Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiStasiun Bogor
Artikel Wikipedia

Stasiun Bogor

Stasiun Bogor (BOO), pada masa kolonial Belanda bernama Station Buitenzorg, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Jalan Nyi Raja Permas, Cibogor, Bogor Tengah, Kota Bogor. Stasiun yang terletak pada ketinggian +246 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta serta menjadi stasiun paling selatan dalam pengelolaan KAI Commuter di Jabodetabek. Stasiun ini terletak di sebelah barat Alun-alun Kota Bogor menghadap Istana Bogor serta melayani kereta api komuter Commuter Line dengan jarak 54,6 km arah selatan dari Jakarta Kota.

stasiun kereta api di Indonesia
Diperbarui 10 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Stasiun Bogor
Artikel ini bukan mengenai Stasiun Bagor atau Halte Kalibagor.
Stasiun Bogor
KAI Commuter
B26

Tampak depan Stasiun Bogor, 2022
Lokasi
  • Jalan Nyi Raja Permas (pintu timur)
    Jalan Mayor Oking (pintu barat)
  • Cibogor, Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat 16124
  • Indonesia
Koordinat 6°35′38.68″S 106°47′26.96″E / 6.5940778°S 106.7908222°E / -6.5940778; 106.7908222[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Stasiun_Bogor&params=6_35_38.68_S_106_47_26.96_E_type:railwaystation_region:[[Category:Wikipedia page with obscure subdivision]] <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">6°35′38.68″S</span> <span class=\"longitude\">106°47′26.96″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">6.5940778°S 106.7908222°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">-6.5940778; 106.7908222</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBQ\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt7\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBg\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBw\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Stasiun_Bogor&amp;params=6_35_38.68_S_106_47_26.96_E_type:railwaystation_region:\" class=\"external text\" id=\"mwCA\"><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Wikipedia_page_with_obscure_subdivision\" id=\"mwCQ\"/> <span class=\"geo-default\" id=\"mwCg\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCw\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDA\">6°35′38.68″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDQ\">106°47′26.96″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEA\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEQ\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEg\">6.5940778°S 106.7908222°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFA\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFQ\">-6.5940778; 106.7908222</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFg\"/></span>"}' id="mwFw"/>
Ketinggian+246 m
Operator
  • KAI Commuter
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda
Letak
km 54+810 lintas Jakarta—Manggarai—Bogor

km 0+000 lintas Bogor—Bandung—Banjar—Kutoarjo—Yogyakarta[1]

Jumlah peron6 (dua peron sisi dan empat peron pulau)
Jumlah jalur8 (jalur 3 dan 5: sepur lurus)
LayananKomuter: Commuter Line Bogor
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Akses difabelYa
Gaya arsitekturIndische, Neoklasik
Informasi lain
Kode stasiun
  • BOO
  • 0720[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka31 Januari 1873;
153 tahun lalu
 (1873-01-31)
Nama sebelumnyaStation Buitenzorg
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Cilebut
menuju Jakarta Kota
Commuter Line Bogor
Jakarta Kota–Bogor
Terminus
Sukaresmi
menuju Jakarta Kota
Commuter Line Bogor
Jakarta Kota–Bogor
rencana
Layanan penghubung
Halte sebelumnya Trans Pakuan Halte berikutnya
Taman Topi - Alun-Alun Bogor
menuju Bubulak
BisKita Koridor 2
transfer di Stasiun Bogor
Mall BTW
Perjalanan satu arah
Veteran
Perjalanan satu arah
BisKita Koridor 2
transfer di BAPPEDA
PMI
menuju Sindangsari 2
Stasiun sebelumnya Logo PT KAI Aglomerasi Stasiun berikutnya
Terminus Pangrango
Bogor Paledang—Sukabumi, pp
transfer di Bogor Paledang
Batutulis
menuju Sukabumi
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Jalur difabel Gedung parkir Parkir sepeda Tangga naik/turun Lift Eskalator Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Mesin tiket Ruang/area tunggu VIP Musala Toilet Ruang menyusui Pos kesehatan Galeri ATM Barang hilang Penitipan barang Area merokok Wi-Fi Isi baterai Air minum Restoran Pertokoan/area komersial 
Jenis persinyalan
  • * Elektrik tipe Siemens Solid State Interlocking (s.d. 2022)[3]
    • Elektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02 NextG (2022—sekarang)
Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Bogor
KategoriBangunan
No. RegnasRNCB.20070326.02.000892
Tanggal SK2007
PemilikPT Kereta Api Indonesia (Persero)
PengelolaKAI Commuter
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°35′38.68″S 106°47′26.96″E / 6.5940778°S 106.7908222°E / -6.5940778; 106.7908222Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°35′38.68″S 106°47′26.96″E / 6.5940778°S 106.7908222°E / -6.5940778; 106.7908222Lihat peta diperkecil
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Diagram lintasan stasiun
Legenda
ke Cilebut
arah Jakarta Kota
Jl. Moh. A. Salmun
ke depo KRL
Bangunan lama
Bangunan baru
Jl. Kapten Muslihat
JPO BOO-BOP
ke Bogor Paledang
arah Padalarang
Lokasi pada peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Bogor (BOO), pada masa kolonial Belanda bernama Station Buitenzorg, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Jalan Nyi Raja Permas, Cibogor, Bogor Tengah, Kota Bogor. Stasiun yang terletak pada ketinggian +246 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta serta menjadi stasiun paling selatan dalam pengelolaan KAI Commuter di Jabodetabek. Stasiun ini terletak di sebelah barat Alun-alun Kota Bogor menghadap Istana Bogor serta melayani kereta api komuter Commuter Line dengan jarak 54,6 km arah selatan dari Jakarta Kota.

