Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Abdul Latief (pengusaha)

Abdul Latief adalah salah satu pengusaha Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai menteri pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

Wikipedia article
Diperbarui 13 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Abdul Latief (pengusaha)
Untuk kegunaan lain, lihat Abdul Latief.
Abdul Latief
Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Indonesia ke-5
Masa jabatan
16 Maret 1998 – 21 Mei 1998
PresidenSoeharto
Sebelum
Pendahulu
Joop Ave
Pengganti
Marzuki Usman
Sebelum
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia ke-18
Masa jabatan
17 Maret 1993 – 14 Maret 1998
PresidenSoeharto
Sebelum
Pendahulu
Cosmas Batubara
Pengganti
Theo L. Sambuaga
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir27 April 1940 (umur 85)
Banda Aceh, Aceh, Hindia Belanda
Suami/istriNursyamsiah
Donna Louisa Maria
Anak
  • Medina
  • Dipo
AlmamaterAkademi Pimpinan Perusahaan Jakarta
Universitas Krisnadwipayana
PekerjaanPengusaha
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Abdul Latief (lahir 27 April 1940) adalah salah satu pengusaha Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai menteri pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

Riwayat Hidup

Latar belakang

Abdul Latief merupakan putra dari pasangan perantau Minang Mohammad Latief Marah Datuk dan Sitti Rahmah yang berasal dari Pasa Gadang, Padang Selatan, Padang, Sumatera Barat.[1] Ia memiliki kakak bernama Rusni, yang kelak menikah dengan Zulharmans.[2] Pada tahun 1920, ayahnya pergi merantau ke Banda Aceh, dan kemudian ia lahir disana. Di samping berdagang, ayahnya juga aktif dalam organisasi keagamaan Muhammadiyah. Pada saat berusia empat tahun, ayahnya meninggal dunia, dan kemudian ia diasuh oleh ibunya.

Bisnis

Latief merupakan lulusan Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta (1963) dan S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta (1965). Pada umur 20 tahun, ia telah berdagang telur dan bawang. Semasa kuliah ia telah bekerja di Toserba Sarinah. Di sana, ia dipercaya untuk mempelajari manajemen toko serba ada Seibu, Jepang. Sepulangnya dari Tokyo ia hendak mengembangkan konsep pemasaran yang dipelajarinya ke dalam konsep pemasaran "Sarinah". Namun atasannya tidak berkenan dengan konsep yang ia tawarkan itu.[3]

Keluar dari Toserba Sarinah, Latief memberanikan diri untuk menjadi pengusaha dengan mengembangkan toserbanya sendiri. Untuk itu, langkah pertama yang ia lakukan adalah membeli sebuah toko kecil di Grogol, Jakarta. Pada tahun 1974, Latief mendirikan PT Indonesia Product Centre Sarinah Jaya. Perusahaan ini mengelola swalayan yang memasarkan produk-produk industri kecil. Setahun kemudian, ia membuka cabang di Singapura. Pada tahun 1981, Latief memodernisasi swalayannya dengan membangun Pasaraya departement store.[3] Pada tahun 2001 ia merambah bisnis media dengan mendirikan jaringan televisi Lativi. Kini Abdul Latief masuk ke dalam jajaran konglomerat Indonesia yang cukup sukses. Di bawah bendera ALatief Corporation, ia mengelola bisnis periklanan, agrobisnis, hotel, asuransi, properti, konstruksi, eceran, dan media massa. Kini kegiatan bisnisnya banyak ditangani oleh putra-putrinya, Medina Latief Harjani dan Ahmad Dipo Ditiro.[4]

Organisasi dan politik

Abdul Latief merupakan salah seorang pendiri HIPMI dan merupakan ketua umum pertama dari organisasi pengusaha muda tersebut. Prestasinya dalam bidang perdagangan, menyebabkan ia ditarik ke dalam kabinet pemerintahan Soeharto.

