kalimbuang Bori
  • Kete Kesu
  • Leang Timpuseng
  • Liang Bua
  • Makam Kyai Mojo
  • Masjid Agung Demak
  • Masjid Istiqlal
  • Masjid Raya Al-Ma’shun
  • Museum KA Ambarawa
  • Museum Kirti Griya
  • Perahu Kuno Rembang
  • Pugung Raharjo
  • Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo
  • Stasiun Radio AURI
Kawasan

  • Bawomataluo
  • Borobudur
  • Candi Arjuna
  • Candi Gedong Songo
  • Candi Prambanan
  • Keraton Surakarta
  • Candi Muaro Jambi
  • Kota Lama Sawahlunto
  • Sangiran
  • Trowulan
  • l
  • b
  • s
Topik mengenai Batavia
Daerah
Duizendeilanden
  • Noord Wachter
  • Hoorn Eiland
  • Kokosnoot Eiland
  • Kuyper Eiland
  • Purmerend Eiland
  • Onrust Eiland
  • Edam Eiland
  • Kherkof Eiland
  • Rotterdam Eiland
  • Schiedam Eiland
  • Amsterdam Eiland
  • Middbur Eiland
Benedenstad
  • Oud Batavia
  • Anké
  • Pekodjan
  • Pendjaringan
  • Zoutelande/Antjol
  • Tandjong Priok
  • Tjilintjing
  • Maroenda
  • Glodokplein
  • Molenvliet
  • Harmonieplein
Bovenstad
  • Weltevreden
  • Senen
  • Kemajoran
  • Kramatplein
  • Salemba
  • Menteng
  • Koningsplein
  • Waterlooplein
  • Tanah Abang
  • Meester Cornelis
  • Kampong Melajoe
Ommelanden
  • Pantjoran
  • Tjililitan
  • Tsji Ondet
  • Paal Merah
  • Tjenkarang
  • Kebajoran
  • Tjigandjoer
  • Ragoenan
  • Tjipoetat
  • Tjiledoek
  • Tangerang
  • Depok
  • Tjimanggis
  • Bekasi
  • Djaboeng
  • Komzeen
  • West Tandjoeng
  • Oost Tandjoeng
  • Tjitrap
  • Tjiseeng
  • Paroeng
  • Tjibinong
  • Buitenzorg
  • Tjileungsi
  • Soekaboemi
  • Tjiandjoer
Lambang Kota Batavia
Lambang Kota Batavia
Jalan

Molenvliet Oost · Molenvliet West · De Groote Postweg · Rijswijk · Noordwijk · Princen Laan · Sluisburg Straat · Nieuwpoort Straat · Parapattan Straat · Nassau Boulevard · Van Heutsz Boulevard · Orange Boulevard · Oude Tamarinde Laan · Jacatraweg · Koningsplein Straat · Landhuisweg · JP Coenweg · Mampangweg · Nieuwe Vliegveldlaan · Senenweg · Rijswrjkstraat · Kemajoranweg · Matramanweg · Drukkerijweg · Bacharachtsgracht · Passerstraat

Taman

Stadhuisplein · Wilhelminapark · Voetbalbond Indische Omstreken Sport · Burgemeester Bischoplein · Planten En Dierentuin

