Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabupaten Klaten

Kabupaten Klaten adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini berada di Klaten, yang merupakan gabungan dari 3 kecamatan yakni Klaten Utara, Klaten Tengah, Klaten Selatan, sekitar 36 km sebelah barat daya Kota Surakarta. Kabupaten yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.275.850 jiwa pada tahun 2022 dan mayoritas penduduknya merupakan etnis Jawa.

kabupaten di Provinsi Jawa Tengah
Diperbarui 28 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Klaten
"Klaten" beralih ke halaman ini. Untuk ibukota kabupaten, lihat Klaten (kota).
Kabupaten in Jawa TengahTemplat:SHORTDESC:Kabupaten in Jawa Tengah
Kabupaten Klaten
Kabupaten
Transkripsi bahasa daerah
 • Hanacarakaꦏ꧀ꦭꦛꦺꦤ꧀
 • Pegonكلتين
 • Alfabet JawaKlathèn
Candi Plaosan Lor
Los Mbako
Lambang resmi Kabupaten Klaten
Lambang
Julukan: 
Seribu Mata Air
Motto: 
Tumenga tata anggatra rahardja
(Jawa) Menatap keharmonisan demi membangun kesejahteraan
(1950 Masehi)
Peta
Kabupaten Klaten di Jawa
Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten
Peta
Tampilkan peta Jawa
Kabupaten Klaten di Indonesia
Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 7°41′00″S 110°37′00″E / 7.6833°S 110.6167°E / -7.6833; 110.6167
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Dasar hukumUU No. 13/1950
Hari jadiJuli 28, 1804; 221 tahun lalu (1804-07-28)
Ibu kotaKlaten
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 26 [1]
  • Kelurahan: 10 [1]
  • Desa: 391 [1]
Pemerintahan
 • BupatiHamenang Wajar Ismoyo
 • Wakil BupatiLowong
 • Sekretaris DaerahJaka Purwanto,S.Sos.
 • Ketua DPRDEdy Sasongko
Luas
 • Total655,56 km2 (25,311 sq mi)
Populasi
 (2022)[2]
 • Total1.275.850
 • Kepadatan1.792/km2 (4,640/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 93,32% Islam
    • 5,52% Kekristenan
      • 3,24% Protestan
      • 2,79% Katolik
  • 0,61% Hindu
  • 0,03% Buddha
  • 0,01% Lainnya[2][3]
 • IPMKenaikan 76,95
tinggi (2022)[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
3310 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0272
Pelat kendaraanAD *C / *L / *Q / *V / *J
Kode Kemendagri33.10 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 1.237.967.327.000.-
Semboyan daerahKlaten Bersinar
(Bersih, Sehat, Indah, Nyaman, Aman, Rapi)
Flora resmiKemuning
Fauna resmiIkan nila
Situs webklaten.go.id

Kabupaten Klaten (bahasa Jawa: ꦏ꧀ꦭꦛꦺꦤ꧀, Pegon: كلتينcode: jv is deprecated translit. Klathèn) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini berada di Klaten, yang merupakan gabungan dari 3 kecamatan yakni Klaten Utara, Klaten Tengah, Klaten Selatan, sekitar 36 km sebelah barat daya Kota Surakarta. Kabupaten yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.275.850 jiwa pada tahun 2022 dan mayoritas penduduknya merupakan etnis Jawa.[2]

Geografi

Secara astronomis, Kabupaten Klaten terletak di antara 110°30'-110°45' Bujur Timur dan 7°30'-7°45' Lintang Selatan.

Luas wilayah Kabupaten Klaten mencapai 655,56 km². Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo. Di sebelah selatan berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta yakni wilayah Gunung Kidul Di sebelah barat berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta yakni wilayah Sleman serta Kabupaten Magelang dan di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Boyolali.[5]

Wilayah Kabupaten Klaten terbagi menjadi tiga dataran yakni Sebelah Utara Dataran Lereng Gunung Merapi, Sebelah Timur Membujur Dataran Rendah, sebelah Selatan Dataran Gunung Kapur.

Menurut topografi, Kabupaten Klaten terletak di antara Gunung Merapi dan Pegunungan Seribu dengan ketinggian antara 75-160 meter di atas permukaan laut yang terbagi menjadi wilayah lereng Gunung Merapi di bagian utara areal miring, wilayah datar, dan wilayah berbukit di bagian selatan.

Jarak Kota Klaten dengan kota lain se-Karesidenan Surakarta:

  • Kota Klaten ke Boyolali: 38 km,
  • Kota Klaten ke Wonogiri: 67 km,
  • Kota Klaten ke Kota Surakarta: 36 km,
  • Kota Klaten ke Karanganyar: 49 km,
  • Kota Klaten ke Kota Sukoharjo: 47 km,
  • Kota Klaten ke Sragen: 63 km.

Keadaan iklim Kabupaten Klaten termasuk iklim tropis dengan musim hujan dan kemarau silih berganti sepanjang tahun, temperatur udara rata-rata 28°-30° Celsius dengan kecepatan angin rata-rata sekitar 153 mm setiap bulannya dengan curah hujan tertinggi bulan Januari (350 mm) dan curah hujan terendah bulan Juli (8 mm).

Topografi

Wilayah Kabupaten Klaten terbagi menjadi 3 (tiga) dataran:

  1. Dataran Lereng Gunung Merapi membentang di sebelah utara meliputi sebagian kecil sebelah utara wilayah Kecamatan Kemalang, Karangnongko, Jatinom, dan Tulung.
  2. Dataran rendah membujur di tengah meliputi seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Klaten, kecuali sebagian kecil wilayah merupakan dataran lereng Gunung Merapi dan Gunung Kapur.
  3. Dataran Gunung Kapur yang membujur di sebelah selatan meliputi sebagian kecil sebelah selatan Kecamatan Bayat dan Cawas.

