Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan di tepi Ci (Sungai) Aruteun, anak sungai dari Ci Sadane, Bogor. Prasasti tersebut merupakan peninggalan masa Tarumanagara.

situs arkeologi Sunda
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun
JenisPrasasti
Bahan bakuBatu bongkah
Ukuran200 cm × 150 cm (79 in × 59 in)
Sistem penulisanAksara Pallawa
Ditemukan1863
Lokasi sekarangCiaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor
KlasifikasiNasional
IdentifikasiKB000230
Registrasi139/M/1998 (16 Juni 1998)
BahasaBahasa Sanskerta

Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan di tepi Ci (Sungai) Aruteun, anak sungai dari Ci Sadane, Bogor. Prasasti tersebut merupakan peninggalan masa Tarumanagara.[1]: 15 

Lokasi

Prasasti Ciaruteun terletak di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor; tepatnya pada koordinat 6°31’23,6” LS dan 106°41’28,2” BT. Lokasi ini terletak sekitar 19 kilometer sebelah barat laut dari pusat kota Bogor.

Tempat ditemukannya prasasti ini merupakan bukit (bahasa Sunda: pasir) yang diapit oleh tiga sungai: Ci Sadane, Ci Anten dan Ci Aruteun. Sampai abad ke-19, tempat ini masih dilaporkan sebagai Pasir Muara, yang termasuk dalam tanah swasta Tjampéa (= Ciampea, tetapi sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang). Tak jauh dari prasasti ini, masih dalam kawasan Ciaruteun, ditemukan pula Prasasti Kebonkopi I.

Menurut Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara parwa 2, sarga 3, halaman 161 disebutkan bahwa Tarumanagara mempunya rajamandala (wilayah bawahan) yang dinamai "Pasir Muhara".

Penemuan

Pada tahun 1863 di Hindia Belanda, sebuah batu besar dengan ukiran aksara purba dilaporkan ditemukan di dekat Tjampea (Ciampea), tak jauh dari Buitenzorg (kini Bogor). Batu berukir tersebut ditemukan di Kampung Muara, di aliran Ci Aruteun, salah satu anak sungai Cisadane.[1]: 15  Segera pada tahun yang sama, prasasti Ciaruteun dilaporkan oleh pemimpin Bataviasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (sekarang Museum Nasional) di Batavia. Akibat banjir besar pada tahun 1893 batu prasasti ini terhanyutkan beberapa meter ke hilir dan bagian batu yang bertulisan menjadi terbalik posisinya ke bawah. Kemudian pada tahun 1903 prasasti ini dipindahkan ke tempat semula.

Pada tahun 1981 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengangkat dan memindahkan prasasti batu ini agar tidak terulang terseret banjir bandang. Selain itu prasasti ini kini dilindungi bangunan pendopo, untuk melindungi prasasti ini dari curah hujan dan cuaca, serta melindunginya dari tangan jahil. Replika berupa cetakan resin dari prasasti ini kini disimpan di tiga museum, yaitu Museum Nasional Indonesia dan Museum Sejarah Jakarta di Jakarta dan Museum Sri Baduga di Bandung.[1]: 16 

Bahan

Prasasti Ciaruteun dibuat dari batu kali atau batu alam. Batu ini berbobot delapan ton dan berukuran 200 cm kali 150 cm.[1]: 16 

Isi

Tulisan pada batu prasasti yang asli di tempatnya yang baru di Ciaruteun Ilir

Prasasti Ciaruteun bergoreskan aksara Pallawa yang disusun dalam bentuk seloka bahasa Sanskerta dengan metrum Anustubh yang terdiri dari empat baris dan pada bagian atas tulisan terdapat pahatan sepasang telapak kaki, gambar umbi dan sulur-suluran (pilin), dan laba-laba.[2]

Faksimile tulisan sebelah kiri Prasasti Ciaruteun

Tulisan yang tertera di prasasti dapat dibaca sebagai berikut.

vi kkrā nta syā va ni pa teḥ
śri ma taḥ pū rṇṇa va rmma ṇaḥ
tā rū ma na ga re ndra sya
vi ṣṇo ri va pa da dva ya m

Tulisan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut.

Inilah (tanda) sepasang telapak kaki yang seperti kaki Dewa Wisnu (pemelihara) ialah telapak yang mulia sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia.

Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tempat ditemukannya prasasti tersebut. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan Dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat. Penggunaan cetakan telapak kaki pada masa itu mungkin dimaksudkan sebagai tanda keaslian, mirip dengan tanda tangan zaman sekarang. Hal ini mungkin sebagai tanda kepemilikan atas tanah.[1]: 16 

Lihat pula

  • Tarumanagara

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Zahorka, Herwig (2007). The Sunda Kingdoms of West Java, From Tarumanagara to Pakuan Pajajaran with the Royal Center of Bogor. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka.
  2. ↑ Bandingkan E.E. McKinnon. "Prasasti Ciaruteun: suatu teka-teki, laba-laba atau lambang Sri?" Kalpataru 12:1-6, 1996

Daftar pustaka

  1. H.P. Hoepermans “Hindoe-Oudheden van Java 1864-1867”. ROD 1913:75
  2. J.F.G. Brumund “Bijdragen tot de kennis van het Hindoeisme op Java” VBG XXXIII 1868:64
  3. A.B. Cohen Stuart “Heilige Voetsporen op Java” BKI XXII(1) Diarsipkan 2018-07-11 di Wayback Machine.:163–170; juga dalam bahasa Inggris berjudul: “Sacred Footprints in Java” Indian Antiquary IV. 1875:355-dst
  4. D. bvan Hinloopen Labberton “Ueber di Bedeutung der Spinne in der Indischen Literatuur” Zeitschrift der Deutschen Morgenlandischen Gesselschaft. 66. 1912:601
  5. H. Kern “Over de Sanskrit-Opschriften van Jambu (Batavia) (± 450 A.D), Verspreide Geschriften VII. 1917:4-5.
  6. J.Ph. Vogel “the Earliest Sanskrit Inscription of Java” POD. I. 1925:21-24. Plate 28-29
  7. N.J. Krom “Inventaris der Hindoe-oudheden” ROD. 1914, 1915:30 (di dalam keterangan atau catatan nomor 61)
  8. R.M.Ng. Poerbatjaraka Riwayat Indonesia I 1952:12
  9. L.Ch. Damais “Les Ecritures d’Origine Indienne en Indonesie et dans le Sud-Est Asiatique Continental” BSEI. XXX(4). L955:365-382. Khususnya prasasti Ciaruteun.
  10. Bambang Soemadio (et al. editor) Sejarah Nasional Indonesia II, Jaman Kuno. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1975:39-40; 1984:40
  • l
  • b
  • s
Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Kategori
Benda

  • Arca Bhairawa
  • Arca Buddha Dipangkara
  • Arca Durga Mahisasuramardhini
  • Arca Harihara
  • Arca Prajnyaparamita
  • Bendera Pusaka
  • Biola WR Supratman
  • Bokor emas cerita Ramayana
  • Mahkota Sultan Siak
  • Kakawin Nagarakretagama
  • Lukisan Penangkapan Diponegoro
  • Lukisan Pengantin Revolusi
  • Lukisan Prambanan/Seko
  • Naskah Proklamasi
  • Prasasti Ciaruteun
  • Prasasti Cidanghiang
  • Prasasti Jambu
  • Prasasti Kebonkopi I
  • Prasasti Muara Cianten
  • Prasasti Pasir Awi
  • Prasasti Yupa
  • Teks Proklamasi
  • Tengkorak Manusia Fosil Ngawi I
Bangunan

  • Benteng Belgica
  • Benteng Duurstede
  • Benteng Marlborough
  • Benteng Van der Wijck
  • Benteng Vastenburg
  • Gedung Bank Indonesia
  • Gedung Dwi Warna
  • Gedung Merdeka
  • Gedung NIAS
  • Gedung Pancasila
  • Gedung Perundingan Linggarjati
  • Gedung Petronella
  • Gedung PTPN XI Surabaya
  • GPIB Immanuel Jakarta
  • GPIB Sion Jakarta
  • Hotel Majapahit
  • Hotel Savoy Homann
  • Candi Jabung
  • Kantor Pos Besar Bandung
  • Lawang Sewu
  • Masjid Agung Surakarta
  • Monumen Pers Nasional
  • Museum Asi Mbojo
  • Museum Geologi Bandung
  • Gedung Kebangkitan Nasional
  • Museum Nasional
  • Museum Sumpah Pemuda
  • Observatorium Bosscha
  • Pesanggrahan Ngeksiganda
  • Rumah Pengasingan Bung Hatta
  • Rumah Pengasingan Bung Karno
  • Rumah Rasuna Said
  • Eks Rumah Raden Saleh
  • RSUP dr. Kariadi
  • Rumah Tjong A Fie
  • Rumah W. R. Soepratman
  • Stasiun Yogyakarta
Struktur

