Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabinet Ampera II

Kabinet Ampera II atau Kabinet Ampera yang Disempurnakan adalah nama kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Pejabat Presiden Soeharto. Kabinet ini diumumkan oleh Pejabat Presiden Soeharto pada 11 Oktober 1967 dan bertugas mulai tanggal 14 Oktober 1967 sampai dengan 6 Juni 1968.

Wikipedia article
Diperbarui 20 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabinet Ampera II
Kabinet Ampera II

Kabinet Pemerintahan Indonesia
Dibentuk14 Oktober 1967
Diselesaikan6 Juni 1968
Struktur pemerintahan
Kepala negaraSoeharto
Kepala pemerintahanSoeharto
Jumlah menteri23
Total jumlah menteri23
Partai anggotaAngkatan Bersenjata Republik Indonesia
Partai Nasional Indonesia
Partai Musyawarah Rakyat Banyak
Partai Kristen Indonesia
Partai Katolik Republik Indonesia
Nahdlatul Ulama
Independen
Sejarah
PendahuluKabinet Ampera I
PenggantiKabinet Pembangunan I
Artikel ini adalah bagian dari seri
Politik dan Ketatanegaraan
Republik Indonesia
(Negara Kesatuan Republik Indonesia)
Hukum
Ideologi

  • Pancasila
Konstitusi

  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Peraturan Perundang-Undangan
  • Ketetapan MPR (Tap MPR)
  • Undang-Undang (UU)
  • Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu)
  • Peraturan Pemerintah (PP)
  • Peraturan Presiden (Perpres)
  • Peraturan Daerah (Perda)
    • Provinsi
    • Kabupaten/Kota
Hirarki Lembaga Negara
  • Organ Lapis Pertama
  • Organ Lapis Kedua
  • Organ Lapis Ketiga
Pemerintahan Pusat
Legislatif

  • Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • Ketua: Ahmad Muzani (Gerindra)

  • Dewan Perwakilan Rakyat
  • Ketua: Puan Maharani (PDI-P)

  • Dewan Perwakilan Daerah
  • Ketua: Sultan Bachtiar Najamudin (Independen)
Eksekutif

  • Presiden Indonesia
  • Prabowo Subianto Djojohadikusumo (Gerindra)
    • Riwayat

  • Wakil Presiden Indonesia
  • Gibran Rakabuming Raka (Independen)
    • Riwayat

  • Kabinet
  • Petahana: Merah Putih
  • Menteri
  • Pejabat setingkat menteri
Yudikatif

  • Mahkamah Agung
  • Ketua: Sunarto

  • Mahkamah Konstitusi
  • Ketua: Suhartoyo

  • Komisi Yudisial
  • Ketua: Amzulian Rifai

  • Badan peradilan
  • (di bawah Mahkamah Agung)
  • Peradilan umum
  • Peradilan agama
  • Peradilan tata usaha negara
  • Peradilan militer
  • Khusus: Pengadilan khusus
Lembaga Lain

  • Badan Pemeriksa Keuangan
  • Ketua: Isma Yatun

  • Lembaga menurut UUD secara implisit
  • Dewan Pertimbangan Presiden
  • Komisi Pemilihan Umum
  • Bank Indonesia

  • Alat Negara
  • Tentara Nasional Indonesia
    • Angkatan Darat
    • Angkatan Laut
    • Angkatan Udara
  • Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pemerintahan Daerah
Pembagian Administratif
  • Provinsi
  • Khusus: Daerah Khusus
  • Daerah Istimewa
  • Daftar: Umum
  • Ibu Kota
  • Lambang
  • IPM
  • PDRB
  • Titik Tertinggi

  • Kabupaten
  • Kota
  • Khusus: Kabupaten administrasi
  • Kota administrasi
  • Daftar: Umum
  • Provinsi
  • Lambang
  • Hanya Kabupaten
    • Waktu Pembentukan
  • Hanya Kota
    • Provinsi
    • Luas Wilayah
    • Jumlah Penduduk
    • Kepadatan Penduduk
    • Hari Jadi
  • Wilayah Metropolitan

  • Kecamatan
  • Desa/kelurahan
    • Daftar
    • Istilah Khusus
Kepala Daerah
  • Gubernur
  • Daftar: Petahana
  • Riwayat
  • Wakil gubernur
    • Riwayat

  • Bupati
  • Daftar: Riwayat
  • Wakil bupati
    • Riwayat

  • Wali Kota
  • Daftar: Riwayat
  • Wakil wali kota
    • Riwayat
Legislatif Daerah
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
  • Provinsi
    • Daftar
  • Kabupaten/Kota
    • Daftar
Politik Praktis
Pemilihan Umum
  • Pemilihan Legislatif
  • 2029
  • 2024
  • 2019
  • 2014
  • 2009
  • 2004
  • 1999
  • 1997
  • 1992
  • 1987
  • 1982
  • 1977
  • 1971
  • 1955