Melihat keadaan alamnya yang sebagian besar adalah dataran rendah dan didukung dengan banyaknya sumber air maka daerah Kabupaten Klaten merupakan daerah pertanian yang potensial disamping penghasil kapur, batu kali, dan pasir yang berasal dari Gunung Merapi.

Ketinggian daerah:

  • Sekitar 3,72% terletak di antara ketinggian 0–100 meter di atas permukaan laut.
  • Terbanyak 83,52% terletak di antara ketinggian 100–500 meter di atas permukaan laut.
  • Sisanya 12,76% terletak di antara ketinggian 500–2500 meter di atas permukaan laut.

Geologi

Jenis tanah terdiri dari 5 (lima) macam:

  1. Litosol: Bahan induk dari skis kristalin dan batu tulis terdapat di daerah Kecamatan Bayat.
  2. Regosol Kelabu: Bahan induk abu dan pasir vulkanik termedier terdapat di Kecamatan Cawas, Trucuk, Klaten Tengah, Kalikotes, Kebonarum, Klaten Selatan, Karangnongko, Ngawen, Klaten Utara, Ceper, Pedan, Karangdowo, Juwiring, Wonosari, Delanggu, Polanharjo, Karanganom, Tulung dan Jatinom.
  3. Grumusol Kelabu Tua: Bahan induk berupa abu dan pasir vulkan interme-dier terdapat di daerah Kecamatan Bayat, Cawas sebelah selatan.
  4. Kompleks Regosol Kelabu dan Kelabu Tua: Bahan induk berupa batuk apurnapal terdapat di daerah Kecamatan Klaten Tengah dan Kalikotes sebelah selatan.
  5. Regosol Coklat Kekelabuan: Bahan induk berupa abu dan pasir vulkan intermedier terdapat di daerah Kecamatan Kemalang, Manisrenggo, Prambanan, Jogonalan, Gantiwarno dan Wedi.

Batas Wilayah

Batas-batas wilayah Kabupaten Klaten sebagai berikut:[6]

UtaraKabupaten Boyolali
TimurKabupaten Sukoharjo
SelatanKabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
BaratKabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Sejarah

Benteng Fort Engelenburg di Klaten (tahun 1929) yang sekarang menjadi Masjid Raya dan Alun-alun

Sejarah Klaten tersebar di berbagai catatan arsip-arsip kuno dan kolonial, arsip-arsip kuno dan manuskrip Jawa. Catatan itu seperti tertulis dalam Serat Perjanjian Dalem Nata, Serat Ebuk Anyar, Serat Siti Dusun, Sekar Nawala Pradata, Serat Angger Gunung, Serat Angger Sedasa dan Serat Angger Gladag. Dalam bundel arsip Karesidenan Surakarta, sejarah Klaten tercantum dalam Soerakarta Brieven van Buiten Posten, Brieven van den Soesoehoenan 1784-1810, Daghregister van den Residentie Soerakarta 1819, Reporten 1787-1816, Rijksblad Soerakarta dan Staatblad van Nederlandsche Indie. Babad Giyanti, Babad Bedhahipun Karaton Negari Ing Ngayogyakarta, Babad Tanah Jawi dan Babad Sindula juga dapat menjadi sumber lain untuk menelusuri sejarah Klaten. Sejarah Klaten juga dapat ditelusuri dari keberadaan candi-candi Hindu, Buddha maupun barang-barang kuno. Asal muasal desa-desa kuno seperti Pulowatu, Gumulan, Wedihati, Mirah-mirah maupun Upit, juga menunjukan keterangan tepercaya. Peninggalan atau petilasan Ngupit bahkan secara jelas menyebutkan pertanda tanggal yang dimaknai 8 November 66 Masehi oleh Raden Rakai Kayuwangi.

Daerah Kabupaten Klaten pada mulanya adalah bekas daerah swapraja Surakarta. Kasunanan Surakarta terdiri dari beberapa daerah yang merupakan suatu kabupaten. Setiap kabupaten terdiri atas beberapa distrik. Susunan penguasa kabupaten terdiri dari Bupati, Kliwon, Mantri Jaksa, Mantri Kabupaten, Mantri Pembantu, Mantri Distrik, Penghulu, Carik Kabupaten 1 dan 2, Lurah Langsik, dan Langsir. Susunan penguasa Distrik terdiri dari Pamong Distrik (1 orang), Mantri Distrik (5), Carik Kepanawon 1 dan 2 (2 orang), Carik Kemanten (5 orang), serta Kajineman (15 orang).

Pada zaman penjajahan Belanda, tahun 1749, terjadi perubahan susunan penguasa di Kabupaten dan di Distrik. Untuk Jawa dan Madura, semua provinsi dibagi atas kabupaten-kabupaten, kabupaten terbagi atas distrik-distrik, dan setiap distrik dikepalai oleh seorang wedono. Pada tahun 1847, bentuk Kabupaten diubah menjadi Kabupaten Pulisi. Maksud dan tujuan pembentukan Kabupaten Pulisi adalah di samping Kabupaten itu menjalankan fungsi pemerintahan, ditugaskan pula agar dapat menjaga ketertiban dan keamanan dengan ditentukan batas-batas kekuasaan wilayahnya.