Stasiun ini menjadi stasiun terminus untuk perjalanan Commuter Line yang melayani kawasan Jabodetabek. Selesai dibangun pada tahun 1881, stasiun ini awalnya menghadap ke arah timur. Namun, dengan berkembangnya KRL Commuter Line yang semakin padat, pintu keberangkatan untuk penumpang Commuter Line dipindahkan ke arah barat. Sejak 17 Desember 2021, kedua pintu sama-sama dioperasikan. Stasiun ini disibukkan oleh kaum penglaju dari Bogor menuju Jakarta. Saat ini stasiun ini melayani KRL Red Line dari dan tujuan Jakarta Kota.

Sejarah

Stasiun Bogor tempo doeloe

Pada awal tahun 1870-an, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij membangun stasiun di Buitenzorg sebagai bagian terakhir dari jalur kereta api Batavia–Buitenzorg yang menghubungkan Kleine Boom dengan Buitenzorg.[4] Stasiun ini dibuka untuk pertama kalinya untuk umum pada 31 Januari 1873.[5][6][7] Tidak kurang dari 40 tahun pertama, stasiun ini dikelola oleh NIS.

Tahun 1881, Staatsspoorwegen (SS) membangun Stasiun Buitenzorg yang kedua sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api Bogor—Bandung—Banjar–Kutoarjo—Yogyakarta. Pembangunan jalur kereta api ini mengharuskan adanya peran pemerintah mengingat biaya pembangunannya lebih mahal daripada pembangunan lintas datar.[8] Dengan menunjuk David Maarschalk sebagai kepala jawatan, dibangunlah jalur kereta api tahap pertama SS, yaitu pembangunan lintas selatan Jawa serta pembangunan jalur Surabaya–Pasuruan—Malang. Per 5 Oktober 1881, jalur kereta api segmen pertama, Bogor—Cicurug, telah selesai. Per tanggal 17 Mei 1884, jalur telah sampai di Bandung.[9]

Pada tahun 1913 jalur kereta api Batavia—Buitenzorg dibeli oleh SS.[10] Dahulu, sebuah lapangan luas bernama Taman Wilhelmina pernah menjadi bagian dari stasiun Bogor.[11]

Renovasi stasiun pernah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan tahun 2009. Bangunan stasiun yang bertuliskan "1881" ini, yang menghadap Jalan Nyi Raja Permas ini pernah tidak difungsikan sebagai pintu masuk stasiun untuk umum dengan pintu stasiun dipindah menghadap Jalan Mayor Oking.[11]

