Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Muhammadiyah

Muhammadiyah, secara resmi bernama Persyarikatan Muhammadiyah, adalah organisasi non-pemerintah Islam terkemuka di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 oleh Ahmad Dahlan di Kota Yogyakarta sebagai gerakan sosial keagamaan reformis, yang mengajurkan ijtihad—interpretasi individual Al-Qur'an dan Sunnah—sebagai lawan dari Taklid—kesesuaian dengan interpretasi tradisional yang dikemukakan oleh para ulama. Sejak didirikan, Muhammadiyah telah mengadopsi platform reformis yang memadukan pendidikan agama dan sekuler, terutama sebagai cara untuk mempromosikan mobilitas sosial Muslim menuju komunitas ‘modern’ dan untuk memurnikan Islam Indonesia dari praktik-praktik sinkretis lokal. Organisasi ini terus mendukung budaya lokal dan mempromosikan toleransi agama di Indonesia, sementara beberapa lembaga pendidikan tingginya sebagian besar dihadiri oleh non-Muslim, terutama di provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua. Kelompok ini juga mengelola jaringan besar rumah sakit amal, dan mengoperasikan 128 universitas hingga akhir tahun 1990-an.

gerakan Islam bercabang dari Sunni
Diperbarui 11 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Muhammadiyah
Persyarikatan Muhammadiyah
محمدية
Lambang Persyarikatan Muhammadiyah
Bendera Persyarikatan Muhammadiyah
Tanggal pendirian18 November 1912; 113 tahun lalu (1912-11-18)
(8 Dzulhijjah 1330 H)
PendiriAhmad Dahlan
Didirikan diYogyakarta, Hindia Belanda
JenisOrganisasi keagamaan
TujuanSosial-keagamaan, ekonomi, pendidikan, edukasi, dan kesehatan
Kantor pusat
  • Jalan Cik Di Tiro 23, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta[1]
  • Jalan Menteng Raya 62, Jakarta Pusat, DKI Jakarta[1]
Wilayah layanan
Indonesia
Jumlah anggota
60 juta (2019)
Ketua Umum
Haedar Nashir
Wakil Ketua Umum
Abdul Mu’ti
PublikasiSuara Muhammadiyah
AfiliasiSunni (Modernisme Islam)[2]
Situs webmuhammadiyah.or.id

Muhammadiyah (bahasa Arab: محمديةcode: ar is deprecated , translit. Muḥammadiyyah, har. 'Pengikut Muhammad'), secara resmi bernama Persyarikatan Muhammadiyah, adalah organisasi non-pemerintah Islam terkemuka di Indonesia.[3] Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 oleh Ahmad Dahlan di Kota Yogyakarta sebagai gerakan sosial keagamaan reformis, yang mengajurkan ijtihad—interpretasi individual Al-Qur'an dan Sunnah—sebagai lawan dari Taklid—kesesuaian dengan interpretasi tradisional yang dikemukakan oleh para ulama.[4] Sejak didirikan, Muhammadiyah telah mengadopsi platform reformis yang memadukan pendidikan agama dan sekuler,[5] terutama sebagai cara untuk mempromosikan mobilitas sosial Muslim menuju komunitas ‘modern’ dan untuk memurnikan Islam Indonesia dari praktik-praktik sinkretis lokal.[5] Organisasi ini terus mendukung budaya lokal dan mempromosikan toleransi agama di Indonesia, sementara beberapa lembaga pendidikan tingginya sebagian besar dihadiri oleh non-Muslim, terutama di provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua. Kelompok ini juga mengelola jaringan besar rumah sakit amal,[3] dan mengoperasikan 128 universitas hingga akhir tahun 1990-an.[6]

Pada saat Dahlan wafat pada tahun 1923, organisasi tersebut melaporkan jumlah anggota sebanyak 2.622 pria dan 724 wanita, sebagian besar merupakan penduduk Yogyakarta.[7] Jumlah anggota terus meningkat secara stabil — 10.000 pada tahun 1928, 17.000 pada tahun 1929, dan 24.000 pada tahun 1931.[8] Pada tahun 1930-an, organisasi ini mulai mendirikan cabang-cabang di luar Jawa, pusat populasi utama, di seluruh Indonesia, dan kini disebut-sebut sebagai organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia (setelah Nahdlatul Ulama) dengan 29 juta anggota pada tahun 2008.[9] Keanggotaan Muhammadiyah sebagian besar terdiri dari kalangan urban dan menengah.[4] Meskipun para pemimpin dan anggota Muhammadiyah sering terlibat aktif dalam membentuk politik di Indonesia, Muhammadiyah bukanlah partai politik. Organisasi ini fokus pada kegiatan sosial dan pendidikan.

Sejarah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1937-1943, duduk: (dari kiri ke kanan) KH. Farid Ma'ruf, KH. Mas Mansur, H. Hasyim. Berdiri: (dari kiri ke kanan) H. Moehadie, HA. Hamid, RH. Durie, H. Abdullah, KH. Ahmad Badawi, H. Basiran Noto.
Poster Kongres Muhammadiyah di Yogyakarta pada 8–16 Mei 1931 menampilkan sosok Pangeran Diponegoro

Pada tanggal 18 November 1912 (8 Zulhijah 1330 H), Ahmad Dahlan—pejabat pengadilan Keraton Yogyakarta[10][11] dan seorang Ulama Muslim terpelajar lulusan dari Makkah—mendirikan organisasi Muhammadiyah di Kampung Kauman, Yogyakarta. Ada beberapa motif yang melatarbelakangi berdirinya gerakan ini. Di antara yang penting adalah keterbelakangan masyarakat Muslim, banyaknya muslim yang masih menyukai klenik dan banyaknya Kristenisasi di kawasan penduduk miskin. Ahmad Dahlan, yang banyak dipengaruhi oleh reformis Mesir Muhammad Abduh, menganggap modernisasi dan pemurnian agama dari praktik sinkretis sangat vital dalam reformasi agama. Oleh karena itu, sejak awal Muhammadiyah sangat perhatian dalam memelihara tauhid dan menyempurnakan monoteisme di masyarakat.

