Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Prasasti Cunggrang

Prasasti Cunggrang merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Medang yang berlokasi di Dusun Sukci, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, di lereng timur laut Gunung Penanggungan (Pawitra). Menurut catatan penanggalan yang tertulis di situ, prasasti ini dibuat pada masa Mpu Sindok, raja pertama Kerajaan Medang periode Jawa Timur.

Wikipedia article
Diperbarui 23 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Prasasti Cunggrang
Prasasti Cunggrang

Prasasti Cunggrang (juga ditulis Cungrang atau Cungkrang) merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Medang yang berlokasi di Dusun Sukci, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, di lereng timur laut Gunung Penanggungan (Pawitra). Menurut catatan penanggalan yang tertulis di situ, prasasti ini dibuat pada masa Mpu Sindok, raja pertama Kerajaan Medang periode Jawa Timur.

Penemuan dan bentuk

Tempat penemuannya di Dusun Sukci berada lebih kurang 7 km dari Petirtaan Belahan, sehingga prasasti ini oleh para arkeolog dikaitkan dengan petirtaan tersebut.[1]

Prasasti Cunggrang merupakan batu bertulis yang ditemukan dalam kompleks pemakaman desa. Kondisi saat ditemukan setengah terpendam di dalam tanah. Tinggi prasasti 126 cm, lebar 96 cm, dan tebal 22 cm, serta di kedua sisinya terdapat tulisan beraksara dan berbahasa Jawa Kuno. Kondisi sisi bagian belakang (utara) lebih baik daripada sisi depan (selatan) yang tulisannya banyak yang aus. Saat ini prasasti Cunggrang masih berada di tempat penemuan, dalam kondisi telah diletakkan pada suatu pendopo kecil bercungkup. Di sebelahnya terdapat lingga silindris.

Selain prasasti Cunggrang batu ini, terdapat prasasti Cunggrang yang lain yang terbuat lempeng tembaga sebanyak dua keping, juga ditulis dalam aksara dan bahasa Jawa Kuno, yang diketemukan di Gunung Kawi, Malang.[2]

Isi

Prasasti ini dibuat sebagai ucapan terima kasih kepada warga Dusun Cunggrang (sekarang Dusun Sukci) karena telah merawat pertapaan, prasada, dan pancuran air di Pawitra.[3]

Prasasti Cunggrang ditulis dengan menggunakan bahasa Jawa kuno bertanda tahun 851 Saka atau 929 Masehi.

Banyak bagian yang rumpil / susah terbaca. Prasasti ini dibuat untuk menetapkan Cunggrang sebagai desa sima bagi pertapaan di Pawitra, suatu tempat suci untuk pemujaan Rakryan Bawang, yang adalah ayah dari Dyah Kebi (permaisuri Mpu Sindok). Desa Cunggrang termasuk dalam wilayah Bawang dan di bawah pemerintahan Wahuta Wungkal dengan penghasilan pajak senilai 15 suwarna emas, kewajiban kerja sebanyak dua kupang serta katik sebanyak sekian orang (belum dipastikan jumlahnya). Dengan penetapan sebagai sima tersebut, penduduk Desa Cunggrang dibebaskan dari kewajiban pajak tetapi diwajibkan untuk memelihara pertapaan dan prasada, juga memperbaiki Petirtaan Pawitra.

Melihat isi prasasti ini, peneliti-peneliti arkeologi kerap mengaitkannya dengan Petirtaan Belahan, sementara pertapaan dan prasada yang dimaksud adalah sisa-sisa bangunan (gapura dan tembok serta tumpukan bata yang diduga adalah batur) yang ditemukan di dekat petirtaan tersebut. Namun, penemuan Situs Blimbing di Desa Bulurejo berpotensi mengikis kaitan ini. Situs Blimbing adalah sisa saluran air bawah tanah yang nampaknya mengarah menuju petirtaan yang belum ditemukan.[4]

Hubungan dengan Kabupaten Pasuruan

Tanda penanggalan pada Prasasti Cunggrang bertulisan sebagai berikut[5] (bagian dalam kurung adalah dugaan).

(Swasti! Çaka) warsatita 851 asujimasa (tithi dwadaci çukla) paksa tu(ng), Pa, Cu (wara Satabbisanaksa) tra. Ba (runa dewata. Gandayoga irika di) wasa.”

yang berarti:

Selamat! tahun saka yang telah lalu 851 bulan Asuji tanggal 12 bagian bulan terang (hari yang bersikles enam) atunglai, (hari yang bersikles lima) pahing, (hari yang bersikles tujuh) Selasa.