Setelah bertahun-tahun tidak dilayani, bangunan lama stasiun yang menghadap arah timur ini dibuka kembali pada tanggal 17 Desember 2021. Pintu timur ini menghadap Alun-alun Kota Bogor. Pintu keberangkatan sisi timur stasiun terintegrasi langsung dengan alun-alun tersebut. Untuk mendukung operasional pintu timur, KAI Commuter membangun satu kotak loket di pintu masuk, sepuluh e-gate, dan dua mesin tiket pada hall bangunan tersebut. Sejak adanya perubahan pelayanan KRL Commuter Line Jabodetabek di stasiun ini menjelang pertengahan 2022, kereta api Pangrango yang sebelumnya hanya melayani langsiran sempat melayani penumpang secara reguler di emplasemen bangunan lama stasiun per 1 Juni 2022, sebelum kemudian dikembalikan ke Stasiun Bogor Paledang sejak 18 Juni 2025 bersamaan dengan mulai dibukanya jembatan penghubung antara stasiun ini dan Stasiun Bogor Paledang.[12][13]

Pada tanggal 15 April 2026, dilakukan pengerjaan perpanjangan jalur 6, 7, dan 8 stasiun untuk meningkatkan kapasitas jalur-jalur tersebut supaya dapat digunakan oleh KRL dengan stamformasi 12 kereta, dimana sebelumnya ketiga jalur tersebut hanya dapat menampung rangkaian yang stamformasinya tidak lebih dari 10 kereta. Proyek tersebut mengakibatkan ketiga jalur tersebut tidak dapat digunakan untuk naik turun penumpang, sehingga dilakukan penyesuaian jadwal oleh KAI Commuter.[14]

Bangunan dan tata letak

Stasiun ini memiliki dua bangunan yang berdampingan. Bangunan utamanya adalah bangunan area masuk ke stasiun, lobi, kantor administrasi, tempat penjualan tiket, dan fasilitas lainnya. Sementara itu, bangunan keduanya adalah bangunan overcapping yang menaungi peron dan dua jalur kereta api.[4]

Stasiun ini memiliki delapan jalur kereta api. Jalur 3 merupakan sepur lurus jalur ganda ke arah Depok—Jakarta sekaligus sepur raya jalur tunggal arah Cianjur—Padalarang. Jalur 5 merupakan sepur lurus jalur ganda dari Depok—Jakarta.

B26

G Bangunan utama stasiun (keberangkatan dan kedatangan)
P

Lantai peron

Peron sisi
Jalur 1 ↔ Langsiran dari dan ke Depo KRL Bogor
Jalur 2 ← Sepur belok →

(Cilebut) ↔      Commuter Line Bogor, dari dan tujuan Jakarta Kota

Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta di jalur 2 dan kiri di jalur 3
Jalur 3 (Cilebut) ↔      Commuter Line Bogor, dari dan tujuan Jakarta Kota
↔ Sepur lurus jalur ganda ke arah Depok—Jakarta

Sepur lurus jalur tunggal arah Sukabumi ↔

Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta di jalur 3 dan kiri di jalur 4
Jalur 4 (Cilebut) ↔      Commuter Line Bogor, dari dan tujuan Jakarta Kota
Jalur langsiran KA Pangrango ↔
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta di jalur 4 dan kiri di jalur 5
Jalur 5 (Cilebut) ↔      Commuter Line Bogor, dari dan tujuan Jakarta Kota

↔ Sepur lurus jalur ganda dari arah Depok—Jakarta
Jalur langsiran KA Pangrango ↔

Jalur 6 (Cilebut) ↔      Commuter Line Bogor, dari dan tujuan Jakarta Kota
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta di jalur 6 dan kiri di jalur 7
Jalur 7 (Cilebut) ↔      Commuter Line Bogor, dari dan tujuan Jakarta Kota
Jalur 8
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta dan kiri keberangkatan kereta
G Bangunan keberangkatan dan kedatangan penumpang

Arsitektur bangunan lama stasiun

Stasiun ini kental dengan nuansa Eropa; kaya akan ornamental geometris seperti awan, kaki-kaki singa, dan relung yang terpengaruh gaya Yunani Klasik dengan unsur simetris dan serba geometris. Gaya bangunan stasiun adalah Indische Empire dengan sentuhan pintu masuk dan lobi utama bergaya Neoklasik[4]

