Prasasti Pasir Cina adalah dua buah prasasti yang ditemukan di Pulau Serutu, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Kedua prasasti ini berbentuk bongkahan batu pasir yang dipahat dengan beberapa kata dalam aksara Tionghoa. Prasasti terletak di dekat aliran sungai kecil, dan berjarak sekitar 76 m dari tepi pantai.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Prasasti Pasir Cina adalah dua buah prasasti yang ditemukan di Pulau Serutu, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Kedua prasasti ini berbentuk bongkahan batu pasir yang dipahat dengan beberapa kata dalam aksara Tionghoa. Prasasti terletak di dekat aliran sungai kecil, dan berjarak sekitar 76 m dari tepi pantai.[1]
Prasasti ini memberikan petunjuk mengenai kehadiran militer Dinasti Yuan di wilayah ini pada akhir abad ke-13, serta mencerminkan pengaruh budaya dan politik Tiongkok di Nusantara pada masa lampau.[1]

Penelitian awal terhadap situs Prasasti Pasir Cina dilakukan oleh Balai Arkeologi Kalimantan Selatan pada tahun 2010 melalui kegiatan eksplorasi arkeologi di Kepulauan Maya–Karimata. Dalam ekspedisi tersebut, ditemukan dua bongkahan batu pasir yang memiliki pahatan tulisan Tionghoa di sebelah tenggara Pulau Serutu.[2][3]
Tim peneliti Balai Arkeologi Kalimantan Selatan kemudian melakukan pembacaan dan menerjemahkan isi dari prasasti-prasasti tersebut, dan menghubungkannya dengan data sejarah catatan Dinasti Yuan mengenai kedatangan pasukan Mongol di pulau Gou-Lan (ditafsirkan sebagai Pulau Belitung,[1] atau Pulau Gelam[3] di lepas pantai Kalimantan Barat). Selain itu, isi dari kedua Prasasti Pasir Cina ini diperkirakan berhubungan erat dengan Prasasti Pasir Kapal yang ditemukan di sisi barat pulau yang sama, berjarak hanya 7,1 km. Prasasti Pasir Kapal tersebut memberikan konteks yang lebih jelas terhadap isi kedua prasasti ini.[1][2][3]
Prasasti Pasir Cina I dan II kemungkinan besar merujuk pada benda-benda yang dijelaskan dalam Dong Xi Yang Kao (東西洋考, "Kajian tentang Samudra Timur dan Barat)" karya Zhang Xie (1574–1640). Zhang Xie menggambarkan keberadaan sebuah kolam di perbukitan Karimata yang memiliki mata air tak pernah kering, serta adanya prasasti kuno yang terpahat pada dinding batu di sekitar kolam tersebut.[3]
Prasasti Pasir Cina I berada di bagian atas dan dipahat pada bongkahan batu pasir. Ukuran panjang prasasti 2,6 m, lebar 1,7 m, dan tinggi 1,1 m. Pada sisi bagian depan terdapat tulisan aksara Tionghoa Qing, yang artinya "bersih".[2]
Pada sisi tenggara tulisan Qing, terdapat pahatan berbentuk kotak persegi berukuran 25 cm x 25 cm. Di tengah kotak itu, terdapat garis vertikal dan horizontal yang membagi bidang menjadi delapan bagian. Sekilas, bentuk bidang ini menyerupai diagram yang terdiri delapan arah mata angin. Namun demikian, arah mata angin antara bidang persegi tersebut tidak sesuai dengan arah mata angin pada kompas.[2]
Prasasti Pasir Cina II berada sekitar 1 meter dari prasasti pertama, namun posisinya berada di sebelah bawahnya. Prasasti ini juga dipahat pada batu pasir, dengan ukuran panjang 2,7 m, lebar 1,2 m, dan tinggI 1 m.[2]
Pada prasasti ini juga dipahatkan tulisan aksara Tionghoa Quan Shi, yang artinya "air mancur".[1][2][4]