Dia pernah menduduki posisi Menteri Tenaga Kerja (1993 - 1998) dan Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya (1998). Sebelumnya, Ia adalah Anggota DPR/MPR untuk periode 1997-2002 mewakili Partai Golongan Karya untuk Sumatera Barat.[5] Pada awal tahun 1998, Latief mengundurkan diri dari Kabinet Pembangunan VII yang diikuti oleh belasan menteri lainnya. Kemunduran Latief merupakan awal kejatuhan pemerintahan Soeharto.[6]

Tanda Kehormatan

Dalam Negeri

  •  Indonesia :
    • Bintang Mahaputera Adipradana (30 Juli 1996)[7]

Luar Negeri

  •  Austria :
    • Grand Decoration of Honour in Gold of the Decoration of Honour for Services to the Republic of Austria (1996)[8]

Referensi

  1. ↑ Bustami Narda, Rahasia Bisnis Orang Padang, Debe Mustika, 2011
  2. ↑ "OBITUARI IBU HJ. RUSNI ZULHARMANS - Guru yang Baik, Tegas dan Aktivis di IKWI | Neraca.co.id". www.neraca.co.id. Diakses tanggal 2024-09-19.
  3. 1 2 Profil Tokoh, Aktivis, dan Pemuka Masyarakat Minang. Permo Promotion. 1995. hlm. 1–3. ISBN 978-979-8931-00-0. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ swa.co.id Akankan Pamor Pasaraya Kembali Moncer?
  5. ↑ Rakyat, Indonesia Dewan Perwakilan (1997). Nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat yang terpilih dan yang diangkat masa bakti tahun 1997-2002. Direktorat Publikasi, Ditjen Pembinaan Pers & Grafika, Departemen Penerangan RI.
  6. ↑ Femi Adi Soempeno, Mereka Mengkhianati Saya: Sikap Anak-anak Emas Soeharto di Penghujung Orde Baru, Galangpress, 2008
  7. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
  8. ↑ "Eingelangt am 23.04.2012 : Dieser Text wurde elektronisch übermittelt. Abweichungen vom Original sind möglich. Bundeskanzler Anfragebeantwortung" (PDF). Parlament.gv.at. Diakses tanggal 10 February 2019.

