Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Penyesalan (Buddhisme)

Penyesalan atau kekhawatiran adalah suatu faktor mental yang dikenal dalam Buddhisme. Dalam aliran Theravāda, kukkucca diartikan sebagai kekhawatiran atau penyesalan setelah melakukan kesalahan; ia memiliki karakteristik penyesalan. Dalam aliran Mahayana, kaukritya diartikan sebagai kesedihan karena ketidaksenangan mental terhadap tindakan yang telah dilakukan sebelumnya.

Wikipedia article
Diperbarui 1 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Untuk faktor-mental kebingungan/kegelisahan (uddhacca), lihat Kebingungan (Buddhisme).
Terjemahan dari
penyesalan
Indonesiapenyesalancode: id is deprecated
Inggrisregret
worry
Palikukkuccacode: pi is deprecated
Sanskertakaukritya, kaukṛityacode: sa is deprecated
Tionghoa惡作 (T) / 恶作 (S)
悔 (T) / 悔 (S)
code: zh is deprecated
Korea악작, 오작, 회code: ko is deprecated
(RR: akjak, ojak, hoicode: ko is deprecated )
Tibetའགྱོད་པ།code: bo is deprecated
(Wylie: 'gyod pa;
THL: gyöpa
code: bo is deprecated )
Daftar Istilah Buddhis
  • l
  • b
  • s
Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 faktor mental (cetasika)
Buddhisme Theravāda
7 universal (sabbacittasādhāraṇa)
  • Phassa
  • Vedanā
  • Saññā
  • Cetanā
  • Ekaggatā (Samādhi)
  • Jīvitindriya
  • Manasikāra
6 sesekali (pakiṇṇaka)
  • Vitakka
  • Vicāra
  • Adhimokkha
  • Viriya
  • Pīti
  • Chanda
14 tidak baik (akusala)
  • 4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa):
  • Moha
  • Ahirika
  • Anottappa
  • Uddhacca
  • 3 keserakahan (lobha):
  • Lobha
  • Diṭṭhi
  • Māna
  • 4 kebencian (dosa):
  • Dosa
  • Issā
  • Macchariya
  • Kukkucca
  • 3 yang terakhir:
  • Thīna
  • Middha
  • Vicikicchā
25 indah (sobhana)
  • 19 indah universal (sobhanasādhāraṇa):
  • Saddhā
  • Sati
  • Hiri
  • Ottappa
  • Alobha
  • Adosa
    • Mettā
  • Tatramajjhattatā
    • Upekkhā
  • Kāyapassaddhi
  • Cittapassaddhi
  • Kāyalahutā
  • Cittalahutā
  • Kāyamudutā
  • Cittamudutā
  • Kāyakammaññatā
  • Cittakammaññatā
  • Kāyapāguññatā
  • Cittapāguññatā
  • Kāyujukatā
  • Cittujukatā
  • 3 penahanan diri (virati):
  • Sammāvācā
  • Sammākammanta
  • Sammā-ājīva
  • 2 tanpa batas (appamañña):
  • Karuṇā
  • Muditā
  • 1 indra kebijaksanaan (paññindriya):
  • Paññā
    • Amoha
  • l
  • b
  • s

Penyesalan atau kekhawatiran (Pali: kukkucca; Sanskerta: कौकृत्य, kaukṛtya) adalah suatu faktor mental yang dikenal dalam Buddhisme. Dalam aliran Theravāda, kukkucca diartikan sebagai kekhawatiran atau penyesalan setelah melakukan kesalahan; ia memiliki karakteristik penyesalan.[1] Dalam aliran Mahayana, kaukritya diartikan sebagai kesedihan karena ketidaksenangan mental terhadap tindakan yang telah dilakukan sebelumnya.[2][3]

Penyesalan diidentifikasi dalam konteks:

  • Salah satu dari empat belas faktor mental yang tidak baik dalam ajaran Abhidhamma Theravāda
  • Salah satu dari lima rintangan dalam meditasi (dikombinasikan dengan uddhacca)
  • Salah satu dari empat faktor mental yang dapat berubah dalam ajaran Abhidharma Mahayana

Definisi

Theravāda

Dalam terjemahannya atas Abhidhammatthasaṅgaha, Bhikkhu Bodhi menjelaskan:

Kukkucca adalah kekhawatiran atau penyesalan setelah melakukan kesalahan. Ciri khasnya adalah penyesalan berikutnya. Fungsinya adalah untuk berduka atas apa yang telah dan yang belum dilakukan. Kukkucca ini terwujud sebagai penyesalan. Penyebab langsungnya adalah apa yang telah dan yang belum dilakukan (yaitu kesalahan yang dilakukan dan yang tidak dilakukan).[1]

Kitab Aṭṭhasālinī (II, Kitab II, Bagian IX, Bab III, 258) memberikan definisi kukkucca sebagai berikut:

...Ia mempunyai penyesalan sebagai ciri khas, kesedihan atas perbuatan yang dilakukan dan yang tidak dilakukan sebagai fungsinya, penyesalan sebagai manifestasinya, perbuatan yang dilakukan dan yang tidak dilakukan sebagai penyebab langsung, dan ia harus dipandang sebagai suatu keadaan perbudakan.[4]

Nina van Gorkom menjelaskan:

