Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Museum Kebudayaan Wolio

Museum Kebudayaan Wolio atau Pusat Kebudayaan Wolio adalah sebuah museum yang dibangun di Benteng Kerajaan Buton, 3 KM dari pusat kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Kegunaan benteng saat itu adalah merupakan basis pertahanan dari serangan bajak laut serta penjajahan Belanda yang dibangun pada abad ke-16 oleh masyarakat Buton.

museum di Indonesia
Diperbarui 18 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Museum Kebudayaan in Baubau Sulawesi TenggaraTemplat:SHORTDESC:Museum Kebudayaan in Baubau Sulawesi Tenggara
Museum Kebudayaan Wolio
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 5°27′29.98753″S 122°36′11.49980″E / 5.4583298694°S 122.6031943889°E / -5.4583298694; 122.6031943889Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 5°27′29.98753″S 122°36′11.49980″E / 5.4583298694°S 122.6031943889°E / -5.4583298694; 122.6031943889Lihat peta diperkecil
Didirikan1980
LokasiBaubau Sulawesi Tenggara
JenisMuseum Kebudayaan


Museum Kebudayaan Wolio atau Pusat Kebudayaan Wolio adalah sebuah museum yang dibangun di Benteng Kerajaan Buton, 3 KM dari pusat kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Kegunaan benteng saat itu adalah merupakan basis pertahanan dari serangan bajak laut serta penjajahan Belanda yang dibangun pada abad ke-16 oleh masyarakat Buton.[1]

Benteng ini terbuat dari bahan alami batu gunung yang disusun rapi memakai kapur sebagai perekat serta mempunyai 12 pintu masuk dan keluar dengan nama masing- masing. Di dalam benteng sendiri terdapat beberapa peninggalan sejarah berupa Mesjid Agung Keraton dan Tiang bendera setinggi 50 M yang juga dibangun sekitar abad 16.[2]

Jadwal museum ini hanya dibuka pada waktu tertentu dan para pengunjung diharapkan memberi tahu pihak pengurus museum terlebih dahulu.

Sejarah.

Pada tahun 1980, bekas istana Kesultanan Buton digagas dan diubah menjadi pusat kebudayaan atau museum khusus tentang suku Wolio. Gagasan ini diberikan oleh La Ode Manarfa Kaimuddin Khalifatul Khamis yang merupakan putra dari Sultan Buton ke-38.[3] Tujuan utama museum ini adalah sebagai tempat untuk menyimpan, merawat, melestarikan dan memamerkan benda-benda peninggalan sultan serta para kerabatnya.

Museum ini berdiri di lahan seluas 1,5 ha dengan bangunan berupa rumah panggung sepanjang 15 x 25 yang mempunyai dua lantai dan masih dikelola oleh keluarga keturunan Sultan Buton ke-38.

Koleksi.

Isi koleksi museum ini merupakan benda-benda peninggalan Sultan Buton ke-38 yang terdiri dari:

  • Alat upacara: tempolong, altar, vas bunga.
  • Senjata (alat perang): tombak, meriam, topi perang.
  • Alat kesenian.
  • Alat rumah tangga.
  • Foto-foto.
  • Keramik.

Tata pameran.

Rumah museum ini terbagi dua lantai yang di mana setiap lantainya memamerkan objek yang berbeda, seperti:

  • Lantai satu menampilkan koleksi berupa kursi tamu, foto-foto sejarah kesultanan, alat upacara, guci, vas bunga, tempolong, topi perang, alat rumah tangga dan lainnya.
  • Lantai dua memamerkan koleksi senjata (meriam ukuran kecil, tombak), alat upacara pernikahan (tempat kembar mayang), alat kesenian (gong, rebana).

