Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabinet Amir Sjarifuddin II

Kabinet Amir Sjarifuddin II adalah kabinet keenam Indonesia dan merupakan hasil perombakan kabinet untuk memungkinkan masuknya Partai Masyumi, yang memperoleh lima kursi. Kabinet ini hanya berkuasa selama dua bulan dan sebelas hari, dari 11 November 1947 hingga 29 Januari 1948, setelah Partati Masyumi menarik kembali menterinya sebagai protes terhadap Perjanjian Renville yang ditandatangani pemerintah dengan Belanda.

Wikipedia article
Diperbarui 6 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabinet Amir Sjarifuddin II
Kabinet Amir Sjarifuddin II

Kabinet Pemerintahan Indonesia ke-6
1947–1948
Dibentuk11 November 1947 (1947-11-11)
Diselesaikan29 Januari 1948 (1948-01-29)
Struktur pemerintahan
Kepala negaraSoekarno
Kepala pemerintahanAmir Sjarifoeddin
Jumlah menteri32 menteri
Partai anggota  PS
  Masyumi
  PSII
  PBI
  PNI
  Parkindo
  PKI
  Pemuda Rakyat
  BTI
  Katolik
  Independen
Sejarah
PendahuluKabinet Amir Sjarifuddin I
PenggantiKabinet Hatta I
Artikel ini bagian dari
seri tentang
Soekarno

Presiden pertama Indonesia


Prakemerdekaan
  • PNI
  • Partindo
  • PETA
  • BPUPK
    • Pancasila
  • PPKI
  • Revolusi Nasional Indonesia
    • Proklamasi Kemerdekaan

Kebijakan dalam negeri
  • APRA
  • Ambon
  • Permesta
  • DI/TII
  • Peristiwa Tiga Selatan
  • Marhaenisme
  • Politik Mercusuar
  • Demokrasi Terpimpin
    • Dekret 5 Juli
  • Monas
  • G30S
  • Supersemar
  • Kejatuhan
    • De-Soekarnoisasi

Kebijakan luar negeri
  • Gerakan Non-Blok
    • Konferensi Asia–Afrika
  • Pesta Olahraga Asia 1962
  • CONEFO
    • GANEFO
    • gedung
  • Irian Barat
    • Trikora
    • Pepera
  • Konfrontasi
    • Krisis Selat Sunda

Pidato
  • Indonesia Menggugat
  • Tahun Vivere Pericoloso

Keluarga
  • Istri
    • Fatmawati
    • Dewi
  • Anak
    • Rukmini
    • Megawati
    • Rachmawati
    • Sukmawati
    • Guruh

Media dan warisan
  • Makam
  • Soekarno
  • Rumah pengasingan
  • Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta
  • Stadion Gelora Bung Karno
  • Lainnya (eponim)

Soekarno's signature

Galeri: Gambar, Suara, Video
  • l
  • b
  • s

Kabinet Amir Sjarifuddin II adalah kabinet keenam Indonesia dan merupakan hasil perombakan kabinet untuk memungkinkan masuknya Partai Masyumi, yang memperoleh lima kursi. Kabinet ini hanya berkuasa selama dua bulan dan sebelas hari, dari 11 November 1947 hingga 29 Januari 1948, setelah Partati Masyumi menarik kembali menterinya sebagai protes terhadap Perjanjian Renville yang ditandatangani pemerintah dengan Belanda.

Susunan kabinet

Pimpinan Kabinet

Setelah perombakan tanggal 11 November 1947, komposisi kabinet baru diumumkan pada pertemuan komite kerja dari Komite Nasional Indonesia Pusat, yang pada saat itu bertugas sebagai badan legislasi. Kabinet Amir Sjarifuddin II dilantik pada 12 November 1947.[1]

No. Jabatan Pejabat Partai Politik
1 Perdana Menteri Amir Sjarifoeddin PS
PKI
Wakil Perdana Menteri R. Syamsudin[2] Masyumi
Wondoamiseno PSII
Setyadjit Soegondo PBI
AK Gani PNI

