Kegembiraan atau kegiuran adalah sebuah faktor mental terkait dengan penyerapan meditatif dari meditasi Buddhis. Menurut Buddhadasa Bhikkhu, pīti adalah sebuah kualitas merangsang, menggairahkan, dan memberi energi, yang berbeda dengan ketenangan sukha.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bagian dari Abhidhamma Theravāda |
| 52 faktor mental (cetasika) |
|---|
| Buddhisme Theravāda |
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme |
|---|
Kegembiraan atau kegiuran (Pali: pīti; Sanskerta: प्रीति, prīti) adalah sebuah faktor mental[1] terkait dengan penyerapan meditatif (Sanskerta: dhyana; Pali: jhāna) dari meditasi Buddhis. Menurut Buddhadasa Bhikkhu, pīti adalah sebuah kualitas merangsang, menggairahkan, dan memberi energi, yang berbeda dengan ketenangan sukha.[2]
Pīti adalah sebuah saṅkhāra (formasi) penuh riang gembira yang tidak berkaitan dengan objek apa pun, sehingga praktisi tidak mencapainya melalui nafsu-keinginan. Istilah ini sering diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai "rapture" (kegiuran) dan dibedakan dari "kebahagiaan" atau "kesenangan" meditatif yang bertahan lebih lama (Pali, Sanskerta: sukha), yang merupakan perasaan (vedanā) lebih halus yang muncul bersamaan dengan pīti.
Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Ashin Kheminda menjelaskan bahwa pīti didefinisikan dalam empat batasan:[3]
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa:
Kegembiraan (pīti) adalah faktor-mental yang membuat batin senang dan puas dengan objeknya. Kata lain dari kegembiraan (pīti) yang mempunyai makna sama adalah kegirangan (pāmojja) dan bersukacita (āmodanā). Dengan demikian, faktor-mental kegembiraan mengandung aspek emosional dalam intensitas tertentu. Kualitas rendah kegembiraan muncul pada saat seseorang tertawa terbahak-bahak. Kegembiraan yang seperti itu bersifat duniawi dan berkaitan dengan pancaindra. Dalam kualitasnya yang sempurna, kegembiraan menjadi faktor jhāna yang membuat batin puas dan mampu bersama dengan tanda-serupa (paṭibhāga nimitta) untuk jangka waktu berjam-jam tanpa berminat untuk “berpaling” ke objek-objek yang lain.
Kegembiraan jenis ini bersifat spiritual dan sudah terbebas dari dunia pancaindra (nirāmisā pīti). Teks-teks kita membedakan kegembiraan menjadi lima. Akan tetapi, hanya kegembiraan yang meresap ke seluruh tubuh (pharaṇapīti) yang disebut sebagai faktor jhāna. Pada saat menjadi akar dari absorpsi (jhāna), kegembiraan yang meresap mencapai perkembangannya melalui percampurannya dengan konsentrasi.
Dalam kitab-kitab komentar mengenai meditasi Buddhis, pengembangan jhāna (Sanskerta: dhyāna) dideskripsikan sebagai pengembangan lima faktor mental (cetasika) yang melawan lima rintangan batin (nīvaraṇa):[4]
| Tabel: Faktor-faktor rūpa jhāna | ||||
| Faktor jhāna (jhānaṅga) | Jhāna pertama | Jhāna kedua | Jhāna ketiga | Jhāna keempat |
|---|---|---|---|---|
| Vitakka (penempatan awal) |
✓ (vivicceva kāmehi vivicca akusalehi dhammehi) |
✗ (diredakan) |
— | — |
| Vicāra (penempatan sinambung) | ||||
| Pīti (kegembiraan) |
✓ (vivekaja) |
✓ (samādhija; ajjhattaṁ sampasādana) |
✗ (dipudarkan) |
— |
| Sukha (kebahagiaan) |
✓ (kāyena paṭisaṁvedeti) |
✗ (dilampaui; adukkhamasukhaṁ upekkhāsatipārisuddhi) | ||
| Ekaggatā (kemanunggalan, keterpusatan) |
✓ | ✓ | ✓ | ✓ (satipārisuddhi cittekaggatā) |
| Referensi:
[5][6][7][8] | ||||
Baik pīti maupun sukha lahir dari keterasingan jasmani dan keheningan mental pada jhāna pertama, kemudian lahir dari konsentrasi yang terpusat (samādhi) pada jhāna kedua, tapi hanya sukha yang dipertahankan pada jhāna ketiga sementara pīti memudar seiring dengan pengolahan keseimbangan/ketidakberpihakan batin yang murni dan penuh-perhatian (upekkhāsatipārisuddhi).
Kitab Visuddhimagga dari abad ke-5 M membedakan antara pīti dan sukha melalui gambaran pengalaman berikut:
| Kelompok | Pañcakkhandha (lima gugusan) |
Abhidhamma Theravāda | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Paramattha-sacca (realitas hakiki) | |||||
| nāma (batin) |
viññāṇakkhandha (gugusan kesadaran) |
89/121 citta (kesadaran) |
81 duniawi 8/40 adiduniawi | ||
| vedanākkhandha (gugusan perasaan) |
52 cetasika (faktor-mental) |
1 vedanācetasika (cetasika perasaan) | |||
| saññākkhandha (gugusan persepsi) |
1 saññācetasika (cetasika persepsi) | ||||
| saṅkhārakkhandha (gugusan formasi) |
50 cetasika lainnya | ||||
| rūpa (rupa) |
rūpakkhandha (gugusan rupa) |
28 rūpa (rupa) |
4 unsur pokok 24 unsur turunan | ||
- |
Nibbāna (Nirwana) | ||||
| Catatan: | |||||