Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Lokomotif D52

Lokomotif D52 adalah lokomotif uap multiguna yang dioperasikan oleh Djawatan Kereta Api (DKA). Lokomotif ini merupakan satu-satunya jenis lokomotif uap jalur utama yang dipesan oleh Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan.

salah satu lokomotif uap di Indonesia
Diperbarui 17 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lokomotif D52
Lokomotif D52 099 di seberang emplasemen Stasiun Purwosari, April 2025
Jenis dan asal
Sumber tenagauap
ProdusenFried Krupp, Jerman Barat
Nomor seriD52
ModelMikado
Tanggal produksi1951-1952
Jumlah diproduksi100 unit
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte2-8-2
 • AAR1-D-1
 • UIC1D1
Lebar sepur1.067 mm
Diameter roda1.503 mm
Panjang14.135 mm
Lebar2.642 mm
Tinggi3.720 mm
Jenis bahan bakarBatubara / Minyak residu
Kapasitas bahan bakarBatubara 8 ton
Residu 6 ton
Kapasitas air25 m²
ElektrifikasiJ. Stone & Co. Ltd
Jumlah silinder500 mm x 600 mm
Rem rangkaianRem vakum, rem uap (rem lokomotif), dan rem manual (handbrake)
Performansi
Kelajuan maksimum90 km/jam
Daya mesin1.2 MW
Karier
LokalPulau Jawa dan Pulau Sumatera bagian selatan

Lokomotif D52 adalah lokomotif uap multiguna yang dioperasikan oleh Djawatan Kereta Api (DKA). Lokomotif ini merupakan satu-satunya jenis lokomotif uap jalur utama yang dipesan oleh Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan.[1]

Sejarah

Lokomotif D52 001 sedang dimuat ke dalam kapal di pelabuhan Amsterdam, Agustus 1951.

Pasca kolonialisasi, pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk melakukan nasionalisasi perusahaan Belanda di Indonesia, salah satunya adalah Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda. Perusahaan ini berganti nama menjadi Djawatan Kereta Api (DKA). DKA mewarisi armada lokomotif, kereta serta gerbong yang berumur tua serta banyak yang rusak akibat perang. Untuk memodernisasi armada sarananya, DKA memesan lokomotif, kereta dan gerbong baru ke berbagai perusahaan di luar negeri. Salah satu lokomotif yang dipesan adalah lokomotif uap D52. Sebanyak 100 unit lokomotif uap bergandar 2-8-2 ini dipesan oleh pemerintah Indonesia. Seluruhnya dibuat oleh pabrikan Fried Krupp di Essen, Jerman Barat, mulai tahun 1950.

D52 049 menghela KA Rapih Dhoho I di Stasiun Kertosono, Agustus 1972.

Fungsi lokomotif D52 di Jawa dititik beratkan sebagai angkutan penumpang dibanding angkutan barang. Sebagian masyarakat bahkan mengidolakan lokomotif ini lantaran kesetiaannya mengantar penumpang ke mana saja. Seperti yang terjadi di lintas Madiun-Kertosono yaitu kereta api KA Rapih Dhoho. Sebaliknya di Sumatera Selatan, lokomotif ini difungsikan sebagai angkutan barang, yaitu untuk menarik rangkaian batubara.

Lokomotif ini tersebar di 8 depo lokomotif di Jawa dan Sumatra, yaitu:

  • Depo Jatinegara, (22 unit)
  • Cirebon, (15 unit)
  • Banjar, (6 unit)
  • Kutoarjo, (3 unit)
  • Yogyakarta, (16 unit)
  • Madiun, (15 unit)
  • Sidotopo, (13 unit)
  • Kertapati, (10 unit)

D52 sempat ditempatkan di Bandung. Namun, sejak tahun 1965, D52 milik Depo Lokomotif Bandung mulai disebar ke depo-depo lain karena D52 065 mengalami kecelakaan di sekitaran Trowek (sekarang Cirahayu) yang membuat D52 lain dilarang masuk petak Ciawi-Bandung-Purwakarta.[2]

Fitur dan Teknologi

Sebagian orang membandingkan lokomotif ini dengan lokomotif Baureihe 41 (BR 41) milik perusahaan kereta api federal Jerman Barat (Deustche Bundesbahn), yang dibuat oleh pabrik yang sama, dalam kurun waktu yang sama. Lokomotif D52 memiliki fitur-fitur khas lokomotif buatan Jerman, seperti smoke deflector tipe Witte, ketel uap standar einheitslok, dan beberapa fitur lain.

