Kereta api Banyubiru merupakan layanan kereta api penumpang kelas campuran yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani relasi Semarang Tawang–Solo Balapan pulang pergi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Papan kereta api Banyubiru Ekspres pada jadwal sore. | |||||
Kereta api Banyubiru menikung dan tiba di Stasiun Solo Balapan | |||||
Kereta api Banyubiru ![]() | |||||
| Informasi umum | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Jenis layanan | Kereta api aglomerasi | ||||
| Status | Beroperasi | ||||
| Daerah operasi | Daerah Operasi IV Semarang | ||||
| Pendahulu | KRD Banyubiru | ||||
| Mulai beroperasi |
| ||||
| Terakhir beroperasi | 25 Juli 2013 (sebagai KRD Banyubiru) | ||||
| Operator saat ini | PT Kereta Api Indonesia | ||||
| Lintas pelayanan | |||||
| Stasiun awal | Semarang Tawang | ||||
| Jumlah pemberhentian | Lihatlah di bawah | ||||
| Stasiun akhir | Solo Balapan | ||||
| Waktu tempuh rerata | 2 jam (rata-rata) | ||||
| Frekuensi perjalanan | Dua kali pergi pulang sehari | ||||
| Jenis rel | Rel berat | ||||
| Pelayanan penumpang | |||||
| Kelas | Eksekutif dan Ekonomi | ||||
| Pengaturan tempat duduk |
| ||||
| Fasilitas restorasi | Ada, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia. | ||||
| Fasilitas observasi | Kaca dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas. | ||||
| Fasilitas lain | Toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara. | ||||
| Teknis sarana dan prasarana | |||||
| Lebar sepur | 1.067 mm | ||||
| Kecepatan operasional | 100 km/jam (Banyubiru & Banyubiru Ekspres) | ||||
| Pemilik jalur | Ditjen KA, Kemenhub RI | ||||
| Nomor pada jadwal |
| ||||
| |||||
Kereta api Banyubiru merupakan layanan kereta api penumpang kelas campuran yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani relasi Semarang Tawang–Solo Balapan pulang pergi.
Nama Banyubiru diambil dari suatu kecamatan dengan nama yang sama di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.[butuh rujukan]
Kereta api Banyubiru pertama kali diluncurkan menggunakan Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) buatan PT INKA tahun 2008 yang beroperasi pada tanggal 19 September 2008 dengan rute awal Semarang Tawang–Sragen via Solo Balapan, tetapi KRDI tersebut telah dihentikan beroperasi pada tanggal 25 Juli 2013.[1]
Sejak 1 Juni 2023, bertepatan dengan pemberlakukan Gapeka 2023, kereta api ini mulai beroperasi kembali dengan jadwal perjalanan dua kali pp dalam sehari; dengan meminjam rangkaian KA Blambangan Ekspres untuk perjalanan pagi dan rangkaian KA Joglosemarkerto untuk perjalanan sore.[2][3][4]
Pada 1 Juni 2024, KA ini menambah pemberhentian baru di Stasiun Telawa.[5] Kemudian, pada tanggal 19-nya, KAI mengumumkan penggunaan rangkaian kereta ekonomi "generasi baru" hasil modifikasi kereta ekonomi pengadaan DJKA Kemenhub RI, bersama dengan KA Blambangan Ekspres.[6] Sejak diperpanjangnya rute KA Blambangan Ekspres hingga ke Stasiun Pasar Senen, KA ini sudah tak lagi meminjam rangkaiannya.[7]
Mulai tanggal 1 Februari 2025, tepatnya bertepatan dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2025 kereta api Banyubiru saling bertukar rangkaian dengan Kereta api Tawang Jaya yang beroperasi di relasi yang berbeda.
Kereta api Banyubiru melayani pemberhentian penumpang di Stasiun Solo Balapan, Stasiun Salem, Stasiun Gundih, Stasiun Telawa, Stasiun Brumbung, Stasiun Alastua, dan Stasiun Semarang Tawang.