Ciri khas kukkucca adalah rasa sesal. "Penyesalan" dalam pengertian umum sering dianggap sebagai suatu hal baik, tetapi realitas kukkucca tidaklah baik, ia muncul dengan dosa-mūla-citta (kesadaran yang berakar pada kebencian). Kukkucca yang “menyesali” perbuatan jahat dan kelalaian kusala berbeda dengan pemikiran baik tentang kerugian akusala dan nilai kusala. Istilah konvensional “kekhawatiran” yang juga digunakan sebagai terjemahan dari kukkucca mungkin juga tidak begitu jelas. Ketika kita mengatakan bahwa kita khawatir, itu mungkin bukan realitas kukkucca, tetapi mungkin berpikir dengan kebencian tentang objek yang tidak menyenangkan tanpa adanya kukkucca. Misalnya, kita mungkin khawatir tentang cara menyelesaikan masalah di masa mendatang; kekhawatiran semacam ini bukanlah realitas kukkucca.[4]

Mahāyāna

Kitab Abhidharma-samuccaya menyatakan:

Apa itu kaukritya? Itu adalah obsesi terhadap hal positif, negatif, acuh tak acuh, tepat waktu, tidak tepat waktu, pantas, dan tidak pantas karena segala sesuatu yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja dan berhubungan dengan kesalahan yang membingungkan. Fungsinya adalah untuk menghalangi batin agar tidak tenang.[2]

Mipham Rinpoche menyatakan:

Penyesalan melibatkan kesedihan karena ketidaksenangan batin terhadap tindakan sebelumnya. Hal ini menghalangi ketenangan batin.[3]

Alexander Berzin menjelaskan:

Penyesalan (‘gyod-pa) adalah bagian dari kenaifan/kebodohan batin (moha). Ini adalah keadaan batin yang tidak ingin mengulangi melakukan sesuatu, baik yang pantas maupun tidak pantas, yang telah kita lakukan atau yang diminta orang lain untuk kita lakukan.[5]

Referensi

  1. 1 2 Bhikkhu Bodhi (2003), hlm. 84
  2. 1 2 Guenther (1975), Kindle Locations 1020-1021.
  3. 1 2 Kunsang (2004), hlm. 28.
  4. 1 2 Gorkom (2010), Definition of Ignorance, Shamelessness, Recklessness and Restlessness Diarsipkan 2013-02-09 di Wayback Machine.
  5. ↑ Berzin (2006)

Daftar pustaka

  • Berzin, Alexander (2006), Primary Minds and the 51 Mental Factors
  • Bhikkhu Bodhi (2003), A Comprehensive Manual of Abhidhamma, Pariyatti Publishing
  • Guenther, Herbert V. & Leslie S. Kawamura (1975), Mind in Buddhist Psychology: A Translation of Ye-shes rgyal-mtshan's "The Necklace of Clear Understanding" Dharma Publishing. Kindle Edition.
  • Kunsang, Erik Pema (penerjemah) (2004). Gateway to Knowledge, Vol. 1. North Atlantic Books.
  • Nina van Gorkom (2010), Cetasikas, Zolag
  • l
  • b
  • s
   Topik Buddhisme   
  • Outline Garis besar
  • Daftar istilah
  • Indeks
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Konsensus pemersatu
Aliran arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílèdàdào
  • Dhammakāya
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Sastra Pali
  • Paritta
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
Kitab daring
  • SuttaCentral
  • Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka
  • dhammatalks.org
  • 84000
  • NTI Reader - Taishō
  • Buddha
  • Bodhisatwa
Buddha saat ini dan keluarga
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
4 tempat suci utama
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
Buddha penting sebelumnya
  • Dīpaṅkara
  • Vipassī
  • Sikhī
  • Vessabhū
  • Kakusandha
  • Koṇāgamana
  • Kassapa
Buddha selanjutnya
  • Metteyya
Bawahan
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
  • Empat Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia Berunsur Delapan
  • Trilaksana
    • Ketidakkekalan
    • Penderitaan
    • Tanpa atma
  • Pandangan
  • Titthiya
  • Ketuhanan
  • Niyāma
  • Keyakinan
  • Triratna
  • Pancasila
  • Māra
  • Karma
  • Nirwana
  • Kemunculan Bersebab
  • Gugusan
    • Materi
    • Kesadaran
    • Persepsi
    • Perasaan
    • Saṅkhāra
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Loka
  • Punarbawa
  • Samsara
  • Bodhi
  • Abhiññā
  • Cetasika
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Moha
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Perhatian penuh
  • Bodhipakkhiyā
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Malu
  • Takut
  • Dana
  • Sila
  • Meditasi
    • Samatha-vipassanā
    • Ānāpānasati
    • Satipaṭṭhāna
    • Kammaṭṭhāna
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Energi
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Brahmavihāra
    • Cinta kasih
    • Karuna
    • Simpati
    • Ketenangan
    • Keseimbangan batin
  • Astasila
  • Bakti
    • Puja
    • Namaskara
    • Pradaksina
    • Pindapata
    • Pelimpahan jasa
    • Ziarah
  • Sādhu
  • Sangha
  • Majelis
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • 10 murid utama Buddha Gotama
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Waisak
  • Asalha
  • Magha
  • Kathina
  • Hari Abhidhamma
  • Uposatha
  • Budaya
  • Masyarakat
  • Aborsi
  • Agama-agama Timur
  • Anikonisme
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Baháʼí
  • Bendera Buddhis
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Darmacakra
  • Dunia Romawi
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Hinduisme
  • Humanisme
  • Ilmu pengetahuan
  • Jainisme
  • Kalender
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Masturbasi
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Orientasi seksual
  • Penindasan
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Seni rupa
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarisme
  • Yahudi
  • Category Kategori
  •  Portal Agama
  •  Portal Buddhisme

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Definisi
  2. Theravāda
  3. Mahāyāna
  4. Referensi
  5. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Pengotor batin

dalam Buddhisme, keadaan mental yang mengaburkan pikiran

Cetasika

Konsep faktor-faktor mental yang mewarnai pikiran dalam Buddhisme

Niyāma

Hukum impersonal yang mengatur bekerjanya alam semesta dalam Buddhisme

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026