Prasasti Horren adalah prasasti yang tertulis di atas lembar keping tembaga dengan ukuran panjang 32,6 cm, lebar 10,6 cm, dan tebal 3 mm, yang ditemukan di Kediri Selatan, tepatnya di Kecamatan Campur Darat, Tulungagung, Jawa Timur. Prasasti ini adalah kepingan yang kedua dari beberapa keping seluruhnya, yang telah hilang kecuali kepingan kedua ini yang disimpan oleh seorang asisten wedana di daerah itu.
Prasasti Horren, diperkirakan berasal dari abad ke-11.
Prasasti Horren adalah prasasti yang tertulis di atas lembar keping tembaga dengan ukuran panjang 32,6 cm, lebar 10,6 cm, dan tebal 3 mm, yang ditemukan di Kediri Selatan, tepatnya di Kecamatan Campur Darat, Tulungagung, Jawa Timur. Prasasti ini adalah kepingan yang kedua dari beberapa keping seluruhnya, yang telah hilang kecuali kepingan kedua ini yang disimpan oleh seorang asisten wedana di daerah itu.[1]:102
Melihat kesalahan-kesalahan penulisan yang ada dan gaya cetakan (menurut Stutterheim, prasasti ini dicetak, bukan diukir), ia mengira prasasti ini berasal, atau mungkin disalin di masa Majapahit.[1]:102–103 Akan tetapi jika diteliti dari gaya dan struktur bahasanya, prasasti ini lebih mendekati zaman Raja Airlangga dari Kerajaan Panjalu (abad XI Masehi).[2]:388
Mencatat tentang Perlawanan Warga Desa Horren atas serangan Raja Wurawari dari Banyumas (dekat Tanah Sunda) ,Dalam Hal ini warga Desa Horren Mampu melawan balik serangan Dari Kerajaan Wurawari.
↑Marwati Djoened Poesponegoro; Nugroho Notosusanto (2008). Sejarah Nasional Indonesia: Zaman kuno (dalam bahasa Indonesia). Balai Pustaka. ISBN979407408X. Diakses tanggal 4 June 2018. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)