Berdasarkan Nawala Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana Senopati Ing Alaga Abdul Rahman Sayidin Panata Gama VII, Senin Legi 23 Jumadilakhir Tahun Dal 1775 atau 5 Juni 1847 dalam bab 13 disebutkan:

“……………… Kraton Dalem Surakarta Adiningrat Nganakake Kabupaten cacah enem.……………….”
“……………… Kabupaten cacah enem iku Nagara Surakarta, Kartosuro, Klaten, Boyolali, Ampel, lan Sragen.……………….”
“……………… Para Tumenggung kewajiban rumeksa amrih tata tentreme bawahe dhewe-dhewe serta padha ke bawah marang Raden Adipati.……………….”

Asal nama

Ada dua versi yang menyebut tentang asal muasal nama Klathèn.

  1. mengatakan bahwa Klaten berasal dari kata kelathi atau buah bibir. Kata kelathi ini kemudian mengalami disimilasi menjadi Klaten. Klaten sejak dulu merupakan daerah yang terkenal karena kesuburannya.
  2. menyebutkan Klaten berasal dari kata Melati (bahasa Jawa: Mlathicode: jv is deprecated ) yang berubah menjadi kata Klathi, sehingga memudahkan ucapan kata Klathi berubah menjadi kata Klathen. Versi ke dua ini atas dasar kata-kata orang tua sebagaimana dikutip dalam buku Klaten dari Masa ke Masa yang diterbitkan Bagian Ortakala Setda Kab. Dati II Klaten Tahun 1992/1993.
Makam Kyai dan Nyai Melati

Melati adalah nama seorang kyai yang pada kurang lebih 560 tahun yang lalu datang di suatu tempat yang masih berupa hutan belantara. Abdi dalem Kraton Mataram ini ditugaskan oleh raja untuk menyerahkan bunga Melati dan buah Joho untuk menghitamkan gigi para putri kraton (Serat Narpawada, 1919:1921).

Guna memenuhi kebutuhan bunga Melati untuk raja, Kyai dan Nyai Mlati menanami sawah milik Raden Ayu Mangunkusuma, istri Raden Tumenggung Mangunkusuma yang saat itu menjabat sebagai Bupati Pulisi Klaten, yang kemudian dipindah tugaskan istana menjadi Wakil Patih Pringgalaya di Surakarta. Tidak ditemukan sumber sejarah tentang akhir riwayat Kyai dan Nyai Melati. Silsilah Kyai dan Nyai Melati juga tidak diketahui. Bahkan penduduk Klaten tidak ada yang mengakui sebagai keturunan dua sosok penting ini.Kyai Melati Sekolekan, nama lengkap dari Kyai Melati, menetap di tempat itu. Semakin lama semakin banyak orang yang tinggal di sekitarnya, dan daerah itulah yang menjadi Klaten yang sekarang.

Dukuh tempat tinggal Kyai Melati oleh masyarakat setempat lantas diberi nama Sekolekan. Nama Sekolekan adalah bagian darinama Kyai Melati Sekolekan. Sekolekan kemudian berkembang menjadi Sekalekan, sehingga sampai sekarang nama dukuh itu adalah Sekalekan. Di Dukuh Sekalekan itu pula Kyai Melati dimakamkan.

Kyai Melati dikenal sebagai orang berbudi luhur dan lagi sakti. Karena kesaktiannya itu perkampungan itu aman dari gangguan perampok. Setelah meninggal dunia, Kyai Melati dikuburkan di dekat tempat tinggalnya.

Sampai sekarang sejarah kota Klaten masih menjadi silang pendapat. Belum ada penelitian yang dapat menyebutkan kapan persisnya kota Klaten berdiri. Selama ini kegiatan peringatan tentang Klaten diambil dari hari jadi pemerintah Kabupaten Klaten, yang dimulai dari awal terbentuknya pemerintahan daerah otonom tahun 1950.

Hari jadi

Berdirinya Benteng atau loji Klaten pada masa pemerintahan Sunan Paku Buwana IV mempunyai arti penting dalam sejarah Klaten. Pendirian benteng tersebut peletakan batu pertamanya dimulai pada hari sabtu Kliwon, 12 rabiulakir, Langkir, Alit 1731 atau sengkala RUPA MANTRI SWARANING JALAK atau dimaknai sebagai tanggal 28 Juli 1804. Sumber sejarah ini dapat ditemukan dalam Babad Bedhaning Ngayogyakarata dan Geger Sepehi. Catatan sejarah ini oleh pemerintah Kabupaten Klaten melalui Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2007 sebagai Hari Jadi Kabupaten Klaten yang diperingati setiap tahun.

Perubahan luas daerah

Luas daerah Kabupaten Klaten mengalami beberapa kali perubahan. Klaten pada mulanya adalah tanpa kecamatan Jatinom dan Polanharjo. Kedua kecamatan semula merupakan wilayah kabupaten Boyolali, dan baru digabungkan tanggal 11 Oktober 1895.

Kelurahan

Rumah orang Belanda di Klaten (tahun 1904)

Semenjak terbentuknya onderdistrik, daerah onderdistrik terdiri dari beberapa dukuh. Sebagian dukuh-dukuh itu merupakan daerah kekuasaan seorang Demang. Gaji seorang Demang berupa tanah pituas.

Luas tanah pituas antara Demang yang satu dan yang lainnya berbeda-beda, sesuai dengan besar kecilnya jasa yang diberikan kepada Kasunanan. Penerima terkecil dinamakan Bekel, kemudian Demang, Ronggo, dan terbesar disebut Ngabei.

Pada tahun 1914 dibentuk kelurahan, yang merupakan penggabungan dari beberapa dukuh. Tanah pituas yang semula untuk gaji Bekel, Demang, Ronggo, dan Ngabei, diberikan pada kelurahan sebagai milik desa yang kemudian menjadi lungguh pamong desa. Struktur organisasi Kelurahan terdiri dari Lurah, Kamituwa, Carik, Kebayan, Modin, dan Ulu-ulu.

