Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bokor Emas Berelief Cerita Ramayana

Bokor Emas Berelief Cerita Ramayana merupakan pinggan besar yang cekung dan bertepi lebar terbuat dari emas 16 karat. Wadah tersebut berbentuk oval dan dihiasi dengan delapan adegan cerita Ramayana. Berdasarkan ketentual Pasal 36 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Bokor Emas Berelief Cerita Ramayana ditetapkan sebagai koleksi Museum Nasional Inventaris 8965 sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional. Benda tersebut ditemukan secara tak sengaja di sawah milik Ibu Cipto Suwarna di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jagonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada tanggal 17 Oktober 1990. Bokor emas tersebut ditemukan bersama tutup wadah emas, gayung emas, nampan emas, gelang emas, dll. dengan total emas seberat lebih dari 16 kilogram di dalam guci keramik asal Cina pada zaman kepemimpinan Dinasti Tang. Pada tanggal 30 April 1991, seluruh emas yang terdapat dalam guci tersebut diserahkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kepada Museum Nasional untuk disimpan sebagai koleksi melalui Berita Acara Serah Terima Benda Cagar Budaya No : 093/F.11/F.91.

Wikipedia article
Diperbarui 6 Agustus 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bokor Emas Berelief Cerita Ramayana
Bokor Emas Berelief Cerita Ramayana
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Bokor emas berelief cerita Ramayana yang disimpan di Museum Nasional Indonesia.
Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriBenda
No. RegnasCB.5
Lokasi
keberadaan
Jakarta Pusat, DKI Jakarta
No. SK250/M/2013
Tanggal SK27 Desember 2013
Tingkat SKMenteri
PemilikNegara Indonesia
PengelolaMuseum nasional
Koordinat6°10′35″S 106°49′10″E / 6.1763968°S 106.8194014°E / -6.1763968; 106.8194014
Bokor Emas Berelief Cerita Ramayana di Jakarta
Bokor Emas Ramayana
Bokor Emas Ramayana
Lokasi di Museum Nasional Indonesia, Jakarta

Bokor Emas Berelief Cerita Ramayana merupakan pinggan besar yang cekung dan bertepi lebar[1] terbuat dari emas 16 karat. Wadah tersebut berbentuk oval dan dihiasi dengan delapan adegan cerita Ramayana. Berdasarkan ketentual Pasal 36 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Bokor Emas Berelief Cerita Ramayana ditetapkan sebagai koleksi Museum Nasional Inventaris 8965 sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional.[2] Benda tersebut ditemukan secara tak sengaja di sawah milik Ibu Cipto Suwarna di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jagonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada tanggal 17 Oktober 1990.[3] Bokor emas tersebut ditemukan bersama tutup wadah emas, gayung emas, nampan emas, gelang emas, dll. dengan total emas seberat lebih dari 16 kilogram di dalam guci keramik asal Cina pada zaman kepemimpinan Dinasti Tang. Pada tanggal 30 April 1991, seluruh emas yang terdapat dalam guci tersebut diserahkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kepada Museum Nasional untuk disimpan sebagai koleksi melalui Berita Acara Serah Terima Benda Cagar Budaya No : 093/F.11/F.91.[3]

Spesifikasi

Bokor emas tersebut merupakan wadah berbentuk oval dan dihiasi dengan delapan cerita Ramayana. Relief Ramayana di bokor emas dibuat dnegan teknik tempa repousse, yaitu teknik menempa dari bagian belakang objek sehingga menghasilkan relief menonjol.[4] Diketahui bahwa bokor emas tersebut memiliki dinding berlekuk empat, setiap lekukannya terdapat relief cerita Ramayana, antara lain adegan Rama dan Sinta dibuang ke hutan, Laksmana mengejar kijang, dan kesedihan Sinta di negara Alengka.[2]

Bokor emas 16 karat mempunyai ukuran[2]:

  • Panjang = 21 cm
  • Lebar = 14,4 cm
  • Tinggi seluruhnya 9,4 cm
  • Tinggi bagian dalam 6,3 cm
  • Tinggi kaki 1,6 cm
  • Tebal 0,2 cm
  • Berat 401,64 gr

Meskipun ditemukan dalam kondisi yang cukup baik, bokor emas tersebut memiliki beberapa kerusakan seperti peregangan tepi mulut bokor, celah memanjang di bawah bokor yang tidak lagi menyatu dengan bokor, korosi di bagian dalam bokor, dan 3 lubang halus pada bokor.[4]

Sejarah

Informasi lebih lanjut: Temuan Wonoboyo

Pada tanggal 17 Oktober 1990, penggali pasir di sawah milik Ibu Cipto Suwarna tidak sengaja menemukan boko emas 16 karat tersebut. Lokasi penemuan terdapat di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jagonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Penemuan akan benda cagar budaya ini dilaporkan kepala kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah, yang selanjutnya diberikan kepada Pemerintah Tingkat II Kabupaten Klaten untuk disimpan sementara.[3]

Di dalam guci keramik tempat ditemukannya bokor emas, terdapat sejumlah barang lain seperti 6 tutup wadah emas, 3 gayung emas, 1 nampan emas, 97 gelang emas, 22 mangkuk emas kecil, sebatang pipa emas yang tidak diketahui fungsinya, 2 buah guci emas kecil, 11 cincin emas, 7 piring emas, 8 subang emas, sebuah tas emas, sebuah gagang senjata terbuat dari batu hijau berhias emas, sejumlah manik-manik, dan beberapa uang logam emas berbentuk biji jagung.[2] Penemuan-penemuan tersebut mencapai berat lebih dari 16 kilogram.

