Kantuk atau kelambanan adalah suatu faktor mental dalam Buddhisme. Dalam aliran Theravāda, middha didefinisikan sebagai kondisi tidak sehat yang ditandai dengan ketidakmampuan, kurangnya energi (viriya), dan penolakan terhadap aktivitas yang baik. Dalam aliran Mahayana, middha didefinisikan sebagai faktor mental yang menyebabkan batin tertarik ke dalam, kehilangan kemampuan membedakan antara aktivitas yang baik dan yang tidak baik, dan sama sekali tidak melakukan aktivitas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Terjemahan dari kantuk | |
|---|---|
| Indonesia | kantuk; kelambanancode: id is deprecated |
| Inggris | torpor sleep drowsiness |
| Pali | middhacode: pi is deprecated |
| Sanskerta | मिद्ध (middha)code: sa is deprecated |
| Tionghoa | 睡眠 (T) / 睡眠 (S) 眠 (T) / 眠 (S)code: zh is deprecated |
| Korea | 수면, 면code: ko is deprecated (RR: sumyeon, myeoncode: ko is deprecated ) |
| Tibet | གཉིད།code: bo is deprecated (Wylie: gnyid; THL: nyicode: bo is deprecated ) |
| Myanmar | မိဒ္ဓcode: my is deprecated |
| Khmer | មិទ្ឋៈcode: km is deprecated (UNGEGN: mettheak) |
| Daftar Istilah Buddhis | |
| Bagian dari Abhidhamma Theravāda |
| 52 faktor mental (cetasika) |
|---|
| Buddhisme Theravāda |
Kantuk atau kelambanan (Pali: middha; Sanskerta: मिद्ध, middha) adalah suatu faktor mental dalam Buddhisme. Dalam aliran Theravāda, middha didefinisikan sebagai kondisi tidak sehat yang ditandai dengan ketidakmampuan, kurangnya energi (viriya), dan penolakan terhadap aktivitas yang baik.[1] Dalam aliran Mahayana, middha didefinisikan sebagai faktor mental yang menyebabkan batin tertarik ke dalam, kehilangan kemampuan membedakan antara aktivitas yang baik dan yang tidak baik, dan sama sekali tidak melakukan aktivitas.[2][3]
Kantuk diidentifikasi dalam konteks:
Dalam terjemahannya atas Abhidhammatthasaṅgaha, Bhikkhu Bodhi menjelaskan:
Kitab Aṭṭhasālinī (II, Kitab I, Bagian IX, Bab II, 255) menjelaskan tentang kemalasan dan kelambanan/kantuk: “Tidak adanya usaha, kesulitan karena ketidakmampuan, adalah maknanya.” Kemudian, kita membaca definisi kemalasan dan kelambanan/kantuk berikut:
Nina van Gorkom menjelaskan:
Kitab Abhidharma-samuccaya menyatakan:
Mipham Rinpoche menyatakan:
Alexander Berzin menyatakan: