Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Surastri Karma Trimurti

Dra. Hj. Surastri Karma Trimurti adalah seorang penulis, wartawan, dan guru Indonesia, yang ikut serta dalam gerakan kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan oleh Belanda. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Buruh pertama Indonesia dari tahun 1947 sampai 1948 di bawah Perdana Menteri Amir Sjarifoeddin.

Menteri Perburuhan Indonesia Ke-1
Diperbarui 20 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Surastri Karma Trimurti
Surastri Karma Trimurti
Menteri Perburuhan Indonesia ke-1
Masa jabatan
3 Juli 1947 – 29 Januari 1948
PresidenSoekarno
Sebelum
Pendahulu
Tidak ada
Pengganti
Kusnan
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir
Soerastri Karma Trimoerti

(1912-05-11)11 Mei 1912
Boyolali, Kesunanan Surakarta, Hindia Belanda[1]
Meninggal20 Mei 2008(2008-05-20) (umur 96)
Jakarta, Indonesia[2]
Partai politik
  • Partai Indonesia
  • Partai Buruh Indonesia
Suami/istriSayuti Melik
Anak2
AlmamaterUniversitas Indonesia
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Dra. Hj. Surastri Karma Trimurti (Ejaan Van Ophuijsen: Soerastri Karma Trimoerti, 11 Mei 1912 – 20 Mei 2008) adalah seorang penulis, wartawan, dan guru Indonesia, yang ikut serta dalam gerakan kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan oleh Belanda.[3] Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Buruh pertama Indonesia dari tahun 1947 sampai 1948 di bawah Perdana Menteri Amir Sjarifoeddin.[4]

Biografi

Nama

Nama sebenarnya adalah Surastri. Namun sebagai wartawati sekaligus pejuang kemerdekaan, setiap kali menulis artikel di surat kabar ia menggunakan nama samaran Karma atau Trimurti atau terkadang disingkat menjadi SK Trimurti, untuk menghindari penangkapan oleh pemerintah kolonial.

Awal Kehidupan

Surastri lahir pada tanggal 11 Mei 1912 di Desa Sawahan Boyolali, Surakarta Hadiningrat. Surastri memiliki hubungan kekerabatan dengan Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah. Ia terlahir dari seorang ibu bernama R.A. Saparinten dan ayahnya adalah seorang asisten wedana bernama R.Ng. Salim Banjaransari Mangunkusumo.[5]

Pada awal pendidikan, Surastri menghadiri ke Sekolah Guru Putri. Ia pernah menempuh pendidikan di Normaal School dan AMS di Surakarta. Kemudian melanjutkan studinya di Jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia (UI).[3] Meskipun ia telah meraih gelar Doktoranda dari Universitas Indonesia (UI), ia tetap aktif di bidang jurnalistik

Gerakan Kemerdekaan Indonesia

Surastri menjadi aktif dalam gerakan kemerdekaan Indonesia selama tahun 1930, secara resmi bergabung dengan nasionalis Partai Indonesia (Partindo) pada tahun 1933, tak lama setelah menyelesaikan sekolahnya di Tweede Indlandsche School.

Surastri memulai kariernya sebagai guru sekolah dasar setelah meninggalkan Tweede Indlandsche School. Ia mengajar di sekolah-sekolah dasar di Bandung, Surakarta dan Banyumas pada 1930-an. Namun, ia ditangkap oleh pemerintah Belanda pada tahun 1936 karena mendistribusikan pamflet anti-kolonial. Surastri dipenjara selama sembilan bulan di Penjara Bulu di Semarang.

Surastri beralih karier dari mengajar ke jurnalistik setelah dibebaskan dari penjara. Ia segera menjadi terkenal di kalangan jurnalistik dan anti-kolonial sebagai wartawan kritis. Ia biasa menggunakan nama samaran, seperti "Trimurti" atau "Karma", dalam tulisan-tulisannya untuk menghindari penangkapan oleh pemerintah kolonial, sehingga di kalangan pejuang ia lebih dikenal dengan nama "SK Trimurti". Selama karier laporannya, Trimurti bekerja di sejumlah surat kabar Indonesia termasuk Pesat, Genderang, Bedung, dan Pikiran Rakyat. Ia menerbitkan Pesat bersama suaminya. Saat pendudukan Jepang, Pesat dilarang oleh pemerintah militer Jepang. Ia ditangkap dan disiksa.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Trimurti menjadi salah satu tokoh yang hadir dalam momen Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Bersama Fatmawati Soekarno, ia berdiri di barisan depan dan menyaksikan langsung pengibaran bendera merah putih.

Paska Kemerdekaan

Trimurti, yang cukup lantang dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, diangkat sebagai Menteri Tenaga Kerja pertama di Indonesia di bawah Perdana Menteri Amir Sjarifuddin. Ia menjabat tahun 1947 hingga 1948. Ia aktif sebagai eksekutif di Partai Buruh Indonesia (PBI), dan memimpin sayap wanitanya.

Ia ikut mendirikan Gerwis, sebuah organisasi perempuan Indonesia, pada tahun 1950, yang kemudian berganti nama sebagai Gerwani. Pada tahun 1956, ia meninggalkan organisasi tersebut, lalu kembali ke perguruan tinggi. Ia belajar ekonomi di Universitas Indonesia, yang diselesaikannya pada tahun 1960. Ia menolak tawaran menjadi Menteri Sosial pada tahun 1959 karena sedang menyelesaikan gelar sarjana.