Pada tahun 1991, barang-barang yang terdapat di dalam guci keramik tersebut diteliti oleh tim gabungan dari Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah dan Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada. Pada tahun yang sama, kajian bahan dan nilai bokor dilakukan oleh kantor Pegadaian Prambanan dan Klaten.[2]

Referensi

  1. ↑ "Maksud / Arti Kata bokor di Kamus Besar Bahasa Indonesia". jagokata.com. Diakses tanggal 2020-01-05.
  2. 1 2 3 4 5 "Salinan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 250/M/2013". 2013-12-30. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-11-01. Diakses tanggal 2020-01-05.
  3. 1 2 3 "Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya". cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-25. Diakses tanggal 2020-01-05.
  4. 1 2 Misteri Penemuan Harta Karun Berupa Bokor Emas Berelief Cerita Ramayana di Wonoboyo, diakses tanggal 2020-01-05
  • l
  • b
  • s
Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Kategori
Benda

  • Arca Bhairawa
  • Arca Buddha Dipangkara
  • Arca Durga Mahisasuramardhini
  • Arca Harihara
  • Arca Prajnyaparamita
  • Bendera Pusaka
  • Biola WR Supratman
  • Bokor emas cerita Ramayana
  • Mahkota Sultan Siak
  • Kakawin Nagarakretagama
  • Lukisan Penangkapan Diponegoro
  • Lukisan Pengantin Revolusi
  • Lukisan Prambanan/Seko
  • Naskah Proklamasi
  • Prasasti Ciaruteun
  • Prasasti Cidanghiang
  • Prasasti Jambu
  • Prasasti Kebonkopi I
  • Prasasti Muara Cianten
  • Prasasti Pasir Awi
  • Prasasti Yupa
  • Teks Proklamasi
  • Tengkorak Manusia Fosil Ngawi I
Bangunan

  • Benteng Belgica
  • Benteng Duurstede
  • Benteng Marlborough
  • Benteng Van der Wijck
  • Benteng Vastenburg
  • Gedung Bank Indonesia
  • Gedung Dwi Warna
  • Gedung Merdeka
  • Gedung NIAS
  • Gedung Pancasila
  • Gedung Perundingan Linggarjati
  • Gedung Petronella
  • Gedung PTPN XI Surabaya
  • GPIB Immanuel Jakarta
  • GPIB Sion Jakarta
  • Hotel Majapahit
  • Hotel Savoy Homann
  • Candi Jabung
  • Kantor Pos Besar Bandung
  • Lawang Sewu
  • Masjid Agung Surakarta
  • Monumen Pers Nasional
  • Museum Asi Mbojo
  • Museum Geologi Bandung
  • Gedung Kebangkitan Nasional
  • Museum Nasional
  • Museum Sumpah Pemuda
  • Observatorium Bosscha
  • Pesanggrahan Ngeksiganda
  • Rumah Pengasingan Bung Hatta
  • Rumah Pengasingan Bung Karno
  • Rumah Rasuna Said
  • Eks Rumah Raden Saleh
  • RSUP dr. Kariadi
  • Rumah Tjong A Fie
  • Rumah W. R. Soepratman
  • Stasiun Yogyakarta
Struktur

  • Makam Imam Bonjol
  • Tugu Jong Soematra
  • Tugu Muda
  • Tugu Lilin
  • Tugu Pahlawan
  • Jembatan Lama Kota Kediri
Situs

  • Benteng Oranje
  • Benteng Victoria
  • Candi Ceto
  • Candi Jawi
  • Candi Penataran
  • Fort Rotterdam
  • Gereja Katedral Jakarta
  • Gua Braholo
  • Gua Sunyaragi
  • GPIB Immanuel Semarang
  • Gunung Padang
  • Istana Bung Hatta
  • Kalimbuang Bori
  • Kete Kesu
  • Leang Timpuseng
  • Liang Bua
  • Makam Kyai Mojo
  • Masjid Agung Demak
  • Masjid Istiqlal
  • Masjid Raya Al-Ma’shun
  • Museum KA Ambarawa
  • Museum Kirti Griya
  • Perahu Kuno Rembang
  • Pugung Raharjo
  • Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo
  • Stasiun Radio AURI
Kawasan

  • Bawomataluo
  • Borobudur
  • Candi Arjuna
  • Candi Gedong Songo
  • Candi Prambanan
  • Keraton Surakarta
  • Candi Muaro Jambi
  • Kota Lama Sawahlunto
  • Sangiran
  • Trowulan

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Spesifikasi
  2. Sejarah
  3. Referensi

Artikel Terkait

Daftar cagar budaya di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026