Pada ruang VIP berdiri prasasti dari marmer setinggi 1 meter. Monumen ini sebagai simbol tanda ucapan selamat dari para karyawan SS kepada David Maarschalk yang memasuki masa pensiun atas usahanya mengembangkan jalur kereta api di Jawa. Prasasti ini dibuat sebagai pengganti patung David Maarschalk yang dulunya berada di tempat prasasti ini.[4]

Bentuk atap pelana dan gerbang melengkung pada fasad depan memberikan kesan anggun bangunan. Dindingnya berupa bata plesteran dengan guratan bergaris serta adanya moulding cornice yang membingkai atap jurai di atasnya. Jendela dan pintu terbuat dari kayu dengan ukuran yang kuat sehingga memberikan kesan klasik bangunan. Peron stasiun dipayungi overcapping yang terbuat dari besi bergelombang yang ditopang kerangka baja.[4] Stasiun ini memiliki dua lantai yang dihubungkan dengan tangga meliuk-liuk.[4]

Saat ini, meski bangunan utama stasiun relatif tidak berubah, overcapping stasiun telah mengalami perubahan. Tritisan atap stasiun kini telah sebagian dilubangi dan dipotong, dan kerangka bajanya juga diiris sebagian di atas jalur 3 untuk mengakomodasi kabel listrik aliran atas saat KRL Batavia—Buitenzorg dioperasikan. KRL tersebut mulai beroperasi tahun 1925 untuk memperingati hari ulang tahun SS yang ke-50.[15]

Ciri khas

Seperti di Stasiun Cikampek dan Karawang, Stasiun Bogor mempunyai bel kedatangan kereta api, yaitu lagu pop Sunda, "Manuk Dadali" dan lagu tradisional, "Sabilulungan" dalam dikemas instrumental.

Layanan kereta api

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 16 Juni 2025.[16]

Komuter

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Commuter Line Bogor Bogor Jakarta Kota –

Antarmoda pendukung

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
BisKita Trans Pakuan  2  Terminal Bubulak—Pasar Ciawi
 3  Terminal Bubulak—Sukasari
 5  Villa Bogor Indah—Stasiun Bogor
JR Connexion (Perum DAMRI) JR-09 Stasiun Bogor-Stasiun Juanda
JR-10 Stasiun Bogor-Stasiun Manggarai
JR-11 Stasiun Bogor-Stasiun Tebet
JR-12 Stasiun Bogor-Stasiun Tanah Abang

Insiden

Pada 30 Agustus 2022, sebuah mobil angkutan umum kota (angkot) dengan nomor rute 08 jurusan Citeureup-Pasar Anyar diduga mengalami rem blong di perlintasan kereta api di Jalan Kebon Pedes di petak Bogor-Cilebut. Angkot pun tertabrak KRL Commuter Line arah Jakarta Kota dengan nomor KA 4073 hingga terguling ke pinggir rel. Beruntung sang sopir sempat berhasil keluar sebelum angkot tersebut ditabrak.[17] Akibatnya, beberapa perjalanan KRL mengalami pengalihan sehingga terjadi penumpukan penumpang di Stasiun Bogor dan sejumlah stasiun lainnya.[18]

Pada 19 April 2025, perjalanan Commuter Line Lin Bogor dengan nomor KA 1040 terkendala karena sebuah mobil yang tersangkut antara jalan dan bagian bawah mobil. Penumpang mobil pun segera keluar dan melambaikan tangan ke arah KRL tetapi KRL tetap melaju kencang karena pengikatan rem yang tidak memungkinkan mengingat jarak yang terlalu dekat. Penumpang tersebut pun berlarian meninggalkan mobil sebelum akhirnya mobil tertabrak KRL hingga menyebabkan KRL anjlok. Belum ada kepastian tentang penutupan perlintasan akibat kecelakaan tersebut.[19]

