Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gelar wicara

Gelar wicara atau tayang bincang adalah jenis program televisi, program radio, dan podcast yang berfokus pada percakapan spontan. Gelar wicara dibedakan dari program televisi lainnya melalui sejumlah ciri umum; dalam acara semacam ini, satu orang mendiskusikan berbagai topik yang diajukan oleh pemandu acara. Percakapan ini dapat berbentuk wawancara atau diskusi santai mengenai isu dan peristiwa sosial, politik, maupun keagamaan yang penting. Kepribadian sang pemandu turut menentukan nada dan gaya dari acara tersebut. Salah satu ciri khas atau aturan tidak tertulis dari gelar wicara adalah berlandaskan pada “pembicaraan segar”, yaitu percakapan yang bersifat spontan atau tampak spontan.

jenis acara siaran yang berpusat di sekitar percakapan
Diperbarui 10 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gelar wicara
Suasana suatu gelar wicara di televisi.

Gelar wicara atau tayang bincang (bahasa Inggris: talk show; chat showcode: en is deprecated ) adalah jenis program televisi, program radio, dan podcast yang berfokus pada percakapan spontan.[1][2][3] Gelar wicara dibedakan dari program televisi lainnya melalui sejumlah ciri umum;[4] dalam acara semacam ini, satu orang (atau sekelompok orang maupun tamu) mendiskusikan berbagai topik yang diajukan oleh pemandu acara.[5] Percakapan ini dapat berbentuk wawancara atau diskusi santai mengenai isu dan peristiwa sosial, politik, maupun keagamaan yang penting.[6] Kepribadian sang pemandu turut menentukan nada dan gaya dari acara tersebut.[1][7] Salah satu ciri khas atau aturan tidak tertulis dari gelar wicara adalah berlandaskan pada “pembicaraan segar”, yaitu percakapan yang bersifat spontan atau tampak spontan.[1][3][7]

Gelar wicara pertama kali muncul di Amerika Serikat pada awal tahun 1950-an.[8] Format ini kemudian berkembang menjadi berbagai subgenre dengan materi yang berbeda-beda dan dapat ditayangkan pada waktu yang beragam melalui berbagai saluran penyiaran.[9]

Subgenre

Oprah Winfrey mempopulerkan format gelar wicara tabloid.

Terdapat beberapa format utama dari acara bincang-bincang. Secara umum, setiap subgenre mendominasi pada waktu tayang tertentu dalam satu hari siaran.

  • Acara pagi atau santap pagi yang biasanya menampilkan rangkuman berita, liputan politik, cerita feature, wawancara selebritas, serta pertunjukan musik.
  • Bincang-bincang siang yang dipandu oleh dua atau lebih pembawa acara atau panel selebritas dan berfokus pada hiburan serta gaya hidup.
  • Gelar wicara tabloid di siang hari yang menampilkan pembawa acara, tamu atau panel tamu, serta penonton langsung yang aktif berinteraksi. Program ini dapat menghadirkan selebritas, komentator politik, atau “orang biasa” yang membahas topik unik maupun kontroversial.
  • Program “gaya hidup” atau pengembangan diri yang dipandu oleh dokter, terapis, atau konselor bersama tamu yang mencari solusi, membahas masalah medis atau psikologis, serta memberikan saran. Salah satu contoh subgenre ini adalah The Oprah Winfrey Show, meskipun acara tersebut juga dapat masuk ke kategori lainnya.[6]
  • Diskusi panel malam yang menyoroti berita, politik, atau budaya populer (seperti Indonesia Lawyers Club yang disiarkan pada malam hari).
  • Gelar wicara tengah malam yang berfokus pada komedi bertema aktual dan acara varietas. Biasanya dibuka dengan monolog sang pembawa acara berisi lelucon seputar peristiwa terkini, diikuti oleh segmen wawancara selebritas, sketsa komedi, serta penampilan musisi atau komika.
  • Gelar wicara minggu pagi yang menjadi program tetap stasiun televisi berita Indonesia seperi TVOne dan MetroTV, dan menitikberatkan pada berita politik serta wawancara dengan tokoh politik, calon pejabat, komentator, dan jurnalis.

Format-format ini tidak bersifat mutlak; beberapa program sore memiliki struktur yang mirip dengan gelar wicara malam hari. Variasi format ini juga berbeda antarnegara. Acara larut malam sangat populer di Amerika Serikat, sedangkan acara pagi hari merupakan bagian penting dari televisi Inggris. Format gelar wicara siang hari juga berkembang pesat di Amerika Latin maupun Amerika Serikat.