Tafsir tanggal ini dijadikan dasar sebagai hari jadi Kabupaten Pasuruan dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 8 Tahun 2007.[6] Isinya menetapkan bahwa Jum'at Pahing tanggal 18 September 929 M adalah hari berdirinya Pasuruan dan tanggal 18 September sebagai hari jadi Kabupaten Pasuruan.

Rujukan

  1. ↑ Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur (13 September 2019). "Penduplikatan Prasasti Cunggrang". Indonesiana. Platform Kebudayaan. Diakses tanggal 11 Januari 2021.
  2. ↑ Tim Konservasi Dewan Kesenian Jawa Timur, Penanggungan: Warisan Leluhur yang Tersimpan, Surabaya: DKJT, 2018, 22.
  3. ↑ PASKABMUSEUM (7 AGUSTUS 2014). "PRASASTI CUNGGRANG". Blog Museum Online Kabupaten Pasuruan. Diakses tanggal 11 Januari 2021.
  4. ↑ Arifin, Muhajir (4 Januari 2021). "Objek Cagar Budaya Struktur Bata Kuno Ditemukan Lagi di Pasuruan". detikcom. Diakses tanggal 12 Maret 2022.
  5. ↑ PASKABMUSEUM (25 AGUSTUS 2014). "SEJARAH PRASASTI CUNGGRANG". Blog Museum Online Kabupaten Pasuruan. Diakses tanggal 11 Januari 2021.
  6. ↑ Anonim (3 Juni 2015). "Sejarah Singkat Hari Jadi Kabupaten Pasuruan". pasuruankab.go.id. Diakses tanggal 11 Januari 2021.
  • l
  • b
  • s
Prasasti di Indonesia
Jawa
DIY
  • Abhayagiri Wihara
  • Cebongan
  • Dawangsari
  • Humanding
  • Haralingga
  • Kalasan
  • Kiringan
  • Lintakan
  • Ngejaman Keben
  • Pananggaran
  • Rumwiga I
    • II
  • Sumundul (Kedulan)
  • Siwagrha
  • Salimar I
    • II
    • III
    • IV
  • Sinaguha
  • Timbangan Wungkal
  • Tulang Er
  • Wuatan Tija
DKI Jakarta
  • Perjanjian Sunda
  • Pintu Air Manggarai
  • Tugu
Banten
  • Batu Tulis Muruy
  • Cidanghiang
  • Kaki Kiri Nyoreang
Jawa Barat
  • Daftar:
  • Astana Gede
  • Batutulis
  • Ciaruteun
  • Cikajang
  • Cikapundung
  • Galuh
  • Huludayeuh
  • Jambu
  • Kebantenan
  • Kebon Kopi I
    • II
  • Mandiwunga
  • Muara Cianten
  • Pasir Awi
  • Pasir Datar
  • Rumatak
  • Sadapaingan
  • Sanghyang Tapak
Jawa Tengah
  • Daftar:
  • Anggehan
  • Bulai
  • Candi Angin
  • Canggal
  • Er Hangat
  • Gilikan
  • Gondosuli
  • Guntur
  • Gunung Wule
  • Humanding
  • Jayapattra
  • Kaduluran
  • Kamalagi
  • Kasugihan
  • Landa
  • Kayu Ara Hiwang
  • Kayumwungan
  • Kelurak
  • Kinewu
  • Kwak I
    • II
  • Luitan
  • Mangulihi
  • Mantyasih
  • Marsmu
  • Munduan
  • Munggu Antan
  • Ngabean III
  • Ngadoman
  • Ngruweng
  • Pakubuwana X
  • Palepangan
  • Pananggaran
  • Plumpungan
  • Poh Dulur
  • Rabwan
  • Raja Sankhara
  • Rajasanagara
  • Ramwi
  • Ratawun
  • Rukam
  • Salingsingan II
  • Sang Pamgat Swang I
    • II
    • III
    • IV
  • Sojomerto
  • Sri Ranapati
  • Sumundul
  • Supit
  • Syiwagrha
  • Telang
  • Timbangan Wungkal
  • Tri Tepusan
  • Tukmas
  • Tunahan
  • Wadu Tunti
  • Wangwang
  • Wanua Tengah I
    • II
    • III
  • Wayuku
  • Wihara I Wunandaik
  • Wukiran
  • Wurutunggal
  • Wutit
Jawa Timur
  • Daftar:
  • Adan-adan