Tim Sepak Bola

Voetbalbond Batavia en Omstreken · VIJ Jacatra

Bangunan
Pelabuhan
  • Batavia
  • Tandjoengpriok
Stasiun Kereta Api
  • Tandjoengpriok
  • Batavia Noord
  • Batavia Zuid
  • Kleine Boom
  • Hemradenplein
  • Batavia-Benedenstad
  • Pasar Pagi
  • Amsterdamse Port
  • Kampoengbandan
  • Antjol
  • Doeri
  • Goenoengsarie
  • Pisangbatoe
  • Kemajoran
  • Passar Senen
  • Salemba
  • Kramat
  • Sawah Besaar
  • Noordwijk
  • Batavia-Koningsplein
  • Gondangdia
  • Dierentuin
  • Tjikini
  • Pegangsaän
  • Tanah-Abang
  • Karet
  • Mampang
  • Manggarai
  • Meester Cornelis NIS
  • Kebonpala
  • Gang Solitude
  • Meester Cornelis SS
  • Pasarminggoe
  • Tjililitan
  • Paal-Merah
  • Kebajoran
Halte Trem
  • Pasar Ikan
  • Amsterdamse Port
  • Batavia
  • Asemka
  • Djembatan Lima
  • Glodok
  • Tangki
  • Prinsenlaan
  • Pisangbatoe
  • Kali Groot
  • Goenoeng Sahari
  • Sawah Besaar
  • Pintoe Besi
  • Harmonie
  • Koningsplein Noordwest
  • Rijswijk
  • Noordwijk
  • Schouwburg
  • Departement van Marine
  • Kebondjahe
  • Fromberg Park
  • Waterlooplein
  • Koningsplein
  • Stoviaweg
  • Pasar Senen
Bandara
  • Tjililitan
  • Kemajoran
Tempat Pemerintahan
  • Gebouw van de Raad van Justitie te Batavia
  • De Hooggerechsgebouw
  • Stadhuis van Batavia
  • Stad Gemeentehuis Batavia
  • Paleis te Rijswijk
  • Paleis te Koningsplein
  • Gebouw van de Raad van Indië te Batavia
  • Gebouw Volksraad
Rumah Besar
  • Landhuis Tjilintjing
  • Raden Saleh Huis
  • Baron van Inhof Huis
  • Landhuis van Reinier de Klerk
  • Landhuis Djipang
  • Landhuis Tjililitan
  • Landhuis Paal Merah
  • Landhuis van de Majoor-Chinees Khouw
  • Landhuis Tjenkarang
  • Landhuis Weltevreden
  • Het Groote Huis
  • Landhuis Pondok Ge deh
  • Tandjoeng-Oost Huis
Penjara
  • Glodok
  • Tjipinang
  • Gang Tengah
  • Boekit Doeri
Kastel/Benteng/Bastion
  • De Amsterdamse Poort
  • Oude Utrechtse Poort
  • Kasteel Batavia
  • Westzijdsche Pakhuizen
  • Oostzijdsche Pakhuizen
  • Waterkasteel
  • Bastion Amsterdam
  • Bastion Buren
  • Bastion Cuylenburg
  • Bastion Groningen
  • Bastion Grimbergen
  • Bastion Diest
  • Bastion Oranje
  • Bastion Enkhuizen
  • Bastion Overrijsel
  • Bastion Friesland
  • Bastion Gelderland
  • Bastion Hollandia
  • Bastion Vierkant
  • Bastion Zeeburg
  • Bastion Zeeland
  • Bastion Middelburg
  • Bastion Utrecht
  • Bastion Nassau
  • Bastion Rotterdam
  • Fort Anké
  • Fort Noordwijk
  • Fort Rijswijk
  • Fort Ancol
  • Fort Zouteland
  • Fort Jacatra
  • Fort Jacarta Buiten Batavia
  • Fort Meester Cornelis
  • Fort Prins Frederik Hendrik
  • Defensielijn Van Den Bosch
  • Defensielijn Van Den Bosch
  • Defensielijn Van Den Bosch
  • Fort Vijfhoek
Tempat Ibadah
  • Haantjes Kerk
  • De Portugeesche Binnenkerk
  • De Portugeesche Buitenkerk
  • Armeensche Kerk
  • De Portugeesche Kerk
  • Nassaukerk
  • De Hollandsche Kerk
  • Christelijke Kerk
  • De Bethelkerk
  • Engelsekerk
  • De Kathedraal
  • De St. Theresiakerk
  • De Willemskerk
  • Mesigit Loearbatang
  • Langgar Tinggi
  • Mesigit Pekojan
  • Mesigit Kampongsawah
  • Mesigit Manggadoea
  • Mesigit Kampongdalem
  • Mesigit Kampongbaroe
  • Mesigit Karet
  • Mesigit Angké
  • Mesigit Tjikini
  • Mesigit Tanahabang
  • Jin De Yuan Tempel
  • Antjol Tempel
Tempat Hiburan
  • Societiet Harmonie
  • Schouwburg
  • Bioscoop Metropool
  • Bioscoop Menteng
  • Bioscoop Manggarai
  • Bioscoop Rex Batavia
  • Bataviasche Kunstkring
Rumah Sakit
  • Groot Militair Hospitaal Weltevreden
  • Vereniging voor Ziekenverpleging Koningen Emma Ziekenhuis Tjikini
  • Centrale Burgelijke Ziekeninrichting
  • Koninklijke Paketvaart Maatschappij Ziekeninrichting
Kantor Pos
dan Kantor Telegraf
  • Stadhuisplein
  • Tjikini
  • Weltevreden
  • Meester Cornelis
Kantor Telepon
  • Menteng
  • Koningsplein
Hotel
  • Hotel Schompler
  • Hotel des Indes
  • Grand Hôtel Java
  • Hotel der Nederlanden
  • Hotel Cavadino
  • Hotel des Galeries
Museum
  • Museum Van Het Koninklijk Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen Batavia
  • Oude Bataviasche Museum
Lapangan Bola
  • Viosveld
  • Vijveld
Pasar
  • Vismarkt
  • Passer Baroe
  • Pasar Gambir
  • Meester Passer
  • Pasar Senen
  • Pasar Tanah Abang
Mercusuar
  • Vuurtoren Batavia
  • De Uitkijk
Lain-Lain
  • Tugu Jam Batavia
  • Engelse Brug
  • Oger Freres
  • Standbeeld van Jan Pieterzoon Coen
  • Mohr observatory
  • Indonesische Clubhuis
  • Manggarai Sluis
  • Michiel Monument
  • Loge nummer 14
  • De Scheepswerf
Perusahaan Layanan
Masyarakat

Koninklijke Paketvaart Maatschappij · De Nederlandsche Handel-Maatschappij · Landarchief · Bataafsche Petroleum Maatschappij · Landsdrukkerij · Eijkman Instituut · N.V. de Bouwploeg · Batavia Oosterspoorweg Maatschappij · Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij · Staatsspoorwegen · Bataviasche Verkeers Maatschappij

