Pembagian perjalanan kereta api dapat dilakukan dengan alasan seperti melimpahnya penumpang atau barang di jalurnya berjalan sehingga memerlukan tambahan kereta api; dua atau lebih rute dengan dengan permulaan yang sama, tetapi dibagi untuk tujuan berbeda-beda dengan lintasan yang berbeda. Saat banyak kereta api menggunakan rute yang sama untuk mengakomodasi banyaknya penumpang atau barang, kereta api disebut sebagai "pertama (reguler)," "kedua (fakultatif)", atau "ketiga (tambahan/ekstra)" untuk membedakannya. Meski kereta api pertama tidak selalu datang pertama pada hari operasi, penamaan dan waktu operasinya biasanya diatur menggunakan grafik perjalanan kereta api (gapeka).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pembagian perjalanan kereta api dapat dilakukan dengan alasan seperti melimpahnya penumpang atau barang di jalurnya berjalan sehingga memerlukan tambahan kereta api; dua atau lebih rute dengan dengan permulaan yang sama, tetapi dibagi untuk tujuan berbeda-beda dengan lintasan yang berbeda. Saat banyak kereta api menggunakan rute yang sama untuk mengakomodasi banyaknya penumpang atau barang, kereta api disebut sebagai "pertama (reguler)," "kedua (fakultatif)", atau "ketiga (tambahan/ekstra)" untuk membedakannya. Meski kereta api pertama tidak selalu datang pertama pada hari operasi, penamaan dan waktu operasinya biasanya diatur menggunakan grafik perjalanan kereta api (gapeka).