Dari tahun 1913 hingga 1918, Muhammadiyah mendirikan lima sekolah Islam. Pada tahun 1919 sebuah sekolah menengah Islam, Hooge School Muhammadiyah didirikan.[12] Dalam mendirikan sekolah, Muhammadiyah menerima bantuan yang signifikan dari Boedi Oetomo, sebuah gerakan nasionalis penting di Indonesia pada paruh pertama abad kedua puluh, yang menyediakan guru.[13] Muhammadiyah pada umumnya menghindari politik. Tidak seperti mitra tradisionalisnya, Nahdlatul Ulama dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Muhammadiyah tidak pernah membentuk partai politik. Sejak didirikan, ia telah mengabdikan dirinya untuk kegiatan pendidikan dan sosial.

Dalam catatan Adaby Darban, ahli sejarah dari UGM kelahiran Kauman, nama ”Muhammadiyah” pada mulanya diusulkan oleh kerabat dan sekaligus sahabat Kyai Ahmad Dahlan yang bernama Muhammad Sangidu, seorang Ketib Anom Kraton Yogyakarta dan tokoh pembaruan yang kemudian menjadi penghulu Kraton Yogyakarta, yang kemudian diputuskan Kyai Dahlan setelah melalui salat istikharah (Darban, 2000: 34).[14] Pada masa kepemimpinan Kyai Dahlan (1912–1923), pengaruh Muhammadiyah terbatas di karesidenan-karesidenan seperti: Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan, sekitar daerah Pekalongan sekarang. Selain Yogya, cabang-cabang Muhammadiyah berdiri di kota-kota tersebut pada tahun 1922. Pada tahun 1925, Abdul Karim Amrullah membawa Muhammadiyah ke Sumatera Barat dengan membuka cabang di Sungai Batang, Agam. Dalam tempo yang relatif singkat, arus gelombang Muhammadiyah telah menyebar ke seluruh Sumatera Barat, dan dari daerah inilah kemudian Muhammadiyah bergerak ke seluruh Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Pada tahun 1938, Muhammadiyah telah tersebar ke seluruh Indonesia.

Pada tahun 1925, dua tahun setelah wafatnya KH. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah hanya memiliki 4.000 anggota tetapi telah membangun 55 sekolah dan dua klinik di Surabaya dan Yogyakarta.[15] Setelah Abdul Karim Amrullah memperkenalkan organisasi kepada etnis Minangkabau, Muhammadiyah berkembang pesat. Pada tahun 1938, organisasi tersebut mengklaim 250.000 anggota, mengelola 834 masjid, 31 perpustakaan, 1.774 sekolah, dan 7.630 ulama. Pedagang Minangkabau menyebarkan organisasi ke seluruh Indonesia.[16] Akan tetapi, aset Muhammadiyah mayoritas berada di Pulau Jawa, termasuk masjid, sekolah, universitas, tanah wakaf dan rumah sakit. Aset Muhammadiyah diperkirakan sekitar Rp. 400 Triliun di antaranya 172 perguruan tinggi, 122 rumah sakit, 28 ribu lembaga pendidikan (5.346 SD-SMA) dengan 1 Juta siswa dan 214 Juta meter persegi tanah wakaf.[17][18][19][20][21] Aset Muhammadiyah di Jatim mencapai Rp. 150 Triliun di antaranya 29 RS, 72 klinik dan 2.200 sekolah dengan 360 ribu siswa.[22][23] Aset Muhammadiyah di Jateng di antaranya 25 universitas, 52 RS, 97 klinik dan 1.269 sekolah.[24][25][26] Mayoritas dari 440 pondok pesantren Muhammadiyah berada di Jateng dan Jatim.[27] Jateng menjadi daerah yang paling banyak pesantren Muhammadiyah yaitu 180 ponpes dari 440 ponpes Muhammadiyah diikuti Jatim dengan 87 ponpes.[28][29] Ponpes Muhammadiyah juga berkembang pesat di Jabar, Sumatera dan Sulawesi.

Selama pergolakan dan kekerasan politik 1965–1966, Muhammadiyah menyatakan bahwa pemusnahan Partai Komunis Indonesia merupakan Perang Jihad, pandangan yang didukung oleh kelompok-kelompok Islam lainnya.[30] (Lihat juga: Pembantaian di Indonesia 1965–1966). Selama peristiwa seputar jatuhnya Presiden Soeharto tahun 1998, beberapa bagian Muhammadiyah mendesak pimpinan untuk membentuk sebuah partai. Oleh karena itu, pimpinan, termasuk ketua Muhammadiyah, Amien Rais, mendirikan Partai Amanat Nasional. Meski mendapat dukungan besar dari anggota Muhammadiyah, partai ini tidak memiliki hubungan resmi dengan Muhammadiyah. Pimpinan Muhammadiyah mengatakan anggota organisasinya bebas untuk bersekutu dengan partai politik pilihan mereka, asalkan partai tersebut memiliki nilai-nilai yang sama dengan Muhammadiyah.[31]

