Kelenturan atau keluwesan (Pali: mudutā) merupakan basis dari sepasang faktor mental berikut dalam ajaran Abhidhamma Theravāda:
- Kāyamudutā - kelenturan tubuh (atau kelenturan cetasika)
- Cittamudutā - kelenturan kesadaran (atau kelenturan citta)
Kedua faktor mental ini mempunyai karakteristik meredanya kekakuan (thambha) pada tubuh mental dan kesadaran.
Definisi
Theravāda
Bhikkhu Bodhi menyatakan:
- Kelenturan ganda (kelenturan tubuh dan kelenturan kesadaran) memiliki karakteristik meredanya kekakuan (thambha) dalam tubuh mental dan kesadaran, masing-masing. Fungsinya adalah untuk menghancurkan kekakuan. Kelenturan ini terwujud sebagai non-perlawanan, dan penyebab langsungnya adalah tubuh mental dan kesadaran. Kelenturan ini harus dianggap sebagai lawan dari kekotoran batin, seperti pandangan salah dan kesombongan, yang menciptakan kekakuan.
Nina van Gorkom menjelaskan:
- Menurut kitab Dhammasaṅgaṇī (par 44, 45) pasangan cetasika ini terdiri dari kelembutan, kehalusan, dan ketiadaan kekakuan.
Kitab Aṭṭhasālinī (I, Kitab I, Bagian IV, Bab I, 130) menyatakan:
- Mereka (faktor-faktor mental kelenturan) memiliki karakteristik menekan kekakuan faktor mental dan kesadaran; fungsinya adalah untuk menghancurkan keduanya; manifestasi atau efeknya adalah tidak menimbulkan perlawanan; dan memiliki faktor mental dan kesadaran sebagai sebab-langsung. Mereka (faktor-faktor mental kelenturan) adalah penentang kerusakan, seperti pandangan salah (diṭṭhi) dan kesombongan yang menyebabkan kekakuan mental.
Daftar pustaka
- Bhikkhu Bodhi (2012), A Comprehensive Manual of Abhidhamma: The Abhidhammattha Sangaha (Vipassana Meditation and the Buddha's Teachings), Independent Publishers Group Kindle Edition
- van Gorkom, Nina (2010), Cetasikas, Zolag
|
|---|
|
|
| |
|---|
|
|
|---|
| |
|---|
| | Buddha saat ini dan keluarga | |
|---|
| 4 tempat suci utama | |
|---|
| Buddha penting sebelumnya | |
|---|
| Buddha selanjutnya | |
|---|
| Bawahan | |
|---|
| Mahāyāna-Vajrayāna | |
|---|
|
|---|
| |
|---|
| |
|---|
| |
|---|
| |
|---|
|