Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Rumah Budaya Sumba

Rumah Budaya Sumba adalah museum khusus yang digunakan untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Sumba. Fungsi Rumah Budaya Sumba adalah sebagai museum sekaligus tempat wisata, penelitian, dan pertemuan, serta pusat pembelajaran kebudayaan Sumba. Rumah Budaya Sumba mengoleksi berbagai macam peninggalan kelompok etnik daerah Sumba yang berasal dari masa prasejarah hingga masa kini. Koleksi-koleksi ini merupakan sumbangan koleksi pribadi Pater Robert Ramone dan sumbangan dari setiap rumah adat Sumba. Rumah Budaya Sumba terletak di Jalan Rumah Budaya Nomor 212, Kalembu Nga’banga Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jarak tempuh ke museum mencapai 6,5 kilometer melalui Bandar Udara Tambolaka dan mencapai 9 kilometer melalui Pelabuhan Waikelo. Rumah Budaya Sumba dibangun pada Maret 2010 atas prakarsa Pater Robert Ramone dengan bantuan dan dari Yayasan Tirta Utomo. Peresmian Rumah Budaya Sumba dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2011.

museum di Indonesia
Diperbarui 9 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rumah Budaya Sumba
Infotaula de geografia políticaRumah Budaya Sumba
museum Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 9°25′59.19236″S 119°12′53.18528″E / 9.4331089889°S 119.2147736889°E / -9.4331089889; 119.2147736889 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaNusa Tenggara Timur Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Sejarah
PembuatanMaret 2010 Suntingan nilai di Wikidata
Peresmian22 Oktober 2011 Suntingan nilai di Wikidata

Rumah Budaya Sumba adalah museum khusus yang digunakan untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Sumba. Fungsi Rumah Budaya Sumba adalah sebagai museum sekaligus tempat wisata, penelitian, dan pertemuan, serta pusat pembelajaran kebudayaan Sumba. Rumah Budaya Sumba mengoleksi berbagai macam peninggalan kelompok etnik daerah Sumba yang berasal dari masa prasejarah hingga masa kini. Koleksi-koleksi ini merupakan sumbangan koleksi pribadi Pater Robert Ramone dan sumbangan dari setiap rumah adat Sumba. Rumah Budaya Sumba terletak di Jalan Rumah Budaya Nomor 212,[1] Kalembu Nga’banga Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jarak tempuh ke museum mencapai 6,5 kilometer melalui Bandar Udara Tambolaka dan mencapai 9 kilometer melalui Pelabuhan Waikelo. Rumah Budaya Sumba dibangun pada Maret 2010 atas prakarsa Pater Robert Ramone dengan bantuan dan dari Yayasan Tirta Utomo. Peresmian Rumah Budaya Sumba dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2011.[2]

Pendiri

Rumah Budaya Sumba berlokasi di Pulau Sumba, tepatnya di Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.[3] Rumah Budaya Sumba dibuka pada tanggal 22 Oktober 2011 bersamaan dengan pembukaan Lembaga Studi dan Pelestarian Budaya Sumba. Rumah budaya ini didirikan atas upaya dan prakarsa dari Pater Robert Ramone yang bekerja sebagai seorang pastor dari CSsR (Conggregatio Sanctisimi Redemptoris). Pater Robert Ramone telah dikenal oleh masyarakat Sumba sebagai pastor dan sekaligus sebagai pengumpul dokumentasi budaya Sumba. Selama menjelajah Pulau Sumba, ia membuat berbagai dokumen pengamatan langsung dengan menggunakan kamera. Ia berhasil mengumpulkan berbagai foto dokumentasi yang berhubungan dengan budaya Sumba. Pendirian Rumah Budaya Sumba telah diupayakan oleh Ramone sejak tahun 2004 dan akhirnya dapat dilaksanakan pada tahun 2010. Rumah budaya ini berhasil dibangun dengan bantuan keuangan dari berbagai pihak. Pendirian Rumah Budaya Sumba didasari pada kekuatan fisik, kekuatan pemikiran, dan juga kekuatan penghayatan dari orang-orang yang peduli terhadap budaya Sumba.[4]

Koleksi

Rumah Budaya Sumba mengoleksi benda-benda bersejarah yang dikumpulkan oleh Pater Robert Ramone.[3] Di dalam galeri terdapat beragam peninggalan tradisi Sumba. Beberapa di antaranya adalah totem, menhir, perhiasan, peralatan dapur, dan juga foto-foto karya Pater Robert Ramone.[4]

Desain

Rumah Budaya Sumba dibangun di atas lahan seluas tiga hektar. Pembangunannya terbagi menjadi dua gedung kembar yang berbentuk rumah adat Sumba. Gedung yang berada di sebelah kiri digunakan sebagai kantor dan tempat tinggal. Sedangkan gedung yang berada di sebelah kanan dijadikan galeri dan toko cenderamata. Bagian tengah antara kedua gedung merupakan area pelataran yang dijadikan sebagai panggung untuk pementasan seni dan budaya. Pada lantai pelataran terdapat inisial huruf C yang merupakan singkatan dari ‘cor’ yang dalam Bahasa Indonesi berarti hati. Dalam tradisi Sumba, pada peletakan huruf C di pohon merupakan pertanda sahnya suat kampung. Huruf C itu juga diartikan sebaga center atau culture yang dimaknai sebagai pusat budaya.[4]