Doktrin

Doktrin sentral Muhammadiyah adalah Islam Sunni (ahlussunnah wal-jama'ah). Namun, organisasi ini menekankan otoritas al-Qur'an dan Hadis sebagai hukum Islam tertinggi yang berfungsi sebagai dasar yang sah dari interpretasi keyakinan agama dan praktik. Fokus utama gerakan Muhammadiyah adalah untuk meningkatkan rasa tanggung jawab moral masyarakat, menyucikan iman mereka ke Islam yang benar. Secara teologis, Muhammadiyah menganut doktrin Sunni; menyerukan secara langsung kembali ke al-Qur'an dan Sunnah dan pemahaman para imam-imam Salaf (generasi awal), termasuk eponim dari empat Mazhab Sunni. Ini menganjurkan pemurnian iman dengan memilah, dan menimbang berbagai adat istiadat setempat agar sesuai dengan syari'at Islam, serta sekaligus menjaga budaya dan masyarakat Islam dari syirik. Muhammadiyah secara langsung menelusuri warisan keilmuannya pada ajaran Muhammad Rasyid Ridha (w. 1935 M / 1354 H), dan para teolog abad pertengahan seperti Ahmad Ibnu Taimiyyah (w. 1328 M / 728 H) dan Ibnu Qayyim (w. 1350 / 751 H).[32][33]

Muhammadiyah sangat menentang sinkretisme Islam dengan animisme (pemujaan roh) pada zaman sejarah penyebaran Islam di Nusantara. Namun walau demikian, Muhammadiyah juga mengapresiasi beberapa tradisi pada zaman pra Islam yang telah menjadi media dakwah oleh Wali Songo, seperti wayang, gamelan dan maulid Pada tahun 2006, organisasi tersebut dikatakan telah "belok tajam ke arah Islam yang lebih konservatif" di bawah kepemimpinan Din Syamsuddin ketua Majelis Ulama Indonesia.[34] Namun, beberapa faksi Muhammadiyah cenderung mendukung gerakan modernis dari Muhammad 'Abduh daripada Doktrin Salafi dari Rasyīd Rîdá; yang dideskripsikan sebagai "kaku dan konservatif".[35]

Aktivitas

Muhammadiyah tercatat sebagai organisasi Reformisme adalah keyakinan bahwa perubahan secara bertahap melalui serta di dalam institusi yang ada, secara pasti dapat mengubah sistem ekonomi dan struktur politik fundamental masyarakat. Kegiatan utamanya adalah pengamalan dan pendidikan agama. Ia telah membangun sekolah Islam modern, berbeda dari pesantren tradisional. Beberapa sekolahnya juga terbuka untuk non-Muslim.[36] Pada tahun 2006 ada sekitar 5.754 sekolah milik Muhammadiyah.[37]

Muhammadiyah juga berfungsi sebagai organisasi amal yang terlibat dalam pelayanan kesehatan. Pada 2016, memiliki beberapa ratus klinik dan rumah sakit nirlaba di seluruh Indonesia.[3] Pada 2006, aktif mengkampanyekan bahaya flu burung di Indonesia.[38]

Organisasi

Kelembagaan

Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jakarta

Kelembagaan Muhammadiyah dipimpin oleh Pimpinan Pusat (PP). Hingga periode 2022–2027, struktur Pimpinan Pusat Muhammadiyah terdiri dari seorang ketua umum yang dibantu dua belas orang ketua lainnya, seorang sekretaris umum dengan dua anggota, serta seorang bendahara umum dengan seorang anggotanya. Kantor pengurus pusat Muhammadiyah awalnya berada di Yogyakarta. Namun pada tahun 1970, komite-komite pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan berpindah ke kantor di Jakarta.[39]

Di bawah Pimpinan Pusat, terdapat Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi, diikuti Pimpinan Daerah (PD) di tingkat kabupaten/kota, Pimpinan Cabang (PC) di tingkat kecamatan, serta Pimpinan Ranting (PR) di tingkat desa/kelurahan. Saat ini Muhammadiyah memiliki 35 Pimpinan Wilayah (dari 38 provinsi), 475 Pimpinan Daerah (dari 514 kabupaten/kota), 3.947 Pimpinan Cabang (dari 7.277 kecamatan), dan 14.670 Pimpinan Ranting (dari 83.763 desa/kelurahan) di seluruh Indonesia.[butuh rujukan] Selain itu, terdapat Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) di luar negeri, dengan 30 pimpinan di seluruh dunia.

Pembantu Pimpinan Persyarikatan

  1. Majelis
    • Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT)
    • Majelis Tabligh (MT)
    • Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (DIKTILITBANG)
    • Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (MPDM-NF)
    • Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI)
    • Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS)
    • Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP)
    • Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM)
    • Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU)
    • Majelis Pustaka dan Informasi (MPI)
    • Majelis Lingkungan Hidup (MLH)
    • Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH)
    • Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW)
  2. Lembaga
    • Lembaga Pengembangan Cabang/Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM)
    • Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP)
    • Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS)
    • Lembaga Pembina dan Pengawasan Keuangan (LPPK)
    • Lembaga Seni Budaya (LSB)
    • Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) / Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)
    • Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu, lihat di bawah)[40]
    • Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP)
    • Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO)
    • Lembaga Hubungan dan Kerja Sama International (LHKSI)
    • Lembaga Dakwah Komunitas (LDK)
    • Lembaga Pemeriksaan Halal dan Kajian Halalan Thayyiban (LPH-KHT)
    • Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU)
  3. Biro
    • Biro Pengembangan Organisasi (BPO)
    • Biro Pengelolaan Keuangan (BPK)
    • Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum (BKPU)
  4. Lainnya
    • tvMu

Lazismu

Logo Lazismu

Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) adalah salah satu lembaga milik Muhammadiyah yang bergerak di bidang zakat. Lazismu didirikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tahun 2002, kemudian dikukuhkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia sebagai organisasi amil zakat nasional melalui Surat Keputusan No. 1. 457/21 November 2002. Dengan diundangkannya Undang-undang Zakat Nomor 23 Tahun 2011, Peraturan Pemerintah 14 Tahun 2014 dan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 333 Tahun 2015. Lazismu sebagai organisasi amil zakat nasional dikukuhkan kembali dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 730 pada tahun 2016.[12]

