Prasasti Tunahan bertarikh 794 S ditemukan pertama kali oleh seorang petani bernama Karjataroeno di Yogyakarta. Setelah dilaporkan oleh Asisten Wedana (Camat) Kenaran kepada kepada pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1939, Van Naerssen kemudian menerbitkan ulasan Prasasti Tunahan didalam majalah Cultureel Indie.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Prasasti Tunahan bertarikh 794 S (872 M) ditemukan pertama kali oleh seorang petani bernama Karjataroeno di Yogyakarta. Setelah dilaporkan oleh Asisten Wedana (Camat) Kenaran kepada kepada pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1939, Van Naerssen kemudian menerbitkan ulasan Prasasti Tunahan didalam majalah Cultureel Indie.[1]
Prasasti Tunahan menjelaskan terkait pemberian sebidang tanah dari Sri Maharaja Rakai Kayuwangi di daerah Tunahan dan Mamali kepada Pu Rakap yang menjabat sebagai Sang Rakarayan (jabatan tinggi pada waktu itu) di Watak Sirikan. [1]
Pada salah satu bagian prasasti juga menjelaskan tentang perburuan dan sesembahan. Hal tersebut tertulis pada baris ketiga yang disebutkan jika Sang rakarayan sebagai baktinya kepada raja memberikan sesembahan berupa emas seberat 5 suwarna, 2 pasang pakaian buat pinilai, 1 helai kain ganjarprata kban, 2 ekor ikan jambangan, 1 kandang hewan buruan dan 1 bakul bunga.[2][1]
Semua sesembahan tersebut diantar oleh sang pamgat (nama jabatan) dari Tira bernama Pu Bhujanga yang diberikan imbalan oleh Sang rakarayan berupa ketenangan dimana ia tidak perlu menggarap sawah selama lima malam (hari). Selama beristirahat, tanah Sang rakarayan akan di urus oleh rama dari Mamali. [1]
Upacara Sima di Desa Mamali yang diberikan kepada Pu Rakab dihadiri oleh seorang Kalang bernama Si Kais dan seorang Tuha Kalang bernama Si Pundanil. Kalang merupakan pejabat setingkat wanua/desa pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Pejabat desa tersebut diperintahkan untuk memagari tanah pemberian Sri Maharaja.[3] Kalang dan Kuha Kalang tersebut diberikan hadiah kain 1 pasang. [1]
Prasasti ini memiliki panjang 38,8 cm, lebar 14,8 cm dan tebal 1,2 mm. Huruf memilki dimensi dengan tinggi 3 mm dan lebar 4–6 mm berbentuk mendekati bulat dan memiliki pahatan cukup dalam. Pahatan huruf cukup konsisten walaupun ada satu dua huruf berbentuk lain.[1]
Ib.
1. //0// swasti sakawarsâtita 794 migha misa dwâdasi suklapaksa. mawulu umanis budha wara. tatkala rakarayan i sirikan
2. pu rakap. dinmakan dai sri maharaja rakai kayuwani ri kanang sukat kahuluan ing tunahan. Imah i mamali. manaseakan ra—
3. karayan pasamwah i sri maharaja, mas cumwi su 6 wdihan buat pinilai yu 2 ganjarpatra kban 1 iwak jamwnan 2 wuru wuru wa—
4. ranka 1 kamwang wakul 1 anung kinon rakarayan umangseakna i kanang pasamwah i Srï maharaja, sang pamgat tira pu bhujanga aseanya ing
5. pahayu. lima wni ni kanang pasamwah annaso. tinurus i kanang Imah dai ing rama i mamali inadagan dai sang hanungnang pu sankhara. naran— nikanang râma
6. anung maturus kalang si kais. gusti 2 rama ni sahkan, rama ni maha-rani. winkas rama ni tan liwû . mahatag si uhgahan. parujar 2 si
7. wâhu . si golo. hulair rama ni amwari. hulair karamân rama bi drawya. mapkan si kahuripan. makajar si bali. tuhâlas si wala. winai —
8. han sang hanungnang pirak ma 1. pamlya ni kanang râma wayïï. muang mas ma 2 pamlya ni wadwâ dmit sang hanungnang wayu. muwah winaihan i kanang râma i mama—
9. li pirak dhâ 1 awitan 1 sang tuha kalang si pundahil winaihan wdihan yu[1][4]
1. Selamat, tahun Saka 794 telah berjalan, bulan Magha 'Januari—Februari), tanggal 12 bagian bulan terang, mawulu (nama hari ke 6 dari pekan siklus 6), umanis (nama hari ke B dari pekan siklus B), hari Rabu. Itulah saatnya rakarayan (nama jabatan tinggi) di Sirikan
2. yaitu Pu Rakap diberi anugerah oleh Sri Maharaja Rakai Kayuwangi berupa tanah di Tunahan dan tanah di Mamali. Sang rakarayan mempersembahkan kepada
3. Sri Maharaja emas seberat B suwarna (nama ukuran berat) dan pakaian buat pinilai (nama jenis ragam hias kain) 2 pasang, kain ganjarpatra kban (nama ragam hias kain) 1 helai, ikan jambangan 2 ekor, hewan buruan
4. 1 kandang, bunga 1 bakul. Yang disuruh oleh rakarayan untuk memberikan persembahan kepada Sri Maharaja ialah sang pamgat (nama jabatan) dari Tira bernama Pu Bhujahga. la menerima imbalan
5. ketenangan, lima malam beristirahat dari penggarapan sawah, tanahnya akan diurus oleh rama dari Mamali. Yang menjadi saksi ialah sang hanungnang (nama jabatan) bernama Pu Sankhara. Nama-nama rama
6. yang mengurus tanah ialah kalang (nama jabatan) bernama Si Kais, gusti 2 orang, rama dari Sankati dan rama dari Maharani, winkas (nama jabatan) rama dari Tan Liwu, mahatag (nama jabatan) si Uhgahan, parujar 2 orang yaitu si
7. Wahu dan Si Glo; hulair (juru pengairan) seluruh desa ialah ayah dari Drawya; mapkan (pejabat urusan pasar) ialah Si Kahuripan; makajar (nama jabatan) Si Bali, tulialas (penguasa hutan) ialah Si Wal?
8. Sang hanungnang diberi perak 1 masa. Uang pembeli bagi rama Wayu ialah emas 2 masa. Uang pembeli bagi Wadwa Dmit serta pemberian bagi rama di Mamali
9. ialah perak 1 dharana, awitan (?) 1, tuha kalang si Pundahil diberi kain 1 pasang[1]