  • Makam Imam Bonjol
  • Tugu Jong Soematra
  • Tugu Muda
  • Tugu Lilin
  • Tugu Pahlawan
  • Jembatan Lama Kota Kediri
Situs

  • Benteng Oranje
  • Benteng Victoria
  • Candi Ceto
  • Candi Jawi
  • Candi Penataran
  • Fort Rotterdam
  • Gereja Katedral Jakarta
  • Gua Braholo
  • Gua Sunyaragi
  • GPIB Immanuel Semarang
  • Gunung Padang
  • Istana Bung Hatta
  • Kalimbuang Bori
  • Kete Kesu
  • Leang Timpuseng
  • Liang Bua
  • Makam Kyai Mojo
  • Masjid Agung Demak
  • Masjid Istiqlal
  • Masjid Raya Al-Ma’shun
  • Museum KA Ambarawa
  • Museum Kirti Griya
  • Perahu Kuno Rembang
  • Pugung Raharjo
  • Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo
  • Stasiun Radio AURI
Kawasan

  • Bawomataluo
  • Borobudur
  • Candi Arjuna
  • Candi Gedong Songo
  • Candi Prambanan
  • Keraton Surakarta
  • Candi Muaro Jambi
  • Kota Lama Sawahlunto
  • Sangiran
  • Trowulan
  • l
  • b
  • s
Prasasti di Indonesia
Jawa
DIY
  • Abhayagiri Wihara
  • Cebongan
  • Dawangsari
  • Humanding
  • Haralingga
  • Kalasan
  • Kiringan
  • Lintakan
  • Ngejaman Keben
  • Pananggaran
  • Rumwiga I
    • II
  • Sumundul (Kedulan)
  • Siwagrha
  • Salimar I
    • II
    • III
    • IV
  • Sinaguha
  • Timbangan Wungkal
  • Tulang Er
  • Wuatan Tija
DKI Jakarta
  • Perjanjian Sunda
  • Pintu Air Manggarai
  • Tugu
Banten
  • Batu Tulis Muruy
  • Cidanghiang
  • Kaki Kiri Nyoreang
Jawa Barat
  • Daftar:
  • Astana Gede
  • Batutulis
  • Ciaruteun
  • Cikajang
  • Cikapundung
  • Galuh
  • Huludayeuh
  • Jambu
  • Kebantenan
  • Kebon Kopi I
    • II
  • Mandiwunga
  • Muara Cianten
  • Pasir Awi
  • Pasir Datar
  • Rumatak
  • Sadapaingan
  • Sanghyang Tapak
Jawa Tengah
  • Daftar:
  • Anggehan
  • Bulai
  • Candi Angin
  • Canggal
  • Er Hangat
  • Gilikan
  • Gondosuli
  • Guntur
  • Gunung Wule
  • Humanding
  • Jayapattra
  • Kaduluran
  • Kamalagi
  • Kasugihan
  • Landa
  • Kayu Ara Hiwang
  • Kayumwungan
  • Kelurak
  • Kinewu
  • Kwak I
    • II
  • Luitan
  • Mangulihi
  • Mantyasih
  • Marsmu
  • Munduan
  • Munggu Antan
  • Ngabean III
  • Ngadoman
  • Ngruweng
  • Pakubuwana X
  • Palepangan
  • Pananggaran
  • Plumpungan
  • Poh Dulur
  • Rabwan
  • Raja Sankhara
  • Rajasanagara
  • Ramwi
  • Ratawun
  • Rukam
  • Salingsingan II
  • Sang Pamgat Swang I
    • II
    • III
    • IV
  • Sojomerto
  • Sri Ranapati
  • Sumundul
  • Supit
  • Syiwagrha
  • Telang
  • Timbangan Wungkal
  • Tri Tepusan
  • Tukmas
  • Tunahan
  • Wadu Tunti
  • Wangwang
  • Wanua Tengah I
    • II
    • III
  • Wayuku
  • Wihara I Wunandaik
  • Wukiran
  • Wurutunggal
  • Wutit
Jawa Timur
  • Daftar:
  • Adan-adan