Organisasi Otonom

Muhammadiyah juga memiliki beberapa organisasi otonom, yaitu:[41]

  1. 'Aisyiyah (Wanita Muhammadiyah)
  2. Pemuda Muhammadiyah (PM)
  3. Nasyiatul Aisyiyah (NA/Puteri Muhammadiyah)
  4. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)
  5. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
  6. Hizbul Wathan (Gerakan kepanduan)
  7. Tapak Suci Putera Muhammadiyah (Perguruan silat/Putera Muhammadiyah)

Organisasi Keprofesian

Muhammadiyah memiliki beberapa organisasi profesi, yaitu:

  1. Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU)
  2. Forum Guru Muhammadiyah (FGM)
  3. Jama'ah Tani Muhammadiyah (JATAM)
  4. Jama'ah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU)
  5. Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM)
  6. Komunitas Sepeda Muhammadiyah (GowesMU)
  7. Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (FPPTMA)
  8. Ikatan Sarjana Muhammadiyah Indonesia (ISMI)
  9. Forum Dokter Muhammadiyah (FDM)
  10. Jaringan Peternak Muhammadiyah (JPM)
  11. Organisasi Memanah Muhammadiyah (PanahMU)
  12. Forum Komunikasi Perawat Muhammadiyah (FKPM)
  13. Media Afiliasi Muhammadiyah (MAM)

Komunitas/Gerakan Kultural

  1. Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), Pemuda Muhammadiyah
  2. Kader Hijau Muhammadiyah (KHM)
  3. Eco Bhinneka Muhammadiyah
  4. Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana)] Universitas Muhammadiyah Malang
  5. Relawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  6. Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana), Universitas Muhammadiyah Surabaya
  7. Search & Rescue Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI)
  8. Green Muhammadiyah

Badan Khusus

  • Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM)
  • Muhammadiyah Aid
  • Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC)
    Peta negara-negara yang terdapat Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah

Cabang Istimewa Luar Negeri

  • Benua Asia
    1. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Pakistan (2004)
    2. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Iran (2005)
    3. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia (2007)
    4. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jepang (2008)
    5. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Irak (2009)
    6. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Yordania (2010)
    7. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Taiwan (2014)
    8. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Tiongkok (2015)
    9. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Korea Selatan (2016)
    10. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Arab Saudi (2017)
    11. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah India (2018)
    12. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Yaman (2019)
    13. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Thailand (2021)
    14. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Kuwait (2022)
    15. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Timor Leste (2023)
  • Benua Eropa
    1. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Belanda (2006)
    2. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman Raya (2007)[a]
    3. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Prancis (2007)
    4. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Inggris Raya (2009)
    5. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Rusia (2012)
    6. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Turki (2016)
    7. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Spanyol (2020)
    8. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Hungaria (2021)
  • Benua Afrika
    1. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Mesir (2002)
    2. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Sudan (2006)
    3. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Libya (2007)
    4. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Tunisia (2015)
    5. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Maroko (2018)
  • Benua Amerika
    1. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Amerika Serikat (2008)
  • Benua Australia & Oseania
    1. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Australia (2007)
    2. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Selandia Baru (2023)

Ranting Istimewa Luar Negeri

  • Benua Asia
    1. Negara Taiwan
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Taiwan Utara
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Taiwan Selatan
    2. Negara Jepang
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kansai
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Chiba
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyha Fukuoka
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Hiroshima
    3. Negara Australia
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Sydney
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah New South Wales
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Adelaide
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Brisbane
    4. Negara Malaysia
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kepong
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kampong Baru
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Klang Lama
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Pulau Pinang
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kuala Lumpur
    5. Negara China
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Beijing
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Nanjing
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Wuhan
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Sanghai
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Hangzhou
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Chongqing
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Changchun
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Harbin
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kunming
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Xi'an
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Fuzhou
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Nanning
    6. Negara Yaman
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Mukalla
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Tarim
  • Benua Eropa
    1. Negara Turki
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Istanbul
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Ankara
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Konya
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kayseri
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Sakarya
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kutahya
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Sivas
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Kirklareli
    2. Negara Jerman Raya
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Austria
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Polandia
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Luxemburg
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Liechtenstein
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Swiss
    3. Negara Rusia
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Perm Krai
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Moscow
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Ulyanovsk
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Nizhny Novgorod
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Samara
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Tyumen
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Leningrad Oblast
  • Benua Afrika
    1. Negara Sudan
      • Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah Khartoum

Sister Organisasi (SO)

  1. Muhammadiyah Filipina
  2. Muhammadiyah Vietnam
  3. Muhammadiyah Kamboja
  4. Muhammadiyah Nigeria
  5. Muhammadiyah Uganda
  6. Muhammadiyah Singapura
  7. Muhammadiyah Mauritius
  8. Muhammadiyah Laos
  9. Muhammadiyah Brunei Darussalam
  10. Muhammadiyah Lebanon

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Artikel utama: Daftar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Amal usaha

Pendidikan

Muhammadiyah, beserta sayap perempuannya 'Aisyiyah, mengoperasikan satuan-satuan pendidikan dengan berbagai jenjang; mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi; mulai dari umum (SD/SMP/SMA/SMK); umum dengan penekanan lebih pada pendidikan agama (MI/MTs/MA); hingga pondok pesantren. Rata-rata unit tersebut menyandang nama "Muhammadiyah", kecuali TK yang rata-rata dikelola 'Aisyiyah dengan nama Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA/TK ABA).

