Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Lukisan Pengantin Revolusi

Lukisan Pengantin Revolusi adalah hasil karya lukisan yang dibuat oleh seorang seniman dari Indonesia yang bernama Hendra Gunawan, yang dimana lukisan ini juga sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya nasional pada tahun 2024. Lukisan ini juga dikenal dengan representasinya yang kuat pada semangat nasionalisme dan perjuangan dari rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan negara.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini ditulis menyerupai sebuah rilis pers atau berita dan tergantung pada liputan jurnalistik atau sensasionalisme. Harap mengembangkan artikel ini dengan sumber yang tepercaya untuk memenuhi pedoman gaya Wikipedia.

Lukisan Pengantin Revolusi adalah hasil karya lukisan yang dibuat oleh seorang seniman dari Indonesia yang bernama Hendra Gunawan, yang dimana lukisan ini juga sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya nasional pada tahun 2024.[1][2] Lukisan ini juga dikenal dengan representasinya yang kuat pada semangat nasionalisme dan perjuangan dari rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan negara.[1]

Penciptaan dan sejarah

Kurator seni, bernama Agus Dermawan, memaparkan bahwa proses penciptaan lukisan "Pengantin Revolusi" dimulai pada tahun 1955 dan diselesaikan pada tahun 1957. Lukisan ini terinspirasi dari sebuah sketsa yang dibuat Hendra Gunawan pada tahun 1947, setelah dirinya menyaksikan sebuah peristiwa pernikahan di daerah Karawang, provinsi Jawa Barat. Namun, sketsa asli dari lukisan ini sudah hilang.[1]

"Pengantin Revolusi" dipamerkan pertama kali di Hotel Des Indes pada tahun 1957, pada pameran ini Presiden Soekarno menghadirinya juga.

Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) sudah meresmikan, dan menetapkan dua lukisan ikonik sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional. Lukisan-lukisannya yakni "Pengantin Revolusi" karya Hendra Gunawan dan "Prambanan/Seko" karya Sindoedarsono Sudjojono.[2]

Penetapan tersebu sudah tercantum dalam Keputusan Mendikbudristek Nomor 415/M/2022 yang sudah terbit pada tanggal 25 Oktober tahun 2022. Keputusan ini pula mengukuhkan kedua karya seni tersebut sebagai warisan budaya nasional Indonesia yang harus dilindungi, penting dan harus dilestarikan.[2][3]

Pada tahun 1965, lukisan ini pula sempat dibuang dan dipotong dalam sebuh insiden penggerebekan massa di rumah Hendra Gunawan di Pabiki Alley, Bandung. Hal ini terjadi karena Hendra Gunawan dituduh sebagai anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), yang pada saat itu berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Meskipun sempat diupayakan untuk diselamatkan, lukisan tersebut diketahui oleh massa, dipotong, dan dibuang ke jalan.[1]

Lukisan ini kemudian berhasil diselamatkan oleh pelukis Tatang Ganar. Setelah itu, lukisan direstorasi dan dirawat oleh Yayasan Mitra Budaya. Yayasan tersebut kemudian menghibahkan "Pengantin Revolusi" ke Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua, Jakarta, tempat lukisan ini kini menjadi salah satu koleksi penting sebagai benda cagar budaya nasional.[1]

Deskripsi visual dan interpretasi

Lukisan ini menggambarkan sepasang pengantin yang melangsungkan pernikahan di tengah suasana perang melawan Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia. Pengantin pria digambarkan sebagai seorang gerilyawan dengan jaket tentara, sementara pengantin wanita adalah gadis desa yang juga terlibat dalam perjuangan di garis belakang. Suasana darurat dalam perjuangan tampak jelas, tetapi didukung oleh solidaritas rekan-rekan seperjuangan mereka.[1]

Secara visual, lukisan ini menampilkan arak-arakan masif di mana orang-orang berjalan kaki mengelilingi kampung, diiringi oleh musik tanjidor, serta rombongan warga desa dan calon pengantin. Meskipun seharusnya memancarkan kebahagiaan, lukisan ini justru menyuguhkan nuansa dramatis dan melankolis. Ekspresi pada wajah rombongan pengantin, terutama sorot mata mereka, memperlihatkan kegelisahan dan pancaran kecemasan, merefleksikan kondisi ketidakpastian di tengah revolusi.[1]

