Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Daftar kereta wisata komersial di Indonesia

Di Indonesia, kereta wisata komersial adalah kereta penumpang yang digunakan untuk keperluan pariwisata. Kereta api wisata komersial di Indonesia dioperasikan oleh anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), yakni PT Kereta Api Pariwisata yang dibentuk tahun 2009. Hingga tahun 2014, PT KA Pariwisata hanya bermodal tiga kawis eksisting: Nusantara, Bali, dan Toraja. Mulai 2014 ke atas, PT KA Pariwisata mengoperasikan kawis-kawis baru dengan fasilitas yang khas.

layanan kereta api di Indonesia
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Daftar kereta wisata komersial di Indonesia
Beberapa contoh kereta wisata komersial di Indonesia.
Kolase dari beberapa kereta wisata komersial di Indonesia.

Di Indonesia, kereta wisata komersial (disingkat Kawis) adalah kereta penumpang yang digunakan untuk keperluan pariwisata. Kereta api wisata komersial di Indonesia dioperasikan oleh anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), yakni PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) yang dibentuk tahun 2009. Hingga tahun 2014, PT KA Pariwisata hanya bermodal tiga kawis eksisting: Nusantara, Bali, dan Toraja. Mulai 2014 ke atas, PT KA Pariwisata mengoperasikan kawis-kawis baru dengan fasilitas yang khas.[1]

Sejarah

Pariwisata berbasis kereta api mulai bangkit kembali pada awal 1960-an. Pada Juli 1962, Djawatan Kereta Api (DKA) meluncurkan kereta Tamasya (TAL-9xxx) yang dijalankan jika perlu (bertepatan dengan Pesta Olahraga Asia 1962). Lalu pada 1 Oktober 1962, kereta TAL-9xxx dirangkai dengan kereta api ekspres malam, bila ada wisatawan mencarternya.[2] Unit kereta TAL-9xxx dibuat menggunakan bekas CL/AC-9xxx produksi Société Franco-Belge dan banyak berjalan di rute ekspres malam Jakarta–Bandung dan Bandung–Surabaya.

Antara tahun 1970- hingga 1980-an, tidak ada informasi mengenai carter kereta wisata. Baru pada 1990, Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Eksploitasi Sumatra Selatan merintis kawis untuk menyongsong Visit Indonesia Year 1991. Kawis tersebut difasilitasi video, mini bar, dapur, serta musala. Bahkan ruang dalam kereta tersebut dapat memungkinkan penumpang untuk menggelar rapat. Menurut rencana yang ditetapkan oleh PJKA Eksploitasi Sumatra Selatan, kereta tersebut akan dijalankan pada Januari 1991.[3] Namun, karier kawis yang bernama Sultan Ekspres ini berakhir dengan teronggok di Balai Yasa Surabaya Gubeng, kemudian dipindah ke Balai Yasa Manggarai pada 2001 karena sepinya peminat. Meski sudah menjalani perbaikan akhir pada 15 Maret 2001, kereta ini sangat jarang dicarter.[4]

Pada 1991, Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) mencoba mencari peruntungan dari transportasi pariwisata dengan meluncurkan kelas kereta Spesial. Pada 9 September 1991, Perumka meluncurkan dua kawis, yakni Bali dan Toraja (kemungkinan juga Kawis Nusantara).[5] Kawis-kawis ini awalnya bukan digunakan untuk wisata, melainkan untuk inspeksi Presiden. Ketiga kereta tersebut merupakan modifikasi era 1986–1987 dari kereta keluaran 1967 (dari SAGW dan FW Bima).[butuh rujukan]Namun, karena jarang digunakan, kawis-kawis tersebut menganggur dan hanya terparkir di Balai Yasa Manggarai. Upaya untuk menggencarkan promosi Kawis pun akhirnya dimulai sekitar 2000.[6]

Era KAI Wisata

KA Java Priority merupakan kereta api musiman yang dioperasikan oleh KAI dan KAI Wisata untuk mengoptimalkan penggunaan kawis.