  • Pemilihan Presiden
  • 2029
  • 2024
  • 2019
  • 2014
  • 2009
  • 2004
  • Tak langsung: 1999
  • 1998
  • 1993
  • 1988
  • 1983
  • 1978
  • 1973
  • 1968
  • 1963
  • 1945
Pemilihan Lokal
  • Pemilihan Legislatif Daerah
  • 1957–1958

  • Pemilihan Kepala Daerah
  • 2029
  • 2024
  • 2020
  • 2018
  • 2017
  • 2015
  • 2013
  • 2012
  • 2011
  • 2010
  • 2008
  • 2007
  • 2006
  • 2005

  • Undang-Undang
  • Daerah Pemilihan
Partai Politik
  • Daftar partai
  • Pemimpin partai
  • Tokoh Partai
  • Komposisi dalam DPR
  • Koalisi
  • Sayap Pemuda
  • Partai yang Bubar
Kebijakan luar negeri
Hubungan internasional
  • Bilateral
    (negara individu)

  • Multilateral
  • Keanggotaan: ASEAN
  • PBB
  • APEC
  • G20
  • Nonblok
  • WTO
  • BRICS
  • Kerja sama: Uni Eropa
Perwakilan Diplomatik
  • Dari Indonesia
  • Lengkap
  • Kedutaan Besar
  • Konsulat Jenderal
  • Konsulat

  • Untuk Indonesia
  • Lengkap
  • Kedutaan Besar
  • Konsuler di Surabaya
  •  Portal Indonesia
  •  Portal Politik
  • Negara lainnya
  • Atlas
  • l
  • b
  • s
Artikel ini merupakan bagian dari seri tentang
Soeharto

Presiden Indonesia
1967–1998


Pra-kepresidenan
  • Kehidupan dan karier awal
  • Pengabdian militer
    • Pendudukan Jepang
    • Revolusi Nasional
      • Agresi Militer Belanda I
      • Pemberontakan PKI 1948
      • Agresi Militer Belanda II
      • Serangan Umum 1 Maret 1949
      • Pemberontakan Andi Azis
  • Pasca-Kemerdekaan

Naik ke tampuk kekuasaan
  • Gerakan 30 September
  • Panglima Kopkamtib
  • Pembunuhan massal
  • Supersemar
  • Manuver politik
  • Kepresidenan sementara

Orde Baru
  • Pelantikan
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
  • Kabinet
    • Ampera I
    • Ampera II
    • Pembangunan I
    • Pembangunan II
    • Pembangunan III
    • Pembangunan IV
    • Pembangunan V
    • Pembangunan VI
    • Pembangunan VII
  • Golkar
  • Dwifungsi
  • Aspri
  • Angkatan 66
  • Repelita
  • Mafia Berkeley
  • Kelompok Empat
  • Pemilu
    • 1968
    • 1971
    • 1977
    • 1982
    • 1987
    • 1992
    • 1997

Kebijakan
  • Diskriminasi terhadap Tionghoa
  • Peristiwa Malari
  • Petisi 50
  • Pembantaian Tanjung Priok
  • Penembakan misterius
  • Fusi partai politik
  • Swasembada pangan
  • Penentuan Pendapat Rakyat
  • Timor Timur
    • Invasi
    • Pendudukan
    • Genosida
    • Pembantaian Santa Cruz
  • ASEAN

Kejatuhan
  • Latar belakang
  • Peristiwa 27 Juli
  • Krisis finansial Asia 1997
  • Penembakan Trisakti
  • Buruh Tani
  • Kerusuhan Mei 1998
  • Pengunduran diri

Pasca-kepresidenan
  • Tuduhan korupsi
  • Penyakit dan kematian
  • Pahlawan nasional

Keluarga
  • Siti Hartinah (istri dan Ibu Negara)
  • Anak
    • Siti Hardijanti Rukmana
    • Sigit Harjojudanto
    • Bambang Trihatmodjo
    • Siti Hediati Hariyadi
    • Hutomo Mandala Putra
    • Siti Hutami Endang Adiningsih



Galeri: Gambar, Suara, Video
  • l
  • b
  • s

Kabinet Ampera II atau Kabinet Ampera yang Disempurnakan[1][2] adalah nama kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Pejabat Presiden Soeharto. Kabinet ini diumumkan oleh Pejabat Presiden Soeharto pada 11 Oktober 1967 dan bertugas mulai tanggal 14 Oktober 1967 sampai dengan 6 Juni 1968.