Pendidikan merupakan amal usaha pertama Muhammadiyah, dengan pendirian Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islam (MIDI) oleh Ahmad Dahlan pada tahun 1911, bahkan sebelum Muhammadiyah didirikan.[43]

Pendidikan dasar dan menengah

SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban di Kabupaten Tuban, Jawa Timur

Satuan-satuan pendidikan selain perguruan tinggi, hingga periode 2022-2027, dikelola oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Non-Formal PP Muhammadiyah dan Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah PP 'Aisyiyah.

Hingga tahun 2024, Muhammadiyah mengelola 5.346 unit pendidikan mulai SD/sederajat sampai SMA/sederajat. Jumlah itu terdiri dari 2.453 SD/MI, 1.599 SMP/MTs, dan 1.294 SMA/MA/SMK.[44] Muhammadiyah juga mengelola 444 pondok pesantren, menurut laporan dari Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah pada 2024; data yang membuat Muhammadiyah mengklaim diri sebagai pemilik pesantren terbanyak di Indonesia.[45]

Menurut Afridatul Laela Amar dalam tulisannya di Suara Aisyiyah, 'Aisyiyah telah mengelola "lebih dari 22.000 satuan PAUD di seluruh Indonesia",[46] data yang sudah termasuk TK ABA. Namun, menurut data yang lebih rinci dari Pusat Syiar Dakwah Muhammadiyah, seperti dihimpun media sosial Muhammadiyah pada 2022, Muhammadiyah (melalui 'Aisyiyah) mengelola 20.233 TK, PAUD, dan kelompok bermain (KB).[47]

Mayoritas sekolah tersebut berada di Indonesia, tetapi beberapa di antaranya terletak di luar negara itu. Sekolah-sekolah Muhammadiyah di luar Indonesia antara lain TK ABA Kairo di Kairo, Mesir[48][49] dan Muhammadiyah Australia College di Victoria, Australia.[50][51]

Perguruan tinggi

Artikel utama: Daftar perguruan tinggi Muhammadiyah

Muhammadiyah juga memiliki ratusan perguruan tinggi, yang dikenal secara internal sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA). Gagasan pendirian perguruan tinggi oleh Muhammadiyah telah dilontarkan setidaknya sejak tahun 1920 oleh M. Hisjam, yang kala itu masih menjadi Kepala Bahagian Pendidikan Muhammadiyah,[52] namun gagasan itu baru benar-benar terwujud dengan didirikannya Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 1955. Hingga periode 2022-2027, PTMA dikelola oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah dan Majelis Pendidikan Tinggi PP 'Aisyiyah.

Menurut data Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah pada Agustus 2025, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah telah mengoperasikan 162 perguruan tinggi, meliputi 99 universitas, 32 sekolah tinggi, 26 institut, 4 politeknik, dan 1 akademi.[53] Hampir seluruhnya berada di Indonesia, kecuali Universiti Muhammadiyah Malaysia yang berada di Perlis, Malaysia.

Kesehatan

    1. Rumah Sakit Umum dan Bersalin Muhammadiyah/Aisyiyah berjumlah 120.
    2. Balai Kesehatan Ibu dan Anak berjumlah 57.
    3. Balai Kesehatan Masyarakat berjumlah 120.
    4. Balai Pengobatan berjumlah 122.
    5. Apotek berjumlah 154.
    6. Klinik Kesehatan 248.
    7. Rehabilitasi Cacat 82.

Sosial

    1. Panti Asuhan 1.012.
    2. Panti Jompo 54.
    3. Balai Kesejahteraan Sosial berjumlah 23.
    4. Santunan (keluarga, wreda/manula, kematian) berjumlah 30.
    5. BPKM (Balai Pendidikan dan Keterampilan Muhammadiyah) berjumlah 378.

Ekonomi

    1. Baitut Tamwil Muhammadiyah berjumlah 132.
    2. Perusahaan 27.
    3. Koperasi/Bank Syari'ah Muhammadiyah berjumlah 762.
  • Agama
    1. Masjid berjumlah 11.473.
    2. Musholla berjumlah 8.725.
    3. Tanah Wakaf 214.742.677 m2 (data Simam 09/2023)

Gedung Bertingkat Muhammadiyah


NomorNama GedungLantaiTahun
1Menara At Taawun Unismuh Surabaya232024[54]
2Menara 1912 Unismuh Tangerang222022[55]
3Menara Iqra Unismuh Makassar182015[56]
4Kampus Unismuh Bandung152018[57]
5Dormitory UMY Yogyakarta142025[58]
7Menara Presiden UM Purwokerto132026[59]
8Menara At Tauhid Unismuh Surabaya132018[60]
9Menara Unismuh Tangerang122010[61]
10Menara Ibrahim RS Roemani Semarang122026[62]
11Gedung Kuliah Bersama V UMM Malang112025[63]
12RSGM Soelastri Unismuh Surakarta102019[64]
13RSI Sarkies Aisyiyah Kudus102023[65]
14Gedung Kampus IV UAD Yogyakarta102019[66]
15Menara UMLA Lamongan102024[67]
16Hotel Rayz Unismuh Malang102022[68]
17SMP Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo102022[69]
18Gedung AR Fachruddin UMP Purwokerto102021[70]
19Gedung Kuliah Bersama III Unimus102025[71]
20RS Muhammadiyah Babat102026[72]

Catatan

  1. ↑ Mencakup Jerman, Austria, Belgia, Luksemburg, Liechtenstein, Polandia, dan Swiss.[42]

Referensi

  1. 1 2 www.muhammadiyah.or.id. "Kantor"
  2. ↑ Nashir M. Si, Dr. H Haidar (2015). MUHAMMADIYAH: A REFORM MOVEMENT. Jl. A Yani Pabelan Tromol Pos 1 Kartasura Surakarta 57102 Jawa Tengah – Indonesia: Muhammadiyah University Press. hlm. 94. ISBN 978-602-361-013-6. From aqidah standpoints, Muhammadiyah may adhere Salafi , as stated by Tarjih in Himpinan Putusan Tarjih (wy: 11), that Muhammadiyah promotes the belief principles referring to the Salaf (al-fi rqat al-najat min al-Salaf). Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
  3. 1 2 3 A. Jalil Hamid, Tackle the rising cost of living longer . New Straits Times, 30 October 2016. Accessed 1 November 2016.
  4. 1 2 "Muhammadiyah". Div. of Religion and Philosophy, St. Martin College, UK. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-14. Diakses tanggal 2008-08-28.
  5. 1 2 Abu Zayd, Nasr (2006). Reformation of Islamic Thought. Amsterdam University Press. ISBN 9789053568286. Diakses tanggal 20 April 2016.
  6. ↑ Pieternella van Doorn-Harder, WOMEN SHAPING ISLAM: Reading the Qu'ran in Indonesia, pg .95. Champaign: University of Illinois Press, 2010. ISBN 9780252092718
  7. ↑ Peacock 1978, 45
  8. ↑ Israeli 1982, 191
  9. ↑ Europa Publications Limited
  10. ↑ Burhani (2005), hlm. 101.
  11. ↑ Alfian (1989). hlm. 152.
  12. 1 2 "Short History of Persyarikatan Muhammadiyah". Muhammadiyah. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-03-19. Diakses tanggal 2006-08-10.
  13. ↑ Burhani (2010), hlm. 65-66
  14. ↑ "Sejarah Singkat". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-04. Diakses tanggal 2015-01-04.
  15. ↑ Ricklefs, M.C. (1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan. hlm. 356.
  16. ↑ Ricklefs, M.C. (1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan. hlm. 357.
  17. ↑ https://www.cnbcindonesia.com/research/20240610141529-128-545292/daftar-lengkap-aset-tanah-milik-muhammadiyah
  18. ↑ https://cekfakta.tempo.co/fakta/2596/sebagian-benar-aset-muhammadiyah-diperkirakan-senilai-rp-400-triliun-berupa-tanah-dan-bangunan
  19. ↑ https://finansial.bisnis.com/read/20240606/231/1771667/muhammadiyah-bedol-duit-dari-bsi-kisah-lama-terulang-kembali
  20. ↑ https://www.umko.ac.id/2023/11/21/berikut-data-terbaru-kiprah-111-tahun-muhammadiyah/
  21. ↑ https://suaramuhammadiyah.id/read/menyigi-kualitas-dan-jumlah-sekolah-muhammadiyah
  22. ↑ https://pwmu.co/39607/10/28/aset-muhammadiyah-jatim-rp-150-t-harus-dikelola-untuk-saling-menguatkan/
  23. ↑ https://bankjatim.id/id/informasi/berita/informasi-syariah
  24. ↑ https://pwmjateng.com/amal-usaha-muhammadiyah-jawa-tengah/
  25. ↑ https://pwmjateng.com/aum-kesehatan-se-jawa-tengah/
  26. ↑ https://www.krjogja.com/semarang/1242475527/alhamdulillahperkembangan-amal-usaha-muhammadiyah-di-jateng-pesat
  27. ↑ https://www.scribd.com/document/587971550/426-Jumlah-PesantrenMu
  28. ↑ https://pwmjateng.com/pesantren-muhammadiyah-se-jateng-rembug-kemandirian-ekonomi/
  29. ↑ https://pwmu.co/323169/10/21/ketua-pwm-dorong-kemajuan-87-ponpes-muhammadiyah-di-jatim/
  30. ↑ Ricklefs (1991), hal. 288.
  31. ↑ "Muhammadiyah Makes Overtures to Islamists". Indonesia Matters. Diakses tanggal 2006-08-10.
  32. ↑ "Muhammadiyah Itu Golongan Ahlus Sunnah was Salafiyyah" [Muhammadiyah The Ahlus Sunnah was Salafiyyah]. Pwmu. 3 November 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 October 2021.
  33. ↑ Muhtaroom, Ali (August 2017). "STUDY OF INDONESIAN MOSLEM RESPONSES ON SALAFYSHIA ISLAMIC EDUCATION TRANSNATIONAL INSTITUTION". Ilmia Islam Futuria. 17 (1): 73–95 – via Research Gate. the development ofSalafi in Indonesia has inspired the emergence of anumber of organizations reformers of modern Islam in Indonesia. Organizationssuchas Muhammadiyah, Al-Irsyad,shared similar intentions to purify faith with the call back to the Quran and Sunnah, and leave many traditional customs that are claimed to be contaminated by heresy,tahayyul, and superstition... For Muhammadiyah, the purification of faith and the return to the Quran and Sunnah is an obligation... Muhammadiyah doctrine theology agrees with salafi, namely puritanist by going back to Al-Quran and As-Sunnah...
  34. ↑ In Indonesia, Islam loves democracy| Michael Vatikiotis | New York Times |6 February 6, 2006
  35. ↑ NASHIR, M. Si, DR. H. HAIDAR (2015). MUHAMMADIYAH: A REFORM MOVEMENT. Jl. A Yani Pabelan Tromol Pos 1 Kartasura Surakarta 57102, Jawa Tengah – Indonesia: Muhammadiyah University Press. hlm. 94. ISBN 978-602-361-013-6. Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
  36. ↑ "USINDO Roundtable With the Muhammadiyah and Aisyiyah Delegation". The US-Indonesian Society. Diarsipkan dari asli tanggal August 13, 2006. Diakses tanggal 2006-08-10.