Referensi

  1. ↑ Indonesia. Direktorat Permuseuman. (1994). Direktori museum-museum di Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Permuseuman. OCLC 38139902.
  2. ↑ Direktori Museum Indonesia. Jakarta: Seketariat Direktorat Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2012.
  3. ↑ Album Budaya: Direktori Museum Indonesia (PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan. 2012. hlm. 573. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • video
  • l
  • b
  • s
Museum di Indonesia
Jawa
Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Affandi
  • Dewantara
  • Gempa Sarwidi
  • Merapi
  • Keraton
    • Wahanarata
  • Monumen Yogya Kembali
  • P Diponegoro
  • Soeharto
  • Sonobudoyo
  • UGM
  • Ullen Sentalu
  • Wayang
DKI Jakarta
  • Bahari
  • Basoeki Abdullah
  • Energi Baru
  • Fatahillah
  • Hoesni Thamrin
  • Nasional Indonesia
  • Prangko
  • Proklamasi
  • Satria Mandala
  • Seni Rupa
  • Sumpah Pemuda
  • Wayang
Banten
  • Situs Kepurbakalaan Banten Lama
Jawa Barat
  • Gedung Sate
  • Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti
  • Konferensi Asia Afrika
  • Pos
  • Pusaka Keraton Kasepuhan
  • Zoologi Bogor
Jawa Tengah
  • Batik Danar Hadi
  • Jawa Tengah Ranggawarsita
  • Kereta Api Ambarawa
  • Palagan Ambarawa
  • Radyapustaka
Jawa Timur
  • Brawijaya
  • Mpu Tantular
  • Satwa
  • Sunan Giri
  • Trowulan
  • Trinil
Sumatra
Aceh
  • Pedir
  • Samudra Pasai
  • Tsunami Aceh
  • Cut Nyak Dien
Bengkulu
  • Bengkulu
Jambi
  • Gentala Arasy
  • Perjuangan Rakyat Jambi
  • Siginjei
Kepulauan Riau
  • Bahari Bintan
  • Raja Ali Haji
Lampung
  • Lampung
Riau
  • S.Syarif Kasim
Sumatera Barat
  • Imam Bonjol
Sumatera Selatan
  • Sriwijaya
Sumatera Utara
  • Deli Serdang
Kepulauan Nusa Tenggara
Bali
  • Bung Karno
  • Lukis Klasik
  • Njana Tilem
  • Prasejarah Gilimanuk
  • Pendet
Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
  • Nusa Tenggara Timur
  • Budaya Sumba
Kalimantan
Kalimantan Barat
  • Kalimantan Barat
  • Kapuas Raya
Kalimantan Selatan
  • Lambung Mangkurat
  • Sampai Ka Puting
Kalimantan Tengah
  • Kayu Sampit
Kalimantan Timur
  • Mulawarman
Kalimantan Utara
  • Kesultanan Bulungan
Sulawesi
Gorontalo
  • Popa Eyato
  • Purbakala
Sulawesi Barat
  • Mamuju
  • Mandar
Sulawesi Selatan
  • Batara Guru
  • Kupu-Kupu Bantimurung
  • La Pawawoi
  • Ne' Gandeng
  • Pong Tiku
  • Simettengpola
Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
  • Bharugano Wuna
  • Sulawesi Tenggara
  • Wolio
Sulawesi Utara
  • Anti Narkoba
  • Sulawesi Utara
  • Perjuangan
Kepulauan Maluku
Maluku
  • Siwalima
Maluku Utara
  • Sultan Ternate
  • Sonyine Malige
Papua
Papua
  • Asmat
  • Noken
  • Papua
  • UNCEN
Papua Barat
  • Mansinam
Ikon rintisan

Artikel bertopik museum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah.
  2. Koleksi.
  3. Tata pameran.
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Museum Nasional Indonesia

museum di Indonesia

Daftar museum di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar museum di Provinsi DKI Jakarta

Pusat sekitar Monumen Nasional, dan Taman Mini Indonesia Indah. Museum-museum di Jakarta, dan di Indonesia pada umumnya, masih kurang mendapat perhatian

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026