Pada tahun 1957, beberapa kelurahan digabungkan, atas ketentuan kasunanan bahwa setiap Kelurahan paling sedikit harus berpenduduk 1300 orang. Peristiwa itu dikenal sebagai masa kompleks.

Sebelumnya, di Klaten telah dilakukan penggabungan karena alasan lain. Masa kompleks di Klaten telah terjadi sejak tahun 1917. di beberapa onderdistrik, penggabungan Kelurahan dilakukan karena beberapa Kelurahan tidak mempunyai tanah untuk kas desa maupun untuk lungguh pada pegawainya.[7]

Pemerintahan

Daftar Bupati

Artikel utama: Daftar Bupati Klaten

Bupati yang menjabat di kabupaten Klaten saat ini yakni Hamenang Wajar Ismoyo, didampingi wakil bupati H. Benny Indra Ardhianto.

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Ket.
20 Hamenang Wajar Ismoyo 20 Februari 2025 Petahana H. Benny Indra Ardhianto

Dewan Perwakilan

Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Klaten

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Klaten dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[8] 2019–2024[9] 2024–2029
PKB 3 Kenaikan 4 Steady 4
Gerindra 5 Steady 5 Kenaikan 6
PDI-P 17 Kenaikan 19 Penurunan 18
Golkar 8 Penurunan 7 Steady 7
NasDem 1 Steady 1 Steady 1
PKS 5 Steady 5 Kenaikan 6
Hanura 2 Penurunan 0 Steady 0
PAN 5 Penurunan 4 Penurunan 3
Demokrat 2 Kenaikan 3 Steady 3
PPP 2 Steady 2 Steady 2
Jumlah Anggota 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 10 Penurunan 9 Steady 9

Kecamatan

Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Klaten

Ibu kota kabupaten ini berada di Kota Klaten, yang terdiri atas tiga kecamatan yaitu Klaten Utara, Klaten Tengah, dan Klaten Selatan. Kota Klaten dulunya merupakan kota administratif, tetapi sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, tidak dikenal adanya kota administratif, dan Kota Administratif Klaten kembali menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Klaten.

Kabupaten Klaten terdiri dari 26 kecamatan, 10 kelurahan, dan 391 desa. Pada tahun 2022, jumlah penduduknya mencapai 1.275.850

