Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Buruh Tani

Buruh Tani atau Pembebasan adalah lagu berbahasa Indonesia yang bercerita tentang demokrasi dan pembebasan. Lagu Buruh Tani awalnya berjudul Pembebasan yang diciptakan oleh Safi’i Kemamang di tahun 90-an dan dipopulerkan Marjinal. Lagu Buruh Tani dikenal sebagai lagu yang sering dinyanyikan pada aksi unjuk rasa atau demo mahasiswa pada saat turun ke jalan.

Wikipedia article
Diperbarui 9 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Untuk pekerjaan, lihat Buruh tani.

Buruh Tani atau Pembebasan adalah lagu berbahasa Indonesia yang bercerita tentang demokrasi dan pembebasan. Lagu Buruh Tani awalnya berjudul Pembebasan yang diciptakan oleh Safi’i Kemamang di tahun 90-an dan dipopulerkan Marjinal. Lagu Buruh Tani dikenal sebagai lagu yang sering dinyanyikan pada aksi unjuk rasa atau demo mahasiswa pada saat turun ke jalan.[1][2]

Selain judul lagu yang banyak orang tidak tahu, lirik lagu yang kerap didengar pun melenceng dari aslinya. Entah siapa yang mula-mula mengubahnya. Dari sejumlah video yang diunggah di YouTube, kebanyakan mereka mengambil dari salah satu video versi akustik yang dinyanyikan oleh beberapa laki-laki dan perempuan (tertulis dalam judul video tersebut: Marjinal–Buruh Tani). Video tersebut dijadikan referensi untuk mengunggah video-video selanjutnya dengan mengambil musiknya saja, lalu mengganti visualnya dengan foto-foto aksi atau video aksi.[3][4][5][6]

Lagu berbahasa Indonesia Tahun 1996 yang Ditulis oleh Safi'i KemamangTemplat:SHORTDESC:Lagu berbahasa Indonesia Tahun 1996 yang Ditulis oleh Safi'i Kemamang

Sejarah

Pada tahun 1996–97, aparat keamanan Indonesia melakukan tindakan keras terhadap aktivis mahasiswa dan penyelenggara buruh. Lagu “Buruh Tani” lahir pada masa akhir Orde Baru, ketika kebebasan politik sangat dibatasi. Lagu ini ditulis oleh Safi’i Kemamang. Lahir dengan nama Arifin di Lamongan, Jawa Timur, ia berasal dari keluarga petani miskin. Kakek, nenek, ayah, ibu, dan anggota keluarganya yang lain semuanya petani. Nama ayahnya Mustofa, dan nama ibunya Siti Karmiati. Safi’i hanya memiliki satu saudara, yaitu kakak perempuan.[7]

Sejak kecil, Safi’i tertarik pada gerakan politik dan isu-isu global. Keterlibatannya dalam lingkaran aktivis dimulai ketika ia masuk Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri Tuban, Jawa Timur. Ia mengaku menemukan praktik penyalahgunaan dan korupsi yang dilakukan oleh kepala sekolah. Safi’i bersama teman-temannya di STM kemudian mengadakan demonstrasi untuk memprotes praktik korupsi tersebut, yang dilakukan berulang tiga kali dalam setahun.[8]

Setelah mengalami penderitaan berat dan menghadapi ketidakpastian sebagai petani, Safi’i bersama keluarganya kemudian pindah ke Surabaya. Di sana, sepanjang hidupnya, ia memperhatikan empat kelompok yang menurutnya menjadi korban utama dari semua kebijakan rezim, yaitu pekerja, petani, mahasiswa, dan warga miskin perkotaan.[9][10][11]

Keterlibatan Safi’i dalam aktivitas gerakan meningkat ketika ia bergabung dengan SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi) dan PRD (Partai Rakyat Demokratik).[5] Saat bekerja sebagai buruh pabrik di Surabaya, ia ikut dalam serikat pekerja. Safi’i menjadi koordinator lapangan (korlap) untuk aksi buruh yang dijadwalkan pada 8 Mei 1996 setelah musyawarah kolektif.

Enam hari sebelum aksi, pada 2 Juli 1996, ia bertemu dengan para pekerja untuk membahas dan menyepakati protes terhadap kenaikan tajam harga bahan pokok. Selain diskusi, mereka merancang strategi agar demonstrasi berjalan sesuai rencana. Dalam perjalanan pulang dari persiapan aksi mogok pabrik, Safi’i diculik pada malam hari dan dilaporkan menjadi target pembunuhan. Meski mengalami luka parah, ia berhasil melarikan diri.

Setelah insiden tersebut, Safi’i bergabung dengan sektor lokal PRD di Surabaya. Demi keselamatannya, pada 8 Juli ia disarankan melepaskan peran sebagai pemimpin buruh dan beroperasi secara bawah tanah untuk menghindari ancaman lebih lanjut sekaligus melanjutkan perjuangan.[12]

Referensi

  1. ↑ https://www.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-014224659/lirik-lagu-buruh-tani-pembebasan-marjinal-lagu-yang-sering-dinyanyikan-mahasiswa-ketika-aksi-demo
  2. ↑ "Lirik Lagu Buruh Tani - Marjinal". kumparan. Diakses tanggal 2026-02-05.
  3. ↑ https://wartabulukumba.pikiran-rakyat.com/seni-budaya/pr-874249030/judul-lagu-ini-bukan-buruh-tani-yang-sering-membahana-dalam-aksi-demo-ini-dia-penciptanya?page=3
  4. ↑ Rahmadi, Deni. "Lirik Lagu Buruh Tani (Pembebasan) – Marjinal, Lagu yang Sering Dinyanyikan Mahasiswa Ketika Aksi Demo". www.Pikiran-Rakyat.com. Diakses tanggal 2026-02-05.
  5. 1 2 developer, medcom id (2025-09-13). "Lirik dan Makna Lagu Buruh Tani, Pesan Perjuangan bagi Rakyat". medcom.id. Diakses tanggal 2026-02-05.
  6. ↑ Era.id. "Mengenal Pencipta "Pembebasan" atau "Buruh Tani", Lagu Khas Demonstran Indonesia". ERA.ID. Diakses tanggal 2026-02-05.
  7. ↑ "banjarhits.com - Informationen zum Thema banjarhits". www.banjarhits.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-05.
  8. ↑ "Portal hiperlokal berita terbaru dari kota hingga pelosok Indonesia". Diakses tanggal 2026-02-05.
  9. ↑ seobeta01 (2017-03-13). "Asal Usul Lagu "Buruh Tani" dan Penciptanya". Berdikari Online. Diakses tanggal 2026-02-05. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  10. ↑ "Sosok Safi'i Kemamang, Pencipta Lagu Pembebasan (Buruh Tani)". Banjarhits. 2023-04-09. Diakses tanggal 2026-02-05.
  11. ↑ "Wayback Machine" (PDF). lib.ui.ac.id. Diakses tanggal 2026-02-05.
  12. ↑ Syahlillah, Ardiansyah Fajar (2022-05-21). "Napak Tilas 24 Tahun Reformasi Lewat Lagu Buruh Tani". IDN Times Jatim. Diakses tanggal 2026-02-05.
Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Referensi

Artikel Terkait

Buruh

kelas sosial yang terdiri dari anggota masyarakat yang dipekerjakan dalam pekerjaan tingkat yang lebih rendah

Petani

orang yang bekerja dalam sektor agrikultur

Buruh tani

Pekerjaan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026