Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ejaan Van Ophuijsen

Ejaan Van Ophuijsen atau Ejaan Lama adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Melayu dan kemudian bahasa Indonesia pada zaman kolonialisme Belanda. Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata bahasa Indonesia menurut model yang dipahami orang Belanda, yaitu menggunakan alfabet Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda. Ada beberapa ciri penanda lingual dalam Ejaan van Ophuijsen, yaitu:penggunaan huruf j untuk bunyi konsonan hampiran langit-langit (y) penggunaan huruf tj untuk bunyi konsonan gesek pasca rongga-gigi nirsuara (c) penggunaan huruf dj untuk bunyi konsonan gesek pasca rongga-gigi bersuara (j) penggunaan huruf oe untuk vokal /u/ dan penggunaan tanda diakritik meliputi tanda koma (,), ain (‘), dan trema (¨). penggunaan huruf sj untuk bunyi sy (ش) penggunaan huruf nj untuk bunyi (ny), dan penggunaan huruf ch untuk bunyi kh (خ)

jenis ejaan bahasa yang dulu sempat digunakan di Indonesia
Diperbarui 5 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ejaan Van Ophuijsen
Keboedajaän dan Masjarakat. Madjallah Boelanan berdasar Kebangsaän [= Kebudayaan dan Masyarakat. Majalah Bulanan berdasar Kebangsaan] menggunakan Sistem Ejaan Van Ophuijsen yang menampilkan tanda tréma.

Ejaan Van Ophuijsen atau Ejaan Lama adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Melayu dan kemudian bahasa Indonesia pada zaman kolonialisme Belanda. Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata bahasa Indonesia menurut model yang dipahami orang Belanda, yaitu menggunakan alfabet Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda. Ada beberapa ciri penanda lingual dalam Ejaan van Ophuijsen, yaitu:[1]

  • penggunaan huruf j untuk bunyi konsonan hampiran langit-langit (y)
  • penggunaan huruf tj untuk bunyi konsonan gesek pasca rongga-gigi nirsuara (c)
  • penggunaan huruf dj untuk bunyi konsonan gesek pasca rongga-gigi bersuara (j)
  • penggunaan huruf oe untuk vokal /u/ dan
  • penggunaan tanda diakritik meliputi tanda koma (,), ain (‘), dan trema (¨).
  • penggunaan huruf sj untuk bunyi sy (ش)
  • penggunaan huruf nj untuk bunyi (ny), dan
  • penggunaan huruf ch untuk bunyi kh (خ)

Huruf hidup yang diberi aksen trema atau dwititik diatasnya seperti ä, ë, ï dan ö, menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata, bukan diftong, sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini. Kebanyakan catatan tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan abjad Arab yang dikenal sebagai abjad Jawi. Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan Republik untuk bahasa Indonesia pada 19 Maret 1947.[1]

Sejarah singkat

Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan bahasa Melayu yang pertama kali oleh Prof. Charles van Ophuijsen dibantu oleh Nawawi Soetan Makmoer dan Moh. Taib Sultan Ibrahim. Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan ejaan Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah buku berjudul Kitab Logat Melajoe.[2] Dalam kitab itu dimuat sistem alfabet Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia.

Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi, Sumatera Barat, kemudian menjadi profesor bahasa Melayu di Universitas Leiden, Belanda. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe, van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T.W. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia.

Referensi

  1. 1 2 "Pemakaian Ejaan dalam Bahasa Indonesia/Melayu pada Iklan Tempo Doeloe dan Implikasinya bagi Perkuliahan Bahasa Indonesia". Transformatika. 2 (1): 59-60. 2018. ISSN 2549-5941.
  2. ↑ Sudaryanto (2018). "Tiga Fase perkembangan Bahasa Indonesia (1928 - 2009): Kajian Linguistik Historis". Aksis. 2 (1): 3. ISSN 2580-9040.

Pranala luar

  • Dari Ejaan van Ophuijsen Hingga EYD Diarsipkan 2012-01-30 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Bahasa Indonesia
Tentang
  • Alfabet
  • Sejarah
  • Pengaruh
Ortografi
  • Alfabet
  • Angka
Huruf
  • A
  • B
  • C
  • D
  • E
  • F
  • G
  • H
  • I
  • J
  • K
  • L
  • M
  • N
  • O
  • P
  • Q
  • R
  • S
  • T
  • U
  • V
  • W
  • X
  • Y
  • Z
Pembaruan ejaan
  • Ejaan Van Ophuijsen (1901–1947)
  • Ejaan Republik (1947–1972)
  • Ejaan Pembaharuan (1957, tak diberlakukan)
  • Ejaan Melindo (1959, batal diresmikan)
  • Ejaan Baru atau Ejaan LBK (1967–1972, cikal bakal EYD)
  • Ejaan yang Disempurnakan (1972–2015)
  • Ejaan Bahasa Indonesia (2015–2022)
  • Ejaan yang Disempurnakan (sejak 2022)
Ragam
  • Alay
  • Binan
  • Gado-gado
  • Gaul
  • Prokem
  • Peranakan
  • Lain-lain
Akademik
  • Literatur
  • Nama
  • Bahasa Belanda di Indonesia
  • BIPA
Tata bahasa
  • Fonologi
  • Tata bahasa
  • IPA
Otoritas
  • Kongres Bahasa Indonesia
  • Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia
  • Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia
  • Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia
  • Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia
  • UKBI
Awalan
  • ber-
  • ter-
  • me-
  • di-
  • ke-
  • pe-
  • per-
  • se-
  • ku-/kau-
  • bersi-
Sisipan
  • -el-
  • -em-
  • -er-
  • -in-
Akhiran
  • -lah
  • -kah
  • -tah
  • -pun
  • -an
  • -kan
  • -nya
  • -i
  • -da
  • -man
  • -wan
  • -wati

Untuk lanjutan, lihat Bahasa Indonesia#Awalan, akhiran, dan sisipan

Dasar hukum
  • Undang-Undang No. 24 Tahun 2009
  • Perpres No. 63 Tahun 2019
Penghargaan
  • Adibahasa
  • Duta Bahasa
  • Bulan Bahasa dan Sastra


Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah singkat
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Ejaan yang Disempurnakan

susunan ejaan bahasa Indonesia yang telah dibakukan

Bahasa Indonesia

bahasa resmi di Indonesia

Pembaruan ejaan Indonesia-Malaysia tahun 1972

Pembaruan ejaan Indonesia-Malaysia tahun 1972 merupakan upaya bersama antara Indonesia dan Malaysia untuk menyelaraskan sistem ejaan yang digunakan dalam

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026