Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Lokomotif C53

Lokomotif C53 adalah lokomotif uap yang diproduksi oleh pabrik Werkspoor, Belanda. C 53 memiliki panjang 20.792mm, daya mesin 1.200 hp, berat 109,19 ton, dan kecepatan maksimum 90 km/jam. Awalnya, C53 merupakan lokomotif yang bernomor seri SS 1001-1020. Seri ini dikenal sebagai lokomotif yang sukses, sekaligus juga dikenal sebagai lokomotif yang bermasalah dalam pengoperasiannya.

salah satu lokomotif uap di Indonesia
Diperbarui 15 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lokomotif C53
Lokomotif C53
Lokomotif C5317 di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Jenis dan asal
Sumber tenagaUap
ProdusenWerkspoor, N.V., Belanda
Nomor seriSS 1000/DKA C53
Tanggal produksi1917-1922
Jumlah diproduksi20 unit
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte4-6-2
 • AAR2-C-1
Lebar sepur1067 mm
Panjang20.792 mm
Lebar2.800 mm
Tinggi3.700 mm
Berat kosong78,2 ton
Berat siap106,9 ton
Berat lok66,3 ton
Berat tender42,6 ton
Performansi
Daya mesin1.200 hp
Karier
LokalPulau Jawa
Mulai dinas1918
Pemilik sekarangPT Kereta Api Indonesia

Lokomotif C53 adalah lokomotif uap yang diproduksi oleh pabrik Werkspoor, Belanda. C 53 memiliki panjang 20.792mm, daya mesin 1.200 hp, berat 109,19 ton, dan kecepatan maksimum 90 km/jam. Awalnya, C53 merupakan lokomotif yang bernomor seri SS 1001-1020.[1] Seri ini dikenal sebagai lokomotif yang sukses, sekaligus juga dikenal sebagai lokomotif yang bermasalah dalam pengoperasiannya.[2]

Sejarah Pengoperasian

SS 1020 (C5320) pada masa Staatsspoorwegen.

C53 diimpor dari pabrik Werkspoor, Belanda, pada tahun 1918-1922 sebanyak 20 unit. C53 berpengalaman menarik kereta-kereta ekspres, seperti Eendaagsche Express dan Nacht Express. Kereta api Eendaagsche Express diluncurkan pada tanggal 1 November 1929, sedangkan Nacht Express diluncurkan pada tanggal 1 November 1936. Waktu tempuh kereta api Eendaagsche Express saat diluncurkan adalah 13 jam 30 menit, kemudian dipersingkat menjadi 11 jam 27 menit pada tahun 1939.[3][4]

Werkspoor memproduksi lokomotif C53 dalam rangka memperkuat armada SS berupa lokomotif dengan empat silinder compound. Saat masa-masa awal pengujian, ditemukan masalah-masalah yang menghambat performa lokomotif ini. Hal ini disebabkan karena Werkspoor yang belum berpengalaman dalam memproduksi lokomotif dengan empat silinder compound. Sepuluh tahun setelah diimpor, SS kemudian memasangkan smoke deflector kepada unit-unit lokomotif ini untuk menciptakan arus udara yang mengangkat asap keluar dari cerobong sehingga tidak menempel pada bodi lokomotif dan mengganggu pandangan masinis.[4]

Lokomotif dengan empat silinder compound ini diharapkan dapat memberikan kestabilan ketika berlari dengan kecepatan tinggi. Namun secara teknis, kinerja C53 kurang memuaskan. Lokomotif ini akan berguncang jika dipacu dengan kecepatan 90 km/jam. Pada tahun 1931, lokomotif ini berguncang keras setelah dipacu dengan kecepatan 100 km/jam. Meskipun biaya perawatan dan operasional yang tinggi, SS tetap mempertahankan lokomotif ini sebagai lokomotif penarik kereta-kereta ekspres.[4]

Pada era 1970-an, C53 yang sebagian besar berada di Depo Lokomotif Sidotopo hanya digunakan untuk dinasan kereta-kereta lokal saja. Kini, hanya ada satu C53 yang tersisa, yaitu C5317 yang dipajang di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).[4]

Galeri

  • Foto brosur SS 1000 saat di pabrik Werkspoor, Belanda.

