Prasasti Wide adalah sebuah prasasti batu yang ditemukan di pasar Wide, Dusun Wide, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Keberadaan prasasti ini mulai mengemuka kembali di tengah masyarakat setempat setelah berhasil ditemukan kembali dalam ekspedisi jejak jalur darat kuno Bengawan Solo-Sedayulawas yang diselenggarakan pada tahun 2017. Kondisi prasasti ini ketika ditemukan yang sudah dalam keadaan yang sangat aus, yang menyebabkan hanya beberapa aksara saja yang masih dapat dikenali atau terbaca sebagian. Dengan demikian, sebagian besar isi maupun tarikh pembuatan prasasti ini pun tidak dapat terbaca. Meskipun demikian, pemerhati budaya Lamongan Supriyo menduga bahwa prasasti ini ditulis dalam bahasa Jawa Kuno.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Prasasti Wide adalah sebuah prasasti batu yang ditemukan di pasar Wide, Dusun Wide, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.[1] Keberadaan prasasti ini mulai mengemuka kembali di tengah masyarakat setempat setelah berhasil ditemukan kembali dalam ekspedisi jejak jalur darat kuno Bengawan Solo-Sedayulawas yang diselenggarakan pada tahun 2017.[2] Kondisi prasasti ini ketika ditemukan yang sudah dalam keadaan yang sangat aus, yang menyebabkan hanya beberapa aksara saja yang masih dapat dikenali atau terbaca sebagian. Dengan demikian, sebagian besar isi maupun tarikh pembuatan prasasti ini pun tidak dapat terbaca.[1] Meskipun demikian, pemerhati budaya Lamongan Supriyo menduga bahwa prasasti ini ditulis dalam bahasa Jawa Kuno.[2]
Saat ini, Prasasti Wide telah secara resmi dimasukkan ke dalam daftar benda cagar budaya di wilayah Lamongan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Lamongan, yang menegaskan pentingnya pelestarian artefak bersejarah ini.[3]

Prasasti Wide pada saat ditemukan berada pada kondisi yang cukup memprihatinkan, yaitu berada di dalam bekas gedung pasar Dusun Wide. Prasasti tersebut ditemukan sudah dalam keadaan patah menjadi dua bagian, di mana kedua patahan baik patahan bagian atas maupun bagian bawah telah disemen ke dalam lantai dengan letak yang berdekatan. Selain itu, di lingkungan di sekitar lokasi penemuan prasasti ini banyak dipenuhi dengan berbagai barang bekas yang tersimpan.[1] Pemerintahan desa setempat kemudian membangun struktur pagar dan atap pagar pelindung yang terbuat dari bambu guna melindungi dan mengamankan prasasti ini dari kerusakan yang lebih lanjut.[2]
Prasasti ini berupa prasasti kepingan batu kapur (stela) dengan bentuk puncak yang melengkung. Bagian bawah prasasti ini memiliki ukuran tinggi 79 cm, lebar 105 cm, dan tebal 19 cm, sementara bagian atas prasasti ini memiliki ukuran tinggi 50 cm, lebar 109 cm, dan tebal 18 cm. Kondisi baris-baris aksara yang tertulis pada permukaan prasasti kondisinya sudah sangat aus, sehingga secara keseluruhan sangat menyulitkan upaya pembacaan dan penafsiran isinya. Survei bersama EFEO dan BRIN pada tahun 2022, dengan mempertimbangkan keparahan kondisi prasasti, memutuskan untuk tidak membuat fotogrametri prasasti ini.[1]