Pranala luar

  • (Indonesia) Abdul Latief @ tokohindonesia.com Diarsipkan 2009-02-04 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Manajemen Terbuka, Kunci Sukses Abdul Latief Diarsipkan 2012-01-08 di Wayback Machine.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Cosmas Batubara
Menteri Tenaga Kerja Indonesia
1993 – 1998
Diteruskan oleh:
Theo L. Sambuaga
Didahului oleh:
Joop Ave
Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Indonesia
1998
Diteruskan oleh:
Marzuki Usman
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan VII (1998)
Presiden: Soeharto | Wakil Presiden: Bacharuddin Jusuf Habibie
Menko Polkam: Feisal Tanjung • Menko Ekuin/Kepala BAPPENAS: Ginandjar Kartasasmita • Menko PP-PAN: Hartarto Sastrosoenarto • Menko Kesra/Kepala BKKBN: Haryono Suyono • Mendagri: R. Hartono • Menlu: Ali Alatas • Menhankam/Panglima ABRI: Wiranto • Menhak: Muladi • Menteri Penerangan: Muhammad Alwi Dahlan • Menkeu: Fuad Bawazier • Menperindag: Mohammad Hasan • Mentan: Justika Baharsjah • Mentamben: Kuntoro Mangkusubroto • Menhutbun: Sumahadi • Menteri PU: Rachmadi Bambang Sumadhijo • Menhub: Giri Suseno Hadihardjono • Menparsenbud: Abdul Latief • Menkopukm: Subiakto Tjakrawerdaya • Menaker: Theo L. Sambuaga • Menteri Trans-PPH: AM Hendropriyono • Mendikbud: Wiranto Arismunandar • Menkes: Faried Anfasa Moeloek • Menag: Muhammad Quraish Shihab • Mensos: Siti Hardijanti Rukmana • Menristek: Rahardi Ramelan • Menves: Sanyoto Sastrowardoyo • Menteri Agraria: Ary Mardjono • Menpera: Akbar Tanjung • Menteri LH: Juwono Sudarsono • Menteri Panhorbat: Haryanto Dhanutirto • Menteri BUMN: Tanri Abeng • Menperwan: Tuti Alawiyah • Menpora: Agung Laksono • Jaksa Agung: Soedjono C. Atmonegoro • Gubernur Bank Indonesia: Syahril Sabirin • Mensesneg: Saadillah Mursjid
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan VI (1993–1998)
Presiden: Soeharto | Wakil Presiden: Try Sutrisno
Menko Polkam: Soesilo Soedarman • Menko Eko-PP: Saleh Afiff • Menkoprodis: Hartarto Sastrosoenarto • Menko Kesra: Azwar Anas • Mendagri: Yogie Suardi Memet • Menlu: Ali Alatas • Menhankam/Panglima ABRI: Edi Sudradjat, Feisal Tanjung, Wiranto • Menhak: Oetojo Oesman • Menteri Penerangan: Harmoko, R. Hartono • Menkeu: Mar'ie Muhammad • Mendag (digabungkan dengan Menteri Perindustrian pada 6 Desember 1995): Satrio Budihardjo Joedono • Menperin (bernama Menteri Perindustrian dan Perdagangan sejak 6 Desember 1995): Tungki Ariwibowo • Mentan: Sjarifuddin Baharsjah • Mentamben: Ida Bagus Sudjana • Menhut: Djamaloedin Soeryohadikoesoemo • Menteri PU: Radinal Mochtar • Menhub: Haryanto Dhanutirto • Menparpostel: Joop Ave • Menkop-PPK: Subiakto Tjakrawerdaya • Menaker: Abdul Latief • Menteri Trans-PPH: Siswono Yudo Husodo • Mendikbud: Wardiman Djojonegoro • Menkes: Sujudi • Menag: Tarmizi Taher • Mensos: Endang Kusuma Inten Soeweno • Menteri PPN: Ginandjar Kartasasmita • Menristek: Bacharuddin Jusuf Habibie • Menteri Pangan: Ibrahim Hassan • Beddu Amang • Menteri Kependudukan: Haryono Suyono • Menves: Sanyoto Sastrowardoyo • Menteri Agraria: Soni Harsono • Menpera: Akbar Tanjung • Menteri LH: Sarwono Kusumaatmadja • Menperwan: Mien Sugandhi • Menpora: Hayono Isman • Menpan: T.B. Silalahi • Mensus: Harmoko • Jaksa Agung: Singgih • Gubernur Bank Indonesia: Sudrajad Djiwandono, Syahril Sabirin • Mensesneg: Moerdiono
Sekretaris Kabinet: Saadillah Mursjid
  • l
  • b
  • s
Menteri Pariwisata Indonesia
Kementerian Pariwisata
Menteri Pariwisata
(1966)
  • Hamengkubuwono IX
Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi
(1983–1998)
  • Achmad Tahir
  • Soesilo Soedarman
  • Joop Ave
Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya
(1998)
  • Abdul Latief
Menteri Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya
(1998–1999)
  • Marzuki Usman
  • Giri Suseno Hadihardjono
Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian
(1999–2001)
  • Hidayat Jaelani
  • I Gede Ardhika
Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata
(2001–2004)
  • I Gede Ardhika
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
(2004–2011)
  • Jero Wacik
  • Mohammad Nuh
  • Jero Wacik
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(2011–2014)
  • Mari Elka Pangestu
Menteri Pariwisata
(2014–2019)
  • Arief Yahya
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(2019–2024)
  • Wishnutama
  • Sandiaga Uno
Menteri Pariwisata
(2024–sekarang)
  • Widiyanti Putri
Miring: Ad interim
Kategori
  • l
  • b
  • s
Menteri Ketenagakerjaan Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan
  • S.K. Trimurti
  • Kusnan
  • Sutan Rasjid
  • Kusnan
  • Wilopo
  • Kusnan
  • Ma'as
  • Soeroso
  • Iskandar Tedjasukmana
  • Sutan Muchtar Abidin
  • Sabilal Rasjad
  • Samjono
  • Ahem Erningpradja
  • Sutomo
  • Awaloedin Djamin
  • Mursalin Daeng Mamangung
  • Mohammad Sadli
  • Subroto
  • Harun Al-Rasjid Zain
  • Sudomo
  • Cosmas Batubara
  • Abdul Latief
  • Theo L. Sambuaga
  • Fahmi Idris
  • A.M. Hendropriyono
  • Bomer Pasaribu
  • Al Hilal Hamdi
  • Jacob Nuwa Wea
  • Fahmi Idris
  • Erman Soeparno
  • Muhaimin Iskandar
  • Armida Alisjahbana
  • Hanif Dhakiri
  • Ida Fauziyah
  • Airlangga Hartarto
  • Yassierli
Miring: Ad-interim/Pelaksana tugas
Kategori
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat Hidup
  2. Latar belakang
  3. Bisnis
  4. Organisasi dan politik
  5. Tanda Kehormatan
  6. Dalam Negeri
  7. Luar Negeri
  8. Referensi
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Abdul Latief

halaman disambiguasi Wikimedia

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia

organisasi Indonesia

Daftar pengusaha Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026