D52 boleh dikatakan sebagai lokomotif uap paling modern yang pernah dimiliki indonesia. Dengan diameter roda penggerak yang besar (1.503 mm), lokomotif ini dirancang agar dapat berlari dengan kecepatan maksimum hingga 90 km/jam, jarang dicapai oleh lokomotif lain pada saat itu. Hal ini membuat lokomotif D52 sangat cocok menarik kereta barang dan penumpang cepat di dataran rendah, tetapi sangat buruk untuk jalur pegunungan (terutama di Jawa Barat), karena kecenderungannya untuk berjalan kencang.

Selain itu, lokomotif ini juga memliki tekanan uap yang sangat tinggi (1.6 MPa), melebihi lokomotif mallet seperti DD52 sekalipun. Hal ini dapat berakibat fatal, karena kekeliruan dalam menangani ketel uap dapat menimbulkan ledakan yang mengakibatkan Peristiwa Luar Biasa Hebat (PLH). Contohnya adalah PLH yang melibatkan lokomotif D52 084, saat menarik rangkaian gerbong barang dari Prupuk ke Purwokerto, diduga karena gangguan pada saluran uap lokomotif.

Konversi Bahan Bakar

Pada awal kedatangannya, lokomotif D52 menggunakan 2 jenis bahan bakar. D52 001 sampai D52 050 menggunakan batu bara, sementara sisanya menggunakan minyak residu. Belakangan, antara tahun 1956 hingga 1965, sebanyak 21 unit lokomotif D52 berbahan bakar batu bara dikonversi menjadi lokomotif berbahan bakar minyak residu. Pengerjaan konversi dilakukan oleh Balai Yasa Madiun (kini Pabrik PT INKA). Sebanyak 29 unit lokomotif tetap tidak dikonversi, sepuluh diantaranya dikirim ke Sumatera Selatan.

Preservasi

Lokomotif uap D52 099 di Stasiun Purwosari, 2024.

Kini lokomotif D52 hanya tersisa satu unit utuh, yaitu bernomor D52 099 di Stasiun Purwosari, Kota Solo, Jawa Tengah. Saat ini masih belum kunjung direstorasi setelah 2 tahun mangkrak di emplasemen ditutupi terpal dan dibiarkan terkena sinar matahari dan hujan. Saat ini D52 099 telah dicat ulang dan dikabarkan akan direstorasi. Terdapat 1 unit yang akan diselamatkan, tetapi telanjur dirucat atau dibesituakan yaitu D52 086. Sebelumnya D52 086 digunakan sebagai penarik kereta luar biasa setiap tanggal 28 September hingga tahun 1990-an. Saat tim dari Balai Yasa Yogyakarta ingin mempreservasi lokomotif tersebut datang, lokomotif D52 086 sudah mulai dibesituakan dan rodanya dinaikkan ke atas truk. D52 099 adalah hasil kanibal dari lokomotif D52 yang lain seperti D52 080, D52 074 dan D52 009. Ada beberapa bagian lain yang terpisah-pisah seperti Kabin, Bogie, dan ketel Lokomotif D52 yang tersisa tetapi tidak utuh lagi.

Galeri

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Indonesian D52 class.
  • Lokomotif D52 001 di daerah Jakarta, Agustus 1972.
    Lokomotif D52 001 di daerah Jakarta, Agustus 1972.
  • D52 049 sedang menghela KA Rapih Dhoho I, Agustus 1972. Lokomotif ini menggunakan tender bekas lokomotif C53.
    D52 049 sedang menghela KA Rapih Dhoho I, Agustus 1972. Lokomotif ini menggunakan tender bekas lokomotif C53.
  • D52 086 dengan KA lokal campuran di Stasiun Yogyakarta, Agustus 1972.
    D52 086 dengan KA lokal campuran di Stasiun Yogyakarta, Agustus 1972.
  • Lokomotif D52 086 yang mangkrak di Depo Purwokerto, Januari 1995.
    Lokomotif D52 086 yang mangkrak di Depo Purwokerto, Januari 1995.
  • Lokomotif D52 099 saat masih disimpan di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah.
    Lokomotif D52 099 saat masih disimpan di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah.
  • Kabin lokomotif D52 099.
    Kabin lokomotif D52 099.