Menjawab peningkatan kebutuhan masyarakat akan transportasi pariwisata, maka pada tahun 2009, PT KAI mendirikan anak perusahaan bernama PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata). Modal awal dalam menjalankan bisnis pada KAI Wisata diperoleh dari penjualan jasa berupa pelayanan tiga kereta wisata. Kereta tersebut digandengkan dengan kereta-kereta api reguler lainnya, terutama dengan kereta eksekutif.[6]

KAI Wisata kemudian menambah lagi jumlah kereta wisatanya. Selama periode tahun 2013 hingga 2014, KAI Wisata memiliki enam unit kereta api wisata tambahan yang selesai dikerjakan di Balai Yasa.[6]

Daftar

Unit yang beroperasi

KAI Wisata mengoperasikan sembilan jenama kereta. Kereta-kereta tersebut masing-masing diberi nama Nusantara, Bali, Toraja, Sumatera, Jawa, Imperial, Priority, dan Retro. Satu jenama lagi, kereta Panoramic juga dijalankan oleh KAI Wisata, tetapi lebih sering diregulerkan dan jarang disewakan. Kawis-kawis di bawah ini statusnya disewakan, atau jarang diregulerkan. Daftar berikut hanya meliputi kereta api wisata komersial di lintas kereta api utama, tidak termasuk di lintas preservasi yang terhubung ke museum-museum perkeretaapian. Sehingga wisata seperti kereta api Wisata Mak Itam dan kereta api Wisata Ambarawa tidak termasuk dalam daftar ini.

Nama Jumlah Deskripsi singkat Gambar
Nusantara 1 Nusantara merupakan kereta wisata khusus yang awalnya hanya diperuntukkan bagi Presiden Indonesia. Keunikan yang dimiliki kereta ini adalah adanya ruang balkon. Penumpang dapat menyaksikan panorama sepanjang perjalanan ketika tirai jendela dibuka. Adapun fasilitas yang tersedia adalah 19 tempat duduk, mini bar, toilet, ruang makan di balkon observasi, kamar tidur, serta fasilitas hiburan.[7]
Bali 1 Bali, sesuai namanya, merupakan kawis yang dihiasi ornamen khas Bali. Secara eksterior, kawis Bali mirip dengan Toraja, tetapi ruang utama Bali mirip dengan Nusantara yaitu sofa yang membelakangi jendela, tetapi juga memiliki kesamaan dengan Toraja, yaitu sama-sama memiliki kompartemen atau ruang naratama dan naratetama dengan 6 kursi. Kereta ini dapat memuat 20 penumpang saja.[8]
Toraja 1 Toraja, sesuai namanya, merupakan kawis yang dihiasi ornamen khas Toraja. Toraja digunakan untuk tamu naratama dan naratetama pengiring rombongan presiden seperti menteri. Tempat duduk kereta wisata Toraja searah perjalanan kereta api dengan formasi 2-2. Posisi kursi penumpang seperti pada kereta eksekutif dan berjumlah 16 tempat duduk. Kereta wisata Toraja memuat 22 penumpang termasuk yang duduk di ruang naratama dan naratetama sebanyak 6 orang. Fasilitas yang disedialan di dalamnya meliputi bar berukuran kecil, toilet, dan ruang audio-video.[9]
Sumatera 1 Sumatera merupakan kawis yang didesain berdasarkan keindahan budaya lintas Sumatra. Sumatera merupakan hasil pengembangan interior kereta wisata Bali. Ruang utamanya dilengkapi dengan sofa, kompartemen, ruang makan, ruang rapat, bar berukuran kecil, toilet, dan audio-video. Kompartemen hanya untuk tiga orang dan dilengkapi rumah teater dengan tambahan televisi di dalamnya. Kereta ini hanya dapat memuat 22 orang.[10]
Jawa 1 Jawa merupakan kawis yang didesain berdasarkan keindahan budaya Jawa. Kereta ini terinspirasi dari pengembangan interior kereta wisata Nusantara. Kereta wisata Jawa hanya dapat memuat 20 penumpang. Bagian dalamnya dilengkapi dengan fasilitas kamar tidur, ruang keluarga, serta ruang makan yang bersebelahan dengan bar berukuran kecil. Ruang utama dengan sofa hanya dapat memuat 14 orang. Sementara itu, enam kursi di ruang makan dapat difungsikan sebagai ruang rapat.[11]
Imperial 3 Imperial didesain hanya untuk 21 penumpang dengan formasi 2-1 sebanyak tujuh baris yang menargetkan penumpang pola FIT (Free and Independent Tourism). Kursi dapat diputar 45 derajat menghadap jendela sehingga dapat melihat pemandangan selama perjalanan.[12]
Priority 11 Priority didesain untuk 28 orang dengan formasi 2-2. Kereta ini menjadi kereta pertama di Indonesia yang memiliki audio/video on demand (AVOD) seperti pesawat terbang. Tambahannya lagi, di ujung kabin penumpang terdapat layar TV.[13]
Retro 1 Retro didesain dengan mebel bernuansa klasik dan interior retro sehingga menciptakan suasana yang unik selama perjalanan.[14]