Rumah Budaya Sumba memiliki museum dengan ruangan yang tidak bersekat. Museum ini menerapkan gaya arsitektur rumah adat Sumba. Ciri khas dari rumah adat Sumba adalah atap tinggi yang dinamakan menara dan ditopang oleh empat buah pilar di bawahnya. Di setiap pilar terdapat ukiran berupa lambang, sedangkan ketinggian atap melambangkan tingkat kekayaan pemilik rumah.[3]

Kegunaan

Rumah Budaya Sumba berperan sebagai museum sekaligus pusat penelitian budaya Sumba. Lokasinya juga kadang dijadikan sebagai tempat pementasan seni, bincang budaya, dan toko penjualan beragam cenderamata khas Pulau Sumba.[4]

Referensi

  1. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Loura". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2025-06-01.
  2. ↑ Rusmiyati; et al. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 288. ISBN 978-979-8250-67-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 ditpcbm (2015-11-30). "Berkunjung ke Museum Sumba". Direktorat Pelindungan Kebudayaan. Diakses tanggal 2020-06-21.
  4. 1 2 3 4 "Indahnya Indonesiaku | Nusa Tenggara Timur". aoktox.it.student.pens.ac.id. Diakses tanggal 2020-06-21.
  • l
  • b
  • s
Museum di Indonesia
Jawa
Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Affandi
  • Dewantara
  • Gempa Sarwidi
  • Merapi
  • Keraton
    • Wahanarata
  • Monumen Yogya Kembali
  • P Diponegoro
  • Soeharto
  • Sonobudoyo
  • UGM
  • Ullen Sentalu
  • Wayang
DKI Jakarta
  • Bahari
  • Basoeki Abdullah
  • Energi Baru
  • Fatahillah
  • Hoesni Thamrin
  • Nasional Indonesia
  • Prangko
  • Proklamasi
  • Satria Mandala
  • Seni Rupa
  • Sumpah Pemuda
  • Wayang
Banten
  • Situs Kepurbakalaan Banten Lama
Jawa Barat
  • Gedung Sate
  • Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti
  • Konferensi Asia Afrika
  • Pos
  • Pusaka Keraton Kasepuhan
  • Zoologi Bogor
Jawa Tengah
  • Batik Danar Hadi
  • Jawa Tengah Ranggawarsita
  • Kereta Api Ambarawa
  • Palagan Ambarawa
  • Radyapustaka
Jawa Timur
  • Brawijaya
  • Mpu Tantular
  • Satwa
  • Sunan Giri
  • Trowulan
  • Trinil
Sumatra
Aceh
  • Pedir
  • Samudra Pasai
  • Tsunami Aceh
  • Cut Nyak Dien
Bengkulu
  • Bengkulu
Jambi
  • Gentala Arasy
  • Perjuangan Rakyat Jambi
  • Siginjei
Kepulauan Riau
  • Bahari Bintan
  • Raja Ali Haji
Lampung
  • Lampung
Riau
  • S.Syarif Kasim
Sumatera Barat
  • Imam Bonjol
Sumatera Selatan
  • Sriwijaya
Sumatera Utara
  • Deli Serdang
Kepulauan Nusa Tenggara
Bali
  • Bung Karno
  • Lukis Klasik
  • Njana Tilem
  • Prasejarah Gilimanuk
  • Pendet
Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
  • Nusa Tenggara Timur
  • Budaya Sumba
Kalimantan
Kalimantan Barat
  • Kalimantan Barat
  • Kapuas Raya
Kalimantan Selatan
  • Lambung Mangkurat
  • Sampai Ka Puting
Kalimantan Tengah
  • Kayu Sampit
Kalimantan Timur
  • Mulawarman
Kalimantan Utara
  • Kesultanan Bulungan
Sulawesi
Gorontalo
  • Popa Eyato
  • Purbakala
Sulawesi Barat
  • Mamuju
  • Mandar
Sulawesi Selatan
  • Batara Guru
  • Kupu-Kupu Bantimurung
  • La Pawawoi
  • Ne' Gandeng
  • Pong Tiku
  • Simettengpola
Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
  • Bharugano Wuna
  • Sulawesi Tenggara
  • Wolio
Sulawesi Utara
  • Anti Narkoba
  • Sulawesi Utara
  • Perjuangan
Kepulauan Maluku
Maluku
  • Siwalima
Maluku Utara
  • Sultan Ternate
  • Sonyine Malige
Papua
Papua
  • Asmat
  • Noken
  • Papua
  • UNCEN
Papua Barat
  • Mansinam

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pendiri
  2. Koleksi
  3. Desain
  4. Kegunaan
  5. Referensi

Artikel Terkait

Museum Nasional Indonesia

museum di Indonesia

Daftar museum di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar museum di Provinsi DKI Jakarta

Pusat sekitar Monumen Nasional, dan Taman Mini Indonesia Indah. Museum-museum di Jakarta, dan di Indonesia pada umumnya, masih kurang mendapat perhatian

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026