Pada 3 Mei 2025, seorang ibu hamil terpaksa melakukan persalinan di Stasiun Bogor. Ibu hamil tersebut didapati mengandung anaknya saat sudah berada di penghujung usia kehamilan dan tiba-tiba merasakan kontraksi pada pukul 19.35 WIB. Ibu tersebut sempat melakukan prosesi melahirkan sendiri di depan toilet, sebelum kemudian meminta pertolongan petugas stasiun. Anak dari ibu tersebut lahir di depan toilet stasiun pada pukul 20.30 WIB. Dalam kondisi ibu yang stabil, petugas pun mengamankan ibu dan anaknya dengan ditandu ke ruang pos kesehatan stasiun untuk diberikan perawatan dan pengamanan awal. Petugas kemudian mendampingi ibu dan anak ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi untuk mendapat perawatan lanjutan.[20]

Pada 4 Januari 2026, atap dari kanopi jalur 8 Stasiun Bogor terbakar, menghanguskan sebagian besi atap. Didapati bahwa kebakaran disebabkan oleh korsleting arus instalasi listrik, di luar jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) untuk pelayanan KRL. Asap menyebar ke seluruh stasiun dan menyebabkan kepanikan di seluruh stasiun. Penumpang pun dievakuasi dari lokasi kejadian serta api dilakukan penanganan secara hati-hati untuk mencegak korsleting lebih lanjut serta dilakukan perbaikan oleh petugas PLN. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.[21]

Galeri

  • Emplasemen stasiun Bogor bagian timur.
    Emplasemen stasiun Bogor bagian timur.
  • Stasiun Bogor di waktu malam (2005).
    Stasiun Bogor di waktu malam (2005).
  • Langsiran Kereta api Pangrango persiapan diberangkatkan ke Stasiun Paledang.
    Langsiran Kereta api Pangrango persiapan diberangkatkan ke Stasiun Paledang.
  • Peron Stasiun Bogor bagian timur saat belum ditutup.
    Peron Stasiun Bogor bagian timur saat belum ditutup.
  • Pintu masuk barat Stasiun Bogor.
    Pintu masuk barat Stasiun Bogor.
  • Dua armada KRL JR 205 di Stasiun Bogor.
    Dua armada KRL JR 205 di Stasiun Bogor.
  • Pintu timur Stasiun Bogor.
    Pintu timur Stasiun Bogor.
  • KRL JR 205 di Stasiun Bogor dengan latar Gunung Salak.
    KRL JR 205 di Stasiun Bogor dengan latar Gunung Salak.
  • Gerbang akses Stasiun Bogor di bagian timur.
    Gerbang akses Stasiun Bogor di bagian timur.
  • Gedung pintu timur Stasiun Bogor saat malam hari.
    Gedung pintu timur Stasiun Bogor saat malam hari.
  • Suasana pada plaza di sisi timur Stasiun.
    Suasana pada plaza di sisi timur Stasiun.
  • Bangunan lama stasiun Bogor, 2024
    Bangunan lama stasiun Bogor, 2024
  • Kereta Luar Biasa (KLB) Uji Dinamis di Jalur 2 Stasiun Bogor.
    Kereta Luar Biasa (KLB) Uji Dinamis di Jalur 2 Stasiun Bogor.
  • KRL seri JR 203-106F di Jalur 7 Stasiun Bogor sebelum perpanjangan jalur.
    KRL seri JR 203-106F di Jalur 7 Stasiun Bogor sebelum perpanjangan jalur.
  • KRL seri Tokyo Metro 7023F di Jalur 7 Stasiun Bogor. Terlihat kanopi di jalur 8 yang masih dalam tahap pembangunan.
    KRL seri Tokyo Metro 7023F di Jalur 7 Stasiun Bogor. Terlihat kanopi di jalur 8 yang masih dalam tahap pembangunan.