Unit yang tidak beroperasi

Nama Jumlah Deskripsi singkat Gambar
TAL-90xx 1 Dibuat sebanyak 8 unit dengan memodifikasi CL/AC-9xxx produksi Société Franco-Belge. Diluncurkan pada Juli 1962.[2]
Sultan Express 1 Beroperasi di Sumatra Selatan. Dua unit, W-86501 dan W-86502 memiliki dua fasilitas berlainan. W-86501 memiliki toilet duduk, ruang penumpang 24 kursi, dua ruang tidur dengan tempat tidur bertingkat, dan mini bar. Sementara W-86502 memiliki 11 kamar tidur berderet dan dua toilet.[15]

Referensi

  1. ↑ Soviana & Sudarsih 2014, hlm. 5.
  2. 1 2 Tim Telaga Bakti Nusantara & Asosiasi Perkeretaapian Indonesia 1997, hlm. 412.
  3. ↑ "PJKA Sumsel, Siap Sambut VIY 1991". Harian Neraca. 27 November 1990.
  4. ↑ Sudarsih 2010, hlm. 12.
  5. ↑ "KA Spesial dengan Tiket Sekelas Pesawat". Suara Merdeka. 24 April 1992.
  6. 1 2 3 Soviana & Sudarsih 2014, hlm. 6.
  7. ↑ Sudarsih, A. (2014). "Nusantara: Paling Memorial Naik Kereta Presiden". Majalah KA. 99: 16–17. ISSN 2087-9458.
  8. ↑ Sudarsih, A. (2014). "Bali: Terakhir Dinaiki SBY Tinjau Pengungsi Kelud". Majalah KA. 99: 18–19. ISSN 2087-9458.
  9. ↑ Sudarsih, A. (2014). "Toraja: Kereta Pengawal Presiden". Majalah KA. 99: 20–21. ISSN 2087-9458.
  10. ↑ Sudarsih, A. (2014). "Sumatera: Dilengkapi Home Theatre". Majalah KA. 99: 14–15. ISSN 2087-9458.
  11. ↑ Sudarsih, A. (2014). "Jawa: Interior Kereta Nuansa Khas Jawa". Majalah KA. 99: 12–13. ISSN 2087-9458.
  12. ↑ Sudarsih, A. (2014). "Imperial: Bisa Duduk Menghadap Jendela & Tiduran". Majalah KA. 99: 10–11. ISSN 2087-9458.
  13. ↑ Sudarsih, A. (2014). "Priority: Naik Priority Serasa Naik Pesawat Komersial". Majalah KA. 99: 8–9. ISSN 2087-9458.
  14. ↑ "KAI Wisata - Beranda". kaiwisata.id. Diakses tanggal 2025-05-29.
  15. ↑ Sudarsih 2010, hlm. 12-13.