jiwa dengan luas wilayah 658,22 km² dan sebaran penduduk 1.792 Jiwa/Km²

jiwa/km².[10][11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Klaten, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Kodepos[12]StatusDaftar
Desa/Kelurahan
33.10.04 Bayat 1857462Desa
  • Banyuripan
  • Beluk
  • Bogem
  • Dukuh
  • Gunung Gajah
  • Jambakan
  • Jarum
  • Jotangan
  • Kebon
  • Krakitan
  • Krikilan
  • Nengahan
  • Ngerangan
  • Paseban
  • Talang
  • Tawangrejo
  • Tegalrejo
  • Wiro
33.10.05 Cawas 2057463Desa
  • Balak
  • Baran
  • Barepan
  • Bawak
  • Bendungan
  • Bogor
  • Burikan
  • Cawas
  • Gombang
  • Japanan
  • Karangasem
  • Kedungampel
  • Mlese
  • Nanggulan
  • Pakisan
  • Plosowangi
  • Pogung
  • Tirtomarto
  • Tlingsing
  • Tugu
33.10.11 Ceper 1857465Desa
  • Ceper
  • Cetan
  • Dlimas
  • Jambu Kidul
  • Jambu Kulon
  • Jombor
  • Kajen
  • Klepu
  • Kujon
  • Kuncen
  • Kurung
  • Meger
  • Mlese
  • Ngawonggo
  • Pasungan
  • Pokak
  • Srebegan
  • Tegalrejo
33.10.16 Delanggu 1657471Desa
  • Banaran
  • Bowan
  • Butuhan
  • Delanggu
  • Dukuh
  • Gatak
  • Jetis
  • Karang
  • Kepanjen
  • Krecek
  • Mendak
  • Sabrang
  • Segaran
  • Sidomulyo
  • Sribit
  • Tlobong
33.10.02 Gantiwarno 1657455Desa
  • Baturan
  • Ceporan
  • Gentan
  • Gesikan
  • Jabung
  • Jogoprayan
  • Karangturi
  • Katekan
  • Kerten
  • Kragilan
  • Mlese
  • Muruh
  • Mutihan
  • Ngandong
  • Sawit
  • Towangsan
33.10.20 Jatinom 11757481Desa
  • Bandungan
  • Bengking
  • Beteng
  • Bonyokan
  • Cawan
  • Gedaren
  • Glagah
  • Jemawan
  • Kayumas
  • Krajan
  • Mranggen
  • Pandeyan
  • Puluhan
  • Randulanang
  • Socokangsi
  • Temuireng
  • Tibayan
Kelurahan
  • Jatinom
33.10.08 Jogonalan 1857452Desa
  • Bakung
  • Dompyongan
  • Gondangan
  • Granting
  • Joton
  • Karangdukuh
  • Kraguman
  • Ngering
  • Pakahan
  • Plawikan
  • Prawatan
  • Rejoso
  • Somopuro
  • Sumyang
  • Tambakan
  • Tangkisan Pos
  • Titang
  • Wonoboyo
33.10.14 Juwiring 1957472Desa
  • Bolopleret
  • Bulurejo
  • Carikan
  • Gondangsari
  • Jaten
  • Jetis
  • Juwiran
  • Juwiring
  • Kenaiban
  • Ketitang
  • Kwarasan
  • Mrisen
  • Pundungan
  • Sawahan
  • Serenan
  • Taji
  • Tanjung
  • Tlogorandu
  • Trasan
33.10.23 Kalikotes 757451Desa
  • Gemblegan
  • Jimbung
  • Jogosetran
  • Kalikotes
  • Krajan
  • Ngemplak
  • Tambongwetan
33.10.18 Karanganom 1957475Desa
  • Beku
  • Blanceran
  • Brangkal
  • Gempol
  • Gledeg
  • Jambeyan
  • Jeblog
  • Jungkare
  • Jurangjero
  • Kadirejo
  • Karangan
  • Karanganom
  • Kunden
  • Ngabeyan
  • Padas
  • Pondok
  • Soropaten
  • Tarubasan
  • Troso
33.10.13 Karangdowo 1957464Desa
  • Babadan
  • Bakungan
  • Bulusan
  • Demangan
  • Karangdowo
  • Karangjoho
  • Karangtalun
  • Karangwungu
  • Kupang
  • Munggung
  • Ngolodono
  • Pugeran
  • Ringinputih
  • Sentono
  • Soka
  • Tambak
  • Tegalampel
  • Tulas
  • Tumpukan
33.10.10 Karangnongko 1457483Desa
  • Banyuaeng
  • Blimbing
  • Demakijo
  • Gemampir
  • Gumul
  • Jagalan
  • Jetis
  • Jiwan
  • Kadilajo
  • Kanoman
  • Karangnongko
  • Logede
  • Ngemplak
  • Somokaton
33.10.07 Kebonarum 757486Desa
  • Basin
  • Gondang
  • Karangduren
  • Malangjiwan
  • Menden
  • Ngrundul
  • Pluneng
33.10.21 Kemalang 1357484Desa
  • Balerante
  • Bawukan
  • Bumiharjo
  • Dompol
  • Kemalang
  • Kendalsari
  • Keputran
  • Panggang
  • Sidorejo
  • Talun
  • Tangkil
  • Tegalmulyo
  • Tlogowatu
33.10.26 Klaten Selatan 11157421-57427Desa
  • Danguran
  • Glodogan
  • Jetis
  • Kajoran
  • Karanglo
  • Merbung
  • Ngalas
  • Nglinggi
  • Sumberejo
  • Tegalyoso
  • Trunuh
Kelurahan
  • Gayamprit
33.10.25 Klaten Tengah 6357411-57419Desa
  • Gumulan
  • Jomboran
  • Semangkak
Kelurahan
  • Bareng
  • Buntalan
  • Kabupaten
  • Klaten
  • Mojayan
  • Tonggalan
33.10.24 Klaten Utara 2657431-57438Desa
  • Belang Wetan
  • Jebugan
  • Jonggrangan
  • Karanganom
  • Ketandan
  • Sekarsuli
Kelurahan
  • Bareng Lor
  • Gergunung
33.10.09 Manisrenggo 1657485Desa
  • Barukan
  • Bendan
  • Borangan
  • Kebonalas
  • Kecemen
  • Kepurun
  • Kranggan
  • Leses
  • Nangsri
  • Ngemplak Seneng
  • Sapen
  • Solodiran
  • Sukorini
  • Tanjungsari
  • Taskombang
  • Tijayan
33.10.22 Ngawen 1357466Desa
  • Candi Rejo
  • Drono
  • Duwet
  • Gatak
  • Kahuman
  • Kwaren
  • Manjung
  • Manjungan
  • Mayungan
  • Ngawen
  • Pepe
  • Senden
  • Tempursari
33.10.12 Pedan 1457468Desa
  • Beji
  • Bendo
  • Jatimulyo
  • Jetis Wetan
  • Kalangan
  • Kaligawe
  • Keden
  • Kedungan
  • Lemahireng
  • Ngaren
  • Sobayan
  • Tambakboyo
  • Temuwangi
  • Troketon
33.10.17 Polanharjo 1857474Desa
  • Borongan
  • Glagah Wangi
  • Janti
  • Jimus
  • Kapungan
  • Karanglo
  • Kauman
  • Kebonharjo
  • Keprabon
  • Kranggan
  • Nganjat
  • Ngaran
  • Polan
  • Ponggok
  • Sidoharjo
  • Sidowayah
  • Turus
  • Wangen
33.10.01 Prambanan 1657454Desa
  • Brajan
  • Bugisan
  • Cucukan
  • Geneng
  • Joho
  • Kebondalem Kidul
  • Kebondalem Lor
  • Kemudo
  • Kokosan
  • Kotesan
  • Pereng
  • Randusari
  • Sanggrahan
  • Sengon
  • Taji
  • Tlogo
33.10.06 Trucuk 1857467Desa
  • Bero
  • Gaden
  • Jatipuro
  • Kalikebo
  • Karangpakel
  • Kradenan
  • Mandong
  • Mireng
  • Palar
  • Planggu
  • Puluhan
  • Pundungsari
  • Sabrang Lor
  • Sajen
  • Sumber
  • Trucuk
  • Wanglu
  • Wonosari
33.10.19 Tulung 1857482Desa
  • Beji
  • Bono
  • Cokro
  • Dalangan
  • Daleman
  • Gedongjetis
  • Kemiri
  • Kiringan
  • Majegan
  • Malangan
  • Mundu
  • Pomah
  • Pucang Miliran
  • Sedayu
  • Sorogaten
  • Sudimoro
  • Tulung
  • Wunut
33.10.03 Wedi 1957461Desa
  • Birit
  • Brangkal
  • Canan
  • Dengkeng
  • Gadungan
  • Jiwo Wetan
  • Kadibolo
  • Kadilanggon
  • Kaligayam
  • Kalitengah
  • Melikan
  • Pacing
  • Pandes
  • Pasung
  • Pesu
  • Sembung
  • Sukorejo
  • Tanjungan
  • Trotok
33.10.15 Wonosari 1857473Desa
  • Bener
  • Bentangan
  • Bolali
  • Boto
  • Bulan
  • Duwet
  • Gunting
  • Jelobo
  • Kingkang
  • Lumbung Kerep
  • Ngreden
  • Pandanan
  • Sekaran
  • Sidowarno
  • Sukorejo
  • Tegalgondo
  • Teloyo
  • Wadung Getas
TOTAL10391