  37. ↑ "Muhammadiyah urged Governot to Set Model School". Tribun Timur. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 2006-08-10.
  38. ↑ "Muhammadiyah to help campaign on danger of avian flu". Antara. Diakses tanggal 2006-08-10.[pranala nonaktif permanen]
  39. ↑ "Profil Muhammadiyah". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-04. Diakses tanggal 2022-02-07.
  40. ↑ "Muhammadiyah Aceh Beri Bantuan Kesehatan ke Pengungsi Rohingya - Acehkini.ID". 2024-01-01. Diakses tanggal 2024-01-01.
  41. ↑ "Autonomous Organizations". Muhammadiyah. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 2006-08-10.
  42. ↑ "Profil - PCIM Jerman Raya | Muhammadiyah". jerman-raya.muhammadiyah.or.id. Diakses tanggal 2023-03-12.
  43. ↑ admin (4 Desember 2025). "Sebelum Mendirikan Muhammadiyah, pada 1 Desember 1911 Kiai Dahlan Terlebih Dahulu Mendirikan Sekolah". Muhammadiyah. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  44. ↑ timredaksi (2 Juni 2024). "Mempersiapkan Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul dan Berkemajuan". Muhammadiyah. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  45. ↑ admin (22 Oktober 2025). "Muhammadiyah Jadi Ormas Islam Pemilik Pesantren Terbanyak di Indonesia". Muhammadiyah. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  46. ↑ Amar, Afridatul Laela (19 Mei 2025). "'Aisyiyah dan Pendidikan Berkualitas untuk Semua". Suara Aisyiyah. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  47. ↑ Persyarikatan Muhammadiyah (16 November 2022). "Berikut jumlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Semoga Muhammadiyah selalu membawa mamfaat bagi alam semesta, aamiin". Instagram. Diakses tanggal 18 Januari 2025.
  48. ↑ "TK ABA Cairo Mesir". Sekolah Kita. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  49. ↑ AS (21 Juni 2023). "Kiprah TK ABA Kairo Mesir: Berawal dari Sekolah Musim Panas, Satu Dekade Lebih Mendidik Anak-Anak WNI". klikmu. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  50. ↑ "Home". M.A.C (Muhammadiyah Australia College). Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  51. ↑ Zubaidah, Neneng (13 Februari 2025). "Profil Muhammadiyah Australia College, Sekolah Milik PP Muhammadiyah di Negeri Kanguru". SindoNews. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  52. ↑ Nashir, Haedar. "Mengulas Era Awal Gerakan Muhammadiyah (1)". Muhammadiyah Jawa Tengah. Diakses tanggal 18 Januari 2025.
  53. ↑ Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah (21 Agustus 2025). "Terdapat 162 Perguruan Tinggi Muhammadiyah–'Aisyiyah yang tersebar di Indonesia 🎉". Instagram. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  54. ↑ https://wartaptm.id/milad-ke-40-um-surabaya-resmikan-gedung-at-taawun-tower-23-lantai/
  55. ↑ https://muhammadiyah.or.id/2022/06/miliki-gedung-22-lantai-semua-fakultas-um-tangerang-kini-terpusat-di-satu-lokasi/
  56. ↑ https://news.detik.com/berita/d-2935685/jk-resmikan-gedung-18-lantai-di-universitas-muhammadiyah
  57. ↑ https://muhammadiyah.or.id/2021/06/5-tahun-perjuangan-um-bandung-dari-57-mahasiswa-menjadi-2-500-mahasiswa/
  58. ↑ https://pendidikan.harianjogja.com/read/2024/10/04/642/1190413/dibangun-dengan-swakelola-umy-resmikan-gedung-dengan-anggaran-rp129-miliar
  59. ↑ https://banyumas.viva.co.id/news/9548-proyek-pembangunan-gedung-ump-presiden-tower-setinggi-13-lantai-tidak-lama-lagi-konstruksi-akan-topping-offa
  60. ↑ https://news.republika.co.id/berita/p2shuz385/attauhid-tower-simbol-universitas-muhammadiyah-surabaya
  61. ↑ https://kelaskaryawan.com/biaya-kuliah-universitas-muhammadiyah-tangerang-ta-2022-2023/
  62. ↑ https://suaramuhammadiyah.id/read/rs-roemani-muhammadiyah-capai-puncak-pembangunan-tower-ibrahim
  63. ↑ https://www.umm.ac.id/id/berita/bangun-gkb-v-umm-ramah-lingkungan-targetkan-rampung-di-tahun-ajaran-baru.html
  64. ↑ https://rsgmsoelastri.ums.ac.id/sejarah-rsgm-soelastri/
  65. ↑ https://aisyiyah.or.id/grand-opening-rs-sarkies-aisyiyah-kudus-menjadi-rs-ke-18-aisyiyah/
  66. ↑ https://uad.ac.id/kampus-4-uad-dilengkapi-fasilitas-fantastis/
  67. ↑ https://www.muhammadiyahlamongan.com/blog/umla-tower-10-lantai-diresmikan-ketua-umum-pp-muhammadiyah/
  68. ↑ https://kumparan.com/tugumalang/the-sky-rooftop-rayz-umm-hotel-malang-pilihan-tepat-untuk-healing-hingga-meeting-1xTHSNX886r
  69. ↑ https://smpmutu-spg.sch.id/read/21/studi-inspirasi-smp-muhammadiyah-1-sampang-ke-smp-muhammadiyah-2-taman-sidoarjo
  70. ↑ https://menara62.com/ump-terus-berkembang-pesat/
  71. ↑ https://unimus.ac.id/topping-off-gkb-iii-universitas-muhammadiyah-semarang/
  72. ↑ https://muhammadiyahbabat.com/rs-muhammadiyah-babat-bangun-gedung-9-lantai-resmi-masuki-tahap-topping-off/

