Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Lokomotif B51

Lokomotif B 51 adalah lokomotif uap buatan pabrik Hanomag dan Hartmann di Jerman serta Werkspoor N.V., Belanda. Lokomotif dengan notasi Whyte 4-4-0 ini dioperasikan oleh Staatsspoorwegen di Jawa untuk angkutan penumpang. Saat ini tersisa lokomotif B 51 12 di Museum Kereta Api Ambarawa.

salah satu lokomotif uap di Indonesia
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lokomotif B51
B51
Lokomotif B 51 12 di Museum Kereta Api Ambarawa
Jenis dan asal
Sumber tenagaUap
ProdusenHanomag dan Hartmann, Jerman
Werkspoor N.V., Belanda
Jumlah diproduksi44 unit
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte4-4-0
 • AAR2-B
 • UIC2B
Lebar sepur1.067 mm
Jenis bahan bakarKayu jati
Performansi
Daya mesin415 hp
Karier
LokalJawa dan Sumatera Selatan
Mulai dinas1900-1910
Pemilik sekarangPT Kereta Api Indonesia

Lokomotif B 51 adalah lokomotif uap buatan pabrik Hanomag dan Hartmann di Jerman serta Werkspoor N.V., Belanda. Lokomotif dengan notasi Whyte 4-4-0 ini dioperasikan oleh Staatsspoorwegen di Jawa untuk angkutan penumpang. Saat ini tersisa lokomotif B 51 12 di Museum Kereta Api Ambarawa.

Sejarah

Lokomotif B 51 adalah contoh lokomotif dengan dua silinder compound. Silinder ini lebih efisien karena uap dari silinder tekanan tinggi disalurkan menuju silinder tekanan rendah, baru dikeluarkan ke cerobong. Meskipun demikian, perawatan pada lokomotif ini sangat rumit. Lokomotif ini tidak lagi diproduksi sejak ditemukannya superheater. Lokomotif dua silinder compound dapat sanggup melaju hingga lebih dari 60 km/jam tetapi tetap memberikan kestabilan.[1]

Lokomotif B 51 ini diimpor dari pabrik Hanomag dan Hartmann di Jerman serta Werkspoor, Belanda. Lokomotif ini berbahan bakar kayu jati, berdaya 415 hp, massa 32 ton, dan sanggup melaju hingga 75 km/jam. Pengimporan dilakukan tahun 1900-1910. Lokomotif B 51 didinaskan untuk kereta lokal rute Tanah Abang-Rangkasbitung–Merak, rute Kertosono–Madiun–Blitar, dan rute Babat-Jombang.

Lima unit lokomotif B 51 pernah dimutasi ke Sumatera Selatan untuk memenuhi kebutuhan angkutan penumpang di sana. Krisis ekonomi yang melanda tahun 1929–1934 mengakibatkan lokomotif Staatsspoorwegen terpaksa disimpan, tetapi selama disimpan, B 51 masih bertahan karena dirawat dengan baik. Satu unit B 51 lagi dimutasi dari Jawa ke Sumatera Barat untuk melayani rute Muaro-Pekanbaru untuk angkutan batu bara hingga ditutup September 1945.

Saat ini tersisa B 51 12 yang beroperasi di Museum Kereta Api Ambarawa (buatan Hanomag). Sebelumnya, B 51 12 adalah lokomotif langsiran Stasiun Bojonegoro.

Galeri

  • Lokomotif B5112 saat menjadi pajangan statis di Museum Kereta Api Ambarawa; sebelum dioperasikan untuk KA wisata, 2008
    Lokomotif B5112 saat menjadi pajangan statis di Museum Kereta Api Ambarawa; sebelum dioperasikan untuk KA wisata, 2008
  • Lokomotif B5112 saat menjadi pajangan statis di Museum Kereta Api Ambarawa; sebelum dioperasikan untuk KA wisata, 2005
    Lokomotif B5112 saat menjadi pajangan statis di Museum Kereta Api Ambarawa; sebelum dioperasikan untuk KA wisata, 2005