Referensi

  1. ↑ Steam Locomotive Roster
  2. ↑ Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 88. ISBN 978-602-0818-55-9.
  3. ↑ Info Kereta Api: C28 dan C53, Loko Uap Tercepat di Indonesia
  4. 1 2 3 4 Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur, PT KAI: Lokomotif C53
  • l
  • b
  • s
Susunan roda lokomotif uap
Mesin tunggal
  • 0-2-2
  • 0-2-4
  • 2-2-0
  • 2-2-2
  • 2-2-4
  • 4-2-0
  • 4-2-2
  • 4-2-4
  • 6-2-0
  • 0-3-0 (monorel)
  • 0-4-0
  • 0-4-0+4
  • 0-4-2
  • 0-4-4
  • 0-4-6
  • 2-4-0
  • 2-4-2
  • 2-4-4
  • 2-4-6
  • 4-4-0
  • 4-4-2
  • 4-4-4
  • 4-4-6
  • 0-6-0
  • 0-6-2
  • 0-6-4
  • 0-6-6
  • 2-6-0
  • 2-6-2
  • 2-6-4
  • 2-6-6
  • 4-6-0
  • 4-6-2
  • 4-6-4
  • 0-8-0
  • 0-8-2
  • 0-8-4
  • 2-8-0
  • 2-8-2
  • 2-8-4
  • 2-8-6
  • 4-8-0
  • 4-8-2
  • 4-8-4
  • 4-8-6
  • 6-8-6
  • 0-10-0
  • 0-10-2
  • 2-10-0
  • 2-10-2
  • 2-10-4
  • 4-10-0
  • 4-10-2
  • 0-12-0
  • 2-12-0
  • 2-12-2
  • 2-12-4
  • 4-12-2
  • 4-14-4
Lokomotif penggerak terbagi
dan Dupleks
  • 0-2-2-0
  • 2-2-2-0
  • 2-2-2-2
  • 2-2-4-0
  • 4-2-2-0
  • 2-4-6-2
  • 4-4-4-4
  • 6-4-4-6
  • 4-4-6-4
  • 4-6-4-4
Lokomotif berartikulasi
Fairlie, Meyer dan Garratt
  • 0-4-0+0-4-0
  • 2-4-0+0-4-2
  • 2-4-2+2-4-2
  • 4-4-2+2-4-4
  • 0-6-0+0-6-0
  • 0-6-2+2-6-0
  • 2-6-0+0-6-2
  • 2-6-2+2-6-2
  • 4-6-0+0-6-4
  • 4-6-2+2-6-4
  • 4-6-4+4-6-4
  • 2-8-0+0-8-2
  • 2-8-2+2-8-2
  • 4-8-0+0-8-4
  • 4-8-2+2-8-4
  • 4-8-4+4-8-4
Lokomotif berartikulasi
Mallet
(termasuk tripleks)
  • 0-4-4-0
  • 0-4-4-2
  • 2-4-4-0
  • 2-4-4-2
  • 0-6-6-0
  • 2-6-6-0
  • 2-6-6-2
  • 2-6-6-4
  • 2-6-6-6
  • 2-6-8-0
  • 4-4-6-2
  • 4-6-6-2
  • 4-6-6-4
  • 0-8-6-0
  • 0-8-8-0
  • 2-8-8-0
  • 2-8-8-2
  • 2-8-8-4
  • 4-8-8-2
  • 4-8-8-4
  • 2-10-10-2
  • 2-8-8-8-2
  • 2-8-8-8-4
  • 2-8-8-8-8-2
  • 2-8-8-8-8-8-2
  • 2-10-10-10-10-10-2
Lokomotif berartikulasi
Engerth
  • 0-4-4
  • 0-4-6
  • 2-6-2
  • 0-6-4
  • 0-6-4-0
  • 0-8-4
  • 0-8-6
Lokomotif bergigi
  • Shay
  • Climax
  • Heisler
  • Willamette
  • Notasi lainnya: AAR
  • Swiss
  • UIC
  • l
  • b
  • s
Daftar lokomotif di Indonesia
Uap
  • B
    • 10
    • 11
    • 12
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 19
    • 20
    • 21
    • 22
    • 23
    • 24
    • 25
    • 26
    • 27
    • 50
    • 51
    • 52
    • 53
  • BB
    • 7
    • 8
    • 10
  • C
    • 7
    • 10
    • 11
    • 12
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 19
    • 20
    • 21
    • 22
    • 23
    • 24
    • 25
    • 26
    • 27
    • 28
    • 29
    • 30
    • 31
    • 32
    • 33
    • 50
    • 51
    • 52
    • 53
    • 54
  • CC
    • 10
    • 50
  • D
    • 10
    • 11
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 50
    • 51
    • 52
  • DD
    • 50
    • 51
    • 52
  • E10
  • F10
  • DSM
    • 22
    • 28
    • 38
    • 48
    • 55
  • NIS
    • 1–2
    • 151–160
    • 107
  • SS 200T/300T
  • TC10
  • TD10
Diesel
Elektrik
  • A20001 Gajah Mada
  • B200 (Moyse)
  • BB
    • 200
    • 201
    • 202
    • 203
    • 204
  • Bima Kunting II–III
  • CC
    • 200
    • 201
    • 202
    • 203
    • 204
    • 205
    • 206
    • 207
Hidrolik
  • B
    • B301
  • C
    • 300
    • 301
  • D
    • 300
    • 301
  • BB
    • 300
    • 301
    • 302
    • 303
    • 304
    • 305
    • 306
  • CC
    • 300
  • Kebo Kuning
  • DD5512
Mekanik
  • Bima Kunting I
  • Pelita 1
Listrik
  • ESS
    • 3000
    • 3100
    • 3200
    • 3300
    • 4000
Hibrida
MMT-M-270-BDE

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah Pengoperasian
  2. Galeri
  3. Referensi

Artikel Terkait

Lokomotif uap

lokomotif dengan propulsi mesin uap

Sejarah perkeretaapian di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Lokomotif Uap Silukah

memiliki media mengenai Lokomotif Uap Silukah. Lokomotif Uap Silukah adalah lokomotif kereta api uap peninggalan masa pendudukan Jepang di Jorong Silukah Kenagarian

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026