Bank

De Javasche Bank · Postspaarbank · De Chartered Bank

Sarana Pendidikan

St. Aloysius Broederschool · School tot Opleiding van Indische Artsen · Geneeskundige Hoogeschool te Batavia · Rechtshoogeschool te Batavia · Ursulinen Klooster · Eerste School D · Meer Uitgebreid Lager Onderwijs · Prins Hendrick School · Algemene Middlebare School · Carpentier Alting Stichting Nassau School · Koning Willem III School te Batavia

Taman
Pemakaman Umum

Europese Kerkhof · Kerkhof Petamboeran · Ereveld Menteng Poelo · Ereveld Antjol

Transportasi
  • Tram
  • Dos-à-dos
  • Betjak
  • Oplet
  • Taxi
  • Eendaagsche Express
Daftar bangunan dan struktur kolonial di Jakarta
  • l
  • b
  • s
Museum di Indonesia
Jawa
Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Affandi
  • Dewantara
  • Gempa Sarwidi
  • Merapi
  • Keraton
    • Wahanarata
  • Monumen Yogya Kembali
  • P Diponegoro
  • Soeharto
  • Sonobudoyo
  • UGM
  • Ullen Sentalu
  • Wayang
DKI Jakarta
  • Bahari
  • Basoeki Abdullah
  • Energi Baru
  • Fatahillah
  • Hoesni Thamrin
  • Nasional Indonesia
  • Prangko
  • Proklamasi
  • Satria Mandala
  • Seni Rupa
  • Sumpah Pemuda
  • Wayang
Banten
  • Situs Kepurbakalaan Banten Lama
Jawa Barat
  • Gedung Sate
  • Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti
  • Konferensi Asia Afrika
  • Pos
  • Pusaka Keraton Kasepuhan
  • Zoologi Bogor
Jawa Tengah
  • Batik Danar Hadi
  • Jawa Tengah Ranggawarsita
  • Kereta Api Ambarawa
  • Palagan Ambarawa
  • Radyapustaka
Jawa Timur
  • Brawijaya
  • Mpu Tantular
  • Satwa
  • Sunan Giri
  • Trowulan
  • Trinil
Sumatra
Aceh
  • Pedir
  • Samudra Pasai
  • Tsunami Aceh
  • Cut Nyak Dien
Bengkulu
  • Bengkulu
Jambi
  • Gentala Arasy
  • Perjuangan Rakyat Jambi
  • Siginjei
Kepulauan Riau
  • Bahari Bintan
  • Raja Ali Haji
Lampung
  • Lampung
Riau
  • S.Syarif Kasim
Sumatera Barat
  • Imam Bonjol
Sumatera Selatan
  • Sriwijaya
Sumatera Utara
  • Deli Serdang
Kepulauan Nusa Tenggara
Bali
  • Bung Karno
  • Lukis Klasik
  • Njana Tilem
  • Prasejarah Gilimanuk
  • Pendet
Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
  • Nusa Tenggara Timur
  • Budaya Sumba
Kalimantan
Kalimantan Barat
  • Kalimantan Barat
  • Kapuas Raya
Kalimantan Selatan
  • Lambung Mangkurat
  • Sampai Ka Puting
Kalimantan Tengah
  • Kayu Sampit
Kalimantan Timur
  • Mulawarman
Kalimantan Utara
  • Kesultanan Bulungan
Sulawesi
Gorontalo
  • Popa Eyato
  • Purbakala
Sulawesi Barat
  • Mamuju
  • Mandar
Sulawesi Selatan
  • Batara Guru
  • Kupu-Kupu Bantimurung
  • La Pawawoi
  • Ne' Gandeng
  • Pong Tiku
  • Simettengpola
Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
  • Bharugano Wuna
  • Sulawesi Tenggara
  • Wolio
Sulawesi Utara
  • Anti Narkoba
  • Sulawesi Utara
  • Perjuangan
Kepulauan Maluku
Maluku
  • Siwalima
Maluku Utara
  • Sultan Ternate
  • Sonyine Malige
Papua
Papua
  • Asmat
  • Noken
  • Papua
  • UNCEN
Papua Barat
  • Mansinam
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Australia
  • Norwegia
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Seniman
  • ULAN
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Pasca-kemerdekaan
  3. Bangunan
  4. Koleksi
  5. Kehilangan koleksi
  6. Koleksi pameran repatriasi
  7. Pameran Wajah Nusantara
  8. Muruah Indonesia
  9. Melihat konservator bekerja
  10. Kegiatan
  11. Angkutan umum
  12. Lihat pula
  13. Referensi
  14. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar museum di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar museum di Provinsi DKI Jakarta

Pusat sekitar Monumen Nasional, dan Taman Mini Indonesia Indah. Museum-museum di Jakarta, dan di Indonesia pada umumnya, masih kurang mendapat perhatian

Daftar museum di Daerah Istimewa Yogyakarta

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026