Subgenre di atas bukanlah klasifikasi “generik”. Genre “generik” dikategorikan berdasarkan pandangan sosial penonton terhadap acara bincang-bincang yang terbentuk dari identitas budaya, preferensi, dan penilaian mereka terhadap karakter acara tersebut.[6] Subgenre yang disebutkan di atas didasarkan pada penjadwalan televisi dan diklasifikasikan secara umum sesuai panduan acara, bukan berdasarkan kategori khusus dari persepsi penontonnya. Namun, penelitian mengenai genre “generik” masih terbatas, sehingga sulit untuk mencantumkannya di sini. Menurut Mittell, genre “generik” penting untuk mengenali lebih dalam jenis acara bincang-bincang, karena dengan beragamnya preferensi budaya dalam tiap subgenre, pembagian yang lebih spesifik akan lebih merepresentasikan serta menyasar audiens secara tepat.[6]

Pemandu acara radio Amerika Howard Stern juga memandu sebuah gelar wicara yang disiarkan secara nasional di Amerika Serikat sebelum pindah ke radio satelit Sirius. Genre "gelar wicara tabloid" yang dipelopori oleh Phil Donahue[10] pada tahun 1967[4] dan dipopulerkan oleh Oprah Winfrey,[11] menjadi sangat populer pada dua dekade terakhir abad ke-20.[12]

Di Indonesia, gelar wicara memiliki fungsi ganda sebagai sarana komunikasi publik, hiburan, dan edukasi. Beberapa penelitian menemukan bahwa talk show politik seperti Mata Najwa berperan dalam meningkatkan kesadaran politik pemirsa dan partisipasi publik.[13]

Sejarah

Gelar wicara telah disiarkan di televisi sejak masa-masa awal perkembangan media tersebut. Joe Franklin dari Amerika Serikat menjadi pembawa acara gelar wicara televisi pertama. Programnya dimulai pada tahun 1951 di stasiun WJZ-TV (yang kemudian menjadi WABC-TV) dan pindah ke WOR-TV (kemudian WWOR-TV) dari tahun 1962 hingga 1993.[8]

The Tonight Show milik NBC di Amerika Serikat merupakan gelar wicara dengan masa tayang terpanjang di dunia. Program ini pertama kali ditayangkan pada tahun 1954 dan masih berlangsung hingga kini. Acara tersebut sempat mengalami beberapa perubahan nama sebelum menetapkan judul resminya pada tahun 1962, dan meskipun sempat bereksperimen dengan format bergaya berita pada tahun 1957 (yang kemudian dibatalkan pada tahun yang sama), program ini tetap mempertahankan bentuknya sebagai gelar wicara.

Di Eropa, The Late Late Show dari Irlandia menjadi gelar wicara dengan masa tayang terpanjang di benua tersebut sekaligus urutan kedua terlama di dunia, setelah memulai debutnya pada tahun 1962.

Rekor dunia saat ini untuk gelar wicara dengan durasi terlama dipegang oleh Rabi Lamichhane dari Nepal, yang tetap siaran selama 62 jam berturut-turut dari 11 hingga 13 April 2013, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh dua warga Ukraina dengan durasi siaran 52 jam pada tahun 2011.[14]

1950–1960-an: Awal kemunculan di radio dan televisi nasional

Format gelar wicara pertama kali muncul di Indonesia melalui RRI pada awal 1950-an. Sebagai satu-satunya lembaga penyiaran kala itu, RRI menggunakan format bincang-bincang untuk mengedukasi masyarakat dan menyampaikan pesan pembangunan pasca-kemerdekaan.[15] Ketika TVRI resmi mengudara pada 24 Agustus 1962, format ini mulai diadaptasi ke televisi.[16] Tema gelar wicara pada masa itu umumnya bersifat edukatif, seperti pertanian, keluarga berencana, dan pembangunan ekonomi.

1970–1980-an: Masa konsolidasi dan edukasi publik

Pada dekade 1970–1980-an, TVRI memperkuat perannya sebagai media penyiaran nasional tunggal di bawah kebijakan Orde Baru. Gelar wicara menjadi sarana efektif untuk menyampaikan program pemerintah.[17] Meski sebagian besar program diarahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah, gelar wicara pada masa itu juga menampilkan tema kebudayaan dan pendidikan.

1990-an: Era televisi swasta dan lahirnya gelar wicara modern

Masuknya stasiun televisi swasta di Indonesia pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an menandai perubahan besar dalam dunia gelar wicara. Kehadiran RCTI, SCTV, Indosiar, dan TPI membuka ruang kreativitas baru bagi format bincang-bincang di televisi.[18] Tokoh-tokoh seperti Wimar Witoelar (Selayang Pandang), Ronny Waluya (Saksi) dan Ricky Jo (Jendela Informasi Wanita) dikenal luas sebagai pembawa acara gelar wicara yang menghadirkan informasi dan interaksi spontan.

