Hidajat Djaelani adalah akuntan dan politikus Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian pada era Kabinet Persatuan Nasional.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hidayat Jaelani | |
|---|---|
![]() Potret Hidayat Jaelani sebagai Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian Indonesia di Kabinet Persatuan Nasional | |
| Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian Indonesia Ke-7 | |
| Masa jabatan 29 Oktober 1999 – 23 Agustus 2000 | |
| Presiden | Abdurahman Wahid |
| Kepala Badan Pengembangan Pariwisata dan Kesenian Ke-1 | |
| Masa jabatan 28 Januari 2000 – 23 Agustus 2000 | |
| Presiden | Abdurahman Wahid |
Pendahulu Tidak ada; jabatan baru Pengganti I Gede Ardhika | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1937-06-16)16 Juni 1937 Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Hindia Belanda |
| Meninggal | 31 Januari 2006(2006-01-31) (umur 68) Bandung, Jawa Barat, Hindia Belanda |
| Suami/istri | Tientien Kartini |
| Anak | 5 |
| Almamater | Universitas Padjadjaran (Drs., Ak.) |
| Pekerjaan | Akuntan, politikus |
Hidajat Djaelani (EYD: Hidayat Jaelani) (16 Juni 1937 – 31 Januari 2006) adalah akuntan dan politikus Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian pada era Kabinet Persatuan Nasional.[1][2][3][4]
Hidayat Jaelani merupakan lulusan Universitas Padjadjaran Bandung pada Fakultas Ekonomi dengan 2 program studi yakni jurusan akuntansi dan administrasi negara.[5][4]
Ia mempunyai karier panjang lebih dari 35 tahun di PT Pos Indonesia.[5] Awalnya ia menjadi penyortir surat di PT Pos Indonesia.[4] Pada 1969 hingga 1983, ia ditunjuk sebagai Kepala Seksi Pembukuan dan Penganggaran Pos dan Giro.[5]
Kemudian Hidayat menjadi Kepala Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pembukuan dan Pengawasan Pelaksanaan Anggaran Pos dan Giro dari 1984 hingga 1987. Kemudian, ia menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pos dan Giro dari 1987 hingga 1992. Ia kemudian diangkat menjadi Direktur Keuangan Perum Pos dan Giro (1992–1995) yang kemudian jabatannya berganti menjadi Direktur Keuangan PT Pos Indonesia (1995–1999). Jabatan terakhirnya PT Pos Indonesia ialah sebagai Komisaris pada tahun 1999 sebelum menjadi menteri.[5][4]
Pada Oktober 1999, ia dilantik oleh Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid menjadi Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian di Kabinet Persatuan Nasional.[1] Ia juga ditunjuk sebagai ex-officio Kepala Badan Pengembangan Pariwisata dan Kesenian.[6] Semasa menjadi menteri, Indonesia menerima 5 juta wisatawan pada tahun 2000.[7]
Ia mempunyai istri bernama Tientien Kartini dan dikaruniai lima anak.[5]
Hidayat Jaelani mendapatkan beberapa penghargaan diantaranya:[5]
Selain penghargaan, ia juga mendapatkan tanda kehormatan, diantaranya:[5]
Ia wafat pada 31 Januari 2006 dan dimakamkan di Makam Keluarga Yayasan al Hikmah Mustofa, Warungkandang, Plered, Purwakarta.[butuh rujukan]
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Marzuki Usman |
Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian Indonesia 1999–2000 |
Diteruskan oleh: I Gede Ardhika |
| Jabatan politik | ||
| Posisi baru | Kepala Badan Pengembangan Pariwisata dan Kesenian 2000 |
Diteruskan oleh: I Gede Ardhika |