  • Alasantan
  • Anjuk Ladang
  • Balingawan
  • Bameswara
  • Bangle
  • Banjaran
  • Batur
  • Bendosari
  • Camundi
  • Cane
  • Condrogeni I
  • Cunggrang
  • Dinoyo
  • Garaman
  • Geneng
  • Gondang
  • Gosari
  • Gulung-Gulung
  • Hering
  • Horren
  • Jaring
  • Jepun
  • Jeru-Jeru
  • Jiyu I
    • III
  • Jombok
  • Kaladi
  • Kalimusan
  • Kamban
  • Kambang Putih
  • Kampak
  • Kamulan
  • Karangrejo
  • Katiden I
    • II
  • Kedengan
  • Ketanen
  • Kudadu
  • Kuti
  • Kusmala
  • Lawan
  • Lemahabang
  • Leran
  • Linggasuntan
  • Malenga
  • Manjusri
  • Marimbong
  • Masahar
  • Mataji
  • Mleri
  • Mruwak
  • Mula Malurung
  • Muncang
  • Ngantang
  • Nglebak
  • Padlegan
    • I
    • II
  • Paguhan
  • Palah
  • Palebuhan
  • Pamwatan
  • Pandan
  • Paradah
  • Pasar Legi
  • Patakan
  • Pelem
  • Petak
  • Poh Rinting
  • Prapancasarapura
  • Pucangan
  • Purwokerto
  • Ranu Kumbolo
  • Renek
  • Salingsingan
  • Sangguran
  • Sapi Kerep
  • Sapu Angin
  • Sarwadharma
  • Sine
  • Singhasari 1351
  • Sukabumi
  • Sukamerta
  • Taji
  • Tanda Rakryan
  • Tija
  • Tengaran
  • Tinulad
  • Turun Hyang
  • Wwahan
  • Wide
  • Wotan
  • Wurandungan
  • Wurare
Sumatra
Aceh
  • Minyetujoh
  • Neusu
Jambi
  • Karang Berahi
  • Muarojambi
Kepulauan Riau
  • Pasir Panjang
Lampung
  • Dalung Kuripan
  • Hujung Langit
  • Palas Pasemah
  • Ulubelu
Bangka & Belitung
  • Kota Kapur
Sumatera Barat
  • Daftar:
  • Ambetra
  • Amoghapasa
  • Bandar Bapahat
  • Batusangkar
  • Ganggo Hilia
  • Kuburajo I
  • Prasasti Kuburajo II
  • Lubuk Layang
  • Ombilin
  • Padang Roco
  • Pagaruyung I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
    • VIII
    • IX
  • Paninggahan
  • Pariangan
  • Ponggongan
  • Rambatan
  • Suruaso
Sumatera Selatan
  • Baturaja
  • Kambang Unglen I
  • Kedukan Bukit
  • Leiden
  • Talang Tuwo
  • Telaga Batu
Sumatera Utara
  • Batugana I
  • Lobu Dolok I
    • II
    • III
  • Lobu Tua
  • Raja Soritaon
  • Sitopayan I
    • II
  • Sutan Nasinok Harahap
Bali & Nusa Tenggara
Bali
  • Babahan
  • Bebetin
  • Blanjong
  • Pandak Badung
  • Panempahan
  • Pujungan
  • Sembiran
  • Tumbu
NTB
  • Wadu Pa'a
  • Wadu Tunti
Kalimantan
Kal-bar
  • Batu Sukadana
  • Pasir Cina
  • Pasir Kapal
Kal-tim
  • Lesong Batu
  • Yupa
Sulawesi
Sulawesi Utara
  • Watu Pinawetengan
Kepulauan Maluku
Papua
Lihat pula: Daftar Prasasti di Indonesia, Museum Taman Prasasti, Prasasti Internasional

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penemuan dan bentuk
  2. Isi
  3. Hubungan dengan Kabupaten Pasuruan
  4. Rujukan

Artikel Terkait

Prasasti Sukabumi

prasasti di Kediri, Jawa Timur

Prasasti Singhasari 1351

Prasasti Singhasari juga dikenal sebagai Prasasti Gajah Mada, adalah sebuah prasasti bertarikh tahun 1351 M. Ditulis dengan menggunakan Aksara Jawa Kuno

Prasasti Yupa

Prasasti Peninggalan Kerajaan Di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026