Lambang daerah

  • Mahkota Kerajaan: Melambangkan kebesaran/keagungan cita-cita.
  • Orang Yang Bersemedi dengan Rambut Terurai, Kaki Berbentuk Pita Bertuliskan KLATEN: Orang dengan tekad yang teguh dan suci menuju cita-cita Kab Klaten.
  • Perisai Warna Kuning Emas dengan Bingkai Segi Lima Warna Putih: Menggambarkan perlindungan rakyat menuju zaman keemasan “Toto Tentrem Kerto Raharjo” dengan prinsip kebajikan, kejujuran, keadilan dan kebenaran.
  • Padi dan Kapas: Mencerminkan sandang dan pangan dari hasil pertanian dan perkebunan padi warna kuning emas jumlah 28 kapas warna putih jumlah 10
  • Tulisan Menyerupai Huruf Jawa: “Tumengo Toto Anggotro Raharjo “ artinya 0591 (1950) Hari jadi Pemerintah Kab Klaten (ditanah jawa) 28-10-1950
  • Gunungan Warna Biru Muda: Gunungan berarti pembukaan, sedangkan Warna biru muda berarti warna cerah, tenang dan tenteram, yaitu tanda pembukaan berdirinya Pemerintah Kab Klaten dan membuka keadaan baru yang tenang dan tenteram.
  • Rantai Warna Kuning Melingkar Dibatang Pada dan Kapas: Menggambarkan persatuan dan kegotong royongan rakyat.
  • Bambu Runcing dan Api: Merupakan simbul perjuangan yang berkobar dan menyala menuju cita-cita yang suci dan mulia.
  • Tugu Warna Putih: Diartikan sebagai peringatan dari perjuangan yang suci
  • Pohon Beringin Beserta Akarnya Berwarna Hijau: Simbol pengayoman dan perlindungan rakyat menuju keadaan sosial ekonomi yang merata, adil dan makmur.
  • Warna Hitam Pada Dasar Lambang: Hitam berarti kuat, tegas, kekal. Maksudnya lambang ini bersifat kuat, tegas dan kekal, baik isi maupun tujuannya.

Pariwisata

Berikut beberapa pariwisata yang terdapat di Kabupaten Klaten

Wisata alam

Kabupaten Klaten memiliki kondisi alam yang beragam, membentang dari Gunung Merapi di bagian barat hingga perbukitan yang tersebar di wilayah timur dan selatan. Keanekaragaman lanskap ini menjadikan Klaten memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata alam. Berbagai destinasi wisata alam tersedia di daerah ini, mulai dari wisata pegunungan yang menawarkan pemandangan menakjubkan, umbul atau sumber mata air alami yang jernih dan menyegarkan, hingga rawa yang kaya akan ekosistem dan keindahan alam.

Rowo Jombor di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, ketika dipandang dari Bukit Sidoguro.
  • Rowo Jombor
  • Deles Indah
  • Wisata Air Cokro
  • Wisata Air Janti
  • Menara Air Klaten
  • Umbul Ponggok
  • Wisata Air Water Gong Polanharjo
  • Kolam Renang Pluneng, Kebonarum
  • Kolam Renang Umbul Susuhan, Jatinom
  • Umbul Sigedang
  • Umbul Siblarak
  • Umbul Gedaren, Jatinom
  • Umbul Jolotundo, Jatinom
  • Umbul Manten, Polanharjo
  • Umbul Asri, Polanharjo

Wisata sejarah

  • Candi Sewu
  • Candi Plaosan
  • Candi Bubrah
  • Candi Merak

Di Jatinom, upacara tradisional Sebaran Apem Yaqowiyu diadakan setiap bulan Sapar. Di Palar, Trucuk, Klaten bersemayam pujangga dari Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bernama Ronggo Warsito. Keindahan alam dapat dinikmati di daerah Deles, sebuah tempat sejuk di lereng Gunung Merapi. Rowo Jombor tempat favorit untuk melihat waduk.[butuh rujukan] Di Kabupaten Klaten juga terdapat sebuah museum bernama Museum Gula Gondang Winangoen.[13] Lokasi museum ini di Kawasan Agro Wisata Gondang Winangun.[14]

Seseorang sedang berenang di Umbul Ponggok, Klaten

Di kecamatan Tulung sebelah timur terdapat serangkaian tempat bermunculannya mata air pegunungan yang mengalir sepanjang tahun, dan dijadikan objek wisata. Wisata yang bisa dinikmati di sana adalah wisata memancing dan pemandian air segar. Banyak tempat pemandian yang bisa dikunjungi baik yang berbayar maupun tidak berbayar, seperti Umbul Nilo (berbayar), Umbul Penganten (berbayar), Umbul Ponggok (berbayar), Umbul Cokro (berbayar) dan umbul lainnya. Namun kalau untuk wisata memancing semua harus berbayar karena dikelola oleh usaha warga. Letak pemancingan yang terkenal adalah di desa Janti. Sambil memancing pengunjung dapat juga menikmati masakan ikan nila, lele, atau mas goreng berbumbu sambal khas dengan harga sangat terjangkau. Tiap hari libur perkampungan ini sering mengalami kemacetan karena membludaknya pengunjung dari Kota Surakarta, Semarang dan Jogja.