"Pengantin Revolusi" dianggap sebagai salah satu karya masterpiece Hendra Gunawan yang secara signifikan berkontribusi pada konteks narasi nasionalisme Indonesia.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 developer, mediaindonesia com. "Jejak Perjuangan dalam Lukisan Pengantin Revolusi". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-06-14.
  2. 1 2 3 Aisyah, Novia. "Lukisan Pengantin Revolusi & Prambanan/Seko Jadi Benda Cagar Budaya Nasional". detikedu. Diakses tanggal 2025-06-14.
  3. ↑ "Lukisan Karya Dua Maestro Seni Lukis Indonesia Ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional | Direktorat Pelindungan Kebudayaan". kebudayaan.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2025-06-14.
  • l
  • b
  • s
Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Kategori
Benda

  • Arca Bhairawa
  • Arca Buddha Dipangkara
  • Arca Durga Mahisasuramardhini
  • Arca Harihara
  • Arca Prajnyaparamita
  • Bendera Pusaka
  • Biola WR Supratman
  • Bokor emas cerita Ramayana
  • Mahkota Sultan Siak
  • Kakawin Nagarakretagama
  • Lukisan Penangkapan Diponegoro
  • Lukisan Pengantin Revolusi
  • Lukisan Prambanan/Seko
  • Naskah Proklamasi
  • Prasasti Ciaruteun
  • Prasasti Cidanghiang
  • Prasasti Jambu
  • Prasasti Kebonkopi I
  • Prasasti Muara Cianten
  • Prasasti Pasir Awi
  • Prasasti Yupa
  • Teks Proklamasi
  • Tengkorak Manusia Fosil Ngawi I
Bangunan

  • Benteng Belgica
  • Benteng Duurstede
  • Benteng Marlborough
  • Benteng Van der Wijck
  • Benteng Vastenburg
  • Gedung Bank Indonesia
  • Gedung Dwi Warna
  • Gedung Merdeka
  • Gedung NIAS
  • Gedung Pancasila
  • Gedung Perundingan Linggarjati
  • Gedung Petronella
  • Gedung PTPN XI Surabaya
  • GPIB Immanuel Jakarta
  • GPIB Sion Jakarta
  • Hotel Majapahit
  • Hotel Savoy Homann
  • Candi Jabung
  • Kantor Pos Besar Bandung
  • Lawang Sewu
  • Masjid Agung Surakarta
  • Monumen Pers Nasional
  • Museum Asi Mbojo
  • Museum Geologi Bandung
  • Gedung Kebangkitan Nasional
  • Museum Nasional
  • Museum Sumpah Pemuda
  • Observatorium Bosscha
  • Pesanggrahan Ngeksiganda
  • Rumah Pengasingan Bung Hatta
  • Rumah Pengasingan Bung Karno
  • Rumah Rasuna Said
  • Eks Rumah Raden Saleh
  • RSUP dr. Kariadi
  • Rumah Tjong A Fie
  • Rumah W. R. Soepratman
  • Stasiun Yogyakarta
Struktur

  • Makam Imam Bonjol
  • Tugu Jong Soematra
  • Tugu Muda
  • Tugu Lilin
  • Tugu Pahlawan
  • Jembatan Lama Kota Kediri
Situs

  • Benteng Oranje
  • Benteng Victoria
  • Candi Ceto
  • Candi Jawi
  • Candi Penataran
  • Fort Rotterdam
  • Gereja Katedral Jakarta
  • Gua Braholo
  • Gua Sunyaragi
  • GPIB Immanuel Semarang
  • Gunung Padang
  • Istana Bung Hatta
  • Kalimbuang Bori
  • Kete Kesu
  • Leang Timpuseng
  • Liang Bua
  • Makam Kyai Mojo
  • Masjid Agung Demak
  • Masjid Istiqlal
  • Masjid Raya Al-Ma’shun
  • Museum KA Ambarawa
  • Museum Kirti Griya
  • Perahu Kuno Rembang
  • Pugung Raharjo
  • Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo
  • Stasiun Radio AURI
Kawasan

  • Bawomataluo
  • Borobudur
  • Candi Arjuna
  • Candi Gedong Songo
  • Candi Prambanan
  • Keraton Surakarta
  • Candi Muaro Jambi
  • Kota Lama Sawahlunto
  • Sangiran
  • Trowulan

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penciptaan dan sejarah
  2. Deskripsi visual dan interpretasi
  3. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026