Anggota Kabinet

No. Jabatan Pejabat Partai Politik
2 Menteri Luar Negeri Agus Salim Non-partai
Menteri Muda Luar Negeri Tamsil PS
3 Menteri Dalam Negeri Mohammad Roem[2] Masyumi
Menteri Muda Dalam Negeri Abdul Madjid Djojohadiningrat PS
4 Menteri Pertahanan Amir Sjarifoeddin PS
PKI
Menteri Muda Pertahanan Arudji Kartawinata PSII
5 Menteri Kehakiman Susanto Tirtoprodjo PNI
Menteri Muda Kehakiman Kasman Singodimedjo Masyumi
6 Menteri Penerangan Sjahbudin Latif PSII
Menteri Muda Penerangan Setiadi Reksoprodjo PS
7 Menteri Keuangan AA Maramis PNI
Menteri Muda Keuangan Ong Eng Die PS
8 Menteri Kemakmuran AK Gani PNI
Menteri Muda Kemakmuran IJ Kasimo Katolik
Adji Darmo Tjokronogoro PS
9 Menteri Perhubungan Djuanda Non-partai
10 Menteri Pekerjaan Umum Herling Laoh PNI
11 Menteri Perburuhan SK Trimurti PBI
Menteri Muda Perburuhan Wilopo PNI
12 Menteri Sosial Suprodjo PBI
Menteri Muda Sosial Sukoso Wirjosaputro PSII
13 Menteri Pengajaran Ali Sastroamidjojo PNI
14 Menteri Agama Masjkur Masyumi
15 Menteri Kesehatan J. Leimena Parkindo
Menteri Muda Kesehatan Satrio Sastrodiredjo PBI
16 Menteri Negara Wikana
(Urusan Pemuda)
Pemuda Rakyat
Suja'as
(Urusan Pangan)
BTI
Siauw Giok Tjhan
(Urusan Peranakan)
Non-partai
Hindromartono
(Urusan Kepolisian)
PS
Maruto Darusman PKI
Anwar Tjokroaminoto Masyumi
Sri Sultan Hamengkubuwono IX Non-partai

Akhir kabinet

Masyumi tidak puas dengan komposisi kabinet sejak awal, merasa bahwa hal itu tidak mencerminkan langkah nyata menuju kabinet yang inklusif.[1] Menyadari bahwa pemerintah akan menandatangani Perjanjian Renville dengan Belanda, Masyumi menarik diri dari kabinet sebagai protes pada 16 Januari 1948. Setelah perjanjian ditandatangani keesokan harinya, PNI juga menarik dukungannya terhadap Perdana Menteri Amir Sjarifoeddin, yang mengundurkan diri pada 23 Januari.[3]

Sumber

  • Kahin, George McTurnan (1952) Nationalism and Revolution in Indonesia Cornell University Press, ISBN 0-8014-9108-8
  • P. N. H. Simanjuntak (2003) Kabinet-Kabinet Republik Indonesia: Dari Awal Kemerdekaan Sampai Reformasi (Cabinets of the Republic of Indonesia: From the Beginning of Independence to the Reform Era), Djambatan, Jakarta ISBM 979-428-499-8 Indonesian

Referensi

  1. 1 2 Simanjuntak (2003) p56
  2. 1 2 Sjamsuddin dan Mohammad Roem mengundurkan diri pada 22 Januari 1948.
  3. ↑ Kahin (1952) pp. 230-231

Pranala luar

  • (Indonesia) Profil Kabinet Amir Sjarifuddin II pada situs web Sekretariat Kabinet Republik Indonesia
  • (Indonesia) Profil pada Kepustakaan Presiden-Presiden Republik Indonesia Diarsipkan 2014-01-11 di Wayback Machine.

Kabinet Pemerintahan Indonesia
Didahului oleh:
Kabinet Amir Sjarifuddin I
Kabinet Amir Sjarifuddin II
1947–1948
Diteruskan oleh:
Kabinet Hatta I
  • l
  • b
  • s
Indonesia Kabinet pemerintahan Indonesia
Era perjuangan kemerdekaan
  • Presidensial
  • Sjahrir I
  • Sjahrir II
  • Sjahrir III
  • Amir Sjarifuddin I
  • Amir Sjarifuddin II
  • Hatta I
  • Darurat
  • Hatta II
Garuda Pancasila
Era demokrasi parlementer

    RIS (RI: Susanto · Halim)

    • Natsir
    • Sukiman-Suwirjo
    • Wilopo
    • Ali Sastroamidjojo I
    • Burhanuddin Harahap
    • Ali Sastroamidjojo II
    • Djuanda
    Era demokrasi terpimpin
    • Kerja I
    • Kerja II
    • Kerja III
    • Kerja IV
    • Dwikora I
    • Dwikora II
    • Dwikora III
    • Ampera I
    • Ampera II
    Era Orde Baru
    • Pembangunan I
    • Pembangunan II
    • Pembangunan III
    • Pembangunan IV
    • Pembangunan V
    • Pembangunan VI
    • Pembangunan VII
    Era reformasi
    • Reformasi Pembangunan
    • Persatuan Nasional
    • Gotong Royong
    • Indonesia Bersatu I
    • Indonesia Bersatu II
    • Kerja
    • Indonesia Maju
    • Merah Putih
    Lihat pula: Kementerian Indonesia

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Susunan kabinet
    2. Pimpinan Kabinet
    3. Anggota Kabinet
    4. Akhir kabinet
    5. Sumber
    6. Referensi
    7. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Kabinet Amir Sjarifuddin I

    Kabinet Amir Sjarifuddin I adalah kabinet kelima Indonesia dan berkuasa dari 3 Juli hingga 11 November 1947. Setelah bubarnya Kabinet Sjahrir III pada

    Amir Sjarifoeddin

    pahlawan nasional Indonesia

    Adnan Kapau Gani

    pahlawan nasional Indonesia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026