Pada masa kabinet ini, Pejabat Presiden Soeharto dilantik menjadi Presiden ke-2 Republik Indonesia pada 27 Maret 1968 dalam Sidang Umum V MPRS melalui Ketetapan MPRS Nomor XLIV/MPRS/1968.

Latar Belakang

Ada dua pokok alasan Pejabat Presiden Soeharto melakukan perubahan struktur dan personalia Kabinet Ampera, yaitu :

  1. Sebagai usaha untuk lebih menyederhanakan susunan dan untuk lebih meningkatkan efisiensi dan efektivitas bekerjanya Kabinet Ampera dalam rangka pelaksanaan penyelesaian tugas pokoknya;
  2. Dalam rangka usaha untuk lebih menyesuaikan pelaksanaan ketentuan Pasal 17 Undang-undang Dasar 1945, yaitu mengenai susunan Menteri-menteri Negara sebagai pembantu presiden.

Perubahan struktur dan personalia ini tidak mengubah tugas pokok Kabinet Ampera seperti yang ditentukan dalam Ketetapan MPRS Nomor XIII, yaitu mewujudkan stabilisasi politik dan stabilisasi ekonomi.

Struktur Kabinet

Perubahan Kabinet Ampera ini secara struktural bersifat fundamental dan mengarah langsung pada pelaksanaan ketentuan-ketentuan Undang-undang Dasar 1945, yaitu dengan ditiadakannya Presidium dan jabatan Menteri Utama. Dengan adanya perubahan tersebut, maka sesuai dengan ketentuan Undang-undang Dasar 1945 para Menteri Negara, baik yang bertugas membantu Pejabat Presiden dalam koordinasi kegiatan-kegiatan maupun Menteri-menteri Negara yang memimpin Departemen-departemen itu secara langsung berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Pejabat Presiden.

Diadakannya dua Menteri Negara yang membantu Pejabat Presiden dalam Urusan Ekonomi, Keuangan, dan Industri serta Urusan Kesejahteraan Rakyat ini adalah oleh karena dalam fase konsolidasi dan stabilisasi ini, Kabinet Ampera harus dapat mencapai hasil-hasil yang positif dibidang-bidang yang sangat luas dan kompleks, terutama di bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang harus merupakan landasan yang sehat dan kuat bagi pembangunan yang akan datang.

Dalam rangka pelaksanaan jiwa, semangat dan ketentuan-ketentuan Undang-undang Dasar 1945 dan konsolidasi angkatan-angkatan, maka diadakan satu Departemen Pertahanan dan Keamanan di bawah pimpinan Menteri Pertahanan dan Keamanan. Dengan demikian, para Panglima Angkatan dapat mempunyai kesempatan yang lebih luas dan dalam untuk lebih mengkonsolidasikan angkatan-angkatan masing-masing, dalam rangka konsolidasi seluruh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan tahap Pembangunan Nasional yang akan datang, maka Pemerintah pada saat itu harus mengadakan usaha-usaha penyebaran penduduk yang merata diseluruh wilayah Tanah Air, sehingga potensi-potensi kekayaan alam Indonesia dapat digali secara merata pula. Oleh karena itu, usaha-usaha transmigrasi harus pula disiapkan saat itu juga. Dalam usaha transmigrasi ini, diharapkan agar sifat-sifat militansi serta jiwa pelopor dari veteran dan demobilisan akan dapat dimanfaatkan dibidang pembangunan. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka diadakan Departemen Transmigrasi, Veteran dan Demobilisasi.

Pimpinan

Presiden
Soeharto
(Penjabat sampai 27 Maret 1968)

Anggota

Berikut ini adalah anggota Kabinet Ampera yang Disempurnakan.

No. Jabatan Foto Pejabat Mulai menjabat Selesai menjabat
Menteri Negara
1 Menteri Negara Ekonomi, Keuangan, dan Industri Sri Sultan Hamengkubuwana IX 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
2 Menteri Negara Kesejahteraan Rakyat Idham Chalid 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
Menteri Departemen
3 Menteri Pertahanan dan Keamanan Soeharto 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
4 Menteri Luar Negeri Adam Malik 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
5 Menteri Dalam Negeri Basuki Rahmat 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
6 Menteri Kehakiman Oemar Senoadji 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
7 Menteri Penerangan B. M. Diah 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
8 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sanusi Hardjadinata 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
9 Menteri Agama Muhammad Dahlan 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
10 Menteri Kesehatan G.A. Siwabessy 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
11 Menteri Tenaga Kerja Awaluddin Djamin 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
12 Menteri Sosial Albert Mangaratua Tambunan 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
13 Menteri Keuangan Frans Seda 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
14 Menteri Perdagangan M. Jusuf 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
15 Menteri Pertanian Sutjipto 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
16 Menteri Perkebunan Thoyib Hadiwidjaja 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
17 Menteri Perhubungan Sutopo 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
18 Menteri Maritim Jatidjan 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
19 Menteri Pekerjaan Umum Sutami 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
20 Menteri Perindustrian Dasar, Ringan dan Tenaga Ashari Danudirdjo 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
21 Menteri Perindustrian Tekstil dan Kerajinan Muhammad Sanusi 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
22 Menteri Pertambangan Sumantri Brodjonegoro 14 Oktober 1967 6 Juni 1968
23 Menteri Transmigrasi, Veteran, dan Demobilisasi M. Sarbini 14 Oktober 1967 6 Juni 1968