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  4. 1 2 3 4 5 6 Murti Hariyadi, Ibnu; Basir, Ekawati; Pratiwi, Mungki Indriati; Ubaidi, Ella; Sukmono, Edi (2016). Arsitektur Bangunan Stasiun Kereta Api di Indonesia. Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero). hlm. 1–14. ISBN 978-602-18839-3-8.
  5. ↑ Aegi, ed. (2009-11-05). "Menggali Jejak Stasiun Batavia Noord dan Batavia Zuid". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-06-15.
  6. ↑ Lohanda, Mona. (2007). Sejarah para pembesar mengatur Batavia (Edisi Cet. 1). Depok: Masup Jakarta. ISBN 978-979-25-7295-7. OCLC 225750927.
  7. ↑ Burgerlijke Openbare Werken (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (Edisi Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980.
  9. ↑ Staatsspoorwegen (1932). Staatsspoorwegen in Nederlandsch-Indië: Jaarstatistieken over de jaren 1931 en 1932. Burgerlijke Openbare Werken.
  10. ↑ Tjandrasasmita, U. (2000). Sejarah perkembangan Kota Jakarta. Jakarta: Dinas Museum dan Pemugaran. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. 1 2 Pratiwi, R.; Soviana, N.; Sudarsih, A. (2014). "Bogor (BOO): Stasiun Buitenzorg Lama dan Baru". Majalah KA. 97: 22–24.
  12. ↑ "Terintegrasi dengan Alun-Alun Kota Bogor, Pintu Timur Stasiun Dibuka". Republika Online. 2021-12-19. Diakses tanggal 2022-05-31.
  13. ↑ Sulistyo, Bayu Tri (2025-06-17). "Skybridge Beroperasi, KA Pangrango Tak Lagi Berangkat dari Bogor". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2025-06-18.
  14. ↑ "https://x.com/CommuterLine". X (formerly Twitter) (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-23.
  15. ↑ Reitsma, S.A. (1925). Buku Peringetan dari Staatsspoor-en-Tramwegen di Hindia Belanda. Weltevreden: Topografische Inrichting. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  17. ↑ Susanti, Linna (2022-08-30). Budiman, Budisantoso (ed.). "Angkot rem blong terguling tertabrak kereta api Bogor". ANTARA News. Diakses tanggal 2022-09-01.
  18. ↑ Hakim, Rakhmat Nur, ed. (2022-08-30). "Angkot Tertabrak KRL di Antara Stasiun Bogor-Cilebut". Kompas.com. Jakarta. Diakses tanggal 2022-09-01.
  19. ↑ Hikam, Herdi Alif Al. "Jadi Lokasi Insiden KRL Tabrak Mobil, Perlintasan JPL 27 Bakal Ditutup?". detikfinance. Diakses tanggal 2025-04-20.
  20. ↑ Sholihin, Muchamad (2026-01-04). "Atap Peron di Stasiun Bogor Terbakar, Diduga Akibat Korsleting". detiknews. Jakarta: Trans Digital Media. Diakses tanggal 2026-01-09.
  21. ↑ Sholihin, Muchamad (2026-01-04). "Atap Peron di Stasiun Bogor Terbakar, Diduga Akibat Korsleting". detiknews. Jakarta: Trans Digital Media. Diakses tanggal 2026-01-09.

Lihat pula

  • Stasiun Bogor Paledang
  • Kereta api Pangrango

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Bogor Station.