2000-an: Kebangkitan talk show jurnalistik

Dekade 2000-an sering disebut sebagai masa keemasan talk show di televisi Indonesia. MetroTV meluncurkan Kick Andy (dipandu oleh Andy F. Noya) pada tahun 2006, yang menonjolkan narasi inspiratif dan kisah kemanusiaan. Sementara itu, Mata Najwa (dipandu oleh Najwa Shihab) mulai tayang di MetroTV tahun 2009 dan kemudian pindah ke Trans7, menghadirkan diskusi tajam seputar isu politik dan sosial.[19] Selain dua program tersebut, acara seperti Empat Mata (Trans7), Just Alvin (MetroTV), dan Sarah Sechan (NET.) memperkaya genre dengan sentuhan hiburan, psikologi, dan gaya hidup.

2010-an: Era hiburan dan digitalisasi

Program Ini Talkshow menampilkan pemandu acara Sule bersama bintang tamu Tulus.

Memasuki 2010-an, gelar wicara semakin beragam dengan munculnya televisi gaya baru seperti NET. yang mengedepankan konsep kreatif dan visual modern. Program Ini Talkshow yang dibawakan oleh Sule dan Andre Taulany menjadi salah satu contoh sukses perpaduan antara komedi dan talk show.[20] Pada saat bersamaan, gelar wicara di radio dan media daring juga berkembang pesat. Banyak lembaga pendidikan, komunitas, dan lembaga sosial mengadakan talk show tematik yang disiarkan lewat radio maupun media sosial.[21]

2020-an: Gelar wicara digital dan lintas platform

Seiring pergeseran perilaku penonton ke media daring, talk show Indonesia memasuki fase baru: era web talk show dan podcast. Program seperti Close The Door Podcast oleh Deddy Corbuzier, Podcast Raditya Dika, dan Makna Talks menghadirkan perbincangan tanpa sensor dengan format santai dan durasi bebas.[22]

Banyak stasiun televisi kini juga menayangkan ulang program gelar wicara mereka melalui YouTube dan layanan streaming, memungkinkan audiens berinteraksi langsung melalui komentar dan media sosial. Transformasi ini menunjukkan bahwa meski medium berubah, esensi gelar wicara sebagai ruang dialog publik tetap bertahan. Gelar wicara kini berperan tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga wadah ekspresi, kritik sosial, dan pendidikan publik di era digital.

Lihat pula

  • Daftar acara gelar wicara Indonesia
  • Televisi di Indonesia
  • Jurnalisme hiburan

