Kereta api Sindang Marga merupakan layanan kereta api penumpang komersial kelas eksekutif dan bisnis yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani relasi Kertapati–Lubuk Linggau pulang pergi (p.p.)
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kereta api Sindang Marga saat tiba di Stasiun Kertapati | ||||||||||
| Informasi umum | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jenis layanan | Kereta api antarkota | |||||||||
| Status | Beroperasi | |||||||||
| Daerah operasi | Divisi Regional III Palembang | |||||||||
| Mulai beroperasi | 6 April 1972 | |||||||||
| Operator saat ini | PT Kereta Api Indonesia | |||||||||
| Lintas pelayanan | ||||||||||
| Stasiun awal | Kertapati | |||||||||
| Jumlah pemberhentian | Lihatlah di bawah. | |||||||||
| Stasiun akhir | Lubuk Linggau | |||||||||
| Jarak tempuh | 304,9 km | |||||||||
| Waktu tempuh rerata | 6 jam 10 menit | |||||||||
| Frekuensi perjalanan | Sekali pergi pulang sehari | |||||||||
| Jenis rel | Rel berat | |||||||||
| Pelayanan penumpang | ||||||||||
| Kelas | Eksekutif dan Bisnis | |||||||||
| Pengaturan tempat duduk |
| |||||||||
| Fasilitas restorasi | Ada | |||||||||
| Fasilitas observasi | Kaca dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas. | |||||||||
| Fasilitas hiburan | Ada Hanya tersedia pada kelas eksekutif | |||||||||
| Fasilitas lain | Lampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara. | |||||||||
| Teknis sarana dan prasarana | ||||||||||
| Lebar sepur | 1.067 mm | |||||||||
| Elektrifikasi | - | |||||||||
| Kecepatan operasional | 70–90 km/jam | |||||||||
| Pemilik jalur | Ditjen KA, Kemenhub RI | |||||||||
| Nomor pada jadwal | S1-S2 | |||||||||
| ||||||||||
Kereta api Sindang Marga merupakan layanan kereta api penumpang komersial kelas eksekutif dan bisnis yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani relasi Kertapati–Lubuk Linggau pulang pergi (p.p.)
Tarif Kereta Api Sindang Marga berkisar antara Rp 40.000,00—Rp 200.000,00 untuk kelas bisnis dan Rp 45.000,00—Rp 300.000,00 untuk kelas eksekutif tergantung pada jarak tempuh dan subkelas yang dijual.
Tersedia tarif khusus yang dijual 2 jam sebelum keberangkatan pada rute Kertapati—Prabumulih p.p. dan Lubuk Linggau - Lahat p.p.. Tarif khusus pada rute Kertapati—Prabumulih pp dijual dengan harga Rp 40.000,00 (kelas bisnis)—Rp 45.000,00 (kelas eksekutif), sementara pada rute Lubuk Linggau—Lahat p.p. tarif khususnya dijual dengan harga Rp 55.000,00 (kelas bisnis)—Rp 65.000,00 (kelas eksekutif).[1]
Pada 21 Agustus 2025 dini hari, 90 orang penumpang kereta api Sindang Marga, beberapa diantaranya diketahui merupakan aparatur sipil negara yang baru saja mengikuti pendidikan dan pelatihan di Kota Lubuk Linggau yang semestinya turun di Stasiun Prabumulih, terlambat turun dan terbawa hingga Stasiun Lembak.
Berdasarkan jadwal, KA Sindang Marga berhenti selama 11 menit di Stasiun Prabumulih. Pada saat berhenti di stasiun Prabumulih, sebagian penumpang yang turun di Stasiun Prabumulih telah keluar dari kereta, tetapi karena terjadi kesalahan komunikasi, 90 penumpang yang seharusnya turun di stasiun Prabumulih masih belum keluar dari kereta sampai kereta kembali melanjutkan perjalanan.
Sesuai prosedur operasional yang berlaku, 90 penumpang tersebut dilanjutkan perjalanannya hingga stasiun terdekat, yaitu Stasiun Lembak.[2] Sejumlah penumpang tersebut marah saat telah diturunkan di Stasiun Lembak, PT KAI pun bertanggung jawab dan memberikan kompensasi berupa pengembalian biaya perjalanan secara penuh.[3]