Tradisi Grebeg Suran di Desa Dlimas, Kecamatan Ceper

Di Kecamatan Bayat, Klaten, tepatnya di kelurahan Paseban, Bayat, Klaten terdapat Makam Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran atau Sunan Tembayat yang memiliki desain arsitektur gerbang gapura Majapahit. Sunan Tembayat ini dahulu dikenal sebelum menjadi Sunan, dia adalah Bupati Semarang yang kemudian berkelana dalam hal keagamaan. Makam ini menjadi salah satu tempat wisata ziarah Para Wali. Pengunjung dapat memarkir kendaraan di areal parkir serta halaman Kelurahan yang cukup luas. Setelah mendaki sekitar 250 anak tangga, akan ditemui pelataran dan Masjid. Pemandangan dari pelataran akan tampak sangat indah di pagi hari.

Kuliner khas

Sop Ayam Pecok asli Klaten

Sebagai kota yang kaya akan sejarah kuliner lezat, klaten memiliki beberapa makanan kuliner yang akan memanjakan lidah, di antaranya:

  • Ayam Bakar Khas Klaten
  • Ayam Panggang Khas Klaten
  • Sop Ayam Pecok asli Klaten
  • Ayam Goreng Trancam
  • Nasi Tumpang Lethok
  • Soto Bebek dan Bebek Bacem
  • Garang Asem
  • Soto Kwali Klaten
  • Bubur Tumpang

Ada beberapa rumah makan legendaris di klaten yang menjaga resep kuliner secara turun-temurun, sehingga pengunjung akan mendapatkan sajian kuliner yang otentik saat kuliner di Klaten.[15]

Oleh-oleh

Oleh-oleh khas Klaten, adalah:

  • Durian Bagong
  • Jenang Ayu
  • Serambi
  • Kepelan asli Pedan (Camilan)
  • Keripik Cakar, Belut, dan Paru (Camilan)

Ekonomi

Tenun di Cawas, Klaten

Produk Klaten yang berpotensi, yaitu:

  • Sentra Industri Konveksi–Wedi
  • Karung Goni–Delanggu
  • Gerabah–Krakitan, Bayat
  • Lurik–Desa Mlese, Ds Tlingsing, Cawas
  • Kerajinan Wayang–Omah Wayang Klaten (danguran Klaten Selatan)
  • Payung Kertas–Juwiring
  • Meubel/ kerajinan kayu–Sajen
  • Handycraft–Karanganom
  • Pusat makanan Ringan(snack) -Gondangan, Jogonalan

Transportasi

Stasiun kereta api Klaten (tahun 1903-1910)

Layanan kereta api

  • Antarkota
    • Lintas selatan Jawa
      • Sancaka: Yogyakarta–Surabaya Gubeng
      • Lodaya: Bandung–Solo Balapan
      • Sri Tanjung: Lempuyangan–Surabaya Kota–Ketapang
      • Pasundan: Kiaracondong–Surabaya Gubeng
      • Kahuripan: Kiaracondong–Blitar
      • Malabar: Bandung–Malang
      • Wijayakusuma: Cilacap–Surabaya Gubeng–Ketapang
    • Lintas tengah Jawa
      • Kertanegara dan Malioboro Ekspres: Purwokerto–Malang
      • Jaka Tingkir dan Bengawan: Pasar Senen–Purwosari
      • Fajar–Senja Utama Solo dan Mataram: Pasar Senen–Solo Balapan
      • Argo Lawu, Argo Dwipangga, Manahan, dan Batavia: Gambir–Solo Balapan
      • Logawa: Purwokerto–Surabaya Gubeng–Ketapang
      • Bangunkarta: Pasar Senen–Jombang
      • Ranggajati: Cirebon–Surabaya Gubeng–Jember
      • Gaya Baru Malam Selatan dan Jayakarta: Pasar Senen–Surabaya Gubeng
      • Singasari: Pasar Senen–Blitar
    • Lintas utara Jawa
      • Sancaka Utara: Cilacap–Yogyakarta–Surabaya Pasarturi
  • Aglomerasi
    • JS Joglosemarkerto
  • Kereta api bandara
    • AS Kereta bandara BIAS
  • Komuter
    • Y Commuter Line Yogyakarta

Stasiun kereta api

  • Lintas selatan–tengah Jawa
  1. Stasiun Prambanan
  2. Stasiun Srowot
  3. Stasiun Klaten
  4. Stasiun Ceper
  5. Stasiun Delanggu

Terminal

  1. Terminal Bus Ir. Soekarno Klaten
  2. Terminal Bus Buntalan Klaten
  3. Terminal Bus Delanggu Klaten
  4. Terminal Bus Penggung Klaten
  5. Terminal Bus Cawas Klaten
  6. Terminal Bus Teloyo Klaten
  7. Terminal Bus Tulung Klaten
  8. Terminal Bus Bendogantungan Klaten

Pendidikan

Pendidikan formal TK / RA SD / MI SMP / MTs SMA / MA SMK Perguruan Tinggi Lainnya
Negeri 1 720 81 19 12 1 0
Swasta 999 138 61 19 46 7 12
Total 1000 858 142 38 58 8 12
Data sekolah di Kabupaten Klaten
Sumber: Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kabupaten Klaten 2016[16]

Tokoh terkenal

  • Teguh Slamet Rahardjo, seniman, pendiri grup lawak Srimulat.
  • Wahyu Sardono (Dono), aktor, pelawak, anggota Warkop DKI.
  • Eddy Sud, aktor, pelawak, anggota Kwartet Jaya, pengasuh acara Aneka Ria Safari.
  • Soeharto Sastrosoeyoso, dokter pribadi Soekarno.
  • Hartarto Sastrosoenarto, politisi, Menteri Perindustrian (1983-1993), ayah dari Airlangga Hartarto.
  • Younky Soewarno, musisi dan pencipta lagu Indonesia era 1980-an dan 1990-an.
  • Hidayat Nur Wahid, ketua MPR (2004-2009).
  • Warseno Slank, dalang.
  • Suhardi, ketua umum pertama Partai Gerindra (2008-2014).