Referensi

  1. ↑ Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 103. ISBN 978-602-0818-55-9.
  2. ↑ Durrant, A. E. 1975. PNKA Power Parade. Middlesex, Eng: Continental Railway Circle. lih. hlm. 17-18

Lihat pula

  • Depo lokomotif
  • Diesel elektrik
  • Industri Kereta Api Madiun
  • Daftar kecelakaan kereta api di Indonesia
  • Kereta Api Indonesia
  • Kereta api ringan

Pranala luar

  • (Indonesia) indonesianheritagerailway.com Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine. (pranala nonaktif)
  • (Indonesia) Alokasi Lokomotif PT. KAI di Indonesia Saat Ini Diarsipkan 2014-07-15 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Diarsipkan 2015-11-25 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Susunan roda lokomotif uap
Mesin tunggal
  • 0-2-2
  • 0-2-4
  • 2-2-0
  • 2-2-2
  • 2-2-4
  • 4-2-0
  • 4-2-2
  • 4-2-4
  • 6-2-0
  • 0-3-0 (monorel)
  • 0-4-0
  • 0-4-0+4
  • 0-4-2
  • 0-4-4
  • 0-4-6
  • 2-4-0
  • 2-4-2
  • 2-4-4
  • 2-4-6
  • 4-4-0
  • 4-4-2
  • 4-4-4
  • 4-4-6
  • 0-6-0
  • 0-6-2
  • 0-6-4
  • 0-6-6
  • 2-6-0
  • 2-6-2
  • 2-6-4
  • 2-6-6
  • 4-6-0
  • 4-6-2
  • 4-6-4
  • 0-8-0
  • 0-8-2
  • 0-8-4
  • 2-8-0
  • 2-8-2
  • 2-8-4
  • 2-8-6
  • 4-8-0
  • 4-8-2
  • 4-8-4
  • 4-8-6
  • 6-8-6
  • 0-10-0
  • 0-10-2
  • 2-10-0
  • 2-10-2
  • 2-10-4
  • 4-10-0
  • 4-10-2
  • 0-12-0
  • 2-12-0
  • 2-12-2
  • 2-12-4
  • 4-12-2
  • 4-14-4
Lokomotif penggerak terbagi
dan Dupleks
  • 0-2-2-0
  • 2-2-2-0
  • 2-2-2-2
  • 2-2-4-0
  • 4-2-2-0
  • 2-4-6-2
  • 4-4-4-4
  • 6-4-4-6
  • 4-4-6-4
  • 4-6-4-4
Lokomotif berartikulasi
Fairlie, Meyer dan Garratt
  • 0-4-0+0-4-0
  • 2-4-0+0-4-2
  • 2-4-2+2-4-2
  • 4-4-2+2-4-4
  • 0-6-0+0-6-0
  • 0-6-2+2-6-0
  • 2-6-0+0-6-2
  • 2-6-2+2-6-2
  • 4-6-0+0-6-4
  • 4-6-2+2-6-4
  • 4-6-4+4-6-4
  • 2-8-0+0-8-2
  • 2-8-2+2-8-2
  • 4-8-0+0-8-4
  • 4-8-2+2-8-4
  • 4-8-4+4-8-4
Lokomotif berartikulasi
Mallet
(termasuk tripleks)
  • 0-4-4-0
  • 0-4-4-2
  • 2-4-4-0
  • 2-4-4-2
  • 0-6-6-0
  • 2-6-6-0
  • 2-6-6-2
  • 2-6-6-4
  • 2-6-6-6
  • 2-6-8-0
  • 4-4-6-2
  • 4-6-6-2
  • 4-6-6-4
  • 0-8-6-0
  • 0-8-8-0
  • 2-8-8-0
  • 2-8-8-2
  • 2-8-8-4
  • 4-8-8-2
  • 4-8-8-4
  • 2-10-10-2
  • 2-8-8-8-2
  • 2-8-8-8-4
  • 2-8-8-8-8-2
  • 2-8-8-8-8-8-2
  • 2-10-10-10-10-10-2
Lokomotif berartikulasi
Engerth
  • 0-4-4
  • 0-4-6
  • 2-6-2
  • 0-6-4
  • 0-6-4-0
  • 0-8-4
  • 0-8-6
Lokomotif bergigi
  • Shay
  • Climax
  • Heisler
  • Willamette
  • Notasi lainnya: AAR
  • Swiss
  • UIC
  • l
  • b
  • s
Daftar lokomotif di Indonesia
Uap
  • B
    • 10
    • 11
    • 12
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 19
    • 20
    • 21
    • 22
    • 23
    • 24
    • 25
    • 26
    • 27
    • 50
    • 51
    • 52
    • 53
  • BB
    • 7
    • 8
    • 10
  • C
    • 7
    • 10
    • 11
    • 12
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 19
    • 20
    • 21
    • 22
    • 23
    • 24
    • 25
    • 26
    • 27
    • 28
    • 29
    • 30
    • 31
    • 32
    • 33
    • 50
    • 51
    • 52
    • 53
    • 54
  • CC
    • 10
    • 50
  • D
    • 10
    • 11
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 50
    • 51
    • 52
  • DD