Bacaan lanjutan

  • Djurdi, S. (2010). 1 abad Muhammadiyah. Penerbit Buku Kompas. ISBN 979-709-498-7.
  • Alfian (1989). Muhammadiyah: the political behavior of a Muslim modernist organization under Dutch colonialism. Gadjah Mada University Press. ISBN 979-420-118-9.
  • DAR! Mizan (2007). Komik Muhammadiyah. DAR! Mizan. ISBN 979-752-808-1.
  • Official magazine
  • Pacific Affairs, Vol. 27, No. 3 (Sep., 1954), pp. 255-263 Modern Islam in Indonesia: The Muhammadiyah After Independence
  • Ali Shodiqin, Mochammad. 2014. "Muhammadiyah itu NU!: Dokumen Fiqh yang Terlupakan". Diarsipkan 2016-01-17 di Wayback Machine. Jakarta: NouraBooks.
  • Burhani, Ahmad Najib. 2005. "Revealing the Neglected Missions: Some Comments on the Javanese Elements of Muhammadiyah Reformism." Studia Islamika, 12 (1): 101–129.
  • Burhani, Ahmad Najib. 2010. Muhammadiyah Jawa. Jakarta: Al-Wasat.
  • Peacock, J.L. (1978). Purifying the Faith: The Muhammadijah Movement in Indonesian Islam. Cummings Press.
  • "Muhammadiyah". Div. of Religion and Philosophy, St. Martin College, UK. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-14. Diakses tanggal 2006-08-28.
  • Ricklefs, M.C. 1991. A History of Modern Indonesia since c.1300. 2nd Edition, Stanford: Stanford University Press. ISBN 0-333-57690-X

Lihat pula

  • flagPortal Indonesia
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • Ikatan Pelajar Muhammadiyah
  • Pemuda Muhammadiyah
  • Nasyiatul Aisyiyah
  • Aisyiyah
  • Tapak Suci Putera Muhammadiyah
  • Hizbul Wathan
  • Daftar perguruan tinggi Muhammadiyah
  • tvMu
  • ADiTV

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Muhammadiyah.
  • (Indonesia) Situs web resmi Muhammadiyah
  • (Indonesia) Pusat data Muhammadiyah Diarsipkan 2011-11-26 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Situs web resmi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • (Indonesia) Situs web resmi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Diarsipkan 2019-07-19 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Muhammadiyah
Organisasi otonom
  • Aisyiyah
  • Tapak Suci Putera Muhammadiyah
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • Ikatan Pelajar Muhammadiyah
  • Hizbul Wathan
  • Nasyiatul Aisyiyah
  • Pemuda Muhammadiyah (KOKAM)
Tokoh
Ketua Umum
  • Ahmad Dahlan
  • KH Ibrahim
  • KH Hisjam
  • KH Mas Mansur
  • Ki Bagus Hadikusumo
  • Ahmad Rasyid Sutan Mansur
  • Muhammad Yunus Anis
  • Ahmad Badawi
  • Fakih Usman
  • Abdul Rozaq Fachruddin
  • Ahmad Azhar Basyir
  • Amien Rais
  • Ahmad Syafi'i Ma'arif
  • Muhammad Sirajuddin Syamsuddin
  • Haedar Nashir
Lainnya
  • Soekarno
  • Buya Hamka
  • Fatmawati
  • Djoeanda Kartawidjaja
  • Sudirman
  • Abdul Mu’ti
  • Abdul Karim Amrullah
Amal usaha
  • Pendidikan (Sekolah Dasar & Menengah
  • Perguruan tinggi)
  • Kesehatan (Rumah sakit)
  • Lainnya (Lazismu
  • Bank Syariah Matahari)
Media
  • Adil
  • ADiTV
  • Suara Muhammadiyah
  • TvMu
  • Unimma FM
  • Kategori:Organisasi Islam di Indonesia
  • l
  • b
  • s
Organisasi massa Islam di Indonesia
Sunni
Kaum tua
  • al-Ittihadiyah
  • al-Jam'iyatul Washliyah
  • Alkhairaat
  • Darud Da'wah wal-Irsyad
  • Mathla'ul Anwar
  • Nahdlatul Ulama
  • Nahdlatul Wathan
  • Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah
  • Persatuan Tarbiyah Islamiyah
  • Persatuan Ummat Islam
  • Rabithah Alawiyah
Kaum muda
  • al-Irsyad al-Islamiyyah
  • Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia
  • Hidayatullah
  • Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • Majlis Tafsir Al-Qur'an
  • Muhammadiyah
  • Persatuan Islam
Salafi
  • Himpunan Ahlussunnah untuk Masyarakat Islami
  • Perhimpunan Al-Irsyad
  • Wahdah Islamiyah
Syiah
  • Ahlulbait Indonesia
  • Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia
Nonafiliasi
  • Syarikat Islam
    • SI
    • SII
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
Nasional
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Doktrin
  3. Aktivitas
  4. Organisasi
  5. Kelembagaan
  6. Pembantu Pimpinan Persyarikatan
  7. Organisasi Otonom
  8. Organisasi Keprofesian
  9. Komunitas/Gerakan Kultural
  10. Badan Khusus
  11. Cabang Istimewa Luar Negeri
  12. Ranting Istimewa Luar Negeri
  13. Sister Organisasi (SO)
  14. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
  15. Amal usaha
  16. Pendidikan

Artikel Terkait

Sunni

denominasi Islam

Mazhab dan cabang Islam

artikel daftar Wikimedia

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, disingkat sebagai PMII, merupakan organisasi mahasiswa di Indonesia ekstrakampus berlandaskan Islam Ahlussunnah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026