Referensi

  1. ↑ Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 54. ISBN 978-602-0818-55-9.
  • l
  • b
  • s
Susunan roda lokomotif uap
Mesin tunggal
  • 0-2-2
  • 0-2-4
  • 2-2-0
  • 2-2-2
  • 2-2-4
  • 4-2-0
  • 4-2-2
  • 4-2-4
  • 6-2-0
  • 0-3-0 (monorel)
  • 0-4-0
  • 0-4-0+4
  • 0-4-2
  • 0-4-4
  • 0-4-6
  • 2-4-0
  • 2-4-2
  • 2-4-4
  • 2-4-6
  • 4-4-0
  • 4-4-2
  • 4-4-4
  • 4-4-6
  • 0-6-0
  • 0-6-2
  • 0-6-4
  • 0-6-6
  • 2-6-0
  • 2-6-2
  • 2-6-4
  • 2-6-6
  • 4-6-0
  • 4-6-2
  • 4-6-4
  • 0-8-0
  • 0-8-2
  • 0-8-4
  • 2-8-0
  • 2-8-2
  • 2-8-4
  • 2-8-6
  • 4-8-0
  • 4-8-2
  • 4-8-4
  • 4-8-6
  • 6-8-6
  • 0-10-0
  • 0-10-2
  • 2-10-0
  • 2-10-2
  • 2-10-4
  • 4-10-0
  • 4-10-2
  • 0-12-0
  • 2-12-0
  • 2-12-2
  • 2-12-4
  • 4-12-2
  • 4-14-4
Lokomotif penggerak terbagi
dan Dupleks
  • 0-2-2-0
  • 2-2-2-0
  • 2-2-2-2
  • 2-2-4-0
  • 4-2-2-0
  • 2-4-6-2
  • 4-4-4-4
  • 6-4-4-6
  • 4-4-6-4
  • 4-6-4-4
Lokomotif berartikulasi
Fairlie, Meyer dan Garratt
  • 0-4-0+0-4-0
  • 2-4-0+0-4-2
  • 2-4-2+2-4-2
  • 4-4-2+2-4-4
  • 0-6-0+0-6-0
  • 0-6-2+2-6-0
  • 2-6-0+0-6-2
  • 2-6-2+2-6-2
  • 4-6-0+0-6-4
  • 4-6-2+2-6-4
  • 4-6-4+4-6-4
  • 2-8-0+0-8-2
  • 2-8-2+2-8-2
  • 4-8-0+0-8-4
  • 4-8-2+2-8-4
  • 4-8-4+4-8-4
Lokomotif berartikulasi
Mallet
(termasuk tripleks)
  • 0-4-4-0
  • 0-4-4-2
  • 2-4-4-0
  • 2-4-4-2
  • 0-6-6-0
  • 2-6-6-0
  • 2-6-6-2
  • 2-6-6-4
  • 2-6-6-6
  • 2-6-8-0
  • 4-4-6-2
  • 4-6-6-2
  • 4-6-6-4
  • 0-8-6-0
  • 0-8-8-0
  • 2-8-8-0
  • 2-8-8-2
  • 2-8-8-4
  • 4-8-8-2
  • 4-8-8-4
  • 2-10-10-2
  • 2-8-8-8-2
  • 2-8-8-8-4
  • 2-8-8-8-8-2
  • 2-8-8-8-8-8-2
  • 2-10-10-10-10-10-2
Lokomotif berartikulasi
Engerth
  • 0-4-4
  • 0-4-6
  • 2-6-2
  • 0-6-4
  • 0-6-4-0
  • 0-8-4
  • 0-8-6
Lokomotif bergigi
  • Shay
  • Climax
  • Heisler
  • Willamette
  • Notasi lainnya: AAR
  • Swiss
  • UIC
  • l
  • b
  • s
Daftar lokomotif di Indonesia
Uap
  • B
    • 10
    • 11
    • 12
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 19
    • 20
    • 21
    • 22
    • 23
    • 24
    • 25
    • 26
    • 27
    • 50
    • 51
    • 52
    • 53
  • BB
    • 7
    • 8
    • 10
  • C
    • 7
    • 10
    • 11
    • 12
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 19
    • 20
    • 21
    • 22
    • 23
    • 24
    • 25
    • 26
    • 27
    • 28
    • 29
    • 30
    • 31
    • 32
    • 33
    • 50
    • 51
    • 52
    • 53
    • 54
  • CC
    • 10
    • 50
  • D
    • 10
    • 11
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 50
    • 51
    • 52
  • DD
    • 50
    • 51
    • 52
  • E10
  • F10
  • DSM
    • 22
    • 28
    • 38
    • 48
    • 55
  • NIS
    • 1–2
    • 151–160
    • 107
  • SS 200T/300T
  • TC10
  • TD10
Diesel
Elektrik
  • A20001 Gajah Mada
  • B200 (Moyse)
  • BB
    • 200
    • 201
    • 202
    • 203
    • 204
  • Bima Kunting II–III
  • CC
    • 200
    • 201
    • 202
    • 203
    • 204
    • 205
    • 206
    • 207
Hidrolik
  • B
    • B301
  • C
    • 300
    • 301
  • D
    • 300
    • 301
  • BB
    • 300
    • 301
    • 302
    • 303
    • 304
    • 305
    • 306
  • CC
    • 300
  • Kebo Kuning
  • DD5512
Mekanik
  • Bima Kunting I
  • Pelita 1
Listrik
  • ESS
    • 3000
    • 3100
    • 3200
    • 3300
    • 4000
Hibrida
MMT-M-270-BDE

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Galeri
  3. Referensi

Artikel Terkait

Lokomotif uap

lokomotif dengan propulsi mesin uap

Lokomotif

sarana perkeretaapian berpenggerak

Lokomotif Uap Silukah

memiliki media mengenai Lokomotif Uap Silukah. Lokomotif Uap Silukah adalah lokomotif kereta api uap peninggalan masa pendudukan Jepang di Jorong Silukah Kenagarian

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026