    • 50
    • 51
    • 52
  • E10
  • F10
  • DSM
    • 22
    • 28
    • 38
    • 48
    • 55
  • NIS
    • 1–2
    • 151–160
    • 107
  • SS 200T/300T
  • TC10
  • TD10
Diesel
Elektrik
  • A20001 Gajah Mada
  • B200 (Moyse)
  • BB
    • 200
    • 201
    • 202
    • 203
    • 204
  • Bima Kunting II–III
  • CC
    • 200
    • 201
    • 202
    • 203
    • 204
    • 205
    • 206
    • 207
Hidrolik
  • B
    • B301
  • C
    • 300
    • 301
  • D
    • 300
    • 301
  • BB
    • 300
    • 301
    • 302
    • 303
    • 304
    • 305
    • 306
  • CC
    • 300
  • Kebo Kuning
  • DD5512
Mekanik
  • Bima Kunting I
  • Pelita 1
Listrik
  • ESS
    • 3000
    • 3100
    • 3200
    • 3300
    • 4000
Hibrida
MMT-M-270-BDE
  • l
  • b
  • s
Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Daftar
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
  • Argo
    • Anjasmoro
    • Bromo Anggrek
    • Dwipangga
    • Lawu
    • Merbabu
    • Muria
    • Semeru
    • Sindoro
    • Wilis
  • Arjuno Ekspres
  • Bima
  • Brawijaya
  • Gajayana
  • Manahan
  • Mutiara Timur
  • Pandalungan
  • Purwojaya
  • Sembrani
  • Taksaka
  • Turangga
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
  • Sindang Marga
  • Sribilah
Eksekutif dan Premium
  • Baturraden Ekspres
  • Fajar dan Senja Utama Yogyakarta
  • Gajahwong
  • Harina
  • Kutojaya Utara
  • Logawa
  • Madiun Jaya
  • Malabar
  • Mutiara Selatan
  • Pangandaran
  • Papandayan
  • Parahyangan
  • Sancaka
  • Sawunggalih
  • Wijayakusuma
Eksekutif dan Ekonomi
  • Bangunkarta
  • Banyubiru Ekspres
  • Blambangan Ekspres
  • Bogowonto
  • Brantas
  • Batavia
  • Cakrabuana
  • Ciremai
  • Cirebon Fakultatif
  • Dharmawangsa Ekspres
  • Fajar dan Senja Utama Solo
  • Gayabaru Malam Selatan
  • Gumarang
  • Gunungjati
  • Ijen Ekspres
  • Jayabaya
  • Joglosemarkerto
  • Kamandaka
  • Kaligung
  • Kertanegara
  • Lodaya
  • Malioboro Ekspres
  • Mataram
  • Mutiara Timur
  • Menoreh
  • Pangrango
  • Ranggajati
  • Sancaka Utara
  • Singasari
  • Tawang Jaya Premium
  • Tegal Bahari
Premium
  • Ambarawa Ekspres
  • Cikuray
  • Jayakarta
  • Kertajaya
  • Kuala Stabas
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
  • Banyubiru
  • Blora Jaya
  • Jaka Tingkir
  • Majapahit
  • Matarmaja
  • Pasundan
  • Progo
  • Tawang Jaya
Susunan kursi 3–2
  • Airlangga
  • Bengawan
  • Kahuripan
  • Kutojaya Selatan
  • Probowangi
  • Putri Deli
  • Rajabasa
  • Serayu
  • Serelo
  • Sribilah Fakultatif
  • Sri Tanjung
  • Tawang Alun
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
  • DB Datuk Belambangan
  • KS Kedung Sepur
  • PW Pandanwangi
  • P Pariaman Ekspres
  • SE Siantar Ekspres
  • SW Siliwangi
KA perintis dan
bus rel
  • Andalan Celebes
  • BK Batara Kresna
  • CM Cut Meutia
  • K Kertalaya
  • L Lembah Anai
  • Lontara
LRT
  • P Palembang
  • Jabodebek
KA bandara dan
pengumpan KAI
  • AS Adi Soemarmo
  • M Minangkabau Ekspres
  • KC Feeder Whoosh
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
  • Ambarawa
  • Bon Bon
  • Jaladara
  • Mak Itam
  • Kawis
Rencana beroperasi
  • Amir Hamzah
  • Nurmala
  • Jakalalana