(Indonesia) Jadwal KRL Commuter Line

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Cilebut
menuju Jakarta Kota
Jakarta–Bogor Terminus
Terminus Bogor–Padalarang–Kasugihan Bogor Paledang
menuju Kasugihan
  • l
  • b
  • s
Stasiun KRL Commuter Line dan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta
Commuter Line Bogor
  • Jakarta Kota (JAKK)
  • Jayakarta (JAY)
  • Mangga Besar (MGB)
  • Sawah Besar (SW)
  • Juanda (JUA)
  • Gondangdia (GDD)
  • Cikini (CKI)
  • Manggarai (MRI)
  • Tebet (TEB)
  • Cawang (CW)
  • Duren Kalibata (DRN)
  • Pasar Minggu Baru (PSMB)
  • Pasar Minggu (PSM)
  • Tanjung Barat (TNT)
  • Lenteng Agung (LNA)
  • Univ. Pancasila (UP)
  • Univ. Indonesia (UI)
  • Pondok Cina (POC)
  • Depok Baru (DPB)
  • Depok (DP)
  • Citayam (CTA)
  • Bojonggede (BJD)
  • Cilebut (CLT)
  • Bogor (BOO)
Jalur cabang Nambo
  • Pondok Rajeg (PDRG)
  • Cibinong (CBN)
  • Nambo (NMO)
Commuter Line Cikarang
  • Pondok Jati (POK)
  • Kramat (KMT)
  • Gang Sentiong (GST)
  • Pasar Senen (PSE)†
  • Kemayoran (KMO)
  • Rajawali (RJW)
  • Kampung Bandan (KPB)
  • Angke (AK)
  • Duri (DU)
  • Tanah Abang (THB)
  • Karet (KAT)
  • BNI City (SUDB)
  • Sudirman (SUD)
  • Manggarai (MRI)
  • Matraman (MTR)
  • Jatinegara (JNG)
  • Klender (KLD)
  • Buaran (BUA)
  • Klender Baru (KLDB)
  • Cakung (CUK)
  • Kranji (KRI)
  • Bekasi (BKS)
  • Bekasi Timur (BKST)
  • Tambun (TB)
  • Cibitung (CIT)
  • Metland Telagamurni (TLM)
  • Cikarang (CKR)
Commuter Line Rangkasbitung
  • Tanah Abang (THB)
  • Palmerah (PLM)
  • Kebayoran (KBY)
  • Pondok Ranji (PDJ)
  • Jurangmangu (JMU)
  • Sudimara (SDM)
  • Rawa Buntu (RU)
  • Serpong (SRP)
  • Cisauk (CSK)
  • Cicayur (CC)
  • Jatake (JTK)
  • Parungpanjang (PRP)
  • Cilejit (CJT)
  • Daru (DAR)
  • Tenjo (TEJ)
  • Tigaraksa (TGS)
  • Cikoya (CKY)
  • Maja (MJ)
  • Citeras (CTR)
  • Rangkasbitung (RK)
Commuter Line Tangerang
  • Tangerang (TNG)
  • Tanah Tinggi (THI)
  • Batu Ceper (BPR)
  • Poris (PI)
  • Kalideres (KDS)
  • Rawa Buaya (RW)
  • Bojong Indah (BOI)
  • Taman Kota (TKO)
  • Pesing (PSG)
  • Grogol (GRG)
  • Duri (DU)
Commuter Line Tanjung Priok
  • Jakarta Kota (JAKK)
  • Kampung Bandan (KPB)
  • Ancol (AC)
  • Tanjung Priok (TPK)
Y Commuter Line Yogyakarta
  • Palur (PL)
  • Solo Jebres (SK)
  • Solo Balapan (SLO)
  • Purwosari (PWS)
  • Gawok (GW)
  • Delanggu (DL)
  • Ceper (CE)
  • Klaten (KT)
  • Srowot (SWT)
  • Brambanan (BBN)
  • Maguwo (MGW)
  • Lempuyangan (LPN)
  • Yogyakarta (YK)
Commuter Line Basoetta
  • Manggarai (MRI)
  • BNI City (SUDB)
  • Duri (DU)
  • Rawa Buaya (RW)
  • Batu Ceper (BPR)
  • Bandara Soekarno-Hatta (BST)
  • Tebal: Stasiun awal/akhir dan stasiun transit
    †: hanya melayani arah Kampung Bandan
  • l
  • b
  • s
Stasiun kereta api di Indonesia
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel.
Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).
Jawa
I - Jakarta
(Kategori)
  • Bekasi (BKS)
  • Cikampek (CKP)
  • Cikarang (CKR)
  • Jakarta
    • Gambir (GMR)
    • Jatinegara (JNG)
    • Pasar Senen (PSE)
  • Karawang (KW)
II - Bandung
(Kategori)
  • Bandung
    • Bandung (BD)
    • Kiaracondong (KAC)
  • Banjar (BJR)
  • Padalarang (PDL)
  • Purwakarta (PWK)
  • Tasikmalaya (TSM)
III - Cirebon
(Kategori)
  • Brebes (BB)
  • Cirebon
    • Cirebon (CN)
    • Cirebon Prujakan (CNP)
  • Haurgeulis (HGL)
  • Jatibarang (JTB)
  • Pegaden Baru (PGB)
IV - Semarang
(Kategori)
  • Brumbung (BBG)
  • Cepu (CU)
  • Gundih (GD)
  • Ngrombo (NBO)
  • Pekalongan (PK)
  • Pemalang (PML)
  • Semarang
    • Poncol (SMC)
    • Tawang (SMT)
  • Tegal (TG)
  • Weleri (WLR)
V - Purwokerto
(Kategori)
  • Cilacap (CP)
  • Gombong (GB)
  • Karanganyar (KA)
  • Kebumen (KM)
  • Kroya (KYA)
  • Kutoarjo (KTA)
  • Maos (MA)
  • Purwokerto (PWT)
  • Sidareja (SDR)
VI - Yogyakarta
(Kategori)
  • Bandara Adisoemarmo (SMO)*
  • Klaten (KT)
  • Surakarta
    • Purwosari (PWS)
    • Solo Balapan (SLO)
    • Solo Jebres (SK)
  • Yogyakarta
    • Wates (WT)
    • Lempuyangan (LPN)
    • Yogyakarta (YK)
VII - Madiun
(Kategori)
  • Blitar (BL)
  • Jombang (JG)
  • Kediri (KD)
  • Kertosono (KTS)
  • Madiun (MN)
  • Nganjuk (NJ)
  • Tulungagung (TA)
VIII - Surabaya
(Kategori)
  • Babat (BBT)
  • Bangil (BG)
  • Bojonegoro (BJ)
  • Kepanjen (KPN)
  • Lamongan (LMG)
  • Lawang (LW)
  • Malang (ML)
  • Malang Kotalama (MLK)
  • Mojokerto (MR)
  • Sidoarjo (SDA)
  • Surabaya
    • Gubeng (SGU)
    • Kota (SB)
    • Pasarturi (SBI)
    • Wonokromo (WO)
IX - Jember
(Kategori)
  • Banyuwangi Kota (BWI)
  • Jember (JR)
  • Kalibaru (KBR)
  • Kalisat (KLT)
  • Kalisetail (KSL)
  • Ketapang (KTG)
  • Probolinggo (PB)
  • Rogojampi (RGP)
Komuter Jabodetabek
  • KAI Commuter (kategori)
  • LRT Jakarta**
  • LRT Jabodebek**
  • MRT Jakarta**
Komuter Yogyakarta dan Solo
  • KAI Commuter (kategori)
KAI Bandara
  • Bandara Yogyakarta (YIA)*
Kereta Cepat Indonesia-China
  • Halim
  • Karawang
  • Padalarang
  • Tegalluar