Daftar pustaka

  • Soviana, N.; Sudarsih, A. (2014). "Sensasi Baru di Atas Kereta Wisata". Majalah KA. 99: 5–6. ISSN 2087-9458.
  • Sudarsih, A. (2010). "Dua Kereta Sultan Menanti Dirias". Majalah KA. 42: 12–13. ISSN 2087-9458.
  • Tim Telaga Bakti Nusantara; Asosiasi Perkeretaapian Indonesia (1997). Sejarah Perkeretaapian Indonesia. Vol. 2. Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi PT KA Pariwisata
  • l
  • b
  • s
Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Daftar
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
  • Argo
    • Anjasmoro
    • Bromo Anggrek
    • Dwipangga
    • Lawu
    • Merbabu
    • Muria
    • Semeru
    • Sindoro
    • Wilis
  • Arjuno Ekspres
  • Bima
  • Brawijaya
  • Gajayana
  • Manahan
  • Mutiara Timur
  • Pandalungan
  • Purwojaya
  • Sembrani
  • Taksaka
  • Turangga
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
  • Sindang Marga
  • Sribilah
Eksekutif dan Premium
  • Baturraden Ekspres
  • Fajar dan Senja Utama Yogyakarta
  • Gajahwong
  • Harina
  • Kutojaya Utara
  • Logawa
  • Madiun Jaya
  • Malabar
  • Mutiara Selatan
  • Pangandaran
  • Papandayan
  • Parahyangan
  • Sancaka
  • Sawunggalih
  • Wijayakusuma
Eksekutif dan Ekonomi
  • Bangunkarta
  • Banyubiru Ekspres
  • Blambangan Ekspres
  • Bogowonto
  • Brantas
  • Batavia
  • Cakrabuana
  • Ciremai
  • Cirebon Fakultatif
  • Dharmawangsa Ekspres
  • Fajar dan Senja Utama Solo
  • Gayabaru Malam Selatan
  • Gumarang
  • Gunungjati
  • Ijen Ekspres
  • Jayabaya
  • Joglosemarkerto
  • Kamandaka
  • Kaligung
  • Kertanegara
  • Lodaya
  • Malioboro Ekspres
  • Mataram
  • Mutiara Timur
  • Menoreh
  • Pangrango
  • Ranggajati
  • Sancaka Utara
  • Singasari
  • Tawang Jaya Premium
  • Tegal Bahari
Premium
  • Ambarawa Ekspres
  • Cikuray
  • Jayakarta
  • Kertajaya
  • Kuala Stabas
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
  • Banyubiru
  • Blora Jaya
  • Jaka Tingkir
  • Majapahit
  • Matarmaja
  • Pasundan
  • Progo
  • Tawang Jaya
Susunan kursi 3–2
  • Airlangga
  • Bengawan
  • Kahuripan
  • Kutojaya Selatan
  • Probowangi
  • Putri Deli
  • Rajabasa
  • Serayu
  • Serelo
  • Sribilah Fakultatif
  • Sri Tanjung
  • Tawang Alun
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
  • DB Datuk Belambangan
  • KS Kedung Sepur
  • PW Pandanwangi
  • P Pariaman Ekspres
  • SE Siantar Ekspres
  • SW Siliwangi
KA perintis dan
bus rel
  • Andalan Celebes
  • BK Batara Kresna
  • CM Cut Meutia
  • K Kertalaya
  • L Lembah Anai
  • Lontara
LRT
  • P Palembang
  • Jabodebek
KA bandara dan
pengumpan KAI
  • AS Adi Soemarmo
  • M Minangkabau Ekspres
  • KC Feeder Whoosh
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
  • Ambarawa
  • Bon Bon
  • Jaladara
  • Mak Itam
  • Kawis
Rencana beroperasi
  • Amir Hamzah
  • Nurmala
  • Jakalalana
  • Sangkuriang
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
  • Access by KAI
  • Daftar
    • KA barang
    • Daftar KRD
    • Daftar KRL (KAI Commuter)
    • Daftar lokomotif
    • Peralatan khusus
    • Stasiun
  • Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Tidak beroperasi
  • Aji Saka
  • Arek Surokerto
  • JS950 Argobromo
  • JB250 Argogede
  • Argo Jati
  • Argopuro
  • Badrasurya
  • Baraya Geulis
  • Belawan Indah
  • Bintang
    • Fadjar
    • Sendja
  • Bukit Sulap