  • Sangkuriang
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
  • Access by KAI
  • Daftar
    • KA barang
    • Daftar KRD
    • Daftar KRL (KAI Commuter)
    • Daftar lokomotif
    • Peralatan khusus
    • Stasiun
  • Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Tidak beroperasi
  • Aji Saka
  • Arek Surokerto
  • JS950 Argobromo
  • JB250 Argogede
  • Argo Jati
  • Argopuro
  • Badrasurya
  • Baraya Geulis
  • Belawan Indah
  • Bintang
    • Fadjar
    • Sendja
  • Bukit Sulap
  • Bumi Geulis
  • Cantik Ekspres
  • Cepat Sidareja
  • Cepu Ekspres
  • Cipuja
  • Cirebon Ekspres
  • Ciroyom-Cianjur-Lampegan
  • Cisadane
  • Citrajaya
  • Dang Tuanku
  • Djaja
  • Dolok Martimbang
  • Ekspres Gaja Baru
  • Empu Jaya/Senja Ekonomi Yogya
  • Fajar Utama Semarang
  • Fajar/Senja Utama Cirebon
  • Feeder Kedungbanteng
  • Feeder Purworejo
  • Feeder Tawang Jaya
  • Feeder Wonogiri
  • Galuh
  • Galunggung
  • Gaya Baru Malam Utara
  • Guwawijaya
  • Jatayu
  • Jayabaya Selatan
  • Joglokerto
  • Kalijaga
  • Kalimaya
  • Kamandanu
  • Kelud Ekspres
  • Kinantan
  • Krakatau
  • KRD Nambo
  • Kuda Putih
  • Lancang Kuning
  • Langsam
  • Lokal Banjar–Kroya
  • Madiun Ekspres
  • Madiun Jaya (versi KRD)
  • Maharani
  • Mahesa
  • Madjapahit (era Gapeka 1961)
  • Malang Ekspres
  • Mantjanegara (era Gapeka 1961)
  • Merak Jaya
  • Mutiara Utara
  • Pajajaran
  • Pandanaran
  • Pandanwangi (Semarang–Solo)
  • Papandayan Ekspres
  • Parahijangan (era Gapeka 1961)
  • Pasopati
  • Patas Bandung Raya
  • Pekalongan Ekspres
  • Penataran Ekspres
  • Penataran Utama
  • Prabu Jaya
  • Priangan Ekspres
  • Purbaya
  • Putri Bungsu
  • Putri Hijau
  • Putri Ungu
  • Rajawali
  • Rama
  • Rangkas Jaya
  • Rencang Geulis
  • Rengganis
  • Ruwa Jurai
  • Sarangan Ekspres
  • Senja Kediri
  • Senja Malang
  • Senja Singosari
  • Senja Utama Semarang
  • Seminung
  • Singhasari (era Gapeka 1961)
  • Singosari
  • Solo Jaya
  • Solo Ekspres
  • Songgoriti
  • Sriwedari
  • Sriwijaya
  • Sunda Kelapa (era Gapeka 1961)
  • Surabaya-Babat
  • Suryajaya
  • Suryakencana
  • Tambora
  • Tanjungbalai Ekspres
  • Tarumanegara (era Gapeka 1961)
  • Taruna Ekspres
  • Tebuireng
  • Tegal Arum
  • Tegal Ekspres
  • Tirtonadi
  • Trem Surabaya
  • Tumapel Utama
  • Wisata Danau Singkarak
  • Way Umpu
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Update terakhir di atas per 6 Maret 2026.
  • Project page Proyek
  • Portal Portal
  • Category Kategori
  • Commons page Commons
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Indonesian D52 class.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Fitur dan Teknologi
  3. Konversi Bahan Bakar
  4. Preservasi
  5. Galeri
  6. Referensi
  7. Lihat pula
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Lokomotif uap

lokomotif dengan propulsi mesin uap

Lokomotif

sarana perkeretaapian berpenggerak

Lokomotif Uap Silukah

memiliki media mengenai Lokomotif Uap Silukah. Lokomotif Uap Silukah adalah lokomotif kereta api uap peninggalan masa pendudukan Jepang di Jorong Silukah Kenagarian

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026