Sumatra
I - Sumatera Utara
(Kategori)
  • Medan (MDN)
  • Rantau Prapat (RAP)
  • Siantar (SIR)
  • Tanjungbalai (TNB)
  • Tebing Tinggi (TBI)
II - Sumatera Barat
(Kategori)
  • Bandara Internasional Minangkabau (BIM)*
  • Indarung (IDA)
  • Padang (PD)
III – Palembang
(Kategori)
  • Kertapati (KPT)
  • Lahat (LT)
  • Lubuk Linggau (LLG)
  • Prabumulih (PBM)
IV – Tanjungkarang
(Kategori)
  • Baturaja (BTA)
  • Kotabumi (KB)
  • Martapura (MP)
  • Tanjungkarang (TNK)
Komuter Palembang
LRT Palembang
KAI Bandara
  • Kualanamu (KNM)*
  • Binjai
Sulawesi
BPKA Sulsel
(Daftar)
  • Barru
  • Bungoro**
  • Garongkong
  • Labakkang
  • Lumpue**
  • Mandai**
  • Mandalle
  • Mangilu
  • Mangkoso**
  • Ma'rang
  • Maros**
  • Palanro**
  • Pangkajene**
  • Parangloe**
  • Rammang-Rammang**
  • Soreang (Parepare)**
  • Takkalasi**
  • Tallo (Makassar)**
  • Tanete Rilau
  • * = Stasiun khusus bandara.
  • ** = Stasiun/daftar stasiun dalam pembangunan.
  • Tebal: Stasiun kelas besar.
  • Reguler: Stasiun kelas I.
  • Project page ProyekWiki
    • Proyek stasiun
  • Portal Portal
  • Category Kategori
  • Commons page Commons

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Bangunan dan tata letak
  3. Arsitektur bangunan lama stasiun
  4. Ciri khas
  5. Layanan kereta api
  6. Komuter
  7. Antarmoda pendukung
  8. Insiden
  9. Galeri
  10. Referensi
  11. Lihat pula
  12. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar stasiun kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Kereta Api Indonesia

perusahaan operator kereta asal Indonesia

Persinyalan dan semboyan kereta api di Indonesia

Daftar-daftar semboyan kereta api Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026