  • Bumi Geulis
  • Cantik Ekspres
  • Cepat Sidareja
  • Cepu Ekspres
  • Cipuja
  • Cirebon Ekspres
  • Ciroyom-Cianjur-Lampegan
  • Cisadane
  • Citrajaya
  • Dang Tuanku
  • Djaja
  • Dolok Martimbang
  • Ekspres Gaja Baru
  • Empu Jaya/Senja Ekonomi Yogya
  • Fajar Utama Semarang
  • Fajar/Senja Utama Cirebon
  • Feeder Kedungbanteng
  • Feeder Purworejo
  • Feeder Tawang Jaya
  • Feeder Wonogiri
  • Galuh
  • Galunggung
  • Gaya Baru Malam Utara
  • Guwawijaya
  • Jatayu
  • Jayabaya Selatan
  • Joglokerto
  • Kalijaga
  • Kalimaya
  • Kamandanu
  • Kelud Ekspres
  • Kinantan
  • Krakatau
  • KRD Nambo
  • Kuda Putih
  • Lancang Kuning
  • Langsam
  • Lokal Banjar–Kroya
  • Madiun Ekspres
  • Madiun Jaya (versi KRD)
  • Maharani
  • Mahesa
  • Madjapahit (era Gapeka 1961)
  • Malang Ekspres
  • Mantjanegara (era Gapeka 1961)
  • Merak Jaya
  • Mutiara Utara
  • Pajajaran
  • Pandanaran
  • Pandanwangi (Semarang–Solo)
  • Papandayan Ekspres
  • Parahijangan (era Gapeka 1961)
  • Pasopati
  • Patas Bandung Raya
  • Pekalongan Ekspres
  • Penataran Ekspres
  • Penataran Utama
  • Prabu Jaya
  • Priangan Ekspres
  • Purbaya
  • Putri Bungsu
  • Putri Hijau
  • Putri Ungu
  • Rajawali
  • Rama
  • Rangkas Jaya
  • Rencang Geulis
  • Rengganis
  • Ruwa Jurai
  • Sarangan Ekspres
  • Senja Kediri
  • Senja Malang
  • Senja Singosari
  • Senja Utama Semarang
  • Seminung
  • Singhasari (era Gapeka 1961)
  • Singosari
  • Solo Jaya
  • Solo Ekspres
  • Songgoriti
  • Sriwedari
  • Sriwijaya
  • Sunda Kelapa (era Gapeka 1961)
  • Surabaya-Babat
  • Suryajaya
  • Suryakencana
  • Tambora
  • Tanjungbalai Ekspres
  • Tarumanegara (era Gapeka 1961)
  • Taruna Ekspres
  • Tebuireng
  • Tegal Arum
  • Tegal Ekspres
  • Tirtonadi
  • Trem Surabaya
  • Tumapel Utama
  • Wisata Danau Singkarak
  • Way Umpu
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Update terakhir di atas per 6 Maret 2026.
  • Project page Proyek
  • Portal Portal
  • Category Kategori
  • Commons page Commons
  • l
  • b
  • s
Peralatan khusus perkeretaapian di Indonesia
Kereta ukur (SU)
  • KUJR
  • Ciremai
  • Galunggung
Kereta pemeliharaan
jalan rel (SR)
  • MTT
  • PBR
Kereta inspeksi (SI)
  • Kereta inspeksi di Indonesia
    • Railone
    • Kereta Istimewa
    • KAIS 3
    • KAIS 4
    • Wijayakusuma
    • Sriwijaya
    • Kaldera Toba
    • Semeru
    • Merbabu
  • Kereta Kedinasan
    • Lokomotif CC300
    • Barito (SI 0 11 01)
    • Kapuas (SI 0 09 02)
    • Mahakam (SI 0 09 01)
    • Kahayan (SI 0 11 02)
    • Mendawai (SI 0 16 01)
    • Martapura (MP3 0 10 03)
  • Kawis
    • Nusantara (SI 0 67 01 JAKK)
    • Bali (SI 0 67 02 JAKK)
    • Toraja (SI 0 67 03 JAKK)
Kereta khusus (SK)
  • Kereta Pustaka Indonesia
  • Penolong
  • RailClinic
Kereta derek (SC)
  • FIGEE
  • UH-995
  • Kirow
  • Gottwald
  • Brotoseno

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Era KAI Wisata
  3. Daftar
  4. Unit yang beroperasi
  5. Unit yang tidak beroperasi
  6. Referensi
  7. Daftar pustaka
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Kereta Api Indonesia

perusahaan operator kereta asal Indonesia

Daftar kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Persinyalan dan semboyan kereta api di Indonesia

Daftar-daftar semboyan kereta api Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026