Galeri

Referensi

  1. 1 2 3 "Luas Wilayah, Desa / Kalurahan, Pedukuhan, Blok Sensus Menurut Kecamatan Di Kabupaten Klaten Tahun 2014". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-22. Diakses tanggal 2016-11-22.
  2. 1 2 3 "Kabupaten Klaten Dalam Angka 2023" (pdf). BPS Klaten. hlm. 48, 122. Diakses tanggal 15 April 2023.
  3. ↑ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama di Provinsi Jawa Tengah, 2020". Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 14 April 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-13. Diakses tanggal 4 Maret 2022.
  4. ↑ "Indeks Pembangunan Manusia 2021-2022". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-01. Diakses tanggal 15 April 2023.
  5. ↑ "Geografis dan Letak Geografi". BPS Klaten. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-22. Diakses tanggal 22 November 2016.
  6. ↑ Argadia, Yosep Riva (2020). Permanawiyat, Widhi (ed.). Profil Budaya dan Bahasa Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah (PDF). Tangerang Selatan: Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 3. ISBN 978-602-8449-58-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Selintas Hasil Pembangunan Kabupaten Klaten, h. 11-15
  8. ↑ "PEROLEHAN KURSI DPRD KLATEN 2014-2019" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-01-25. Diakses tanggal 2020-05-14.
  9. ↑ Perolehan Kursi DPRD Klaten 2019-2024
  10. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  11. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  12. ↑ Kode Pos Kabupaten Klaten
  13. ↑ Disporapar Provinsi Jawa Tengah (25 Maret 2022). "Mengeksplorasi Pabrik Gula Gondang Winangoen". Visit Jawa Tengah. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  14. ↑ Nurmalasari, Titik (8 April 2025). "Profil Pabrik Gula Gondang Winangoen Lokasi Syuting Film Pabrik Gula". Tempo.co. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
  15. ↑ Watson, Sony (2023-06-25). "10 Surga Kuliner Klaten yang Wajib Dikunjungi, No.7 Bikin Ketagihan!" (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-18. Diakses tanggal 2023-08-27.
  16. ↑ ["Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kabupaten Klaten". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-27. Diakses tanggal 2016-10-28.

Pranala luar

  • Situs resmi
  • BPS Kab Klaten
  • l
  • b
  • s
Klaten, Jawa Tengah
  • Pusat pemerintahan: Klaten
  • Bupati: Hamenang Wajar Ismoyo
  • Wakil Bupati: Lowong
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kecamatan
  • Bayat
  • Cawas
  • Ceper
  • Delanggu
  • Gantiwarno
  • Jatinom
  • Jogonalan
  • Juwiring
  • Kalikotes
  • Karanganom
  • Karangdowo
  • Karangnongko
  • Kebonarum
  • Kemalang
  • Klaten Selatan
  • Klaten Tengah
  • Klaten Utara
  • Manisrenggo
  • Ngawen
  • Pedan
  • Polanharjo
  • Prambanan
  • Trucuk
  • Tulung
  • Wedi
  • Wonosari
Lambang Kabupaten Klaten
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Klaten
  • l
  • b
  • s
Solo Raya
  • Boyolali
  • Karanganyar
  • Klaten
  • Sragen
  • Sukoharjo
  • Surakarta
  • Wonogiri
  • l
  • b
  • s
Jawa Tengah, Indonesia
  • Pusat pemerintahan: Semarang
  • Gubernur: Ahmad Luthfi
  • Wakil Gubernur: Taj Yasin Maimoen
Kabupaten
  • Banjarnegara
  • Banyumas
  • Batang
  • Blora
  • Boyolali
  • Brebes
  • Cilacap
  • Demak
  • Grobogan
  • Jepara
  • Karanganyar
  • Kebumen
  • Kendal
  • Klaten
  • Kudus
  • Magelang
  • Pati
  • Pekalongan
  • Pemalang
  • Purbalingga
  • Purworejo
  • Rembang
  • Semarang
  • Sragen
  • Sukoharjo
  • Tegal
  • Temanggung
  • Wonogiri
  • Wonosobo
Lambang Jawa Tengah
Kota
  • Magelang
  • Pekalongan
  • Salatiga
  • Semarang
  • Surakarta
  • Tegal
Topik
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kepala daerah
  • Indeks pembangunan manusia
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Geografis
  • MusicBrainz area
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Geografi
  2. Topografi
  3. Geologi
  4. Batas Wilayah
  5. Sejarah
  6. Asal nama
  7. Hari jadi
  8. Perubahan luas daerah
  9. Kelurahan
  10. Pemerintahan
  11. Daftar Bupati
  12. Dewan Perwakilan
  13. Kecamatan
  14. Lambang daerah
  15. Pariwisata
  16. Wisata alam

Artikel Terkait

Daftar kabupaten dan kota di Jawa Tengah

artikel daftar Wikimedia

Jawa Tengah

provinsi di Pulau Jawa, Indonesia

Daftar kabupaten dan kota di Jawa Timur

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026