Referensi

  1. 1 2 3 Bernard M. Timberg, Robert J. Erler (2010) Television Talk: A History of the TV Talk Show, hlm. 3–4
  2. ↑ Erler, Robert (2010) "A Guide to Television Talk", dalam Television Talk: A History of the TV Talk Show, karya Bernard M. Timberg
  3. 1 2 Goffman, Erving (Maret 1981). Forms of Talk (dalam bahasa Inggris). University of Pennsylvania Press. ISBN 978-0-8122-1112-2.
  4. 1 2 Ilie, C. (2006), "Talk Shows", Encyclopedia of Language & Linguistics (dalam bahasa Inggris), Elsevier, hlm. 489–494, doi:10.1016/b0-08-044854-2/00357-6, ISBN 978-0-08-044854-1
  5. ↑ Stelter, Brian (30 September 2010). "Anderson Cooper to Host Daytime Talk Show". NYTimes.com. Diakses tanggal 3 Juli 2011.
  6. 1 2 3 4 Mittell, Jason (2003). "Audiences Talking Genre: Television Talk Shows and Cultural Hierarchies". Journal of Popular Film and Television (dalam bahasa Inggris). 31 (1): 36–46. doi:10.1080/01956050309602867. ISSN 0195-6051. S2CID 192159361.
  7. 1 2 Television talk shows : discourse, performance, spectacle. Tolson, Andrew. Mahwah, N.J.: Lawrence Erlbaum. 2001. ISBN 0-8058-3746-9. OCLC 44592593. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  8. 1 2 Hinckley, David (November 26, 1999). "Joe Franklin: Truth in Packaging". New York Daily News. Diarsipkan dari asli tanggal Juli 3, 2009. Diakses tanggal Januari 1, 2008.
  9. ↑ Television talk shows : discourse, performance, spectacle. Tolson, Andrew. Mahwah, N.J.: Lawrence Erlbaum. 2001. ISBN 0-8058-3746-9. OCLC 44592593. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  10. ↑ Carter, Bill (26 Februari 2003). "MSNBC Cancels the Phil Donahue Talk Show — New York Times". The New York Times. Diakses tanggal 3 Juli 2011.
  11. ↑ Tannen, Deborah (28 November 2009). "Op-Ed Contributor — Donahue Talked, Oprah Listened". NYTimes.com. Diakses tanggal 3 Juli 2011.
  12. ↑ Carter, Bill (5 Januari 1994). "Stern Reportedly Rules Out Late-Night TV Talk Show — New York Times". The New York Times. Diakses tanggal 3 Juli 2011.
  13. ↑ "Talk Show Politik "Mata Najwa" dan Pengaruhnya terhadap Partisipasi Politik". Jurnal Syntax Literate. Diakses tanggal 10 November 2025.
  14. ↑ "Nepali hosts longest-ever talk show". BBC News. 13 April 2013.
  15. ↑ "Sejarah Radio Republik Indonesia". RRI.co.id. Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 10 November 2025.
  16. ↑ "Sejarah TVRI: Dari Televisi Pemerintah ke Era Digital". TVRI. LPP TVRI. Diakses tanggal 10 November 2025.
  17. ↑ "Sejarah Televisi di Indonesia". Historia.id. Historia. 14 Juli 2017. Diakses tanggal 10 November 2025.
  18. ↑ "Transformasi Program Talk Show di Televisi Swasta Indonesia". E-Journal Universitas Negeri Padang. Diakses tanggal 10 November 2025.
  19. ↑ "Talk Show Politik "Mata Najwa" dan Pengaruhnya terhadap Meningkatnya Partisipasi Politik Masyarakat". Jurnal Syntax Literate. Universitas Indonesia Timur. Diakses tanggal 10 November 2025.
  20. ↑ "Ini Talkshow Pamitan, Sule dkk Minta Maaf". Kompas.com. 27 April 2020. Diakses tanggal 10 November 2025.
  21. ↑ "Talk Show Hari Kanker Anak Indonesia di Radio Geronimo". Yayasan Kanker Anak Indonesia. Diakses tanggal 10 November 2025.
  22. ↑ "Fenomena Podcast dan Pergeseran Budaya Talkshow di Indonesia". Kompas.com. 18 April 2023. Diakses tanggal 10 November 2025.

Bacaan lebih lanjut

  • Niven, David; Lichter, S. R.; Amundson, Daniel (July 2003). "The Political Content of Late Night Comedy". The Harvard International Journal of Press/Politics. 8 (3): 118–133. doi:10.1177/1081180X03008003007. S2CID 145298219.
  • Priming Effects of Late-Night Comedy
  • Late-Night Comedy and the Salience of the Candidates' Caricatured Traits in the 2000 Election
  • l
  • b
  • s
Genre acara televisi
  • Anak-anak
  • Animasi
  • Berita
  • Dokumenter
  • FTV
  • Gelar wicara
  • Infomersial
  • Infotainmen
  • Komedi
    • mokumenter
    • satire
    • situasi
    • sketsa
  • Kuis/permainan
  • Majalah berita
  • Miniseri
  • Musik & varietas
  • Olahraga
  • Realitas
  • Sinetron
    • Drama
      • Jepang
      • Korea
      • Opera sabun
      • Telenovela
        • Filipina
        • Thailand
        • Turki
      • Tiongkok
  • Penghargaan televisi
  • Stasiun televisi
  • Iklan televisi
  • Pemrograman siaran
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Republik Ceko
Lain-lain
  • NARA
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Subgenre
  2. Sejarah
  3. 1950–1960-an: Awal kemunculan di radio dan televisi nasional
  4. 1970–1980-an: Masa konsolidasi dan edukasi publik
  5. 1990-an: Era televisi swasta dan lahirnya gelar wicara modern
  6. 2000-an: Kebangkitan talk show jurnalistik
  7. 2010-an: Era hiburan dan digitalisasi
  8. 2020-an: Gelar wicara digital dan lintas platform
  9. Lihat pula
  10. Referensi
  11. Bacaan lebih lanjut

Artikel Terkait

Prambors

Jaringan radio musik di Indonesia

Daftar penampilan JKT48 melalui media di Indonesia

bahwa ada jadwal penampilan JKT48 yang ditiadakan. Adapun acara lain yang melibatkan anggota JKT48 sebagai pengisi acara tetap adalah sebagai berikut: Nippon

Hot FM (Indonesia)

karena tindakan siaran program tersebut melanggar UU Penyiaran No 32 Tahun 2002 pasal 36 ayat (3) dan ayat (5) dan Standar Program Siaran (SPS) pasal 13

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026