Catatan Kaki

  1. ↑ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 171 Tahun 1967 tertanggal 11 Oktober 1967.
  2. ↑ Dalam susunan kabinet ini Departemen-Departemen Angkatan Bersenjata, yakni Departemen Angkatan Darat, Departemen Angkatan Laut, Departemen Angkatan Udara dan Departemen Angkatan Kepolisian ditiadakan.

Referensi

  • Berdasarkan Susunan Kabinet Republik Indonesia, Manggala BP-7 Pusat, 1985
  • http://www.ghabo.com Diarsipkan 2010-04-03 di Wayback Machine.

Lihat pula

  • Daftar Kabinet Indonesia

Kabinet Pemerintahan Indonesia
Didahului oleh:
Kabinet Ampera I
Kabinet Ampera II
1967–1968
Diteruskan oleh:
Kabinet Pembangunan I
  • l
  • b
  • s
Kabinet Ampera II (1967–1968)
Pejabat Presiden: Soeharto
Menteri Ekuin: Sri Sultan Hamengkubuwono IX • Menteri Kesra: Idham Chalid • Mendagri: Basuki Rahmat • Menlu: Adam Malik • Menhankam/Panglima ABRI: Soeharto • Menhak: Oemar Senoadji • Menteri Penerangan: B.M. Diah • Mendikbud: Sanusi Hardjadinata • Menag: Muhammad Dahlan • Menkes: G.A. Siwabessy • Menaker: Awaluddin Djamin • Mensos: Albert Mangaratua Tambunan • Menkeu: Frans Seda • Mendag: M. Jusuf • Mentan: Sutjipto • Menbun: Thoyib Hadiwidjaja • Menhub: Sutopo • Menteri Maritim: Jatidjan • Menteri PU: Sutami • Menperindariten: Ashari Danudirdjo • Menperinteksjin: Muhammad Sanusi • Mentam: Soemantri Brodjonegoro • Mentransvetbil: Sarbini Sumawinata
  • l
  • b
  • s
Indonesia Kabinet pemerintahan Indonesia
Era perjuangan kemerdekaan
  • Presidensial
  • Sjahrir I
  • Sjahrir II
  • Sjahrir III
  • Amir Sjarifuddin I
  • Amir Sjarifuddin II
  • Hatta I
  • Darurat
  • Hatta II
Garuda Pancasila
Era demokrasi parlementer

    RIS (RI: Susanto · Halim)

    • Natsir
    • Sukiman-Suwirjo
    • Wilopo
    • Ali Sastroamidjojo I
    • Burhanuddin Harahap
    • Ali Sastroamidjojo II
    • Djuanda
    Era demokrasi terpimpin
    • Kerja I
    • Kerja II
    • Kerja III
    • Kerja IV
    • Dwikora I
    • Dwikora II
    • Dwikora III
    • Ampera I
    • Ampera II
    Era Orde Baru
    • Pembangunan I
    • Pembangunan II
    • Pembangunan III
    • Pembangunan IV
    • Pembangunan V
    • Pembangunan VI
    • Pembangunan VII
    Era reformasi
    • Reformasi Pembangunan
    • Persatuan Nasional
    • Gotong Royong
    • Indonesia Bersatu I
    • Indonesia Bersatu II
    • Kerja
    • Indonesia Maju
    • Merah Putih
    Lihat pula: Kementerian Indonesia

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Latar Belakang
    2. Struktur Kabinet
    3. Pimpinan
    4. Anggota
    5. Catatan Kaki
    6. Referensi
    7. Lihat pula

    Artikel Terkait

    Kabinet Ampera I

    Kabinet Indonesia diantara Juli 1966 dan Oktober 1967

    Kabinet Pembangunan I

    Kabinet Presiden Suharto

    Kabinet Ampera

    Kabinet Ampera dapat merujuk pada: Kabinet Ampera I (28 Juli 1966–11 Oktober 1967) Kabinet Ampera II (17 Oktober 1967–10 Juni 1968) Kabinet Indonesia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026