Trimurti adalah anggota dan penandatangan Petisi 50 pada tahun 1980, yang memprotes Soeharto atas penyalahgunaan Pancasila terhadap lawan politiknya. Para penanda tangan Petisi 50 termasuk pendukung kemerdekaan Indonesia terkemuka serta pemerintah dan pejabat militer, seperti Trimurti dan mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Pada tahun 1994, Trimurti mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah, tetapi ia mampu bertahan meski sejak saat itu ia harus memakai tongkat untuk berjalan.

Hingga usia lanjut, Trimurti masih aktif menghadiri acara-acara kenegaraan. Pada tahun 2007, ia meluncurkan buku autobiografi 95 Tahun SK Trimurti, yang berisi kumpulan tulisan-tulisannya dari tahun 1939 hingga 1991.

Kematian

Trimurti meninggal dunia pada tanggal 20 Mei 2008 pukul 06.20, pada usia 96 tahun, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta setelah dirawat di rumah sakit selama dua minggu. Menurut anaknya, Heru Baskoro, Trimurti meninggal karena pecahnya pembuluh darah vena. Ia juga menderita hemoglobin rendah dan tekanan darah tinggi. Untuk menghargai jasa-jasanya sebagai "pahlawan kemerdekaan Indonesia", diadakan upacara yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat. Ia dimakamkan TMP Kalibata.

Kehidupan pribadi

Pada tahun 1938 ia menikah dengan Muhammad Ibnu Sayuti (Sayuti Melik) yang merupakan pengetik dari Deklarasi Kemerdekaan Indonesia, yang diproklamasikan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945. Trimurti banyak menghabiskan sisa hidupnya di rumah kontrakan nya di Bekasi, Jawa Barat.

Namun karena pada masa kemerdekaan keduanya memiliki perbedaan ideologi, akhirnya mereka bercerai. Mohammad Ibnu Sayuti menjadi anggota DPR dari Golkar, sedangkan Trimurti melanjutkan aktivitasnya di bidang politik dan jurnalistik.[6]

Trimurti dan Sayuti memiliki dua orang putra, yaitu Musafir Karma Budiman dan Heru Baskoro.

Lihat pula

  • Barisan Buruh Wanita

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Nugraheni, Naomy A. (11 Mei 2022). "SK Trimurti Menteri Tenaga Kerja Pertama Indonesia 1947 - 1948, Begini Profilnya". Nasional Tempo.co. Diakses tanggal 12 Maret 2024.
  2. ↑ Nugraheni, Naomy A. (11 Mei 2022). "SK Trimurti Menteri Tenaga Kerja Pertama Indonesia 1947 - 1948, Begini Profilnya". Nasional Tempo.co. Diakses tanggal 12 Maret 2024.
  3. 1 2 Antologi Biografi Pengarang Sastra Jawa Modern.
  4. ↑ Magdalene.co (2020). Her Story:Perempuan Nusantara di Tepi Sejarah. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. hlm. 55. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Hanifah, Ratih Widihastuti Ayu (April 2021). "S.K. Trimurti: Sosok Lengkap Pejuang Perempuan". Intisari: 29–52.
  6. ↑ Prabowo, Dhanu Priyo. (2010). Ensiklopedi sastra Jawa. Pradopo, Sri Widati., Rahayu, Prapti, 1959-, Balai Bahasa Yogyakarta (Indonesia) (Edisi Cet. 1). Yogyakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa, Balai Bahasa Yogyakarta. ISBN 9789791852357. OCLC 801810329.

Daftar pustaka

  • Suwondo, Tirto dkk. (Agusuts 2016). Antologi Biografi Pengarang Sastra Jawa Modern (Edisi 1). Jakarta: Adi Wacana. hlm. xvi+292. ISBN 979-99604-8-7.

Pranala luar

  • SK Trimurti dalam Tokoh Indonesia Diarsipkan 2010-05-27 di Wayback Machine.
  • Potret Surastri Karma Trimurti Legenda Jurnalisme Indonesia Diarsipkan 2007-03-10 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Menteri Ketenagakerjaan Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan
  • S.K. Trimurti
  • Kusnan
  • Sutan Rasjid
  • Kusnan
  • Wilopo
  • Kusnan
  • Ma'as
  • Soeroso
  • Iskandar Tedjasukmana
  • Sutan Muchtar Abidin
  • Sabilal Rasjad
  • Samjono
  • Ahem Erningpradja
  • Sutomo
  • Awaloedin Djamin
  • Mursalin Daeng Mamangung
  • Mohammad Sadli
  • Subroto
  • Harun Al-Rasjid Zain
  • Sudomo
  • Cosmas Batubara
  • Abdul Latief
  • Theo L. Sambuaga
  • Fahmi Idris
  • A.M. Hendropriyono
  • Bomer Pasaribu
  • Al Hilal Hamdi
  • Jacob Nuwa Wea
  • Fahmi Idris
  • Erman Soeparno
  • Muhaimin Iskandar
  • Armida Alisjahbana
  • Hanif Dhakiri
  • Ida Fauziyah
  • Airlangga Hartarto
  • Yassierli
Miring: Ad-interim/Pelaksana tugas
Kategori
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Nama
  3. Awal Kehidupan
  4. Gerakan Kemerdekaan Indonesia
  5. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  6. Paska Kemerdekaan
  7. Kematian
  8. Kehidupan pribadi
  9. Lihat pula
  10. Referensi
  11. Catatan kaki
  12. Daftar pustaka
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar Menteri Ketenagakerjaan Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Hari Buruh

Hari peringatan pergerakan buruh

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

badan kementerian di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026