Raden Soeprapto adalah seorang pahlawan revolusi Indonesia. Ia merupakan salah satu korban dalam G30S/PKI dan mendapatkan gelar Letnan Jenderal Anumerta, serta dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Soeprapto | |
|---|---|
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1920-06-20)20 Juni 1920 Purwokerto, Keresidenan Banyumas, Hindia Belanda |
| Meninggal | 1 Oktober 1965(1965-10-01) (umur 45) Lubang Buaya, Jakarta Timur, Indonesia |
| Makam | Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata 6°15′26″S 106°50′46″E / 6.25722°S 106.84611°E / -6.25722; 106.84611[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Soeprapto¶ms=6_15_26_S_106_50_46_E_type:landmark_region:ID <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">6°15′26″S</span> <span class=\"longitude\">106°50′46″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">6.25722°S 106.84611°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-6.25722; 106.84611</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBg\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt23\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBw\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCA\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Soeprapto&params=6_15_26_S_106_50_46_E_type:landmark_region:ID\" class=\"external text\" id=\"mwCQ\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCg\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCw\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDA\">6°15′26″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDQ\">106°50′46″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEA\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEQ\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEg\">6.25722°S 106.84611°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFA\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFQ\">-6.25722; 106.84611</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFg\"/></span>"}' id="mwFw"/> |
| Suami/istri | Yulie Suparti (m. 1946) |
| Anak | 5 |
| Penghargaan sipil | Pahlawan Nasional Indonesia |
| Karier militer | |
| Pihak | Indonesia |
| Masa dinas | 1945–1965 |
| Pangkat |
|
| Pertempuran/perang | |
Raden Soeprapto (20 Juni 1920 – 1 Oktober 1965) adalah seorang pahlawan revolusi Indonesia. Ia merupakan salah satu korban dalam G30S/PKI dan mendapatkan gelar Letnan Jenderal Anumerta, serta dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Suprapto yang lahir di Purwokerto, 20 Juni 1920, Pendidikan formalnya setelah tamat MULO (setingkat SLTP) adalah AMS (setingkat SMU) Bagian B di Yogyakarta yang diselesaikannya pada tahun 1941.
Sekitar tahun itu pemerintah Hindia Belanda mengumumkan milisi sehubungan dengan pecahnya Perang Dunia Kedua. Ketika itulah ia memasuki pendidikan militer pada Koninklijke Militaire Akademie di Bandung. Pendidikan ini tidak bisa diselesaikannya sampai tamat karena Pasukan Jepang sudah keburu mendarat di Indonesia. Oleh Jepang, ia ditawan dan dipenjarakan, tetapi kemudian ia berhasil melarikan diri.
Selepas pelariannya dari penjara, ia mengisi waktunya dengan mengikuti kursus Pusat Latihan Pemuda, latihan keibodan, seinendan, dan syuisyintai. Dan setelah itu, ia bekerja di Kantor Pendidikan Masyarakat.
Di awal kemerdekaan, ia merupakan salah seorang yang turut serta berjuang dan berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap. Selepas itu, ia kemudian masuk menjadi anggota Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto. Itulah awal dirinya secara resmi masuk sebagai tentara, sebab sebelumnya walaupun ia ikut dalam perjuangan melawan tentara Jepang seperti di Cilacap, tetapi perjuangan itu hanyalah sebagai perjuangan rakyat yang dilakukan oleh rakyat Indonesia pada umumnya.
Selama di Tentara Keamanan Rakyat (TKR), ia mencatatkan sejarah dengan ikut menjadi salah satu yang turut dalam pertempuran di Ambarawa melawan tentara Inggris. Ketika itu, pasukannya dipimpin langsung oleh Panglima Besar Sudirman. Ia juga salah satu yang pernah menjadi ajudan dari Panglima Besar tersebut.

Setelah Indonesia mendapat pengakuan kedaulatan, ia sering berpindah tugas. Pertama-tama ia ditugaskan sebagai Kepala Staf Tentara dan Teritorial (T&T) IV/ Diponegoro di Semarang. Dari Semarang ia kemudian ditarik ke Jakarta menjadi Staf Angkatan Darat, kemudian ke Kementerian Pertahanan. Setelah pemberontakan PRRI/Permesta padam, ia diangkat menjadi Deputi (Wakil) Kepala Staf Angkatan Darat untuk wilayah Sumatra yang bermarkas di Medan. Selama di Medan tugasnya sangat berat sebab harus menjaga agar pemberontakan seperti sebelumnya tidak terulang lagi.
| Baris ke-1 | Bintang Republik Indonesia Adipradana (10 November 1965)[2] | ||
|---|---|---|---|
| Baris ke-2 | Bintang Gerilya | Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia | Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun |
| Baris ke-3 | Satyalancana Perang Kemerdekaan I | Satyalancana Perang Kemerdekaan II | Satyalancana G.O.M I |
| Baris ke-4 | Satyalancana G.O.M II | Satyalancana G.O.M III | Satyalancana Sapta Marga |