  • Alasantan
  • Anjuk Ladang
  • Balingawan
  • Bameswara
  • Bangle
  • Banjaran
  • Batur
  • Bendosari
  • Camundi
  • Cane
  • Condrogeni I
  • Cunggrang
  • Dinoyo
  • Garaman
  • Geneng
  • Gondang
  • Gosari
  • Gulung-Gulung
  • Hering
  • Horren
  • Jaring
  • Jepun
  • Jeru-Jeru
  • Jiyu I
    • III
  • Jombok
  • Kaladi
  • Kalimusan
  • Kamban
  • Kambang Putih
  • Kampak
  • Kamulan
  • Karangrejo
  • Katiden I
    • II
  • Kedengan
  • Ketanen
  • Kudadu
  • Kuti
  • Kusmala
  • Lawan
  • Lemahabang
  • Leran
  • Linggasuntan
  • Malenga
  • Manjusri
  • Marimbong
  • Masahar
  • Mataji
  • Mleri
  • Mruwak
  • Mula Malurung
  • Muncang
  • Ngantang
  • Nglebak
  • Padlegan
    • I
    • II
  • Paguhan
  • Palah
  • Palebuhan
  • Pamwatan
  • Pandan
  • Paradah
  • Pasar Legi
  • Patakan
  • Pelem
  • Petak
  • Poh Rinting
  • Prapancasarapura
  • Pucangan
  • Purwokerto
  • Ranu Kumbolo
  • Renek
  • Salingsingan
  • Sangguran
  • Sapi Kerep
  • Sapu Angin
  • Sarwadharma
  • Sine
  • Singhasari 1351
  • Sukabumi
  • Sukamerta
  • Taji
  • Tanda Rakryan
  • Tija
  • Tengaran
  • Tinulad
  • Turun Hyang
  • Wwahan
  • Wide
  • Wotan
  • Wurandungan
  • Wurare
Sumatra
Aceh
  • Minyetujoh
  • Neusu
Jambi
  • Karang Berahi
  • Muarojambi
Kepulauan Riau
  • Pasir Panjang
Lampung
  • Dalung Kuripan
  • Hujung Langit
  • Palas Pasemah
  • Ulubelu
Bangka & Belitung
  • Kota Kapur
Sumatera Barat
  • Daftar:
  • Ambetra
  • Amoghapasa
  • Bandar Bapahat
  • Batusangkar
  • Ganggo Hilia
  • Kuburajo I
  • Prasasti Kuburajo II
  • Lubuk Layang
  • Ombilin
  • Padang Roco
  • Pagaruyung I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
    • VIII
    • IX
  • Paninggahan
  • Pariangan
  • Ponggongan
  • Rambatan
  • Suruaso
Sumatera Selatan
  • Baturaja
  • Kambang Unglen I
  • Kedukan Bukit
  • Leiden
  • Talang Tuwo
  • Telaga Batu
Sumatera Utara
  • Batugana I
  • Lobu Dolok I
    • II
    • III
  • Lobu Tua
  • Raja Soritaon
  • Sitopayan I
    • II
  • Sutan Nasinok Harahap
Bali & Nusa Tenggara
Bali
  • Babahan
  • Bebetin
  • Blanjong
  • Pandak Badung
  • Panempahan
  • Pujungan
  • Sembiran
  • Tumbu
NTB
  • Wadu Pa'a
  • Wadu Tunti
Kalimantan
Kal-bar
  • Batu Sukadana
  • Pasir Cina
  • Pasir Kapal
Kal-tim
  • Lesong Batu
  • Yupa
Sulawesi
Sulawesi Utara
  • Watu Pinawetengan
Kepulauan Maluku
Papua
Lihat pula: Daftar Prasasti di Indonesia, Museum Taman Prasasti, Prasasti Internasional

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lokasi
  2. Penemuan
  3. Bahan
  4. Isi
  5. Lihat pula
  6. Referensi
  7. Daftar pustaka
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026